ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 #Episode 40. Cumi Vs Piranha


__ADS_3

"Gak bisa nonton Cassey Stoner di arena balap sungguhan, kali aja disini gue bisa ketemu sama George Lorenzo Kw, atau Max Biaggi Kw juga gak papa," ucap Kinan sambil terkekeh.


Kinan begitu antusias melihat balapan itu sampai ia rela mendatangi panitia balapan ketika melihat ada kecurangan di arena balap.


"Woii, kalian jangan diam saja dong melihat kedzaliman didepan mata, sudah tahu ada yang curang malah dia saja!" seru Kinan menggebrak meja panitia lomba


"lo baru nonton balapan ya!" jawab seorang panitia


"Kalau iya emang kenapa," jawab Kinanthi


"Pantas norak, yang namanya balapan liar itu bebas mau main cantik atau main kasar itu gak masalah yang penting hasil akhirnya," jawab sang panitia


"Oh gitu toh, ya maaf namanya juga gak tahu wajarlah kalau nanya!" cibir Kinan yang kemudian kembali ke bangku penonton.


Setelah pertandingan selesai Kinan langsung mendekati pemenang lomba.


"Halo Bro, boleh foto bareng gak?" tanya Kinan


"Bayar," jawab Pembalap itu ketus


"Diih, pelit amat Mas," sahut Kinan


"Yaudah kalau gak mau," Pembalap itu segera pergi meninggalkan Kinan, namun gadis itu langsung menariknya paksa.


"Yaelah pelit amat tinggal bilang Cheese susah amat!" kata Kinan merangkul pemuda itu


"Sok kenal banget sih nih Piranha!" gerutu si pembalap


"Cheese!"


*Ceklik, ceklik!


"Buka helm dong," pinta Kinan


"Ogah, jangan maksa deh!" ketus Pembalap itu


"Kalau gak mau buka biar aku yang buka nih," ancam Kinan


"Diih maksa,"


"Biarin, gc buka!!"


"Ogah,"


"Hmmm," Kinan yang geram langsung berusaha membuka paksa helm pembalap itu.


"Bro lagi ngapain sih!" tukas pembalap lainnya


"Nih ada cewek gila, maksa banget ngajak selfi. Orang gue gak mau malah dipaksa terus," keluh pembalap


"Asyik dong kalau dipaksa, btw lo dicariin tuh sama bang Andre suruh balikin motor sama ambil uang hadiah lomba,"


"Ok, otw gue!"


"Lo gak boleh pergi sebelum foto sama gue," celetuk Kinan memegangi lengan pemuda itu


"Astaghfirullah hal adzim, masih aja maksa ni Piranha," ujar Devin


"Wait, lo bilang apa tadi Piranha!" ucap Kinan curiga dengan lelaki itu


"Jangan sampai dia tahu ini gue," Devin langsung lari namun Kinan langsung mensledingnya hingga jatuh.


"Anj*r, ketahuan ini mah," batin Devin


Kinan langsung menyeringai dan membuka helm pembalap itu, dan betapa terkejutnya dia ketika tahu siapa yang dilihatnya.


"Cumi!!" teriak Kinan


"Hai," Jawab Devi. sambil melambaikan tangannya

__ADS_1


"Masih mau foto sama gue?" goda Devin


"Dih ogah banget, gue kira cowok ganteng tadi eeh ternyata malah si Cumi!" cibir Kinan


"Emang gue kurang ganteng apa?" tanya Devin


"Ganteng darimana coba, buluk kaya gitu!" gerutu Kinan


"Tuh muna kan, tadi aja maksa-maksa pengin selfi bareng gue lah sekarang malah sok-sokan nolak, dasar Piranha!" cibir Devin


"Kan tadi gue kira lo pembalap beneran bukan Cumi kaya lo,"


"Gue ini pembalap beneran loh, swear!" jawab Devin


"Jangan boong,"


"Search google kalau tidak percaya, ketik saja Devin Rakabuming, pasti keluar nama pebalap kelas 250cc" ucap Devin


"Hmmm," Kinan yang kepo langsung membuka ponselnya dan mencari sesuai arahan Devin


"Anj*y, beneran loh dia itu pembalap. Tapi bukannya dia Pangeran, kok boleh sih jadi pembalap," batin Kinan


"Sekarang percaya kan?" goda Devin.


"Hmmm,"


"Mau kemana kamu?" Devin menarik Kinan


"Pulang,"


"Bareng aku aja," ajak Devin


"Aku bawa motor," sahut Kinan


"Yaudah biar aku yang bawa motornya, lagian aku gak bawa mobil, takut ketahuan paman soalnya," jawab Devin


"Bayar,"


"Cheers!!"


*Ceklik, ceklik!!


"Berapa nomor kamu?'" tanya Devin


"Buat apaan?" jawab Kinan


"Kirim foto tadi lah, emangnya kamu pikir buat apa?"


Kinan langsung mengambil handphone Devin dan menuliskan nomor telponnya.


