ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 75 # Main tebak-tebakan


__ADS_3

Naya beranjak pergi meninggalkan Gaga dan Prabu, sementara Eros tersenyum sinis menatap kesedihan dimata Ganendra.


Ganendra melangkahkan kakinya mengejar Naya tapi tangan kekar Rey menariknya.


"Gak usah dikejar, biarkan saja dia memenangkan pikirannya, karena semakin kamu kejar itu akan semakin menambah sakit hatinya," nasihat Ryan


"Darimana kau tahu?" tanya Ganendra


"Niken udah cerita semuanya, sebenarnya apa yang membuat kamu dan gadis itu berpisah, gak mungkin kan ada asap tanpa ada api?" tanya Ryan


"Tidak ada apa-apa Rey, cuma keluarganya saja yang tidak merestui hubungan kami," jawab Gaga


"Apa mereka tahu kamu seorang pangeran?" tanya Ryan


Ganendra hanya mengangguk.


"Gak masuk akal banget ada keluarga yang menolak anaknya dinikahi oleh seorang pangeran, kecuali ada hal-hal tertentu, misalnya dendam atau apalah itu, pasti bukan hanya restu," sahut Ryan


"Kau benar Rey, Naya itu adiknya Ares dan kakaknya tidak merestui hubungan kami, karena dia berpikir aku terlibat dalan pembunuhan Ares dan Felix, dan itu benar adanya," jawab Ganendra pasrah


"Kenapa percintaan kamu selalu rumit Ga, semoga ada jalan keluar untuk masalah kamu," ucap Ryan


"Makasih Rey," jawab Gaga sembari menepuk pundak Ryan


"Kasihan Om Gaga, dia gak direstui gara-gara dituduh ikut membunuh Ares dan Felix, padahal yang membunuh mereka adalah gue dan Om Bayu, gue harus melakukan sesuatu supaya Om Gaga bisa mendapatkan kebahagiannya," ucap Cassey lirih


"Kamu ngapain baby, sembunyi dibalik pohon, lagi ngintip siapa hayo?" tanya Bagas


"Aku cuma pengin cari angin kok, abis gerah didalam, makannya aku kesini," jawab Cassey


"Kami haredang ya baby?, kaya lagu yang lagi hits itu, haredang-haredang, panas-panas, " sahut Bagas menyanyikan lagu haredang yang lagi hits


"Hmmm, sekarang kamu makin pinter baby setelah nikah sama aku, mungkin auraku positif ku merubah aura negatif kamu jadi positif juga," jawab Cassey


"Gak mau ah, kalau positif sama positif nanti tidak terjadi gaya tarik menarik dong, malah saling menjauh," jawab Bagas manja


"Memangnya magnet ada daya tarik menarik," gerutu Cassey


"Iya dong sayang, kamu tuh ibarat magnet dan aku ini besinya, dimana kamu akan selalu memesona aku dengan pesonamu yang selalu membuatku terpukau," ucap Bagas sembari menatap bibir ranum Istrinya


Cassey hanya tersipu mendengar ucapan Bagas yang membuatnya melayang.


*Cup!


Sebuah kecupan mendarat dikening dan pipi Cassey, membuat gadis itu merasakan desiran-desiran aneh yang memacu adrenalinnya untuk meminta sentuhan lebih dari suaminya itu.


**Ehemmm!!


Suara Deheman Damar menggagalkan usaha Bagas yang hendak mencium bibir Cassey.


Isshh, papah kaya gak pernah jadi pengantin baru aja!, kenapa mengganggu aku sih,


"Jangan mojok dibawah pohon Nangka, bahaya!, banyak dedemit nya disana! " ucap Damar Langit sembari menahan ketawa melihat ekspresi kekecewaan di wajah pengantin baru itu

__ADS_1


Seru juga bisa menggagalkan kesenangan orang lain, hihihi...sorry Bagas papah cuma gak mau kamu melakukan kekonyolan didepan umum bahaya, apalagi kalau ada wartawan, bisa jadi berita heboh.


