ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 #Episode 35. Ditinggal


__ADS_3

Kinan sangat marah dengan Jemmy yang sudah mendorongnya hingga tercebur kedalam sendang.


"Sudah dong Miss mukulnya, sakit tahu!" Keluh Jemmy yang menepis pukulan Kinanthi.


"Gara-gara kamu ponsel aku mati tahu!" keluh Kinanthi yang menangisi ponselnya


"Masih bisa diselamatkan kok Miss," ujar Maya


"Emang masih bisa dibenerin udah kerendem dalam air gini!" jawab Kinan


"Bisa, keringin aja dulu, tunggu satu hari kalau sudah benar-benar kering bisa dicoba dinyalakan lagi, siapa tahu masih bisa nyala Miss," jawab Maya


"Yaudah sekarang aku coba," Kinan segera menjemur ponselnya setelah mengeringkannya dengan sapu tangannya


"Mau tahu cara yang lebih cepat untuk menghidupkan lagi handphone Miss," sahut Rendra


"Gimana?" jawab Kinan


"Lem Biru Miss, Lempar beli yang baru, eeeaaa," jawab Rendra sambil terkekeh


"Itu mah bukan benerin bambang, dasar dodol!" seru Kinan


"Miss?" sapa Lisven


"Ada apa?" jawab Kinan


"Sudah saatnya kita pulang,"


"Ya sudah bawa saja anak-anak kedalam bus, aku mau menemui yang mulia pangeran dulu untuk minta maaf, sembari menunggu sebentar ponselku yang lagi di jemur," jawab Kinan


"Baik Miss, tapi jangan lama-lama ya, karena kita sudah molor setengah jam gara-gara Miss nyebur ke kolam tadi kan,"


"Ok siap, nanti kalau kelamaan tinggal aja, biar aku naik bus yang paling belakang,"


"Ok siip," Lisven segera bergegas menyuruh semua siswa untuk kembali ke dalam busnya masing-masing.


Kinan segera masuk kembali kedalam istana untuk mencari keberadaan Devin.


"Dimana ya dia, sudah aku cari ke setiap sudut istana tidak aku temukan juga. Apa aku tanya sama dayang istana saja daripada nyari sendiri pusing," batin Kinan


Ia kemudian segera bertanya kepada beberapa dayang istana yang sedang membereskan pendopo utama.


"Permisi maaf mau tanya?" sapa Kinan


"Mau nanya apa?" jawab Dayang istana ramah


"Yang Mulia pangeran Rakabuming dimana ya, saya mau pamit pulang."


"Oh, beliau ada di ruangannya," jawabnya santun


"Bisa antarkan saya menemui beliau, soalnya penting sekali,"


"Baik, mari silahkan ikuti saya," Dayang itu kemudian menuntun Kinan menuju ke ruang pribadi Pangeran Rakabuming


"Silahkan ketuk saja, Yang Mulia ada di dalam," ujar sang dayang


"Baik, terima kasih atas bantuannya,"


"Sama-sama," dayang itu berjalan meninggalkan Kinan


Gadis itu kemudian memberanikan diri mengetuk pintu ruangan pribadi Devin.


Baru saja ia akan mengetuk pintu kamarnya, tiba-tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya membuat Kinan kaget.


"Ternyata pintunya gak di kunci, mending aku langsung masuk saja deh, lagian salah sendiri kenapa pintunya terbuka. Benar kata bang napi kejahatan bisa terjadi karena ada niat dan kesempatan, waspadalah, waspadalah!" seru Kinan sebelum masuki kamar itu.


"Wow, besar sekali Kamarnya, kaya rumah gue," seru Kinan yang terpukau dengan kemewahan kamar Devin.


