ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 107 #Berlibur ke Pantai


__ADS_3

"Katakan mau apa kalian kesini!, " kata Welas Asih dengan nada tinggi membuat nyali ketiganya langsung menciut.


"Aku cuma mau minta pernikahan aku dan Pandu dipercepat Omah, lagian usia kami sudah memasuki tujuh belas tahun sekarang, kenapa harus menunda pernikahan kami, disaat kami berdua sudah siap menikah, apa Omah tidak takut jika kami melakukan hal-hal di luar batas," kata Naeswari sedikit menekan


"Jangan mengajari aku Nay!, ingat Nay menikah dini itu tidak seindah yang kamu bayangkan, kamu hanya terbawa emosi saja, cinta saja tidak cukup sebagai bekal pernikahan," jawab Welas


"Kami juga sudah siap mental Omah, kami tahu jika nikah muda itu banyak sekali godaannya, oleh karena itu aku dan Pandu sudah sering mengikuti acara seminar tentang pernikahan dan juga banyak belajar dari google tentang bagaimana cara mengatasi segala masalah yang akan muncul pada pernikahan dini, " jawab Naeswari


"Kamu ini benar-benar keras kepala Nay, baiklah Omah akan menuruti semua keinginan kamu, dan kamu jangan lupa dengan janjimu," sahut Welas


"Terima kasih Omah, Aku senang akhirnya Omah luluh juga , jadi kapan tanggal pernikahannya?" tanya Nay tidak sabar


"Astaghfirullah Nay, kamu ini sedang kerasukan apa sih, kenapa kamu nanyain nikah melulu, apa kamu udah kebelet banget?" tanya Welas


"Bener tuh , emang tuh si Nay udah kebelet kawin tuh Omah," celetuk Cassey


"Diam kamu Key!!" cibir Naeswari


"Tuh nyolot kan?, udah ditemenin juga," jawab Cassey


"Omah, mendingan buruan deh Nay dinikahin daripada uring-uringan melulu," tambah Cassey


"Sudah jangan berisik!!, nanti besok Omah kasih tahu tanggal pernikahan kamu Nay," jawab Omah Welas


"Yeay!!, akhirnya nikah juga sama bebeb Pandu, makasih Omah," ucap Nay memeluk Welas Asih dan berlari meninggalkannya


"Dasar anak-anak!" keluh Welas Asih


"Sekarang ayo kita rayakan keberhasilan kita menaklukkan hati Omah!" teriak Naeswari


"Mau ngapain kita?" tanya Bagas


"Makan-makan ka," jawab Nay


"Kuy!" ajak Cassey


"Bentar aku ajak Pandu dulu," Nay segera menuju rumah Tama dan mengajak Pandu pergi


Setibanya di alun-alun mereka langsung menuju ke kedai soto langganan mereka.


"Sepertinya aku kenal sama cewek cantik yang duduk di sudut itu!" ucap Cassey yang langsung berjalan menghampiri seorang gadis yang sedang menikmati soto sendirian


"Agni!!" teriak Cassey


"Key!" kedua gadis itu saling berpelukan


"Pindah sini guys!" ajak Cassey, membuat Nay, Pandu dan Bagas langsung menuju ke tempatnya.


"Kamu sekarang beda banget Agni, makin cantik terus jadi langsing gini, kasih tahu dong rahasianya," goda Cassey


"Rahasianya, jangan makan hati, jalani hidup apa adanya, syukuri apa yang kita punya," jawab Agni


"Hmmm, tua banget lo, btw gimana hubungan lo sama si Hery?" tanya Cassey lagi


"Hubungan aku sama Hermes baik kok, kenapa emangnya?" tanya Agni

__ADS_1


"Bukan itu, maksudku kalian udah jadian belum?" tanya Cassey


"Aku udah punya pacar Key, lagian untuk apa menunggu seorang yang tidak menyukai kita, aku udah move on dari Hermes," jawab Agni


"Kamu benar Agni, kapan-kapan kenalin pacar kamu itu ya," pinta Cassey


"Siip," jawab Agni


Tak lama pesanan mereka pun tiba di meja, keempatnya langsung melahap makanan yang ada didepannya dengan singkat.


Setelah selesai makan mereka pun kembali ke Istana.


Pagi harinya Bagas mengantar Cassey ke kampus.


"Tumben sayang kamu yang antar baby, memangnya kamu gak kerja?" tanya Cassey


"Aku cuti seminggu sayang, aku sengaja pengin menemani kamu, besok kita liburan sayang biar gak jenuh," jawab Bagas


"Yeay, senengnya aku bisa diantar jemput kamu lagi baby, kita besok liburan kemana?" tanya Cassey


"Ke pantai mau gak?" tanya Bagas


"Mau banget," jawab Cassey


"Yaudah besok kita ke pantai, jangan lupa ajak Hermes, " ucap Bagas


"Siap baby, yaudah aku masuk dulu ya sayang, love you," Cassey mencium pipi Bagas dan segera turun dari mobil


Bagas memutar mobilnya dan melambaikan tangan kepada istrinya.


