
Sudah satu hari Devin tidak bertemu dengan Kinan, membuat pria itu seperti kehilangan separuh jiwanya. Ia mencoba untuk melupakan bayang-bayang Kinan namun tetap saja tidak bisa.
Walaupun kesibukannya yang menumpuk tetap saja bayangan Kinan yang centil dan usil selalu saja mengusiknya.
"Kenapa aku bisa melupakan Kimmy, tapi susah sekali menghilangkan bayangan Piranha, padahal aku sama sekali belum menyatakan cinta padanya, tapi kenapa kau membuatku seperti orang gila Kinan. Kadang aku senyum-senyum sendiri jika mengingat tingkah konyol mu, namun aku juga sedih jika aku tahu bahwa kita memang tidak mungkin untuk bersama tapi kenapa kali ini aku tidak rela jika harus meninggalkan kamu Kinan." ucap Devin sembari menatap photo kebersamaannya dengan Kinan di arena balap.
Pemuda itu mengusap air matanya yang sudah membasahi pipinya.
"Baru kali ini aku melihat Raka menangis setelah lebih dari dua puluh tahun lamanya, kasian dia sepertinya Raka sangat mencintai Kinan," gumam Baladewa
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk membuatnya tersenyum kembali," ucap Baladewa lirih, lelaki itu menghampiri Devin yang masih menatap lekat photonya bersama Kinan di ponselnya.
**Braakkk!!
Devin kaget ketika Baladewa datang dan menggebrak mejanya. Ia langsung meletakkan ponselnya dan berdiri menatapnya.
"Ada apa Paman?" tanya Devin
"Seharusnya aku yang bertanya ada apa denganmu, kenapa kerjaanmu tidak ada yang benar hari, semua laporan salah, bahkan kau hampir saja membuat kesalahan ketika menemui klien kita yang berasal dari Jepang, sebenarnya kau kenapa Dev?" tanya Baladewa pura-pura
"Maaf Paman aku kurang konsentrasi hari ini karena sedang bad mood, mungkin aku butuh liburan untuk mengembalikan moodku kembali," jawab Devin
"Sudahlah jangan banyak alasan, hari ini aku ada tugas penting untuk kamu, aku minta kau jangan sampai melakukan kesalahan ketika menemui rekan bisnis kita kali ini. Namanya Nick Stallone, dia dari Australia. Temui ia di Grand Aston Yogyakarta, jangan sampai mengecewakan paman lagi. Dan kalau kau bisa membuat kontrak kerja dengan beliau maka aku akan memberikan kado spesial untuk kamu," ujar Baladewa
"Kenapa harus di Jogja, kenapa tidak ketemuannya di Solo atau Surakarta saja," jawab Devin
"Itu karena Nick menginap di hotel itu Dev, dan dia tidak mau melakukan perjalanan terlalu jauh. Jadi kita yang harus mengalah demi untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan besar dan elit seperti perusahaan dia. Sangat susah untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan besar seperti itu, dan kini dia sendiri yang menawarkan kontrak kerja sama itu dengan kita, oleh karena itu Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan ini Dev. Paman percaya sama kamu, kau pasti bisa meyakinkan Nick untuk berinvestasi di perusahaan kita," jawab Baladewa
"Apa paman akan ikut?"
"Tentu saja, aku akan selalu mendampingi kamu,"
"Thanks Paman,"
"Sama-sama, sekarang ayo kita jalan," Baladewa segera menuju ke parkiran diikuti oleh Devin.
**************
"Kin, kamu mau bantu aku gak?" tanya Selma
"Bantu apa Sel,"
"Hari ini aku harusnya jadi penterjemah untuk Mr. Nick Stallone, tapi karena aku lagi banyak kerjaan jadi gak biasa ambil kerjaan itu deh. Lo bisa kan gantiin gue, please!" pinta Selma
__ADS_1
"Emangnya kamu banyak kerjaan apa, sini aku bantuin biar cepat kelar," jawab Kinan
"Beneran lo mau bantuin gue Kin," sahut Selma
"Iyeh, tapi apa dulu kerjaannya," balas Kinan
"Biasalah kerjaan emak-emak. Maklum selama seminggu kemarin aku terlalu sibuk jadi guide, sehingga pekerjaan rumahku tidak tersentuh. Baju-baju kotor menumpuk, piring kotor berserakan, dan rumah seperti kapal pecah. Suami gue marah-marah mulu, makanya hari ini tugas gue buat ngebabu di rumah sendiri biar laki gue gak marah-marah lagi, gimana mau gak lo bantuin gue beres-beres rumah?" tanya Selma
"Diih ogah ah kalau gitu, mendingan gue gantiin lo jadi guide, udah bisa cuci mata sama bule dapat duit lagi," jawab Kinan
"Sudah kuduga. Jadi nanti tugas lo mendampingi Mr. Nick ketemu dengan klien bisnisnya, terus lo translate deh ucapan Klien bisnis Mr Nick itu. Atau dengan kata lain, lo jadi jubirnya Mr. Nick," terang Selma
"Ok, aku paham. Terus gue ketemu dia dimana?" tanya Kinan
"Temui dia di Grand Aston Yogyakarta, bilang lo pengganti Selma,"
"Ok, yaudah aku jalan dulu ya, bye!" Kinan langsung keluar dari ruang Guru menuju ke rumahnya.
