ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 #Episode 21. Penyerangan


__ADS_3

Rey menjenguk keadaan Bayu bersama Ferdan di rumah sakit.


"Gimana keadaan kamu Bay?" tanya Ferdan


"Aku sudah baikan, luka ini belum apa-apa dibandingkan dengan luka hati saat ditikung sama sahabat sendiri wkwkwk," jawab Bayu sambil terkekeh


"Sue, udah sekarat masih aja bercanda," cibir Ferdan


"Ngapain juga gue sedih Dan, toh mwnding dibawa happy aja, iya gak Rey?" jawab Bayu


"Yoi, gue suka gaya lo orang tua," sahur Ryan sambil terkekeh


"Sue, orang masih muda gini dibilang udah tua," cibir Bayu


"Btw Si Kimmy gimana ini nasibnya, kita akan biarkan saja dia atau menolongnya?" tanya Ryan


"Tolong dong," jawab Bayu dan Ferdan bersamaan


"Tapi bagaimana mungkin tulang kita saja sudah mulai keropos dan osteoporosis bagaimana bisa mengalahkan para penjahat itu?" tanya Ryan


"Itumah lo Rey, kitamah masih sehat masih kuat buat menghajar preman satu kompi!" jawab Ferdan sombong


"Eleh, masih kuat menghajar preman satu kompi, yang bener aja lo Dan, adu panco sama gue aja keok mulu gimana mau menghajar preman!" cibir Ryan


"Hehehehe, kalau itu beda Rey," sahut Ferdan terkekeh


"Btw lo udah tahu kan dimana markas black Tiger?" tanya Ryan


"Sudah, kita tinggal atur strategi untuk menghadapi anak buah black Tiger yang mayoritas adalah ABG labil yang siap mati untuk membantu tuannya," sahut Bayu


"Justru ini yang gue takutin, mending gue melawan preman benenaran daripada abg labil, dijamin kalah deh mereka," keluh Ferdan


"Sekarang kita kumpulkan semua orang yang akan membantu kita untuk membebaskan Kimmy dari tangan Black Tiger," sahut Bayu


"Ok, malam ini juga gue akan mengumpulkan semuanya di ruang kerjaku, dan setelah itu kita akan melawan Aaron dan membebaskan Kimmy," jawab Rey


"Kalian mau ikut, jangan bikin repot deh, bawa diri aja repot apa lagi mau membunuh preman itu, udah dirumah aja!" seru Kinan


"Gak boleh gitu Dek, kamu belum tahu aja, kita ini tua-tua kelapa, makin tua makin hot goyangannya," jawab Ryan sambil terkekeh


"Gak bisa Pih, gue gak mau lihat papih celaka, makanya jangan pergi Pih sudah dirumah saja, serahkan ini sama Kinan dan Kak Key," tambah Kinanthi yang menjenguk Bayu bersama Cassey


"Iya benar Pih, biar kami saja Papih sama yang lainnya istirahat saja, biar gantian kami yang masih muda yang bergerak, sudah saatnya Papih dan teman-teman Papih istirahat dari dunia persilatan," tambah Cassey


"Tidak bisa begitu anak muda, kamu yang menghina para sesepuh Dinasti, atau kau sendiri akan menyesal karena sudah menyepelekan kami," tandas Ryan


"Terserah Papih sajalah, tapi kalau ada apa-apa terhadap Papih kami tidak mau tanggung jawab," sahut Cassey


"Baik, sekarang papih akan menghubungi semua personil yang akan membantu kita menghadapi Aaron black Tiger," sahut Ryan


Tidak berapa lama Rey dibantu Cassey menghubungi semua yang akan terlihat dalam misi penyelamatan Kimmy.

__ADS_1


Setengah jam kemudian mereka sudah berkumpul di rumah Ryan.


Tama, Pandu, Nay dan Alina sudah datang paling awal. Di susul dengan kedatangan Cassey, Bagas, Rendra, Lulu dan Damar.


Kloter ke tiga adalah kedatangan manula kece seperti Noval, Ferdan, Bayu, Ganendra dan juga Devin si pembalap liar. Di susul kedatangan Hermes dan Agni.


Kedatangan kloter terakhir adalah kekuari Ahmar dan Siwi.


"Maaf kita datang terlambat, maklum seleb banyak job," ucap Siwi sambil terkekeh


"Eleh sombong!" cibir Agni


"Terserah gue dong Agni dasar Emak-emak rempong iri aja bawaannya!" cela Siwi


"Diih siapa yang ngiri, orang kita nganan weh!!" jawab Agni terkekeh


"Sue lo!" cibir Siwi


"Udah Diem!" seru Ferdan membuat Agni dan Siwi langsung terdiam


"Sekarang kita sudah berkumpul semua dan langsung saja Tama silahkan menyampaikan strategi perangnya," tutur Rey mengawali pembicaraan itu


Tama kemudian menjelaskan strategi perangnya dan posisi mereka semua saat melawan black Tiger.