"Hmmm, ada sofa dengan TV layar lebar , ruang kerja dan kasur empuk kaya di hotel bintang lima," Kinan langsung menjatuhkan tubuhnya keatas kasur Devin


"Benar guys, empuk banget. Sayangnya handphone gue mati, jadi gak bisa selfi buat pamer di Instagram," keluh Kinan


"Ehemmm!!" seru Devin yang berdiri didepannya


"Eeh, maaf penasaran pengin nyobaik," ujar Kinan yang langsung turun dari kasur Devin


"Ada pa kau datang ke kamarku!" tanya Devin datar


"Maaf yang Mulia, saya kesini mau meminta maaf karena tadi sudah menampar anda dan saya juga mau mengucapkan terima kasih karena sudah menolong saya saat keseleo tadi, dan minta maaf lagi karena sudah lancang mencoba kasur bintang lima milikmu, peace!" ucap Kinan mengerlingkan matanya


"Tidak perlu, aku sudah melupakan semuanya, dan untuk kasur ini , aku akan segera membuangnya karena aku takut tertular virus yang kau bawa!" jawab Devon membuat Kinan langsung meradang dan turun dari atas kasur itu


"Wow, sombongnya, dasar pangeran menyebalkan, beruntung aku masih mau minta maaf, tahu kini tadi aku tidak usah kesini, nyesel gue!" seru Kinan keluar dari kamar Devin


Ia segera menuju ke tempat parkiran bus Pariwisata yang mengantarnya kesana, tapi betapa kagetnya ketika tahu semua bis sudah meninggalkan istana.


"Mampu*s!!, beneran di tinggal gue, tega amat sih Lisven gak nungguin gue, mana Handphone mati lagi, mana bisa minta jemput papih, sial banget sih hari ini. Udah tadi nyebur di kolam, handphone mati sekarang ditinggal bus, entah apalagi nanti. Mending gue segera cari taksi atau bus untuk mengantar ke Jogja," Kinan segera keluar dari gerbang Istana untuk menunggu bus yang lewat.


"Ya Ampun sudah satu jam berdiri di sini kok gak ada bus atau taksi lewat sih, lama-lama bisa nginep disini gue!" keluhnya sedih

__ADS_1


"Ngapain disini mbak?" tanya seorang lelaki yang melintas


"Nunggu taksi Mas, tapu kok gak ada yang lewat ya," jawab Kinan


"Memang gak bakalan ada Mbak, kan jalur ini memang dilarang dilintasi oleh kendaraan BUS AKAP atau angkutan lain seperti taksi dan Angkot karena jalurnya sudah dipindahkan ke jalan sebelah," jawab lelaki itu


"Terus saya harus kemana dong biar bisa dapat taksi, jalan aja kurang lebih enam ratus meter ke depan nanti ada jalan besar. Nah disitu mbaknya bisa nunggu taksi atau Bus AKAP."


"Emangnya ojek juga tidak ada disini?" tanya Kimmy


"Tidak ada Mba, kawasan ini bebas kendaraan kecuali kendaraan pihak keluarga kerajaan,"


"Oh gitu, yasudah terima kasih," jawab Kinan


Ia kemudian berjalan pelan menuju ke yempat yang diberitahukan oleh lelaki itu.


"Ya Allah sudah lemas kaya gini harus jalan jauh pula, nasib-nasib!" keluhnya


**********


"Yang mulia, kita harus segera menuju ke Jogjakarta untuk mengadakan pertemuan dengan para pengusaha dari Kota itu," ucap Baladewa


"Baiklah paman, tunggu sebentar aku akan berganti pakaian dulu," jawab Devin


Beberapa menit kemudian Devin segera menemui Baladewa di depan gerbang istana.


Ia segera naik kedalam mobilnya dan baladewa segera melesatkan mobilnya keluar meninggalkan istana. Di tengah perjalanan baladewa merasa iba ketika melihat Kinanthi berjalan kaki menuju jalan utama.


"Bukankah itu guru yang tadi melakukan karya wisata ke keraton, kenapa dia jalan kaki?" tanya Baladewa


"Mungkin dia ditinggal sama rombongannya kali, makanya dia terpaksa jalan kaki menuju ke jalan utama." jawab Devin


"Bagaimana kalau kita tolong dia yang mulia?" tanya Baladewa


"Terserah paman saja, lagian jika aku melarangnya paman akan tetap menolongnya bukan?" jawab Devin


"Kau benar Raka, karena aku tidak bisa melihat orang lain kesusahan," sahut Baladewa


**Ciit!!!


Baladewa menghentikan mobilnya dan keluar dari menemui Kinanthi.


"Masuklah Bu Guru, aku akan mengantarmu menuju ke rumah anda," ucap Baladewa


"Yang benar tuan?" tanya Kinan berbinar-binar


"Tentu saja, kebetulan saya juga akan Ke Jogja untuk urusan bisnis," jawab Baladewa


Baladewa kemudian membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Kinan untuk duduk disebelah Devin.


