
"Dasar bodoh!, masa menangkap seorang perempuan saja tidak becus!, dasar pecundang, looser!" maki lelaki itu kesal
"Dia bukan wanita biasa bos!, ada seorang yang membantunya, dan juga ada leader Cobra hitam membantunya," jawab Theo
"Ada hubungan apa Bayu membantu wanita itu,"
"Bukan Bayu yang membantu Cassey, tapi Ahmar, sepertinya dia menyukai gadis itu,"
"Dasar bocah tengik sepertinya dia tidak pernah puas sudah mengacaukan hidupku, dulu dia sudah membuat adikku meninggal, sekarang dia berusaha mengagalkan rencanaku mengambil kembali keponakanku Amanda,"
"Tapi jangan khawatir Bos, aku sudah berhasil membuat Cassey terluka parah. Kita hanya tinggal menunggu saat yang tepat untuk membawa Amanda kembali dan melenyapkan Cassey dan suaminya dari muka bumi ini," tutur Theo
"Aku mulai meragukan kemampuan beladiri kamu Theo, mungkin untuk rencana selanjutnya aku akan turun langsung untuk menghabisi nyawa permaisuri Pangeran Arjowinangun itu," jawab Putra
Sementara itu Bagas masih setia menemani Cassey yang terbaring lemas di rumah sakit.
"Rendra gimana baby, apa demamnya sudah turun?" tanya Cassey
"Sudah, dia sudah sehat lagi. Papih yang merawatnya, jadi kau tidak usah khawatir, sekarang kamu harus fokus pada kesehatan kamu aja, jangan banyak gerak dulu supaya lukanya cepat kering dan jahitannya tidak lepas lagi, " jawab Bagas
"Iya,"
"Kaka sekarang makan dulu ya?" ucap Siwi membawa makan malam Cassey
"Aku sudah makan tadi, jadi masih kenyang. Letakkan saja di meja biar nanti aku makan kalau lapar lagi."
"Ok ka," Siwi meletakkan makanan itu sesuai permintaan Cassey
"Sayang!, kamu sudah sadar?" tanya Niken yang langsung memeluknya erat
"Sudah Mamih, mana ada orang pingsan bisa ngomong," jawab Cassey
"Iya juga sih, maksudnya kamu sudah enakan belum?" tanya Niken lagi
"Mendingan Mih, walaupun masih nyeri dikit, makanya Mamih kalau ngasih pertanyaan yang berbobot biar Key gak ketawa mulu, sakit tahu Mih kalau buat ketawa, nangis, batuk sama bersin," jawab Cassey
"Iya deh, Mamih akan coba jadi introvert untuk beberapa hari kedepan, dan gue akan berusaha tidak bertanya sesuatu yang hak penting lagi, aku hanya akan menanyakan pertanyaan berbobot saja, contohnya berapa berat badan kamu, apa sudah turun atau nambah," sahut Niken
"Diih Mamih jangan mulai lagi deh, pertanyaan mamih itu gak berbobot sama sekali," jawab Cassey ketus
"Kamu gimana sih katanya nyuruh aku kasih pertanyaan berbobot, Tapi giliran aku kasih pertanyaan berapa berat badan kamu, lo langsung sensi, pusing deh." celetuk Niken
"Makan Sukun jangan di kunyah, Assalamualaikum semuanya?" sapa Ferdan memasuki ruang perawatan Cassey
"Waalaikum salam,"
__ADS_1
Ryan segera menghampiri Ferdan yang datang bersama Ahmar.
"Siapa yang menyerang Cassey?" tanya Ryan
"Aku tidak kenal mereka Rey, semuanya memakai topeng," jawab Ferdan
"Kenapa Cassey bisa terluka, kau benar-benar sudah tidak bisa diandalkan lagi, sepertinya lo harus segera pensiun dari dunia persilatan,"
"Jangan gitu Rey, mereka itu jumlahnya sangat banyak, dan gue cuma berdua saja dengan Cassey, yasudah tentu kita kalah, tapi gue curiga mereka itu sedang mengincar Cassey, itu semua bisa aku lihat dari caranya menatap dan menyerang Key," jawab Ferdan
"Papih gak papa kan?" tanya Siwi menghampiri ayahnya
"Gak papa cuma bonyok doang, biasalah namanya juga lelaki jantan, jadi ya gini. lo gak usah khawatir besok juga sembuh, paling tinggal pegal-pegal dan nyeri saja." jawab Ferdan
Sementara itu Ahmar menatap lekat Cassey yang terbaring di brankar di temani suaminya, ia tidak berani menyapa ataupun mendekatinya. Karena Ahmar sadar posisinya dan dia juga ingin segera move on dari wanita itu.
