
Naeswari terlihat cantik dan anggun membuat jantung Hermes berdesir mengagumi kecantikan Nay.
Pemuda itu memang sudah lama mengagumi Nay ketika mereka pertama kali bertemu, namun dia harus membuang jauh perasaannya karena tahu Nay hanya mencintai Pandu.
"Hey!! jangan melamun saja, ayo kita sambut yang mulia," suara Sudiro membuat Hermes menghempaskan lamunannya dan bangkit menyambut Damar dan keluarganya.
"Selamat datang yang mulia, suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda, " Lelelaki tua itu menyapa Keluarga kerajaan serta memberi hormat kepadanya
"Jangan sungkan, kamilah yang harusnya merasa terhormat dan bangga bisa bekerjasama dengan Atma jaya Group, perusahaan terbesar di kota Jogjakarta ini," jawab Damar langit
Sudiro mempersilahkan Damar dan keluarganya duduk dan menikmati sajian yang telah mereka siapkan.
Naeswari terlihat enggan dan malas berbicara di sana. Ia merasa pertemuan itu adalah hal yang paling menyebalkan dan membosankan tentu saja ia sangat benci berada disana apalagi jika untuk membahas perjodohan. Rasanya ia muak dan ingin segera pergi dari tempat itu.
" Oh iya apa dia putri bungsumu?" tanya Sudiro
"Iya dia Naeswari, putri bungsu kami," Damar memperkenalkan Nay kepada Sudiro, laki-laki itu hanya tersenyum simpul melihat ekspresi jutek Nay padanya
Sudiro segera mengeluarkan beberapa foto-foto Nay dan Hermes yang sedang berboncengan motor membuat Damar dan Lulu tercengang.
"Aku berniat melamar Naeswari putri yang mulia untuk cucu saya Hermes, karena setelah saya amati beberapa waktu lalu, mereka sepertinya saling mencintai," mendengar ucapan Sudiro membuat Naeswari naik pitam.
"Maaf Opah bila Nay kurang sopan, tapi perlu Opah tahu kalau aku dan Hermes tidak saling cinta, kami hanya teman saja dan masalah foto-foto itu diambil ketika Hery mengantarku pulang dan tidak lebih, kalau Opah tidak percaya silahkan saja tanya Hery langsung," ucap Naeswari
"Ohh, begitu, maaf Opah tidak tahu yang mulia," jawab Sudiro tersenyum simpul
"Maafkan kami Raden Mas Sudiro, mungkin putri kami ini sedikit berbeda, dan untuk masalah lamaran kami serahkan sepenuhnya pada Nay karena dia yang akan menjalani pernikahannya nanti, maaf kami tidak bisa memaksanya," jawab Damar Langit
"Tidak masalah yang mulia, aku suka dengan gaya putri anda Naeswari, dia begitu polos dan berani tidak seperti putri raja yang lain yang lemah lembut dan penurut, aku juga tidak memaksa Nay untuk menerima Hery, karena cinta tidak bisa dipaksakan, tapi seiring berjalannya waktu cinta itu akan datang karena terbiasa witing tresno jalaran soko kulino. Semoga kedepannya mereka bisa saling jatuh cinta, karena aku melihat ada kecocokan yang terpancar dari aura mereka," ujar Sudiro
Bullshit!!, emangnya situ dukun bisa meramal nasib orang,
Naeswari hanya menggumam dan memainkan jemarinya, menanggapi obrolannya yang membuatnya jengah.
Ia keluar dari dalam hotel untuk mencari udara segar, disusul oleh Hermes yang sedari tadi merasa tidak enak dengan Naeswari.
"Nay!!" gadis itu menoleh kearah pemuda yang manggilnya
"Ada apa lagi!!" jawabnya ketus membuat Hermes semakin tidak enak hati
__ADS_1
"Maafkan Opah, mungkin dia tidak tahu kalau kita cuma sebatas teman, dan aku janji padamu akan meyakinkan dia untuk tidak melamar kamu untukku lagi, dia juga bukan orang yang otoriter atau suka memaksakan kehendaknya, jadi santai saja," ucap Hermes
"Ok, baiklah aku pegang janji kamu, dan ingat aku pastikan kamu tidak akan menjadi teman aku lagi jika kalian masih memaksakan diri untuk meminta aku menjadi istrimu," jawab Naeswari langsung membuat remuk jantung Hermes
Tidak bisa dipungkiri pemuda itu merasa sakit ketika mendengar penolakan dari Naeswari gadis yang ia cintai, namun ia menutupinya dari orang-orang kecuali Sudiro yang bisa merasakan kepedihan hatinya.
