
"Sudahlah Kim, jangan menangis lagi, masih banyak cowok di luar sana yang mengantri cinta kamu, untuk apa masih menangisi orang yang sudah menolakmu!" Bagas mencoba menghibur Kimmy yang masih larut dalam kesedihan dan tidak ingin pulang dari Restauran.
"Aku benci sama diriku sendiri Romo, kenapa setiap orang yang Kimmy sayang selalu meninggalkan aku, contohnya Juna sudah lima tahun kita pacaran dia malah selingkuh dan lebih milih selingkuhannya daripada aku, sekarang Devin juga pergi meninggalkan aku dan lebih berat kepada keluarganya, emangnya Kimmy ini jelek apa ya?, makanya semuanya menjauhi aku?" tanya Kimmy sedih
"Kamu itu cantik Kim, dan Romo yakin kamu akan segera mendapatkan jodoh yang terbaik," Bagas mengusap lembut rambutnya
"Sekarang pulang yuk, sudah malam, nanti bunda kamu bingung lagi nyariin kita," bujuk Bagas
"Iya Romo," Kimmy kemudian mengikuti Bagas keluar dari restauran..
"Romo," panggil Kimmy
"Apa?" tanya Bagas
"Gak jadi deh," jawab Kimmy
"Dih gaje, nanti kita mampir ke alun-alun dulu, untuk membeli pesanan Bunda kamu. Kayaknya dia lagi ngidam deh soalnya beberapa hari ini permintaannya aneh-aneh bikin Romo pusing," ucap Bagas
"Masa sih bunda hamil lagi, gak mungkin banget deh, secara Rendra aja sudah tujuh belas tahun masa mau punya adek bayi gak pantes banget Romo!" seru Kimmy
"Bisa aja Kim, secara Romo kan masih kuat dan bunda kamu juga masih muda, jadi siap-siap aja dapat adek baru," jawab Bagas sambil terkekeh
"Diih Romo udah tua doyan amat sih!" cibir Kimmy
Bagas hanya terkekeh mendengar ucapan Kimmy.
Setibanya di alun-alun mereka harus kecewa karena warung soto langganan mereka sudah tutup.
"Yah tutup Kim," ucap Bagas kecewa
"Lagian beli soto malam-malam ya tutuplah Romo, mana ada warung buka jam dua belas malam Romo, yang ada warung hantu iya," jawab Kimmy
"Yaudah, warung hantu juga gak papalah daripada gak dapat nanti bunda mu marah-marah terus Romo tidur diluar kan bahaya," jawab Bagas
"Mana ada Romo, udah ayo pulang biar nanti Kimmy yang jelasin ke Bunda," menarik Bagas masuk kedalam mobilnya
"Bentar Kim, sepertinya ada seseorang yang yang membawa soto tuh, coba tolong kamu tanyakan ke dia mau gak sotonya kita ganti, bilang aja buat ibu hamil pasti di kasih deh, apalagi yang minta cewek cakep kaya lo, udah cus sana!" perintah Bagas
"Diih, gak mau Romo, masa Kimmy lagi galau gini disuruh ngerayu Om-om, Romo aja ya, aku lagi gak mood nih," tolak Kimmy
"Ayolah Kim, tolong Romo sekali ini aja, lagian kamu gak mau kan adek kamu ngiler gara-gara Bunda minta soto gak keturutan, ayolah Kim, please," bujuk Bagas
"Yaudah iya, tunggu bentar. Tapi kalau orangnya pelit jangan salahin Kimmy ya!" jawab Kimmy
"Ok sayang!"
Kimmy segera berjalan menghampiri lelaki yang membawa soto itu.
"Sorry Om, boleh nanya gak?" tanya Kimmy
"Ada apa?"
"Btw Om beli soto itu buat siapa?"
"Buat saya sendiri memangnya kenapa?"
"Boleh gak kalau sotonya aku beli, soalnya ibu saya lagi ngidam dan lagi pengin soto. Aku sengaja datang kesini buat beli soto di kedai depan tapi udah tutup. Jadi tolong ya Om sotonya buat Bunda aku aja, soalnya kalau aku hak dapat sotonya Romoku pasti bakal di marah-marahin sama Bunda, dan yang lebih parahnya dia bakal disuruh tidur di luar," bisik Kimmy
"Jadi boleh ya Om, please," Kimmy memohon sepenuh hati
"Ok, tapi dengan satu syarat?"