"Iya, dedemitnya papah tuh!" cibir Bagas menggandeng lengan Cassey


"Beneran baby, kata orang-orang dulu, miss kunti itu sukanya tinggal di pohon nangka, makanya papah cuma memperingatkan kamu jangan sekali-sekali mojok atau berduaan di bawah pohon nangka, bahaya!" jawab Damar


"Masa sih, paling itu cuma akal-akalan papah aja buat ganggu Bagas kan?" tanya Bagas


"Beneran baby papah gak bohong, nih papah ceritain ya, dulu tuh ada yang nekat pacaran dibawah pohon nangka terus mereka ciuman, dan tahu gak, bukannya ceweknya yang dicium tapi yang dicium itu...." Damar menghentikan ucapannya ketika melihat Bagas dan Cassey terlihat antusias mendengarkan ceritanya


"Lanjut dong pah, nanggung nih," ucap Bagas


"Iya Om, Eeh papah, jangan suka gantungin orang dong, sakit tahu, kalau digantung tanpa kepastian itu," kata Cassey dengan senyum manisnya


"Coba tebak dong lelaki itu mencium siapa?" tanya Damar


"Pasti miss kunti kan?" jawab Lulu


"Salah,"


"Pacarnya,"


"Salah,"


"Pohon nangka,"


"Salah,"


"Waria,"


"Salah,"


"Ok,"


"Pasti jawabannya dia nyium mantannya, yang lagi ngintip mereka pacaran, terus dia bilang eehh salah maaf setelah pacarnya itu marah-marah alih-alih dia minta maaf dan mau mencium lagi pacarnya, cowok itu malah kembali mencium mantannya, tau gak pas ceweknya marah-marah dia kasih jawaban apa?" tanya Ferdan


"Gak!" jawab mereka kompak


"Sayang!, kenapa kamu cium mantan kamu!, apa kamu masih sayang sama dia!" Ferdan menirukan gaya bicara seorang wanita yang sedang marah-marah


"Iya masih dong,"


"Terus kenapa lo pacarin gue!" ucap Ferdan sembari meliuk-liukkan tubuhnya


"Iya sayang, gue cuma mau buktikan apa benar rumput tetangga itu lebih hijau dan lebih indah dari milik kita, iya itu bener banget tapi ada satu lagi yang membuat gue penasaran apa bener mantan lebih menggoda dan ternyata benar memang mantan lebih menggoda," ucap Ferdan yang disambut sorakan dari semuanya


"Huuuu!!, garing woii!" teriak Ryan


"Sayang banget jawaban kamu salah Ferdan," jawab Damar


"Apa coba jawabannya?" tanya Ferdan


"Yang bener tuh si cowok mau nyium pacarnya tapi gak bisa karena ia keburu kejatuhan buah nangka yang tepat mengenai bibirnya sampai jontor, jadi gak bisa deh ciuman sama pacarnya dan tahu gak kenapa buah mangkanya jatuh padahal gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba jatuh," ucap Damar

__ADS_1


"Mungkin karena sudah udah saatnya dia jatuh," jawab Lulu


"Salah,"


"Pasti ulah jail miss kunti," jawab Cassey


"Salah,"


"Mungkin dia lelah, makanya ia menjatuhkan dirinya," jawab Ferdan


"Salah,"


"Nyaerah deh," jawab Bagas


"Gue tahu, itu pasti ulah mantannya yang kesel lihat mereka akan berciuman, karena keselnya ia sampai manjat pohon dan mengambil nangka yang sudah matang hampir busuk pula dan melemparnya ke wajah cowok brengsek itu," kata Ryan


"Kok kamu bener Rey, jangan-jangan ini pengalaman kami lagi?" goda Damar


"Yoi, betul banget tuh," tambah Ferdan


"Suee!!" jawab Ryan berlalu meninggalkan mereka


"Hahaha!!" semuanya tertawa mendengar ucapan Ryan


"Sayang aku mau ke toilet dulu ya," ucap Cassey


"Mau dianter gak?" tanya Bagas


"Gak usah baby, gue kan pemberani, jadi santuy gue bakal kembali dengan selamat," jawab Cassey mengerlingkan matanya


Ia berjalan menuju ke kafe, yang terlihat ramai itu. Matanya membulat ketika melihat seorang cowok yang sedang di pukuli oleh segerombolan pria bertato di dalam kafe itu.


***Greep!!!


Cassey menahan tubuh pria yang terlempar kearahnya karena tendangan dari seorang pria berwajah bengis didepannya.


"Ternyata Ares yang sekarang bukanlah Ares yang dulu, kau begitu lemah dan tidak bisa apa-apa, apa kamu sudah menjadi seorang impoten makanya kamu berlindung kepada seorang gadis kecil," cibir pria itu menyeringai


Cassey yang penasaran dengan wajah pria yang ada di dalam pelukannya segera mendongakkan wajah pria itu.


Benarkah dia Ares??, bukankah ia sudah mati ditangan Om Bayu?, kenapa masih hidup, tapi kenapa ia tidak bisa melawan saat preman-preman itu menghajarnya??


Cassey menatap Eros dengan tatapan penuh keraguan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sekali Lagi author promo ya guys!!


Baca juga Novel baruku "WONDERFUL DOCTOR" dijamin seru, jangan lupa kasih like komen, love dan vote ya guys....😘😘😘


__ADS_2