"Jadi sekali lagi semuanya paham kan dengan posisi dan tugas masing-masing?" tanya Tama


"Sudah!" jawab semuanya kompak


"Tapi gue kok ngerasa kurang sreg ya dengan urutan personil tim saat melawan black Tiger, masa barisan para cucu yang notabene masih terlalu muda ditaruh di garis depan, sedangkan para aki-aki manula di taruh di barisan terakhir, harusnya tuh mereka taruh di garis depan dong karena paking senior!" sela Siwi


"Hehehe, gak kok Pih, cuma biar cepat dapat warisan aja, hihihi," sahut Siwi


"Sue, sama aja itu!" balas Ferdan


"Sudah-sudah jangan ribut, kita harus segera jalan apalagi ini sudah malam, sudah saatnya kita beraksi. Kasian Kimmy kalau kita lama-lama disini," jawab Ryan


"Betul Rey, kuy siap-siap!" jawab Noval


"Tapi kita harus hati-hati juga karena mereka memakai senjata Api!" ucap Devin


"Yaudah kita bawa juga senjata api, bereskan," jawab Damar


"Darimana?" tanya Noval


"Pinjem punya istana, nanti aku ambilkan," jawab Damar


"Ok siap!"


"Sekarang ayo semuanya berangkat!!" seru Ryan


"Siap Jendral!!" jawab yang lainnya

__ADS_1


Semuanya kemudian masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan, dan beberapa orang yang naik motor.


Mereka kemudian melesat meninggalkan rumah Ryan menuju ke Markas Black Tiger.


Sementara itu Gavin yang sudah berada di markas Black Tiger terpaksa harus kembali ke rumah Russell karena perintah Angga.


Aaron lebih dulu mengintimidasi Angga agar tidak mengirim anak buah Ayahnya untuk menyelamatkan Kimmy kalau ingin gadis itu selamat.


"Sial, kalau kita menuruti kemauan bajing*n itu maka kita yang akan tertindas," ucap Russell


"Tapi kalau kita tetap menyerang mereka Kimmy dalam bahaya, aku tidak mau terjadi sesuatu terhadap dia," jawab Angga


"Sama aja Angga, karena ini hanya tak tik, walaupun kita melakukan perintah mereka, tetap saja Kimmy dalam bahaya, percayalah, ayah sudah malang melintang di dunia mafia jadi sudah hafal trik ini," balas Russell


"Terus apa yang harus kita lakukan?" tanya Angga


"Kita akan tetap menyerang black tiger tapi hanya bertiga, supaya Aaron tidak curiga," Russell melemparkan beberapa pucuk pistol pada Angga dan Gavin


"Aku setuju tuan," jawab Gavin


"Sekarang ayo kita jalan!" seru Russell


Ketiganya segera masuk ke dalam mobil dan melesat menuju kediaman Aaron.


Setibanya di Markas Black Tiger, Ryan menyuruh Rendra dan Devin untuk menyusup terlebih dahulu untuk mencari keberadaan Kimmy, sementara yang lainnya masih menunggu perintah dari sang Jenderal.


Devin menuntun Rendra menuju ke sebuah Gudang tempat dimana Kimmy disekap.


Mereka membuka pintu gudang perlahan-lahan agar para penjaga gudang tidak terbangun.


Senyum keduanya merekah ketika melihat seseorang yang disekap di dalam gudang dengan dalam keadaan terikat dan tertutup karung goni.


Rendra perlahan membuka karung penutup wajah Kimmy agar kakaknya itu bisa segera menghirup udara segar.


"Ciluk Baaa!!!" teriak Aaron sambil terkekeh


"Busyeeettt!!" teriak Rendra meloncat kaget


Aaron hanya terkekeh mendengar ucapan Rendra.


"Sue, bukannya Kimmy yang ada didalam malah Jin Arab yang ada di sini!" seru Rendra menjauh dari Aaron


"Kenapa terkejut ya?" tanya Aaron


"Kamu pasti kecewa karena Bukan Kimmy yang kalian dapati tapi aku, dasar tol*l, gue udah tahu kalian bakal datang kesini untuk mengacaukan rencanaku, jadi aku mempersiapkan semua ini untuk menjebak kalian!" tambah Aaron


"Sial, rencana pertama gagal berarti pindah ke rencana berikutnya," gumam Rendra


"Kampret satu kamprer dua, rencana berhasil, segera masuk ke dalam untuk menghabisi anak buah Black tiger mumpung leadernya sudah kami sekap dalam dalam gudang!" seru Rendra menghubungi Ryan


Devin segera menyepak Aaron yang masih terikat dengan seringai diwajahnya.

__ADS_1


"****** kau Aaron, senjata makan tuan emangnya enak!" ledek Devin


"Sial, kenapa endingnya jadi begini!" keluh Aaron sedih


__ADS_2