ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 22. Penyerangan 2


__ADS_3

Bayu dan yang lainnya segera masuk ke dalam markas Black Tiger untuk menghadapi anak buah mafia itu.


Kini semuanya sudah berhadapan dengan musuh mereka yang sudah mengahadangnya didepan pintu gerbang rumah itu. Kedua kubu langsung terlibat baku hantam dan pertempuran sengitpun terjadi. Bayu terlihat memainkan samurainya, beberapa tendangan mulai melesat menandai pertempuran telah dimulai.


**Prang!, prang!!, Wusshhh!!, buuughh,!!


Sementara itu, Ryan dan kawan-kawannya berhasil menjatuhkan semua anak buah Aaron di pintu masuk rumah itu.


"Alhamdulillah akhirnya kita menang juga walaupun tulang rasanya mau copot," ucap Ryan yang langsung berbaring diatas tanah untuk melepaskan lelah


"Iya Pih, keren!!!, baru pertama kali Kinan ikut perang antar geng ternyata lebih seru dari tawuran di sekolah dulu!!," sahut Kinan berbaring di samping Ryan


"Wew, ternyata lo doyan tawuran juga pas SMA!" jawab Ryan kaget


"Iya Pih, tápi gak sering juga sih Pih, cuma sesekali saja itung-itung olah raga," sahut Kinan sembari terkekeh


"Anj*r!, ternyata benar ya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, dulu gue hobby tawuran ternyata anak gue juga sama," keluh Ryan


"Yoi Pih, tapikan Kinan selalu menang Pih," jawab Kinan


"Iya sama," jawab Ryan


"Btw itu siapa Kinan yang lagi duduk dengan Nay?" tanya Ferdan


"Itu Ka Pandu Pih, masa gak kenal sih," jawab Kinanthi


"Terus, kalau yang memakai jaket hitam itu siapa ya?" tanya Ryan lagi


"Itu Om Tama, emangnya kenapa?" jawab Kinan


"Kok mirip ya?" tanya Ryan sambil terkekeh


"Sue, ya miriplah namanya juga bapak sama anak!" seru Kinan membuat Ryan terkekeh mendengarnya


"Kalau yang disamping kamu siapa?" tanya Ferdan lagi


"Papihlah," jawab Kinan


"Oh papih kamu, kok gak mirip!" jawab Ferdan


"Ya iyalah gak mirip, orang Kinan mirip mamih!" jawab Kinanthi


"Kenapa gak mirip papih kamu aja Kinan, toh papimu kan macho?" tanya Ferdan lagi


"Ogah ah, nanti Kinan bukannya jadi cewek cantik malah jadi cewek macho ( manis cuma hoax)" jawab Kinan membuat Ferdan tertawa geli mendengarnya


"Ternyata lo lebih pinter dari papih lo Kinan, gue suka gaya lo!" jawab Ferdan sembari tos dengan Kinan


"Sue lo Dan," sahut Ryan


"Ngomong-ngomong kita gak bantu nyari Rendra sama Devin Pih?" tanya Kimmy


"Gak usah mereka kan sudah menyandera Aaron jadi gak perlu bantuan kita," jawab Rey


" Ini ngapain sih pada tiduran disini bukannya bantuin Rendra!!" malah ngerumpi disini!" cibir Cassey


"Emangnya Rendra kenapa?" tanya Ferdan


"Tuh lihat!!" Cassey menunjukkan Rendra yang sedang di hajar oleh Aaron dan anak buahnya diatas balkon


"Bujug!!!, kok jadi gini endingnya!" seru Ryan kaget


"Makanya jadi orang tuh peka, jangan ngerumpi aja!" gerutu Cassry


"Cie baperan!!," goda Ferdan


Cassey langsung merangsek masuk kedalam rumah untuk membantu putranya yang sudah bersimbah darah karena di hajar oleh Aaron dan anak buahnya.


"Lo gak papa Ren?" tanya Cassey

__ADS_1


"Gak papa kok," jawab Rendra


Cassey segera melepaskan tinju mautnya, namun Aaron berhasil menepisnya.