"Kamu gak papa kan sayang?" suara Siwi langsung memalingkan netranya yang sedari tadi tidak berkedip menatap Cassey.
"Tidak papa, aku baik-baik saja, ayah kamu yang terluka," jawab Ahmar
"Gak kok, Papih baik-baik saja. Cuma bonyok doang, besok juga paling udah sekarat kalau ga ya tinggal menghitung hari saja," jawab Siwi sambil terkekeh
"Sue lo, dasar anak durhaka berani-beraninya mendoakan Papih kamu sekarat terus mati, parah-parah" gerutu Ferdan
"Papih jangan salah sangka dulu, karena sekarat yang Siwi maksud itu bukan sekarat mau mati tapi Sehat, Kuat dan Berurat." jawab Siwi terkekeh.
"Siapa dulu dong Papihnya," tambah Siwi sambil terkekeh
" Oh iya, Mar aku minta tolong antar Siwi pulang ya. Mungkin aku akan menginap di sini menjaga Cassey bersama Rey," pinta Ferdan
"Baik Om,"
"Cie, cie, yang punya calon menantu idaman," goda Ryan
"Doain saja Rey, Siwi berjodoh sama si Ahmar, biar gue bisa besanan sana Bayu," jawab Ferdan
"Aamiin,"
Siwi tersipu malu ketika semua yang ada disana merestui hubungannya dengan Ahmar, tapi tidak dengan pemuda itu, ia masih harus melawan hatinya agar bisa move on dari Cassey dan menerima Siwi yang mulai menyukainya.
"Kita pulang sekarang yuk, kasian Key pasti butuh istirahat," ajak Ahmar
Ia kemudian berpamitan kepada semuanya.
"Aku pulang dulu ya Key, semoga cepat sembuh" ucapnya kaku
__ADS_1
"Iya, makasih ya sudah tolongin aku tadi, btw jagain Siwi ya, antar ia pulang ke rumah dengan selamat dan jangan sampai ada yang kurang sedikitpun," jawab Cassey
"Yaelah kaka, emangnya apa yang berkurang sih, kaya barang aja," tambah Siwi
"Hati kamu yang berkurang Wi, karena sudah lo berikan untuk Ahmar," jawab Cassey menahan tawa
"Eeeaaa, eeeeaaaa!!!" semuanya tertawa mendengar gombalan Cassey
"Yaudah kalau gitu Siwi pamit ya semuanya," gadis itu kemudian berjalan menggandeng Ahmar keluar dari bangsal perawatan Cassey
"Gila anaknya si Ferdan, banyak orang aja berani-beraninya merangkul si Ahmar, gimana kalau di tempat sepi ya," ledek Ryan
"Kaya gak pernah muda aja Rey, yang namanya buah kan jatuhnya gak jauh dari pohonnya, jadi jangan heran kalau Siwi begitu, orang Ayu dan Ferdan itu sama-sama agresif," jawab Lulu yang memasuki ruangan itu.
"Kakak ipar jangan buka aib dong, kan babang Ferdan jadi malu," sahut Ferdan
***************
"Mesum!!"
"Hmmm,"
"Lo mau kan jadi pacar gue!" ucap Siwi memberanikan diri mengutarakan isi hatinya
"Lo serius?" Ahmar balik bertanya
"Seriuslah, masa gue bohong,"
"Lo kan cantik, sexy, famous, kok bisa sih suka sama cowok berandalan kaya gue,"
"Itu karena lo tuh beda, walaupun tampang kamu sangar tapi kamu tuh polos dan apa adanya, bahkan kamu cenderung konyol. Itulah yang membuat gue diam-diam sayang sama kamu, kalau kamu gimana?" tanya Siwi
Ahmar terdiam sejenak, kemudian menarik nafas panjang sebelum menghentikan mobilnya karena sudah sampai di depan paviliun Siwi.
Ia segera turun dan membukakan pintu untuk gadis itu.
"Bagaimana Mar?" tanya Siwi penuh harap
Pemuda itu bisa menangkap keseriusan dari wajah Siwi, ia kemudian mendaratkan ciuman hangatnya ke bibir tipis gadis itu.
***Byuuuur!!!
Keduanya langsung menghentikan ciuman panasnya ketika Ayu keluar menyiram keduanya dengan air seember.
"Mamih!!!" teriak Siwi Kesal
__ADS_1
"Uups sorry, sengaja!" jawab Ayu terkekeh