"Cie, yang pengin banget foto sama pembalap," goda Devin


"Berisik lo!" seru Kinan


"Done, lunas ya, sekarang mana motor lo kita jalan!" ajak Devin


"Tapi itu motornya Rendra, nanti kita balikin ke Istana dulu baru pulang ke rumah," ujar Kinan


"Ok," Devin langsung melesatkan motornya menuju ke Istana.


Setibanya di Istana Devin langsung menyerahkan motor itu pada Kinan.


"Kamu aja yang bawa masuk motornya ke dalam, aku langsung balik ya?" ucap Devin


"Tungguin gue," jawab Kinan


"Lo emang gak ikut ke acara ngunduh mantu?" tanya Devin


"Aku males kalau harus ikut dalam acara-acara seperti itu, lagian sudah ada mamih sama papih ini gak papa lah," jawab Kinan

__ADS_1


"Ok, aku tunggu sini ya,"


"Iyups," Kinan langsung masuk ke dalam dan tidak lama kemudian ia sudah menghampiri Devin.


"Kuy pulang!" ajak Kinan


Gadis itu kemudian mengajak Devin menunggu angkot yang melewati rumah Niken.


Tidak lama kemudian sebuah angkot melintas, dan keduanya masuk ke dalam angkot. Setelah dua puluh menit kemudian mereka akhirnya tiba di rumah Niken.


Sesampainya di rumah kedunianya langsung masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamarnya masing-masing.


"Ngantuk tidur dulu ah," ujar Kinan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.


"""""”""""'''


Kinan sudah bersiap untuk pergi mengajar ke sekolahannya, sedangkan Devin juga sudah bersiap untuk menemui Baladewa di hotel.


Sejenak Devin terpesona dengan Kinan yang terlihat Anggun dan sangat cantik, membuat pemuda itu terpana melihatnya .


"Anj*r , ternyata cakep juga si Kinan, gak nyangka gue," batin Devin


"Kenapa lo, terpesona sama gue!" tanya Kinan


"Diih kegeeran, gue lihatin lo karena mau ngajakin lo bareng berangkat kerjanya, daripada lo naik angkot kan, lumayan bisa buat jajan uangnya," seru Devin


"Yaudah ayo," jawab Kinan


Keduanya langsung masuk kedalam mobil dan meluncur meninggalkan rumah itu. Selama kurang lebih setengah jam perjalanan, akhirnya mereka tiba juga di SMA Merah Putih.


"Thanks ya Vin," ucap Kinan meninggalkan Devin


"Kamu pulang jam berapa?" tanya Devin


"Jam dua siang," sahut Kinan.


"Yaudah tungguin aku, gue akan jemput lo!" ujar Devin meninggalkan kenangan


"Gak usah Dev, aku pulang sendiri saja," teriak Kinan, namun Devin tidak mendengarnya karena sudah melesat pergi meninggalkannya.


"Dasar cumi main kabur aja, biarin aja lo jemput gue pasti gak ada!" jawab Kinan


Tepat pukul jam 1 siang bel panjang dibunyikan pertanda bahwa siswa telah selesai melakukan pembelajaran hari ini.


Kinan langsung mencari keberadaan Lisven. Ia sangat berharap bisa pulang diantar oleh Lisven, namun iya harus kecewa ketika mendapati seorang wanita cantik datang ke sekolahan mencari Lisven.


"Saya Riska tunangannya lisven ingin bertemu dengan dia, karena ada urusan penting tolong disampaikan ya bu guru," ucap Riska yang menunggu di luar


"Baik bu tunggu sebentar ya," jawab Kinan


Dalam hati Kinan merasa sedih dan kecewa, karena cowok yang selama ini ia kagumi ternyata sudah memiliki tunangan .


"Ya Allah, ternyata lisven udah punya tunangan, ya ampun kenapa rasanya nyesek banget," batin Kinan sedih


Yang lebih sedih lagi ketika ia harus menyaksikan kedua sejoli itu tampak begitu mesra di depannya.


"Ya Allah kenapa aku gak ikhlas banget kalau Lisven sudah punya tunangan, aku harap ini mimpi ya Allah," batin Kinan


"Lo pasti sedih nungguin gue kelamaan ya?" goda Devin yang sudah berdiri di depannya.


"Sotoy lo!" jawab Kinan


"Udah ayo pulang, jangan lama-lama disini!" seru Devin


Kinan langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti Devin masuk ke dalam mobilnya.


Setibanya di rumah Kinan, Devin terkejut ketika melihat seorang wanita sudah menunggunya di depan pintu.


"Jadi ternyata ini yang kamu lakukan dibelakang ibu Devin, kamu bener-bener tidak bisa dipercaya. Kamu memutuskan hubungan dengan Kimmy karena ingin bersama dengan wanita rendahan, sungguh benar-benar bodoh, sekarang ayo pulang!" seru wanita itu langsung menyeret Devin masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


"Dan kau jal*ng jangan harap bisa menjadi kekasih atau istri Raka!" hardik perempuan itu ke pada Kinan.


__ADS_2