
"Bagaimana ini, mau lanjut atau tidak?" tanya seorang penghulu
"Lanjut pak!" jawab Prabu
"Silahkan kepada wali nikah untuk segera duduk disamping saya, dan kita mulai acara ijab qobulnya," ucap pak Penghulu
"Ka Eros!!" panggil Prabu
Eros segera berjalan dan duduk disebelah pak Penghulu.
"Sudah siap semuanya?" Pak penghulu memastikan semuanya sudah siap
"Sudah," jawab semuanya
"Silahkan Mas Eros, dimulai," perintah Penghulu
Eros menggenggam tangan Prabu, tetapi matanya tidak lepas dari Naya. Ia melihat kesedihan yang begitu jelas dimata adiknya itu, hatinya kecilnya berbisik jika ia harus melakukan sesuatu untuknya.
Ia kemudian melepaskan tangan Prabu dan meraih lengan Naya.
"Maaf Prabu sepertinya aku tidak bisa memaksa Naya untuk menikah denganmu, aku sadar jika cinta itu tidak bisa dipaksakan, jadi maafkan kami," Eros segera bangkit dan membawa gadis itu keluar rumah menghampiri Gaga.
" Aku minta padamu pangeran jagalah adikku dan sayangi dia, semoga kalian bahagia!" Eros menyatukan tangan keduanya
"Tentu, aku pasti akan membahagiakan Naya, karena aku sangat mencintainya," jawab Gaga
"Sekarang pergilah, bawalah adikku bersamamu, karena ia hanya bahagia jika bersama kamu," ucap Eros
"Terima kasih ka," jawab Naya yang kemudian mencium tangan kakaknya sebelum pergi
"Tunggu!!, siapa bilang kalian boleh pergi dari sini!!" teriak Jaka Samudera yang baru tiba disana
"Pergilah pangeran, biar aku yang akan mengurus paman Jaka," kata Eros
Ganendra mengangguk dan melangkah pergi, namun tiba-tiba Agni melompat dan menghadang keduanya.
Sialan kenapa si Agni malah menghadang ka Gaga, bukannya membantu dia keluar!!
Naeswari mulai geram dan keluar dari dalam mobil, namun Pandu segera menariknya.
"Mau kemana kamu?" tanya Pandu
"Mau bantuin Papihlah melawan Jaka Samudera dan anak buahnya!" jawab Naeswari berapi-api
"Sudahlah, kau duduk manis saja disini dan nikmati pertunjukannya," jawab Pandu
"Maksud kamu apa Pi?" tanya Naeswari bingung
"Udah lihat aja, nanti juga lo paham Nay," jawab Hermes
"Sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu dariku ya?" tanya Nay
__ADS_1
"Tidak ada Nay, semuanya kan sudah aku ceritakan ke kamu," jawab Pandu
"Terus kenapa aku disuruh diam, saat ketidak adilan sedang terjadi didepanku," jawab Naya
"Tidak semua kejahatan harus kita yang menyelesaikan Nay, tapi adakalanya kita harus memberikan kesempatan pada orang itu sendiri untuk menyelesaikannya, agar ia bisa belajar dan menjadi dewasa dari masalahnya itu," jawab Hermes
"Tua banget lo Mez," balas Naeswari
"Sesekali kita juga harus menjadi orang tua yang bijak bila berhadapan dengan tuan putri yang selalu kepo sama masalah orang," jawab Hermes
"Sue lo!!" sahut Nay ketus
"Hahaha!!" semuanya tertawa mendengar cibiran Naeswari
Jaka Samudera segera menarik lengan Ganendra sedangkan Agni membawa Naya kembali duduk di depan pak Penghulu. Ganendra kaget ketika Jaka Samudera membawanya masuk kedalam rumah bukannya mengusirnya keluar.
"Prabu maaf, tugasmu sudah selesai dan sepertinya Naya lebih memilih Ganendra daripada kamu, " ucap Jaka Samudera mendudukkan Gaga disamping Naya dan menarik Pandu keluar
Eros tersenyum bahagia melihat apa yang dilakukan oleh paman dan keponakannya itu.
Alhamdulillah, akhirnya paman sadar juga, terima kasih Cassey dan juga Bayu yang sudah menyadarkan paman Jaka,
Ia melambaikan tangannya kepada Bayu dan Cassey yang menyaksikan kejadian itu dari jauh.