"Cantik?, aku tidak bisa melawanmu, karena kau terlalu manis untuk aku sakiti, " ucap Aaron


"Terkutuk kau anak muda beraninya menggoda emak-emak!" seru Cassey membuat Aaron tertawa mendengarnya


"Jangan galak gitu dong tante, nanti luntur loh cantiknya," goda Aaron


Lulu tidak menghiraukan ucapan Aaron, ia kemudian kembali melesatkan tendangan mautnya kearah Aaron


***Bughhh!!!


"Keren juga tendangan kamu sayang, baiklah kalau kamu bersikeras ingin melawanku maka siap-siaplah menerima balasan dariku," Aaron segera menarik lengan Cassey dan memeluknya. Keduanya saling bertatapan membuat Lulu langsung menampar wajah Aroon ketika pria itu hendak menciumnya.


"Tutup mata kamu Alina, ini adegan 21+, bahaya kalau anak dibawah umur menontonnya," ucap Ferdan langsung menutup mata Aluna dan mulutnya yang menganga


"Iihhh apaan sih Kaken, orang lagi seru juga," cibir Alina


"Bujug!!, bentar lagi bakal terjadi cinta segi tiga antara Ken Arok, Ken Dedes dan Bagas Ametung !" seru Ryan langsung duduk untuk memastikan Adegan selanjutnya


"Masa sih Rey?, bukannya cibta segitiga antara Dayang Sumbi, Sangkuriang dan Si Tumang ya?" tanya Noval penasaran


"Bisa jadi," sahut Ryan


"Tuh lihat Bagas Ametung sudah beraksi membawa keris Empu Gandring untuk melindungi Ratu alay, Sang Raja sepertinya murka karena permaisurinya di goda oleh berondong Arab," ucap Ferdan


"Iyups, lihat aja tuh Ken Arok juga sudah bersiap melawan sang Raja untuk merebut hati sang permaisuri," jawab Ryan


"Bener juga kamu Rey," sahut Noval


"Sepertinya seru sekali kalau menonton adegan percintaan Cassey, dari kuliah sampai sekarang kenapa cowok-cowok pada nempel sama dia, heran deh kenapa bisa gitu ya?" tanya Ahmar


"Lo tanya diri lo aja Mar, bukannya lo juga salah satu penggemar Cassey?" tanya Ryan


"Wuiihh!!, ternyata kakak banyak penggemarnya yah, gak salah kalau papih juga menginginkan aku bisa kaya dia," jawab Kinan


"Lepaskan dia!!" teriak Bagas dan Rendra bersamaan


"Ck, ck, ternyata ada pahlawan kesiangan yang akan menyelamatkan kamu sayang," ucap Aaron menyeringai dan segera melepas Cassey


"Ayo maju kalian berdua!!, aku tidak akan gentar melawan kalian berdua!" ucap Aaron yang langsung menghajar Rendra dan Bagas bersamaan


***Buughhh!!!, buughhh


"Gila!!, si Aaron keren banget!!, sekali pukul dua orang langsung terhempas!!" teriak Ferdan


Melihat Bagas dan Rendra terkapar Alina dan Naeswari segera berlari menghampiri Aaron dan melayangkan tinjunya ke wajah laki-laki itu.


**Buggghh!!, buggghhh!!


**Wushhh!!!


"Beraninya anak kecil sepertimu melawanku!!" gumam Aaron


Ia menarik bahu kedua wanita itu dan menghajarnya hingga tubuhnya terhempas menjauh darinya.


***Buuughhh!!


**Greep!!!


Beruntung Pandu segera menangkapnya keduanya hingga tubuh mereka tidak membentur dinding.


"Kau disini saja Nay, Alina, biar aku yang akan menghadapi preman itu," ucap Pandu


Pemuda itu segera menghampiri Ares dan mengambil samurai Bayu yang tergeletak di sampingnya.


