
Pagi ini Kinan kembali bersiap-siap untuk mengajar di SMA Merah Putih.
"Kamu mau ngajar lagi?" tanya Niken
"Iya Nih, kan aku cuma cuti satu bulan. Jadi sekarang aku akan kembali menjadi guru lagi. Berjuang sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, mencerdaskan anak-anak bangsa. Dan aku sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan anak-anak bengal itu lagi. Aku ingin menghajar mereka yang suka bolos, nyontek ataupun tidur dikelas." ucap Kinan berapi-api
"Memangnya kau sudah tidak galau lagi?" tanya Niken
"Justru kalau di rumah terus aku galau, tapi kalau ketemu anak-anak tiba-tiba rasanya seperti semua masalahku hilang. Aku benar-benar kangen sama mereka," jawab Kinan
"Puitis banget, sarapan dulu baru berangkat. Isi amunisi dulu sebelum berperang menghilangkan kebodohan murid-murid di kelas mu, jangan lupa ajak sarapan temanmu juga ," bisik Niken
"Biarkan saja dia gak usah dipikirin, nanti kalau lapar juga pasti keluar dari sarangnya," jawab Kinan acuh
"Hmmm, benar-benar bar-bar tidak jauh beda sama kakaknya," gerutu Niken, ia berjalan menuju ke kamar Genta
"Ehh, baru juga mau mengetuk pintu, pangeran sudah bangun. Yang namanya pangeran itu benar-benar ganteng ya walaupun belum mandi, aura ketampanannya tetap terpancar. Bahkan bau ilernya pun wangi," ucap Niken sambil tersipu-sipu
"Jangan ganjen!" celetuk Ryan menariknya ke meja makan
"Kau jelous ya sayang," goda Niken mengeringkan matanya
"Siapa yang gak jelous kalau lihat istrinya menggoda lelaki lain didepannya," sahut Ryan
"Emang Mamih suka kegenitan kalau lihat cowok ganteng," tambah Kinan
"Ehemm, berarti aku ganteng kan," bisik Genta membuat Kinan kesal.
"Diih geer!" cibir Kinan
"Cie, cie..ada yang jelous. Tenang aja sayang walaupun wajahmu sudah mulai menua da keriput perasaanku tetap sama padamu, aku akan selalu mencintaimu. Kau tidak akan pernah tergantikan dengan lelaki manapun dan seganteng apapun, aku tidak akan tertarik dengannya. Karena bagiku kau adalah lelaki tertampan yang pernah ada di dunia ini. Kalaupun aku suka menggoda Pangeran Genta itu agar aku akrab saja, karena aku melakukan semua itu untuk Kinan. Aku ingin menjodohkan Kinan dengan dia, setidaknya dia gagal dengan Devin, Kinan bisa berjodoh dengan kakaknya. Betapa senangnya aku jika Kinan bisa menikah dengan Pangeran Genta, jadi aku punya dua menantu Raja. Benar-benar Daebak!!" ucap Niken membuat Kinan langsung tersedak.
*Uhuk, uhuk!!
"Dasar matre!!" cibir Ryan
"Akh, tapi kenapa kau selalu bisa saja membuat hatiku meleleh," Ryan kemudian memeluk Niken.
"Sekarang kita sarapan dulu sayang," Niken mengajak Ryan duduk disebelahnya
"Minumlah," Genta memberikan segelas air putih kepada Kinan
"Cie, cie, romantis banget, ahay aku jadi pengin kembali muda lagi," goda Niken
"Aish, Mamih ini apa-apaan sih," Kinan langsung menyambar gelas dari tangan Genta dan meminumnya.
"Manis sekali, ternyata Kinan itu sangat menggemaskan, pantas saja banyak cowok klepek-klepek meski dia bar-bar," ucap Niken
*Tok, tok, tok!!
Semuanya langsung terdiam ketika terdengar suara pintu diketuk.
"Astaga, banyak sekali orang-orang berseragam bak CEO!!" Niken segera mendekati mereka dan menyuruhnya masuk
"Maaf mengganggu yang Mulia," ucap seorang lelaki memberi hormat
"Aish, apa mereka orang-orang Istana yang akan melamar Kinan?" ucap Niken membuat Ryan langsung menutup mulutnya
"Diam, jangan berisik," bisik Ryan
__ADS_1
"Ada apa kalian datang kemari?" tanya Genta
"Hari ini adalah hari penobatan anda sebagai Raja, sekertaris meminta anda untuk segera kembali ke istana dan menghadiri acara penobatan tersebut,"
"Baiklah, tunggu diluar!" jawab Genta
"Baik, yang mulia," mereka langsung keluar dari ruangan makan
"Kau sarapan dulu sebelum pulang, aku takut kau pingsan di jalan gara-gara kelaparan," cegah Niken
"Baik Tante," jawab Genta
"Unnch, kamu benar-benar manis banget!" seru Niken
***********
Sementara itu semua abdi dalem Keraton sibuk mempersiapkan acara penobatan Raja baru mereka.