"Cih, kenapa juga harus ketemu pangeran angkuh seperti dia, kalau tidak terpaksa ogah banget gue duduk bareng dengan dia," batin Kinan yang langsung duduk disamping Devin


Devin tidak memperdulikan kedatangannya, ia terlalu sibuk menyelesaikan pekerjaan di laptopnya.


"Dasar sombong, rasanya pengin banget jambak Rambutnya terus gue cakar-cakar tuh mukanya yang sok kegantengan," batin Kinan yang kesal karena diacuhkan


**Ciiit!!!


*Dug!!


Tiba-tiba Baladewa mengerem mendadak mobilnya untuk menghindari pengendara motor yang tiba-tiba menyalip mobilnya.


"Astaghfirullah, kebiasaan nih emak-emak kalau bawa motor, serasa japan raya milik nenek moyangnya," ujar Baladewa menggelengkan kepalanya


"Maaf yang mulia, saya tidak sengaja," imbuhnya ketika melihat Devin dan Kinan saling beradu kepala


"Iya, paman lain kali lebih kencang lagi bawa mobilnya," sindir Devin


"Bisa saja yang mulia," jawab Baladewa


**Ciit!!


"Sekarang apalagi paman?" tanya Devin ketika mobilnya kembali mogok


"Sepertinya mobilnya mogok yang Mulia,"


"Terus bagaimana ini?" tanya Devin


"Yang mulia pakai mobil yang lain saja, nanti saya akan menyusul setelah membawa mobil ini kebengkel,"


"Baik, bagaimana dengan perempuan itu?"


"Dia ikut yang mulia saja, kasian kan kalau dia harus ikut saya ke bengkel,"


"Baiklah, dengan terpaksa!" cibir Devin


"Kalau tidak boleh ikut, biar saya naik taksi saja tuan, tidak masalah kok," jawab Kinan


"Jangan Nona, bahaya. Apalagi sekarang sedang rawan begal, kau ikut yang mulia saja, dijamin aman sampai tujuan." balas Baladewa

__ADS_1


"Hmmm, anggap saja saya supir pribadi kamu!" cibir Devin


"Apaan sih ni orang nyebelin banget, lama-lama gue hajar juga dia!" batin Kinan


"Jangan ambil hati kata-katanya, walaupun dia kadang acuh dan cuek tapi sebenarnya hatinya baik kok, sudah naik saja!" Baladewa langsung mendorong Kinan untuk masuk kedalam mobil Devin yang baru saja datang.


"Siapa suruh duduk di belakang, pindah ke depan!" hardik Devin


Kinan segera turun dan pindah ke depan.


"Pakai sabuk pengamannya!" seru Devin


Kinan langsung memakai sabuk pengamannya.


"Sekarang pegangan yang kenceng karena Michael Schumacher akan melesat menuju podium!" ucap Devin yang langsung melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Kinan langsung menjerit ketakutan.


"Jangan kencang-kencang gue takut!!" teriak Kinan


"Dasar Cemen, gitu aja takut!" ledek Devin


"Benaran gue gak bohong!!" jawab Kinan yang masih memejamkan matanya karena ketakutan


Bukannya mengurangi kecepatan mobilnya, Devin malah semakin mempercepat laju kendaraannya membuat Kinan semakin ketakuatan.


"Kurangi kecepatan atau gue akan hajar lo!" ancam Kinan


"Silahkan saja, kalau kamu mau mati muda terserah," tantangnya


"Dasar bangs*t, hentikan mobilnya gue mau turun!" pinta Kinan


"Jangan disini, lo gak bakalan dapat bus atau taksi disini. Karena jalur ini tidak dilewati angkutan umum, nanti didepan saja gue akan menurunkan lo!" jawab Devin senang karena ia berhasil membuat Kinan tidak nyaman dengannya


**Ciit!!


Devin segera menghentikan mobilnya dan Kinan Langsung bergegaslah turun meskipun ia merasa mual dan pusing setelah naik mobil ugal-ugalan bersama Devin. Ia berjalan sempoyongan menuju ke halte bus yang tidak jauh dari mobilnya.


