ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 56 # Balas Dendam


__ADS_3

Hermes berjalan gontai menuju kedalam rumahnya.


"Kamu kenapa nak?" tanya Mitha


"Kenapa ibu gak bilang kalau ayah Felix yang membunuh ayah kandung Hery," ucap Hermes sedih


"Siapa yang bilang padamu?" tanya Mitha


"Om Bayu teman papah bu," jawab Hermes


"Bayu masih hidup??" tanya Mitha


"Iya, Om Bayu yang menceritakan semuanya pada Hery bu, dan sekarang aku tahu kenapa ayah menikahi ibu dan sengaja memisahkan kita, ayah sungguh kejam bu, aku ingin sekali membunuhnya membalaskan dendam papah, selain itu juga karena ayah sering menyakitimu ibu," ucap Hermes


"Tidak sayang, kejahatan jangan dibalas dengan kejahatan, karena berarti kamu sama saja dengan ayah kamu, sekarang lupakan saja semuanya, lagian ibu juga sudah menggugat cerai dia, " jawab Mitha


"Hery benar, kamu harus membunuh Felix karena dia sudah membuat kamu yatim dan dia juga sering menyakiti ibu kamu, kakek juga mau kalian sekarang tinggal dirumah kakek, karena Felix pasti akan membunuhmu Mitha, karena kamu menggugatnya cerai, dengarkan Romo sekali ini saja turuti kemauan Romo, aku tidak mau kamu lsalah langkah lagi seperti dulu," ucap Sudiro Atmajaya


"Hery setuju dengan opah, sekarang ayo kita siap-siap," ajak Hermes


Mitha segera mengiyakan keinginan anaknya itu, ia langsung masuk kekamarnya dan membereskan baju-bajunya.


***Pranggg!!


Hermes segera keluar ketika mendengar bunyi seperti pecahan kaca pecah dirumahnya.


"Keluar kamu Mitha!!, dasar wanita penyakitan tidak tahu diri!!" teriak Felix


Hermes menatap Felix dengan tatapan penuh kebencian.


"Bagus kamu datang sendiri kesini, jadi aku tidak perlu lagi datang ke rumahmu!!" ucap Hermes


***Buughhh!!!


Hermes segera melayangkan pukulannya kearah Felix bertubi-tubi, hingga membuat pria itu langsung terhempas beberapa langkah ke belakang.


Ia tidak memberikan ampun kepada Felix untuk membalas serangannya. Hermes kembali melepaskan tendangannya berkali-kali membuat Felix yang langsung roboh dan jatuh tersungkur di lantai.


"Sudah cukup nak jangan lanjutkan!," Pinta Mitha


Melihat Mitha yang masih membelanya, membuat pria itu langsung bangkit dan segera melesatkan tendangan kearah Hermes.


**Wushh!!


**Bughhh!!

__ADS_1


Tetapi bukannya Hermes yang terkena tendangannya melainkan Mitha yang mencoba melindungi Hermes dari tendangan Felix. Wanita itu jatuh tersungkur bersimbah darah dan langsung tak sadarkan diri, membuat Felix langsung berlari meninggalkan rumah itu. Hermes segera berlari mengejarnya dan menarik tangannya.


"Jangan coba-coba lari dari ku ********!!" teriak Hermes


Pemuda itu segera melayangkan pukulannya namun kali ini Felix menepisnya, pria dewasa itu menatapnya dengan tatapan sadis tidak seperti biasanya.


"Baiklah Hery kalau itu yang kamu mau, selama ini aku sudah menahan diri untuk tidak menyakiti kamu lebih karena aku masih menganggap kamu sebagai anaku, anak yang aku rawat dari bayi hingga sekarang, sampai aku keluar dari Naga Api karena ingin merawat kamu, tapi jika sekarang kamu sudah tidak menganggapku sebagai ayah kamu lagi, aku akan pergi dari sini!!" ucap Hermes


Ada perasaan sedih dalam hati Hermes mendengar ucapan Felix, bagaimanapun juga Felix lah yang sudah merawatnya dari bayi walaupun ia sering menyakitinya dan juga ibunya.


