
"Kenapa kamu tidak jujur saja, kalau kamu juga mencintai aku?" ucap Ryan sembari memeluk Niken
"Iya Rey, gue memang munafik, aku tuh sayang sama lo, tapi gak bisa mengungkapkan perasaan gue ke lo, karena gue gak mau menyakiti hati Ganendra," jawab Niken tersedu-sedu
"Yaudah, sekarang kembalilah sama Gaga, jangan menangis disini, kasian nanti orang-orang pada ngompol, gara-gara gak bisa ke toilet, karena ada kamu disini," ucap Ryan
"Kenapa sih lo bercanda mulu, aku serius Rey!, harusnya kamu tuh berusaha membujuk aku sekarang, meyakinkan aku supaya aku bisa memilihmu bukan menyuruhku kembali sama Gaga!" ucap Niken kesal
"Percuma juga aku ngomong gitu ke kamu, kan kamu gak mau menyakiti hati Gaga kan?, makanya kamu gak mau menerima cinta aku?, itu sudah jelas Niken, kecuali kamu benar-benar sayang sama aku dan jujur sama Gaga kalau kamu itu tidak mencintainya tapi kamu mencintai aku mungkin aku akan selalu meyakinkan kamu, tapi semuanya sudah tidak mungkin lagi, kamu begitu kekeh mempertahankan hubungan kamu yang hanya membuat kamu bersedih, ya silahkan saja kamu lanjutkan, tapi jangan salahkan aku bila sekarang aku juga akan mendekati wanita lain yang pasti akan menerimaku apa adanya," jawab Ryan melepaskan pelukannya
"Aku sayang sama kamu Rey, aku cinta sama kamu, tolong kamu jangan tinggalin aku!, jangan pergi!" ucap Niken terisak
"Siapa yang pergi!, aku masih disini gak ninggalin kamu kok?" jawab Ryan menghapus air mata Niken
"Sekarang kamu maunya gimana?" tanya Ryan
Niken tidak bisa menjawab ia malah menangis lagi, membuat Ryan kebingungan.
"Udah dong diem, nanti orang-orang curiga lagi, kamu diapa-apain sama aku," goda Ryan
"Biarin! gue gak peduli!," jawab Niken
"Terus aku harus gimana, apa gue balik aja lagi ya, kasian Messy dia pasti kebingungan nyariin gue, yang tiba-tiba ninggalin dia," kata Ryan ia kemudian melangkahkan kakinya Namun Niken segera menarik lengannya dan mencium bibir Ryan
"Oh my Gosh, Niken kamu tuh agresif banget sih, ini tempat umum babe, bagaimana kalau Gaga lihat," batin Ryan
Gaga yang menyadari kalau Niken sudah terlalu lama meninggalkanya, segera menyusulnya ke toilet.
Ganendra terperanjat melihat Niken dan da Ryan yang sedang berciuman didepan toilet.
"Sudah kuduga, kamu tadi menangis karena jelous melihat Rey dengan wanita lain, dan Rey langsung menghiburmu, dasar tukang tikung!" gumam Ganendra
***Buughhh
Ganendra segera menarik Ryan dan memukulnya, Rey hanya pasrah karena ia tahu ia yang bersalah.
"Hmmm, dasar pagar makan tanaman!, kenapa kamu dulu mendekatkan aku dengan Niken jika harus menikungnya!" ucap Ganendra marah
Ferdan dan Noval yang melihat kejadian itu segera berlari dan hendak memukul Ganendra, tapi Ryan mencegahnya.
"Jangan Dan, gue yang salah jadi Gaga pantas melakukan itu padaku, " sahut Ryan
Melihat Ganendra yang hendak kembali memukul Ryan, segera menarik lengan pria itu.
"Sudah cukup Ga, ini salah gue kalau lo mau tampar, tampar gue!!, gue yang salah karena menerima cinta kamu padahal aku tidak mengintai kamu, ternyata selama ini aku cuma kagum sama kamu, dan gue baru sadar kalau gue cuma sayang dan cinta sama Rey, tapi gue gak bisa menerima cinta Rey, karena gue gak mau menyakiti hati lo, gue gak mau kalian bermusuhan gara-gara aku, makanya aku gak pernah menerima cinta Rey, walaupun ia lebih dulu mengutarakan perasaannya sebelum kamu Ga," ucap Niken sambil mengusap air matanya
"Aku gak peduli Niken, " Ganendra kembali melayangkan pukulannya kewajah Ryan
"Ini buat lo yang sudah membuat Niken sedih!!" ucap Ganendra melesatkan tinjunya
__ADS_1
***Bughhh!!
Niken kembali menangis tersedu-sedu melihat Ryan yang kesakitan dan memegangi pipinya. Ganendra segera menarik lengan Niken dan membawanya pergi meninggalkan Ryan.
"Kita pulang sekarang, aku gak mau lihat kamu menangis disini," ucap Ganendra
"Lepasin Ga, aku gak mau pulang!, aku mau sama Rey!" ucap Niken meronta tapi tangan Gaga terus mencengkeramnya erat sehingga membuat wanita itu kesakitan
"Gak boleh, kamu itu pacar aku jadi harus nurut sama aku, sekarang ayo pulang!" seru Ganendra
Ryan hanya bisa mematung memandangi Niken dengan sedih tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Maafkan aku Niken, aku gak bisa nolongin kamu, karena itu memang hak Gaga untuk membawamu pergi dariku," gumam Ryan sembari memalingkan wajahnya dan menyeka air matanya
Ferdan membisikkan sesuatu ke telinga Noval dan pemuda itu mengangguk paham.