"Sekertaris, sepertinya ada yang sengaja mengusik posisi anda," bisik salah seorang pejabat istana
"Memangnya ada berita apa?" jawab Gotawa
"Apa kau belum melihat berita terbaru di situs Deputi Pertahanan dan juga Kehakiman," pejabat itu segera membuka ponselnya dan memperlihatkan kepadanya
"Cih, ternyata mereka sudah mulai bertindak dengan menyerang ku. Apa mereka pikir akan bisa menang melawanku," ujar Gotawa
"Kalaupun aku di vonis bersalah Raja tidak akan berani menghukum aku, orang yang sudah menolongnya," sahut Gotawa
"Kau tidak usah khawatir, aku bisa mengatasinya!" ujar Gotawa, lelaki itu kemudian menemui anak buahnya di ruang kerjanya.
"Bunuh pangeran Devin, sekarang juga!!, karena hanya dengan membunuhnya aku akan selamat, dan kursi Raja bisa diselamatkan, dan permainan ini selesai," titah Gotawa
Tidak berapa lama Genta sudah tiba di Istana dan Sekertaris segera menyambutnya.
"Akhirnya kau tiba juga yang mulia, sekarang segeralah bersiap-siap, semuanya sudah menunggu di Pendopo utama," ucap Gotawa
"Jangan lupa yang mulia, setelah selesai acara penobatan Raja, dalam pidato nanti kau harus mengumumkan tentang rencana pernikahanmu dengan Ratri Andini putri Kepala deputi Kehakiman," tambah Gotawa
"Hmmm, baiklah Paman semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginanmu," jawab Genta
"Terima kasih Yang Mulia," Lelaki itu tersenyum sinis penuh kemenangan.
Genta langsung menuju ke kamarnya, di sana para dayang istana sudah menunggunya.
"Pergilah, aku bisa memaki semuanya sendiri," Genta menyuruh keluar semua dayang istana yang akan mendandaninya.
"Kakak," sapa Devin tidak membuat Genta terkejut ketika melihat Devin ada di kamarnya.
"Aku sudah tahu kau akan menemui ku," jawabnya santai
"Bicaralah, aku tahu ada banyak yang ingin kau sampaikan kepadaku, untuk itulah aku sengaja mengusir para dayang istana agar kau bisa berbicara dengan santai," tambah Genta
Devin segera duduk berlutut memohon maaf kepada Genta
"Maafkan kesalahan Ibu Kak, aku tahu kau pasti sangat marah dan dendam dengan semua perlakuan ibu terhadapmu. Aku bersedia tidak menjadi raja selanjutnya asalkan kau memaafkan Ibu dan membebaskannya dari hukuman seumur hidup. Aku janji akan membawanya keluar istana dan hidup sebagai rakyat biasa. Aku janji tidak akan mengungkit tahta raja lagi sampai ke anak cucuku," Devin memberikan sebuah surat pernyataan bermaterai kepada Genta.
Lelaki itu hanya tersenyum sinis membacanya.
"CK, CK, CK, kau benar-benar anak yang berbakti, dan aku salut dengan perjuanganmu. Tapi sayangnya walaupun aku sudah memaafkan ibumu, para pejabat istana tetap akan menghukum ibumu dan ia tidak bisa dibebaskan begitu saja, kecuali kau menjadi Raja Dev. Dan aku akan memberikan sebuah solusi yang sangat menarik dan pastinya kau dan ibumu akan senang dengan keputusanku ini. Aku akan menjadikanmu seorang Raja seperti keinginan Ibumu dan mengakhiri pertikaian politik ini. Dengan syarat kau harus membujuk Kinan untuk mau menjadi istriku!!" kata-kata Genta membuat Devin benar-benar tercengang mendengarnya.
__ADS_1
"Kenapa kau terkejut, bukankah kalian sudah putus, jadi tidak ada salahnya kan aku mendekati dia. Aku tidak menikung mu, atau merebutnya darimu. Aku benar-benar jatuh cinta padanya, belum pernah aku temui wanita polos dan konyol seperti dia. Aku bahkan bisa membayangkan wajah ibuku ketika bersama dia, dia begitu penyayang walaupun diluar ia sangat kasar dan bar-bar.
Terus terang aku tidak tega melihatnya bersedih ketika kau memutuskannya hanya untuk menikahi Ratri untuk mendukungmu menjadi Raja. Dia bahkan berjanji padaku untuk menjadi perantara agar bisa mendamaikan aku denganmu. Dia tidak sedikitpun takut kepadaku walau aku selalu dingin padanya. Benar-benar wanita yang aneh.
Aku cuma ingin selalu berada disampingnya ketika ia sedang sedih dan menghiburnya. Aku ingin melindunginya dari orang-orang jahat walaupun aku tahu dia sangat kuat," papar Genta membuat Devin semakin bersedih dan terluka.
Bagaimanapun juga Devin masih menyayangi Kinan, walaupun mereka sudah putus dan dia tidak rela jika melihat Kinan bersama dengan Kakaknya.