"Maafkan Hery ayah, aku tahu walaupun ayah jahat sama Hery tapi ayah sudah membesarkan aku dan merawat ibu, terima kasih dan maaf kalau aku banyak salah sama ayah," ucap Hermes mencium tangan Felix membuat lelaki itu menyeringai


"Kami sama bodohnya dengan papah kamu Hery, mudah sekali dibohongi dengan kata-kata manis," Felix melepaskan pukulannya ke arah Hermes membuat pemuda itu meringis kesakitan


***Bugghhh!!!


"Jangan mudah percaya dengan kata-kata manis Hery, kalau kamu tidak ingin seperti papahmu yang mati ditangan sahabat karibnya sendiri," ucap Felix meninggalkanya pergi


***********


Casey berhenti sejenak untuk mengisi bensin.


"Om, rumahnya dimana kok kita searah?" tanya Cassey


"Aku cuma ingin memastikan kamu selamat sampai rumah," jawab Bayu


"Tapi Om, pengin mengantar kamu pulang, boleh kan?" tanya Bayu


"Boleh dong," jawab Cassey


Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Cassey.


"Itu dia sasaran kita!, ikuti dan tangkap dia hidup-hidup," ucap salah seorang pria memberikan komando kepada teman-temannya


***Ciiitt!!! braakk!!!


Sebuah motor sport menabrak motor Cassey hingga gadis itu terlempar ke jalan raya.


Bayu segera turun dari motornya dan menghampiri Cassey yang mencoba bangun.


Bayu segera memapah Cassey dan mendudukkannya di trotoar jalan.


"Kurang ajar!!, beraninya kalian menyakiti anakku!!" teriak Bayu dengan wajah memerah


Beberapa orang lelaki berbadan kekar segera turun dari motornya dan menyeringai mendekati dokter Bayu yang sudah melepaskan kemejanya.

__ADS_1


Cassey samar-samar melihat sesosok bayangan putih masuk dalam ketubuh Bayu.


"Papih!!" ucap Key


Tubuh Bayu yang berotot dan dipenuhi tato Cobra hitam membuat lawan-lawannya beringsut mundur.


"Serang!!" teriak salah seorang dari mereka


Puluhan anak buah Ares langsung merangsek maju menyerang Bayu, Laki-laki itu dengan beringas menghajar satu persatu lawan-lawannya.


Ketika Bayu sedang berkonsentrasi melawan musuh-musuhnya, seorang anak buah Naga Api membawa Cassey yang tidak sadarkan diri meninggalkan tempat itu.


Bayu yang mulai menyadari Cassey diculik anak buah Ares segera melesatkan motornya mengejar penculik Cassey. Tapi sayangnya ia kehilangan jejak dan terpaksa kembali dengan kekecewaan.


"Kalau aku masuk sekarang ke markas Ares sama saja aku bunuh diri, apalagi Felix sekarang sudah bergabung bersama mereka. Sepertinya aku harus memberi tahu Rey kalau Cassey diculik," ucap Bayu


Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Ryan.


*********"


**Byuuurr!!!!!


"Bangun!!" teriak seorang wanita


Cassey segera membuka matanya ketika seseorang menyiramnya dengan air, Badannya mulai menggigil karena yang disiramnya bukan air biasa melainkan air es.


"Hmmm, sekarang kamu harus merasakan penderitaan atas apa yang kamu lakukan padaku!" ucap Ayu menyeringai


"Memangnya apa salahku padamu?" tanya Cassey


"Cih, masih pura-pura beg*!!, salah kamu tuh karena sudah berani merebut Bagas dari aku!" gertak Ayu


"Oh itu, kasian kamu, pasti kamu lagi galau tingkat dewa makanya sampai melakukan perbuatan-perbuatan keji seperti seorang pecundang!!" cibir Cassey


***Plaakkk!!!


Ayu menampar wajah Cassey hingga memerah.


"Itulah imbalan untuk bacot kamu yang besar itu, sudah tidak berdaya saja masih bertingkah, apa perlu aku habisin sekalian kamu!!" ancam Ayu


"Hmmm, tamparan anak manja sepertimu tidak akan terasa sakit bagiku, tamparanmu ini bagaikan sentuhan lembut dari Iblis betina!" jawab Cassey


"Brengs*k!!!, bunuh saja dia!!" Ayu memberikan perintah kepada anak buah Ares


"Jangan dulu yang mulia!, kita masih membutuhkan anak itu untuk mengajukan sebuah penawaran kepada pihak istana, bukankah kamu menginginkan Bagas menjadi kekasihmu??, kamu bisa menukarnya dengan nyawa anak itu," ucap Felix

__ADS_1


"Om benar, baiklah kalau gitu aku terserah Om saja," jawab Ayu


"Good girl, aku bisa memakai Cassey untuk membalas dendamku pada Lulu," gumam Felix


__ADS_2