"Apa Om?"
"Cium Om,"
"Diih najong banget udah tua aja keganjenan," batin Kimmy
"Gimana?"
"Hmmm, yaudah. Tapi Om merem ya!" pinta Kimmy
"Ok!"
Begitu melihat lelaki itu memejamkan matanya Kimmy segera berlari meninggalkan lelaki itu dan masuk kedalam mobilnya.
"Makasih Om sotonya, tapi maaf aku gak bisa cium Om soalnya Om udah bau tanah. Kalau masih muda sih gak masalah," ucap Kimmy ketika melewati lelaki itu
***********
Pagi harinya seperti biasanya Rendra berangkat kesekolah bersama Alina.
"Tumben kamu sudah siap Al, kesambet setan apa?" goda Rendra
"Udah jangan banyak tanya, cepat jalan nanti kesiangan loh!" sahut Alina
Bagas segera melesatkan motornya meninggalkan istana menuju ke kesekolah.
"Sial, sekalinya jalan pagi, ketemu lampu merah terus mana lama-lama lagi. Bisa-bisa terlambat lagi hari ini!" keluh Bagas
"Udah kita jalan aja Kak, lagian mumpung kosong ini!" ucap Alina
"Jangan ngaco kamu Al, nanti kalau pas kita sampai di tengah-tengah kemudian ada mobil atau motor dari samping, bisa bahaya kan," sahut Rendra
"Gak akan Kak, percaya deh sama Al!" tambah gadis itu
"Dibilangin ngeyel nih bocah,"
"Udah cepat jalan, nanti kita terlambat loh ingat hari ini upacara, kamu mau dijemur seharian dibawah tiang bendera!" jawab Al
"Iya bawel!" Rendra langsung menarik gas dan melesatkan motornya
Sementara itu polantas yang berjaga di pos langsung bergegas mengejar mereka.
"Ngebut ka!" seru Alina
"Kenapa emang!"
__ADS_1
"Kita dikejar polantas!" seru Alina
"Sue, gara-gara lo kita jadi dikejar-kejar polisi kan, hadeeh bisa bahaya kalau sampai ketangkep,"keluh Rendra yang langsung menambah kecepatan motornya
"Lebih cepat lagi kak, kayaknya polisinya itu mantan pembalap deh!" seru Alina
"Anj*r, bener juga sih, selama ini belum ada yang mengalahkan kecepatan gue, kecuali Bunda, sialan berarti gue harus memutar haluan nih!" gumam Rendra yang langsung belok kiri dan melesat meninggalkan kejaran polantas.
Pemuda itu menyeringai sambil memandangi kaca spionnya.
"Akhirnya bila lepas juga," ucapnya lirih
"Awas Ka!" teriak Al ketika melihat polantas itu sudah mencegat dari arah berlawanan.
"Gila!!!, kita bisa ketangkap kalau kaya gini. Pegangan Al!!" seru Rendra
Ia menarik gas motornya dan melesat terbang melewati motor polantas didepannya.
"Gila, kaya di sinetron ini kita!" seru Alina
**Buughhh!!
Rendra langsung melesatkan motornya meningalkan polisi yang masih mengaga melihat aksinya.
"Akhirnya kita sampai juga disekolah!" seru Rendra yang langsung menghentikan motornya di parkiran belakang
*Aaaaarrrrgghhh!!
Teriak Bagas dan Alina bersamaan ketika Kinan menjewer keduanya karena datang terlambat.
"Jam berapa sekarang!" seru Kinan sambil menyeret keduanya menuju ke lapangan upacara.
"Setengah delapan Miss," jawab Al
"Bagus, jadi kalian tahu kenapa saya bawa kesini?" tanya Kinan
"Iya Miss," jawab keduanya kompak
"Sekarang kalian berdiri disini sambil hormat kepada bendera merah putih, sampai jam istirahat!" seru Kinanthi
"Baik Miss," jawab keduanya
Kinanti segera meninggalkan keduanya dan masuk menuju ke kelasnya.