"Bagaimana apa kau setuju?" tanya Genta
Devin segera mengusap air matanya, dan menatap kakaknya.
"Maaf Kaka, aku tidak bisa. Lebih baik aku mati daripada harus membujuk wanita yang aku cintai untuk menikahi lelaki lain, aku tidak bisa," jawabnya menahan emosi yang sudah tidak tertahan
"Sayang sekali, padahal aku tahu itu adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh keluargamu bukan. Baiklah kalau begitu kau siap-siap saja melihat ibumu mati besok, karena setelah aku dinobatkan menjadi seorang Raja maka aku akan membalaskan dendam kepada ibumu atas semua yang ia lakukan padaku. Dan aku ingin dia mati, agar aku bisa hidup tenang!" ucap Genta membuat Devin mengepalkan tangannya
"Bisakah aku yang menggantikan hukuman ibuku, aku siap dihukum mati menggantikan ibuku, asal kau bebaskan dia. Lagipula aku sudah tidak bisa menikmati hidup lagi karena harus tertekan dalam lingkungan politik yang begitu kejam dan apalagi aku kini sudah tidak bisa bersama dengan orang yang aku cintai lagi, jadi untuk apa aku hidup," jawab Devin parah
"CK, CK, Devin adik sayang, adikku yang malang. Tentu saja aku tidak bisa membunuhmu. Kau adalah adik kesayanganku dan kau tahu aku sangat menyayangimu walaupun kita bukan saudara kandung. Kau jangan putus asa seperti ini, cup, cup, cup!!" Genta berusaha menenangkan Devin dan memeluknya. Devin menangis sejadi-jadinya dipelukan kakaknya.
*Tok, tok, tok!!
"Yang Mulia, sudah saatnya anda harus menghadiri acara penobatan Raja!!" seru seorang pengawal istana dari luar kamar
"Aish, kenapa mereka cerewet sekali!" gerutu Genta melepaskan pelukannya
"Tetaplah disini, kita akan melanjutkan pembicaraan kita setelah acara penobatan Raja selesai," Genta kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
"Dimana anak itu?" bisik Gotawa
"Aku belum bisa membunuhnya, karena dia bersama Pangeran Genta," jawab anak buah Gotawa
"Bunuh saja keduanya bila perlu," jawab Gotawa
"Tapi bukannya kita masih membutuhkan Pangeran Genta untuk membebaskan Anda dari hukuman kasus Korupsi," jawabnya lirih
"Kita akan segera membunuhnya setelah menjadi Raja, aku ingin menjadikan Cendana Kalingga menjadi milik keluarga Suryadi lagi, almarhum Raja sudah mengambil tahta dengan cara kejam, dan sudah saatnya kedua putranya harus mendapatkan balasan atas apa yang telah ayahnya perbuat. Setelah puas mengadu domba keduanya aku akan membunuhnya satu persatu. Dan Aku juga sudah menyiapkan surat wasiat palsu, yang menyatakan bahwa Raja akan menjadikanku sebagai penggantinya setelah ia wafat, hahahaha!!" ucap Gotawa menyeringai
************
*Pendopo Utama Cendana Kalingga
Semua pejabat kerajaan dan abdi dalem Keraton tampak khidmat mengikuti prosesi penobatan Raja Cendana Kalingga yang baru. Setelah selesai memakaikan mahkota Raja, sudah saatnya Genta membacakan pidato pertamanya sebagai seorang Raja.
"Sebagai Raja yang baru saja dilantik, saya Genta Mas Bhumi sangat senang dan sanagt bersyukur karena akhirnya bisa menjadi seorang Raja, sesuai dengan amanah dari Ayahanda almarhum Raja, saya harap semua pejabat tinggi dan juga abdi dalam keraton bisa membantu saya dalam menjalankan tugas sebagai raja negeri ini, bersama ini juga saya umumkan bahwa saya akan segera melamar Putri dari Kepala Deputi Pertahanan Dewi Anjani untuk menjadi Ratuku,"
Semua yang hadir di sana tampak tercengang mendengar ucapan itu, bukan hanya Gotawa yang merasa was-was, Kepala Deputi kehakiman juga Baladewa selaku ayah dari Anjani merasa kaget mendengar pidato Raja yang benar-benar tidak disangka-sangka olehnya.
"Yang Mulia harap ralat ucapan anda, bukannya putri Baladewa yang akan menjadi ratumu tapi putri Kepala deputi Kehakiman," bisik Gotawa
"Itu sudah benar Paman," jawabnya acuh
Tentu saja hal itu membuat Gotawa kecewa terhadapnya.
Kau mulai membangkan Genta, lihat aja apa yang akan kau dapatkan setelah acara ini selesai.
Gotawa kemudian mundur dan kembali berdiri di posisinya.
" Adapun susunan pejabat baru, kenaikan pangkat, promosi, mutasi dan juga pemberian grasi serta hukuman mati akan saya sampaikan setelah makan siang di Balairung Raja, semoga semuanya senang dan selamat menikmati makan siang!" tambah Genta mengakhiri pidatonya
__ADS_1