Ryan melangkahkan kakinya menuju ke luar rumah tapi langkahnya terhenti ketika Ganendra menghentikannya.
"Dasar pengecut!!, mau kemana kamu?, mau kabur setelah menghancurkan hubungan aku dengan Niken!, sekarang lo harus tanggung jawab!!" hardik Gaga sembari menarik lengan Ryan
Ryan hanya menurut kepada Ganendra karena rasa bersalahnya telah membuat Niken dan bertengkar gara-gara dirinya.
Ganendra mendorong Ryan hingga ketengah-tengah tempat pesta, kini semua tamu menatapnya tidak terkecuali Ferdan dan Noval yang sudah berada disana.
"Lo mau lakuin apa saja sama gue aku siap menerimanya, tapi tolong jangan di sini Ga, ini pesta Bayu, gue gak mau membuat pesta Bayu berantakan gara-gara gue," ucap Ryan
"Cih, masih punya empati juga kamu!" gertak Ganendra
"Kalau iya kenapa?, lo tahu gara-gara lo gue sekarang putus sama Niken!!" teriak Ganendra membuat tamu-tamu tercengang
Ferdan dan Noval segera menghampiri Ganendra yang sudah emosi.
"Dari tadi kite diem ya melihat lo mukulin Rey, tapi gue gak bakal diem lagi sekarang!" gertak Ferdan bersiap melesatkan pukulannya kearah Ganendra
"Niken!!!, keluar lo sekarang!!" teriak Ganendra
Niken segera keluar dan mendekati Ganendra.
"Sekarang gue tanya sekali lagi, Kamu mau gak jadi istrinya Rey!" teriak Ganendra membuat Niken membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang didengarnya
"Apa??, lo gak salah ngomong kan??" tanya Niken meyakinkan
"Gak ada siaran ulang Niken!, kalau kamu gak mau berarti kamu mau jadi istri aku dan ikut aku pergi ke London!!" ucap Ganendra
"Aku gak mau ikut kamu ke London, karena hati aku sudah tertinggal disini!" jawab Niken lirih
"Berarti kamu lebih memilih Rey daripada aku?" tanya Ganendra
Niken hanya mengangguk sedih.
__ADS_1
"Maafkan aku Ga, aku tidak bermaksud menyakiti hati kamu, tapi hati ini gak bisa bohong kalau gue itu sayang sama Rey," jawab Niken sembari terisak
"Baiklah karena lo udah nyakitin hatiku, berarti kamu harus nerima hukuman dariku!!" Ganendra menarik lengan Niken dan mendorongnya kerah Ryan
***Greepp!!!
Ryan berhasil menangkap Niken, hingga keduanya saling bertatapan.
"Itu hukuman buat kamu Niken!!, kamu harus selalu berada disisinya dan jangan pernah mendiamkannya," ucap Gaga tersenyum simpul
Niken segera melepaskan diri dari pelukan Ryan.
"Kamu serius ga?, kamu gak marah lagi sama aku?" tanya Niken
"Iya Niken aku gak marah, aku malah senang kalau kamu mau terus terang dari awal makanya tidak ada yang tersakiti satu sama lain, semoga kamu bahagia sama Rey," ucap Ganendra
"Unnnchh, jadi terharu... makasih Gaga!" ucap Niken langsung memeluk Ganendra
Melihat Niken memeluk Gaga membuat Ryan segera menariknya.
"Harusnya yang dipeluk tuh aku, bukannya Gaga," gerutu Ryan membuat Niken tersenyum padanya
"Kamu jelous ya baby?" goda Niken
"Gak juga," jawab Ryan
"Yaudah kalau gitu aku peluk lagi Gaga, sebelum nanti lo berubah pikiran," ucap Niken
"Iyeh-iyeh gue jelous tapi dikit!!" ucap Ryan langsung memeluk Niken
"Ssttt!!, gak boleh peluk-pelukan ditempat umum!, ingat kalian bukan muhrim, halalin dulu Niken Rey, jangan main nyosor aja!" cibir Ferdan
"Dikit doang Dan, kaya lo gak tahu aja gejolak remaja kepala tiga," jawab Ryan
"Sue lo!" cibir Ferdan
"Tahan Rey, sekarang lo kasih cincin ini ke Niken dulu," ucap Noval
"Tumben lo romantis Pang, nyolong cincin dimana lo?" tanya Ryan
"Tuh dikasih sama dokter Gaga," jawab Noval
"Makasih ya bro, gue gak bakal lupain lo, I love you Gaga, muaaach!" ucap Ryan membuat semuanya tertawa mendengar penuturannya
Semua tamu bertepuk tangan ketika Rey menyematkan cincin ke jari manis Niken.
"It's so sweet Drama, nice guys," ucap Messy
Ferdan segera mengerlingkan matanya kearah Noval.
__ADS_1
"Siip!" jawab Noval