"Tumben Miss. Kinan baik, gak menyuruh kita berdiri sampai pulang," ucap Rendra
"Mungkin dia baru sadar kalau kita ini keluarganya," jawab Alina
"Tumben kamu bener Al," seru Rendra
"Emangnya kemarin-kemarin aku gak bener apa?" tanya Alina
"Gak," jawab Rendra sambil terkekeh
"Sue lo!" seru Alina
*Dua jam kemudian
"Huft, akhirnya selesai juga hukuman kita, lemes juga aku, mana belum sarapan lagi!" ucap Rendra
"Al, lo kenapa, Al!!" seru Rendra yang khawatir melihat Kinan pucat dan kemudian tidak sadarkan diri.
Rendra membawa Alina menuju ke UKS untuk beristirahat.
"Lo kenapa si Al, tumben lo pingsan. Biasanya lo tahan banting!" ledek Rendra
"Gue laper Ka, dari semalam belum makan!" jawab Alina
"Kenapa kok belum makan dari semalam, memangnya gak ada yang masakin?" tanya Rendra
"Aku lagi gak nafsu makan, gak ada selera makan," jawab Alina lirih
"Hadeeh, dasar lo nyusahin aja, ayo ke kantin!" ajak Rendra
"Lo aja beliin bakso di kantin, gue nunggu aja disini, lemes Ka!" seru Alina
"Jangan manja deh Al, ayo!" Rendra menggandeng lengan Alina dan membawanya ke kantin
"Kamu mau makan apa?" tanya Rendra
"Bakso," jawab Alin
"Nasi aja ya, bakso gak sehat. Apalagi kamu belum makan dari semalam jadi nasi saja," ucap Bagas
"Gak mau Ka, aku mau bakso," rengek Alina
"Iyeh, manja amat sih!" cibir Rendra
Pemuda itu segera memesankan dua mangkuk bakso plus teh manis hangat.
"Silahkan dinikmati baksonya," ucap penjaga Kantin
"Thanks," jawab keduanya
"Iish, yang bener aja Al, lo mau makan bakso atau sambal!. Ini nih yang bikin lo gak nafsu makan dan sakit!" cibir Rendra membuat semua pengunjung kantin menoleh kearahnya.
"Gak nyangka ya, ternyata Rendra yang terkenal cool dan dingin sama cewek ternyata sangat bawel dengan adiknya!!" ucap salah seorang cewek
"Iya gak nyangka ya, dia itu ternyata care banget sama adiknya," tambah yang lainnya
"Iya, sama adiknya aja care banget, gimana sama pacarnya, jadi makin cinta deh sama Rendra!!" seru yang lainnya
**Braakkk!!
"Apa lo lihatin gue!!, belum pernah lihat cowok ganteng!!" hardik Rendra
"Ini lagi cewek-cewek kerjaannya ngerumpiin cowok melulu, belajar yang bener!" bentak Rendra kepada para gadis yang sedang bergosip tentangnya
__ADS_1
"Ini juga, udah tahu gue lagi kesel malah cari kesempatan buat foto-foto gue, hapus cepat atau handphone kamu aku banting!" seru Rendra kepada gadis yang diam-diam mengambil gambarnya.
Rendra langsung diam ketika melihat Maya masuk kedalam kantin.
Gadis itu segera memesan sepiring nasi rames dan segelas air putih. Ia berjalan mencari kursi kosong untuk menikmati makanannya.
**Braaakkk!!!
Seorang cewek sengaja menyeleding kaki Maya hingga gadis itu jatuh dan makannya tumpah ke lantai.
"Ups, sorry!" ucap gadis itu pura-pura tidak berdosa
Melihat semua itu Rendra segera menghampiri Maya dan membantunya berdiri.
"Kamu gak apa-apa May?" tanya Rendra
"Gak papa Ren, santuy aja!" serunya sambil membersihkan bajunya
Rendra segera menghampiri gadis yang membuat Maya terjatuh dan menumpahkan makannya ke kepala gadis itu.
"Rendra!!, apa-apaan sih lo!!" seru gadis itu
"Itu hukumannya karena la udah jahat sama orang lain!" jawab Rendra ketus
"Iiish, rese deh, kalau bukan Rendra udah gue laporin ke bokap gue!" seru gadis itu
"Udah laporin aja dia Shel, biar kapok tuh si Rendra. Pasti dia bakal ngemis-ngemis sama lo deh biar dibebaskan dari hukumannya. Andai Bokap lo memberikan hukuman skorsing kepada si Rendra selama seminggu!" sahut yang lainnya
"Bener tuh!" jawab mereka kompak
"Ok Guys, gue pasti bilang sama bokap gue sekarang!" Shelma segera pergi dari kantin untuk menemui ayahnya yang menjabat sebagai kepala sekolah.
