
Bayu terus mengikuti mobil Angga dari kejauhan untuk memantau Kimmy.
"Aku turun disini saja Pak, mau beli lukisan buat di kamar," ucap Kimmy
"Yaudah aku temenin," jawab Angga
"Gak usah, lagian rumah aku sudah dekat kok dari sini, tinggal jalan kaki saja," balas Kimmy
"Ok, kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa hubungi aku!" ucap Angga
"Ok," Kimmy segera turun dan berjalan menuju ke sebuah galeri yang menjual berbagai macam lukisan
Bayu kemudian memarkirkan mobilnya agar ia bisa mengawasi Kimmy dengan mudah.
Gadis itu kemudian membeli sebuah lukisan disebuah gerai lukisan.
"Yang ini berapa ka?" tanya Kimmy
"Gratis kalau buat kamu," jawab lelaki itu memandangi Kimmy lekat
"Hey kamu!!" Kimmy terkejut melihat pemuda yang ada didepannya
"Aku Devin," pemuda itu mengulurkan tangannya
"Kimmy,"
"Apa kamu mau lukisan yang lain?" tanya Devin
"Hmmm, apa kamu seorang pelukis?" tanya Kimmy
"Bukan aku cuma bekerja disini, tapi melukis itu cuma hobiku saja," jawab Devin
"Oh gitu, kirain kamu pelukis, btw makasih ya lukisannya, aku pulang dulu," ucap Kimmy berpamitan
"Kamu sendirian Kim?" tanya Devin
"Iya, kenapa emangnya?"
"Gak papa, cuma pengin tahu aja,"
"Yaudah aku balik ya," tanya Kimmy
"Hmmm, sebenarnya aku mau memberikan sesuatu sama kamu sebagai imbalan karena sekarang aku jadi banyak job walaupun cuma jadi figuran," jawab Devin
"Apa?" tanya Kimmy
"Aku mau mengajakmu dinner besok malam, apa kamu bisa?" tanya Devin
"Hmmm, gimana ya?" goda Kimmy
"Kalau kamu tidak bisa tidak apa-apa," sahut Devin
"Jam berapa?" tanya Kimmy
"Terserah kamu bisanya jam berapa nanti aku akan menjemputmu,"
"Kamu gak usah jemput, kita janjian saja disini," sahut Kimmy
"Ok, yaudah karena kamu mau dinner sama aku berarti aku harus siap-siap untuk cari uang tambahan sekarang, biar bisa ajak kamu dinner di restoran mewah," ucap Devin bahagia
"Kamu mau syuting?" tanya Kimmy
"Tidak," jawab Devin menutup tokonya
__ADS_1
"Terus mau ngapain?" tanya Kimmy
"Ada deh, kamu kepo ya?" goda Devin
"Gak juga sih, yaudah bye!" Kimmy pergi meninggalkan kios Devin
"Ayo naik!" ucap Devin
"Katanya kamu mau cari uang tambahan," sahut Kimmy
"Iya, tapi aku mau anter kamu pulang dulu, aku takut kenapa-napa ," balas Devin
"Sekalian aku juga mau pemanasan," sahut Devin
"Kamu mau balapan?" tanya Kimmy
"Iya, lumayan kan kalau sekali menang balap aku bisa traktir kamu makan si restoran bintang lima," jawab Devin.
"Tapi bahaya kan Vin, taruhannya nyawa," ucap Kimmy
"Gak kok, rumah kamu dimana?" tanya Devin
"Aku mau lihat kamu balapan boleh?" tanya Kimmy
"Jangan, bahaya kamu pulang saja ya?"
"Gak mau pokoknya ikut, lagian aku juga suka balapan, boleh ya?" cicit Kimmy
"Ok,"
Devin melesatkan motornya kesebuah lapangan yang dipenuhi oleh anak muda dengan motor sportnya.
"Halo Dev, lo udah siap kan!" sapa seseorang menghampiri Devin
"Yoi, gue udah siap bro!" sahut Devin
"Bukan, dia temen gue," jawab Devin
"Temen, apa demen lo," goda yang lainnya
"Mobil gue yang mana?" tanya Devin mengalihkan pembicaraan
"Tuh yang kuning, mobil baru gue Vin,"
"Ok, max gue test drive dulu," Devin segera turun dari motornya dan mengajak Kimmy menuju ke mobilnya.
"Kamu tunggu disini ya Kim, aku akan mulai pemanasan,"
"Ok Vin, semangat ya!" seru Kimmy
"Makasih Kim," Devin langsung beranjak pergi meninggalkan Kimmy
Devin segera masuk kedalam mobilnya dan langsung melesatkannya ke arena balap.