"Tentu saja Nay, aku bisa jamin itu tidak akan terjadi," jawab Hermes yang kemudian berlalu pergi
Nay masih menikmati sejuknya udara Jogjakarta dimalam hari dari atas balkon, dan beberapa orang pemuda mendekati gadis cantik itu.
"Halo manis, sendirian aja, mau minum gak?" sapa seorang lelaki mendekatinya
"Tidak, terima kasih," tolak Nay sambil mendorong wine itu dari nya
"Coba saja sedikit, kamu pasti suka," jawab pemuda lainnya
"Maaf aku tidak mau," Nay segera beranjak pergi meninggalkan mereka, namun seseorang sengaja membuatnya terjatuh dengan sleding kakinya.
"Awww!!" Nay tampak geram dan bangun
Ia menatap satu persatu pemuda itu dengan amarah yang sudah menjalar ke ubun-ubunnya.
**Buuughhh!!!
Mereka tampak kaget mendapat serangan bertubi-tubi dari Naeswari.
**Greep!!!
Tiba-tiba salah seorang dari mereka membekap mulutnya dengan saputangan membuat Nay langsung pingsan.
Mereka menyeringai dan membawa Naeswari pergi dari tempat itu.
Lulu dan Damar mulai merasa khawatir ketika Nay belum juga kembali, padahal mereka harus segera pulang.
"Mungkin Nay masih di balkon tante, biar Hery cek lagi," Hermes segera pergi menuju ke balkon, sesampainya di sana ia tidak melihat Nay, hanya sepatunya saja yang tertinggal disana
Kemana kamu Nay??, jangan membuat aku khawatir?
Hermes segera berlari kebawah untuk mengecek CCTV, dan benar saja ia melihat segerombolan anak muda membawa Nay keluar dari hotel.
__ADS_1
"Halo tante, sepertinya Nay diculik orang, dan aku janji akan membawa Nay kembali tante," Hermes segera mematikan ponselnya dan melesatkan mobilnya mengejar para penculik Naeswari
"Gimana nih sayang, Nay diculik, kita harus mencarinya!" ucap Lulu panik
"Tenang saja yang mulia, percayakan semuanya pada Hery, aku yakin dia bisa menyelamatkan putri kalian," jawab Sudiro
"Baiklah kalau gitu kita pamit pulang dulu Raden," Damar berpamitan dan meninggalkan Sudiro
Ia kemudian melesatkan mobilnya meninggalkan Atmajaya hotel.
"Cari tahu siapa yang menculik calon menantuku?" tanya Sudiro kepada orang. kepercayaannya
"Baik tuan," seorang pria langsung pergi meninggalkan Sudiro sendirian di dalam ruang kerjanya
Tiga puluh menit kemudian lelaki itu kembali menemui Sudiro di ruangannya.
"Hanya anak muda biasa, mereka cuma segerombolan pria iseng saja," jawab lelaki itu
"Apa kau yakin?" tanya Sudiro
"Tentu tuan, aku sudah hapal wajah-wajah mafia dan gengster di Jogja ini," jawabnya
"Baiklah, aku ingin kamu membantu menyelamatkan Nay dan bawa gadis itu pada Hery," titah Sudiro
"Baik tuan," lelaki itu segera membalikkan badannya meninggalkan hotel Atmajaya
Hermes semakin menambah kecepatan mobilnya agar tidak kehilangan jejak para penculik itu, Ia memutar mobilnya dan menghentikannya tepat didepan mobil para penyamun itu.
**Ciit!!, braaakkk!!!
Ia segera turun dan memecahkan kaca mobil penculik itu, membuat segerombolan anak muda keluar dari dalam mobil.
"Wuiihh!!!, ada pangeran yang datang untuk menyelamatkan permaisurinya bro!!, hahahaha!!" ledek salah seorang dari mereka membuat Hermes semakin murka dan segera melesatkan tendangannnya kepada mereka hingga berjatuhan.
**Buuughhh!!!
Semua pemuda itu terlihat ketakutan melihat Hermes yang terlihat bengis dan menyeramkan, wajah tampannya berubah memerah dipenuhi amarah dengan tatapan mata elang semakin membuat ciut nyali para preman kampung itu.
Sementara orang kepercayaan Sudiro hanya menatapnya dari kejauhan dan memotret apa yang dilakukan oleh Hermes.
__ADS_1
**Ceklik...ceklik!!!