"Kamu mau kemana May?" tanya Rendra
"Balik ke kelas,"
"Gak jadi makan?"
"Hmmm, nanti saja!" Maya segera berlalu meninggalkan Rendra, namun pemuda itu langsung menariknya, ia tahu kalau Maya pasti tidak punya uang untuk membeli makanan lagi.
"Duduk disini, jangan kemana-mana!" seru Rendra
"Duduk aja May, jangan melawan nanti lo bisa di makan kalau melawan Ka Rendra," ucap Alina
Tidak berapa lama Rendra kembali kemejanya membawa seporsi nasi rames lengkap dengan ayam bakar.
"Sekarang makan, dan habiskan!" titah Rendra
"Makan aja May, mumpung Ka Rendra lagi baik, jarang-jarang kan dia traktir orang kalau gak ada udah dibalik balado kentang!" ledek Alina
"Diem lo!!" seru Rendra
"Baik Bos!" jawab Alina
"Sial, punya adik kok gak bisa diajak kerja sama," gumam Rendra
"Aish, aku lupa belum beliin minum buat kamu May," ucap Rendra
"Gak papa ko Ren, biar aku beli sendiri aja," tandas Maya
"Jangan May, lo minum air gue aja, belum diminum kok, masih virgin lom kena bibir gue, jadi gak bakal rabies," ucap Rendra menyodorkan minumannya kepada Maya
"Terus kamu minumnya apa?" tanya Maya
"Biar aku minum berdua Al aja, iya kan Al?" tanya Rendra
"Enak aja, beli aja sendiri!" cibir Alina
"Diiih, sue lo Al!" cibir Rendra membuat Alina terkekeh mendengarnya
"Yaudah kita minum berdua saja, gak papa kok Ren aku gak masalah," ucap Maya membuat Rendra berbinar-binar.
"Beneran May?" tanya Rendra
"Iya," jawab Maya
"Yes!" seru Rendra dalam hati
"Cie, cie, so sweat banget sih, yaudah dari pada aku jadi obat nyamuk aku mending balik ke kelas aja deh," ucap Alina melangkah pergi meninggalkan Rendra
"Nah gitu dong, dari tadi kek, gak peka amat sih lo jadi adek," gumam Rendra
Baru beberapa langkah Alina meningalkan keduanya tiba-tiba gadis itu kembali lagi ke meja Rendra.
"Kok balik lagi Al!" seru Rendra kesal
"Kayaknya gue disini dulu deh, soalnya istirahat masih lama, jadi males kalau nunggu di kelas, mendingan disini banyak makanan," ucap Alina membuat Rendra kesal
"Tapi boong!!" seru Alina yang kemudian berlari meninggalkan Rendra dan Maya
"Sue nih bocah!" gumam Rendra
Karena berlari sambil meledek Rendra, Alina menabrak tiang penyangga kantin saat ia membalikkan wajahnya.
**Buughhh!!
"Hahahaha!!!, sukurin lo!!" teriak Rendra terkekeh melihat Alina yang sempoyongan sambil memegangi kepalanya
"Jangan gitu dong Ren, kamu harus menolongnya, pasti sakit banget tuh Alina!" ucap Maya yang beranjak dari kursinya
"Udah biarin aja, lagian dia kan kepala batu pasti kuatlah kalau cuma nabrak tiang doang mah!" tandas Rendra
"Gak bisa gitu Ren, tetap aja sakit, udah biar aku aja yang nolongin dia lo makan aja," ujar Maya
"Lo disini aja biar aku yang menolong Al!" Rendra segera berjalan menghampiri Al yang masih pusing sambil memegangi kepalanya.
Baru saja Rendra akan menggandeng lengan Alina tiba-tiba Adrian datang dan segera mengajak Alina pergi dari tempat itu.
__ADS_1
"Mas Rendra, mau ngajak Mbak Sum kemana kok mengang tangan aku kenceng banget sih," goda Sum penjaga kantin
"Eeh, maaf Mbak aku kira Al, ternyata dia udah dia udah di gondol sama kulkas tak berpintu," ucap Rendra melepaskan tangannya dari Mbak Sum