"Mau kemana lagi si lo Kin, baru juga sampai rumah udah pergi lagi," ucap Niken
"Mau cari kerjaan sambilan Mih, lumayan buat beli sepatu baru," jawab Kinan mencium punggung tangan Niken
"Beliin Mamih juga ya,"
"Yang bener Kin,"
"Emangnya kapan Kinan bohong sama Mamih?" tanya Kinan
"Sering kan kamu bohong sama Mamih, terakhir kamu bilang mau beliin make up yang paling mahal dan halal, tapi kamu malah beliinnya Ward*h," jawab Niken
"Make up mahal emang banyak Mih, tapi tidak semuanya halal. Makannya Kinan beliin Mamih Ward*h yang sudah jelas halal,"
"Bilang aja lo gak ada duit buat beli yang mahal, dan uang lo, cuma bisa buat beli Ward*h, ngaku lo!"
"Iyeh Mih, yaudah aku jalan dulu ya, doain Kinan pulang bawa duit segudang biar kita bisa makan rendang di warung Padang," jawab Kinan sambil terkekeh
"Ngapain bawa duit segudang makannya rendang, dasar gak jelas!" cibir Niken menutup pintu rumahnya.
Kinan langsung melesatkan motornya menuju ke hotel Aston.
Setibanya disana ia langsung menemui Nick Stallone di kamarnya.
"Hallo Mr. Nick, My name is Kinanti, who will replace Selma as your guide while you stay in Jogjakarta," sapa Kinan
__ADS_1
(Hallo Tuan Nick, nama saya Kinanthi, saya akan menggantikan Selma untuk menjadi pemandu anda selama berada di Jogjakarta)
"Hello, Kinanthi. I'M Nick, nice to meet you," jawab Nick
(Hallo Kinanthi. Saya Nick senang berjumpa dengan anda)
"So when will we meet your client? " tanya Kinan
(Jadi kapan kita akan menemui klien anda)
"Wait a moment please, I will call Mr. Rakabuming first." Nick segera menghubungi Devin untuk memastikan kapan mereka akan bertemu
(Tunggu sebentar, saya akan menghubungi tuan Rakabuming terlebih dahulu)
"They have arrived at the hotel lobby, let's meet them!" ajak Nick
(Mereka sudah tiba di lobby hotel, ayo kita temui mereka)
Betapa terkejutnya Kinan ketika melihat siapa rekan kerja Nick. Begitu juga Devin, pemuda itu langsung salah tingkah ketika melihat gadis yang sangat dirindukannya.
"Baru saja aku ingin memberikan kejutan pada Devin dengan mempertemukannya dengan Kinan, eeh malah mereka ketemu disini, mungkin ini yang namanya jodoh," batin Baladewa
"Hadeeh kenapa ketemu si Cumi lagi sih, padahal sudah mati-matian gue cari kesibukan untuk melupakan dia. Eeh malah nongol tuh cumi, bikin gue jadi galon aja!" keluh Kinan dalam hati.
"Kenapa hatiku rasanya bahagia sekali ketika bertemu dengan Kinan, apa aku benar-benar jatuh hati pada gadis bar-bar ini?" batin Devin
"Ehem, Mr Nick, we should discuss our business in a more comfortable place," ajak Baladewa membuka perbincangan diantara mereka.
(Ehem, Tuan Nick, sepertinya kita harus membicarakan masalah bisnis kita di tempat yang lebih nyaman)
"Of course, how about drinking a cup of coffee?" jawab Nick
(Tentu, kalau kita minum kopi)
"It's a good idea," Baladewa mengajak Nick menuju coffee shop yang ada di hotel itu.
( Ide yang bagus)
"Oh ya kalian lebih baik mengerjakan ini saja," Baladewa sengaja memberikan pekerjaan kepada Devin dan Kinan agar keduanya bisa saling berkomunikasi dan melepas kecanggungan diantara mereka.
"Tapi Paman, aku harus menjadi guide Mr Nick," tolak Kinan
"Tenang saja dia tidak perlu pemandu lagi jika bersamaku, dan dia akan sangat senang bila kau membantu Dev menyelesaikan pekerjaannya," jawab Baladewa sambil tersenyum simpul
__ADS_1