"Sekarang saatnya babe," Cassey segera mendekati Hermes dan menyuruhnya untuk melakukan sesuatu
"Nay bawa, barang-barang itu sekarang!!" perintah Pandu
"Busyeet!!, jadi ini cuma prank buat papih ya, gila juga kamu Key!" ucap Naya
"Siapa dulu dong sutradaranya, keren kan drama hari ini," ucap Cassey menyombongkan diri
"Iyeh, cuma sayang kurang adegan actionnya!" cibir Naeswari
"Ok Nay, karena ini cuma drama romance jadi gak ada actionya, " jawab Cassey
"Silahkan Mas Eros dimulai acara Ijabnya, karena saya juga harus menikahkan pasangan lainnya," ucap sang Penghulu
"Baik pak," jawab Eros yang langsung duduk di depan Ganendra
"Tunggu, tapi kalau saya menikah dengan Naya sekarang, saya belum mempersiapkan maharnya," ucap Gaga kebingungan
"Gak papalah, ngutang juga boleh, yang penting sah dulu," jawab Bayu
"Emangnya boleh pak penghulu kalau maharnya ngutang?" bisik Ganendra malu-malu
"Tanya saja sama mempelai wanitanya kalau ia setuju berarti boleh," jawab Pak Penghulu
"Boleh gak Naya, maharnya ngutang?" tanya Gaga
"Bolehlah ka," jawab Naya
__ADS_1
"Eeaaa, apa sih yang gak kalau udah cinta, iya gak Om Jaka?" goda Bayu
"Yoi, apapun maharnya kalau udah cinta ngutang pun adek rela?" jawab Jaka Samudera
"Eaaa, eaaa, eaaaa, bisa aja nih Om Gondrong, " sahut Bayu membuat semua tamu undangan tertawa mendengarnya
"Malu-maluin aja seorang pangeran dari Keraton Arjowinangun menikah dengan mahar ngutang, mau ditaruh dimana muka ku!!" ucap Arkadewi membuat suasana yang tadinya ceria menjadi hening dan tegang
"Bunda!!" teriak Gaga tidak percaya
"Yang mulia!!" semua tamu dan para undangan yang hadir disana langsung memberikan hormat kepada Arkadewi
" Berikan mahar yang sesuai untuk calon menantu kerajaan!" ucap Arkadewi mempersilahkan Cassey dan teman-temannya masuk membawa mahar dan seserahan yang sudah ia persiapkan
"Makasih bunda, sudah datang tepat waktu, btw bunda tahu darimana Gaga akan menikah dengan Naya hari ini?" tanya Ganendra bingung
Arkadewi hanya tersenyum dan duduk dibelakangnya.
"Berterima kasihlah pada Cassey, karena ia yang menyiapkan semua ini untukmu," bisik Arkadewi.
Ganendra kemudian melirik kearah Cassey yang duduk diantara para tamu, gadis itu hanya tersenyum padanya dan mengerlingkan matanya.
Anak itu, bisa-bisanya ia mempersiapkan semuanya ini untukku, tapi thanks Key, karena kamu Om jadi bisa nikah dengan orang yang Om cintai,
"Ayo Yang Mulia silahkan dimulai!" ucap Pak penghulu
"Saudara Ganendra Bimo Arjowinangun saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan adik saya Tanaya Gung Listuhayu binti Affandi Brata Surya dengan maskawin sebuah perhiasan emas seberat lima ratus gram dibayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Tanaya Gung Listuhayu binti Affandi Brata Surya dengan maskawin tersebut dibayar tunai!!"
"Bagaimana saksi, sah!!" tanya Penghulu
"Sah!!!" jawab semuanya kompak
"Barakallahu lakaa wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir"
Semuanya terlihat Bahagia melihat kedua mempelai yang sangat serasi itu.
"Kalian harus melakukan pernikahan ulang di Keraton nanti," ucap Arkadewi ketika keduanya meminta restunya
"Baik bunda," jawab Ganendra
"Selamat papih!" ucap Naeswari yang langsung memeluk Ganendra
"Makasih sayang," jawab Gaga
"Selamat Om," ucap Cassey
"Terima kasih Key, Om berhutang budi sama kamu," ucap Ganendra ketika memeluk Cassey
"Bukan hutang budi Om, Cassey melakukan semua itu ikhlas kok, karena Om juga sudah melepaskan mamih untuk Om Rey, jadi menurut Key kita impas, Om memberikan kebahagiaan sama mamih, Key memberikan kebahagiaan buat Om, jadi jangan ngerasa hutang budi Om, kalau hutang duit gak papalah, buat tabungan Key!!" jawab Cassey sembari tertawa kecil
__ADS_1
"Dasar matre," cibir Gaga