"Tumben lo nyapa, gak takut kena sial?" goda Cassey


"Gaklah, udah mandi kembang tujuh rupa gue biar gak sial kalau dekat sama kamu," jawab Ahmar


"Pengantin kali mandi air kembang," sahut Cassey


"Selesai kuliah jam berapa?" tanya Ahmar


"Jam Satu, emangnya kenapa?" tanya Cassey


"Gak cuma nanya aja, kirain kamu mau nginep disini," goda Ahmar


"Dasar gaje!" gerutu Cassey meninggalkan Ahmar


Pemuda itu hanya terkekeh mendengar ucapan Cassey.


"Dasar cewek aneh, tapi kenapa gue selalu berdebar-debar saat ketemu dia, apa bener kata Mas Bayu kalau gue suka sama dia," ucap Ahmar lirih


"Woii!, ngapain bengong disini!" kata Faiq


"Mar, bagaimana kalau besok kita jalan ke Parangtritis, itung-itung refreshing lah, lagian kita udah lama juga gak main ke pantai kan?" tanya Fadil


"Ok, besok cabut jam berapa?" tanya Ahmar


"Kita jalan malam saja, biar pagi-pagi kita bisa lihat sunrise disana, kita nginep aja di vilanya Faiq, boleh kan Iq?" tanya Fadil

__ADS_1


"Boleh, tapi kalian dilarang bawa cewek ya, kecuali gue," jawab Faiq


"Diih curang, giliran dia aja boleh trus kita gimana?" tanya Faiz


"Kalian boleh bawa cewek, tapi gak bisa nginep di vila gue, karena kamarnya cuma tiga, jadi mana cukup kan," jawab Faiq


"Cukuplah, biar deh kita cowok-cowok tidur diluar," sahut Fadil


"Terserah kalian deh, yang jelas gue gak mau tidur di luar," jawab Faiq


"Lo bawa cewek juga kan Mar?" tanya Faiq


"Bawa dong," jawab Ahmar


"Cie...emang ada cewek yang udah melelehkan gunung es dihati Lo," ledek Fadil


"Adalah masa gak ada, " jawab Ahmar dingin


"Siapa dia, jadi penasaran gue?" tanya Faiq


" Lo liat aja besok," jawab Ahmar pergi meninggalkan ketiga sahabatnya


Hari yang dinantipun tiba, pihak istana mengadakan Gathering ke Pantai Parangtritis Yogyakarta, semua keluarga kerajaan tampak antusias mengikuti acara itu.


Pukul delapan pagi mereka tiba di vila yang mereka sewa untuk tempat menginap.


"Mamih ikut juga?" tanya Cassey


"Iya dong, Om Rey juga ikut," jawab Niken


"Emang Om Rey udah balik ke Jogja?" tanya Cassey


"Baru aja semalam sampai sama Ferdan, sama Om Noval," jawab Niken


"Asyik, pasti seru kalau ada mereka," jawab Niken


"So pasti, sekarang ajal adik kamu main pasir," perintah Niken


"Ko Key sih Mih, kan Aku juga mau seneng-seneng sama si Baby," jawab Cassey


"Jangan jadi anak durhaka Key, ingat kalian kan ketemu tiap hari, sedangkan mamih udah ditinggal sebulan, jadi berikan kesempatan sama mamih buat kangen-kangenan sama Om Rey," sahut Niken


"Diiih kebiasaan, gak mau ngalah sama anaknya," gerutu Cassey


"Udahlah sayang, kita main pasir bertiga saja, hitung-hitung kita latihan kalau punya anak," jawab Bagas


"Gak bisa gitu, gue ada ide," bisik Cassey


Ia kemudian mendekati Ryan dan Niken yang sedang duduk sambil menikmati deburan Ombak, Cassey sengaja membawa seekor kepiting dan menjatuhkannya tepat di punggung Niken.


Ryan yang melihat kejailan Cassey segera mengambil kembali kepiting itu dan melemparnya kearah Cassey, Key yang kaget langsung menepis kepiting dan melemparnya hingga mengenai wajah nenek Welas.


Buru-buru Cassey berlari menghampiri nenek Welas dan mengambil kepiting itu dari wajahnya.


"Maaf Nek, gak sengaja?, peace," ucap Cassey ketakutan karena melihat wajah Omah Welas yang sudah memerah dipenuhi amarah. Sedangkan Ryan dan Niken hanya tertawa geli melihat ekspresi wajah Cassey.

__ADS_1


"Sukurin lo, kualat tuh sama mamih, makanya jangan jail!" cibir Niken sambil terkekeh


__ADS_2