"Huek, huek!!" Kinan langsung mengeluarkan isi perutnya


Devin yang melihat Kinan muntah-muntah tidak tega dan kembali memutar mobilnya. Ia segera turun dan memberikan sebotol air mineral pada gadis itu.


"Thanks," Kinan segera berdiri dan tersentak ketika mengetahui siapa yang memberikan air mineral itu padanya.


"Gua gak butuh bantuan lo, gue juga gak butuh lo kasiani, pergi sana, gak usah so care!" Kinan segera mengembalikan air mineral padanya dan menjauh dari Devin


"Dasar cewek gak tahu diri lo, udah syukur gue bantuin lo, tapi apa balasan lo selalu saja begini. Nyesel gue udah peduli sama cewek gak tahu balas Budi kaya lo. Sudah dua kali di tolong tapi balasannya sama saja, cuma marah-marah tanpa berterima kasih sedikitpun!" Devin segera berlalu meninggalkan Kinan.


"Devin si tukang lukis gembel, lama tidak kelihatan sekarang kau sudah menjadi orang kaya sekarang ya, hebat!" ujar seorang pemuda yang tiba-tiba mencegatnya


"Minggir, jangan halangi jalan gue!" hardik Devin


"Aish masih saja sok jagoan!" jawab Pemuda itu


"Minggir Lex, gue lagi gak mood buat melayani kamu!" sahut Devin


"Anj*r, sombong sekarang kau Dev, apa gara-gara motor mewah mu ini. Oh iya aku tahu ini pasti mobil sewaan dari Kevin untuk modal lo balapan liar, kalau gak itu pasti hasil lo morotin pacar lo yang anak Keraton Arjowinangun itu bukan, dasar matre!!" sahut Alex yang merupakan saingan Devin dalam balapan liar di Jogjakarta.


"Bangs*t!!, beraninya kau menghinaku!" Devin yang sudah terpancing emosinya langsung melesatkan pukulannya kearah Alex.


**Buughhh!!


"Masih saja sok jagoan lo, dasar Anj*ng!" Alex langsung membalas serangan Devin dengan membabi buta.


Tidak terima karena Devin bisa mengalahkannya, Alex kemudian memanggil teman-temannya yang berjumlah sepuluh orang.


"Dasar pengecut, beraninya keroyokan!" seru Devin


"Ini dunia liat Dev, jadi kita bebas melakukan apa yang kita mau untuk mendapatkan sesuatu yang dinamakan dengan kemenangan," Alex dan teman-temannya langsung menyerang Devin hingga pemuda itu kewalahan melawan menghadapi mereka.


"Sekarang sebutkan permintaan terakhir lo bro sebelum gie kirim lo ke neraka!" ancam Alex


"Gue pengin lihat lo mati bangs*t!" jawab Devin


"Bunuh dia!" perintah Alex


Kinan yang melihat Devin yang sudah sekarat langsung berlari mendekati Devin yang sedang diinjak oleh Alex.


"Ya ampun kasian juga si Pangeran sombong, gue tolong gak ya, tapi dia itu nyebelin sudahlah biarkan saja dia. Tapi kasian juga kalau aku tinggal bisa mati dia, bagaimana kalau dia jadi arwah penasaran dan terus ngejar-ngejar gue karena tidak menolongnya. Lagian dia juga udah membantu menyembuhkan kaki gue, yaudah gue tolong aja deh," Kinan segera menarik kerah baju Alex dan menghajarnya


**Buughhh!!!


"Kalau lo jantan, jangan beraninya keroyokan. Sini lawan gue!" tantang Kinan


"Gila, ada cewek cakep nantangin gue, emang pesona si Devin selalu menarik cewek-cewek cantik, jadi iri gue," jawab Alex


"Buruan maju semuanya, lawan gue!" tantang Kinan


Semuanya langsung merangsek maju menyerang gadis itu..


"Hyaaaat!!" Kinan segera melompat dan melesatkan pukulannya kearah para preman itu hingga satu persatu tumbang ke tanah. Tidak menyia-nyiakan kesempatan Kinan langsung melesatkan tendangan mautnya sehingga mereka semua tidak berkutik.

__ADS_1


"Sekarang tinggal lo bencong, maju lo!" tantang Kinan


"Gila ni cewek kuat banget, gue harus manggil bala bantuan lain supaya bisa mengalahkan gadis itu," batin Alex


__ADS_2