"Wow, Om Pandu keren banget!!" teriak Kinan

__ADS_1


"Biasa aja kali, kerenan juga Papih," sahut Ryan


"Apaan sih Papih, kalau keren maju sana bantu mereka!" seru Kinan


"That's right baby!" ucap Ferdan


Aaron tidak memberikan kesempatan lagi kepada Pandu ia segera memainkan samurainya dan terus memojokkan Pandu.


Sementara itu diam-diam Tama berusaha membaca gerak-gerik Ares, dan juga mengukur kemampuan bertarung lelaki itu.


"Hmmm, sepertinya aku bisa memakai jurus pangeran kembar untuk menghadapi Aaron," ucap Tama


"Kamu benar Tama, mari kita bantu Pandu, jangan biarkan anakmu itu menjadi korban pembantaian Aaron," jawab Damar


"Baik kaka," jawab Tama


Damar dan Ganendra segera bergegas untuk membantu Tama melawan Aaron.


"Pakai itu!" seru Bayu memberikan sebuah belati kepada Tama


Tama hanya mengangguk dan segera melompat menghampiri Aaron dan Pandu.


"Wuiih makin seru nih kayaknya, apalagi ada duo pangeran yang akan melawan Jin Arab!" ucap Ryan


Tama langsung memberikan kode kepada Damar dan Ganendra untuk meyerang Aaron bersamaan


Aaron hanya menyeringai ketika melihat ketiga Pangeran yang akan melawannya.


"Majilah kalian bertiga, aku tidak takut!" tantang Aaron


Serangan demi serangan dilancarkan oleh ketiganya kepada Aaron namun pemuda itu berhasil mengelak dan membalikkan serangannya.


"Yeaay!! keren!!, aku jadi ngefans ya sama Aaron, secara dia kuat banget!!" seru Kinanthi


"What!!" ucap Trio Gesrek bersamaan


"Emang salah ya kalau aku suka sama penjahat?" tanya Kinanthi


Mereka tetap menatap gadis itu dengan ekspresi datar.


"Salah ya," ucap Kinan dengan mimik sedih karena Noval, Ferdan dan Ryan melotot kearahnya


"Sorry ya Pih, Kinan gak jadi deh suka sama Jin Arab, peace!!" ucap Kinan dengan penuh penyesalan


"Hahahaha!!" semuanya tertawa melihat ekspresi bersalah Cassey


"Suee!" cibirnya


Ia kemudian menghampiri Cassey menuju ke balkon untuk menghadapi Aaron.


"Woi Jin Arab, Jinny sudah datang lawan gue kalau lo berani!!" tantang Kinanthi


Aaron tersenyum lebar mendengar tantangan cewek cantik didepannya.


"Hmmm, ternyata disini bertabur bidadari cantik rupanya, tapi sayang kalian harus mati ditanganku!" seru Aaron


"Hadeeh, siap-siap geng gesrek beraksi," ucap Ryan saat melihat Kinan sedang menghadapi Aaron


Gadis Remaja itu melesatkan tendangannya hingga membuat Aaron langsung jatuh tersungkur.


"Keren!!!, Mantul!!!, lanjutkan nak!!" teriak Ryan bersorak-sorai menyemangati Kinanthi


Aaron yang merasa terpojok saat berhadapan dengan Kinan, langsung melesatkan pistolnya kearah gadis itu.


**Dor, dor!!"


Tubuh Kinan jatuh tersungkur bersimbah darah, membuat Ryan terperanjat menatap putrinya, trauma kematian Zahra membayang di wajahnya, membuat lelaki itu langsung bangkit dan segera menghampiri Aaron dan menghajarnya hingga pemuda itu terkulai lemas tidak berdaya.


"Beraninya kau melukai putriku!!" Seru Ryan yang langsung menyabetkan samurai ke tubuh Aaron hingga pemuda itu berteriak-teriak menahan sakitnya.

__ADS_1


.**Aarghhh!!!


"Semuanya serang mereka!!" perintah Aaron kepada anak buahnya


__ADS_2