"Hari ini lo harus menang bro, karena hadiahnya gede banget," tutur teman Devin
"Emangnya siapa lawan gue?" tanya Devin
"Aaron Pranoto, dia selalu menang di arena balap mobil jadi lo harus hati-hati," seru Ken
"Ok, aku akan berusaha Ken,"
"Ok bro, lo sekarang langsung masuk aja ke arena balap, karena bentar lagi akan dimulai!" seru Ken
__ADS_1
Devin segera menuju ke arena balap.
"Oh ini yang namanya Devin, si Raja jalanan Malioboro," ledek Aaron
"Bisa aja bro," jawab Devin
"Kalau lo bisa ngalahin gue di arena balap kali ini gue akan tambah hadiahnya, tapi kalau lo kalah maka lo harus pensiun dari dunia balap liar untuk selamanya, karena gue gak mau lihat muka lo lagi!" ucap Aaron
"Ok siap," sahut Devin
Keduanya kemudian bersiap ketika seorang wanita sudah mengangkat bendera ditengah area balap.
*Wuushhh!!
Semua mobil langsung melesat untuk menjadi yang terdepan, begitu juga dengan Aaron dan Devin yang langsung berpacu untuk memperebutkan menjadi nomor satu.
Bunyi decitan dan deru kenalpot mobil balap membuatb arena pertandingan semakin panas.
Aaron sengaja ingin mencelakakan Devin dengan terus menghantam mobilnya agar keluar dari arena balap.
**Duaar!!!
Lagi-lagi Aaron menabrakkan mobilnya kearah mobil Devin hingga membuat mobil itu hampir saja terguling kalau saja Devin hilang keseimbangan.
"Mamp*s lo, makanya jangan berani melawan Aaron, bukannya jadi pemenang kau malah akan kehilangan nyawamu, Dev!" ucap Aaron sinis
Devin berusaha mengejar ketertinggalannya dengan menambah kecepatan laju mobilnya.
Ia terus berusaha menyalip setiap lawan-lawannya, perlahan tapi pasti Dev berhasil mengejar Aaron yang sudah hampir memasuki Finish di lap terakhir.
"Sial bagaimana bisa si Devin mengejar gue!" Aaron segera menambah kecepatan mobilnya dan melesat meninggalkan Devin
Sedangkan Devin juga tidak mau kalah dia menggunakan trik lamanya untuk memancing kemarahan Aaron dengan menabrakkan mobilnya ke mobil mewah Aaron.
Tentu saja pemuda itu menjadi berang ketika mengetahui mobil mewahnya ditabrak oleh Devin, ketika Aaron sedang marah dan konsentrasinya terpecah karena asyik menabrakkan mobilnya ke mobil Devin.
Devin segera menambah kecepatan mobilnya dengan senyum yang merekah dibibirnya karena usahanya berhasil.
Ia berhasil menyalip mobil Aaron dan berada di urutan paling depan.
Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung melesat menuju garis finish hingga berhasil memenangkan pertandingan.
"Yeaay!!!" bunyi teriakan dan sorak sorai penonton membuat Devin semakin bangga karena bisa mengalahkan Aaron yang sombong.
"Sial!!, kenapa gue bisa dipecundangi oleh anak ingusan yang notabene adalah pembalap amatiran!" cibir Aaron
Dia segera turun dari mobilnya dan menghampiri Dev yang sedang melambaikan tangannya kearah para penonton.
**Buuughhh!!!
Sebuah pukulan keras dilayangkan Aaron kepada Devin karena ia tidak terima dengan kekalahannya.
"Gak bisa gitu lo Ron, lo harus terima kekalahan lo, dan jangan jadi pengecut!" hardik Ken yang menengahi mereka
"Diem lo, jangan banyak bacot!, gue tahu pasti nih anak berbuat curang makanya dia berhasil mengalahkan gue, karena seumur hidup gue jadi pempalap belum pernah ada yang berhasil mengalahkan gue!!" seru Aaron
"Asal lo tahu Ron, Dev ini bukan pembalap kaleng-kaleng, dia sebenarnya adalah...." Drv segera membungkam mulut Ken agar pemuda itu tidak membocorkan rahasianya
"Kalau lo gak terima kalau lo kalah terserah, tapi gue gak suka kalau lo menghina gue!!" sahut Devin
**Buughh!!
Devin menghujamkan pukulannya kearah Aaron hingga pemuda itu jatuh tersungkur ke tanah.
__ADS_1
"Dan gue gak butuh duit lo, karena duit yang aku dapatkan sudah terlalu banyak dari panitia lomba!" seru Devin yang kemudian mengambil uang hadiahnya dan memberikan separuhnya untuk Ken.
"Ambil ini buat kalian!" teriak Dev menebar uangnya ke angkasa didepan kru balapnya.