ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 53 # Menghindari Awak Media


__ADS_3

Tok, tok, tok!!


Pagi-pagi Niken dikagetkan oleh suara orang yang mengetuk pintunya berkali-kali.


"Siapa sih, pagi-pagi gini udah bertamu, awas aja kalau tukang minta sumbangan!!, biar gue siram sekalian!, ganggu orang tidur saja!" gerutu Niken


"Key!!, buka pintunya, lihat siapa yang datang!" perintah Niken


"Kenapa gak mamih aja sih, Key baru banget bangun, jadi belom ngumpul," jawab Cassey yang masih mengucek-ngucek matanya


"Tidak apa-apa Key, kamu cuma bukain pintunya aja kok, nanti kamu panggil saja mamih kalau orang itu sudah masuk ya," pesan Niken


"Baik mamih, " jawab


Cassey segera melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu rumahnya.


Ia membelalakkan matanya karena kaget melihat puluhan orang reporter yang sudah berada di depan rumahnya.


"Anj*r!!, ngapain mereka disini!!" gumam Cassey


"Itu dia!! calon istri pangeran Keraton Jogjakarta!!" teriak salah seorang reporter


**Ceklik, ceklik, ceklik!!


Beberapa orang reporter lainnya langsung mengambil gambar Cassey yang sedang membelalakkan matanya dengan mulutnya yang menganga.


"Suee!!, kenapa pake moto segala sih, kan jelek nanti foto gue, mana belum mandi lagi, aib!, aib!" keluh Cassey yang langsung menutup pintu rumahnya.


Tentu saja Cassey yang langsung pergi dan menutup pintu rumahnya membuat para awak media kecewa. Akan tetapi mereka tidak berputus asa dan tetap menunggu di depan rumah Cessey, untuk mencari berita tentang Cassey, walaupun gadis itu dan juga keluarganya tidak menemui mereka.


"Siapa yang datang Key, kenapa muka kamu seperti melihat setan?" tanya Niken


"Reporter mah," jawab Cassey


"Wah keren dong, kalau ada reporter di rumah kita bisa terkenal dong, ya udah kalau gitu mami akan keluar menemui mereka," ucap Niken


"Jangan dong mami," teriak Cassey sembari menarik lengan Niken agar tidak pergi menemui para reporter


"Kenapa kok gak boleh?" tanya Niken


"Jangan mami jangan keluar, mereka itu lagi nyari Cassey, mereka pasti mau nanya-nanya masalah video itu lagi, aku nggak mau nemuin mereka males, " jawab Cassey


"Baiklah kalau begitu, kamu pasti belum siap untuk terkenal ya, tapi bukannya kamu harus ke sekolah hari ini untuk tanda tangan dan cap tiga jari ijazah kamu," sahut Niken


"Itulah yang bikin aku bingung mami, gimana caranya biar aku bisa pergi dari sini ya, tanpa ketahuan mereka," keluh Cassey


"Hmmm, Mamih ada ide, bagaimana kalau kamu menyamar saja," kata Niken penuh semangat


"Menyamar jadi apa?" tanya Cassey


"Bentar aku telpon Rey dulu," Niken segera mengambil ponselnya dan menghubungi Ryan


**********


"Mau kemana lo Rey, sampai pakai kumis palsu segala?" tanya Ferdan

__ADS_1


"Biasa tugas Negara, melindungi anak bangsa," jawab Ryan


"Hmmm, bilang aja lo mau ke rumah Niken, terus lo bawa-bawa kumis karena pak RT sudah curiga sama kamu, karena suka nginep di rumah Niken tanpa izin, awas hati-hati dinikahkan sama anaknya pak RT lho," balas Ferdan


"Gak papa kalau cantik dan mau jadi yang kedua, saya terima dengan lapang dada," ucap Ryan


"Ada tuh yang kaya gitu, kamu mau?" tanya Ferdan


"Bungkus tiga, kalau ada," jawab Ryan


"Beneran ya, awas kalau nolak," ujar Ferdan


"Hmmm, mana??, siapa??" tanya Ryan


"Beneran mau sama Waria??, dan dia itu lebih cantik daripada wanita, bahkan bukan hanya yang kedua dia juga mau kok kalau harus jadi yang ketiga atau yang ke lima," jawab Ferdan


"Sue!!" Ryan segera pergi meninggalkan Ferdan


Ryan berjalan perlahan melewati satu persatu wartawan yang masih bertahan di rumah Niken, meskipun hari sudah beranjak siang.


"Bener-bener nih wartawan pada betah banget dimari, padahal panas gini," gumam Ryan


"Bapak siapa ya?, terus mau apa kesini?" tanya salah seorang wartawan


"Saya cuma kurir, mau kirim paket saja," jawab Ryan menunjukkan sebuah bungkusan kepada awak media


Tok, tok, tok!!


"Paket!!" teriak Ryan memberi kabar pada Niken


"Tuh pasti Rey datang," ucap Niken membuka pintu rumahnya


"Sekarang lo pakai semua yang om pakai ini, supaya orang-orang itu tidak curiga sama lo," ucap Ryan


"Baik Papih," jawab Cassey


Cassey segera memakai semua yang dipakai oleh Ryan untuk bisa masuk ke rumah Niken.


"Perfect!!" teriak Niken


"Ok mamih, papih, Key jalan dulu ya," Cassey berpamitan dan mencium tangan Niken dan juga Ryan


"Iya, hati-hati Key," ucap Niken


Cassey melangkahkan kakinya meninggalkan rumahnya, sementara itu semua wartawan terus menatapnya.


"Hei, sepertinya dia bukan orang yang tadi masuk deh, karena dia lebih kecil dan kurus!!" teriak salah seorang wartawan menghentikan Cassey


"Gawat kalau ketahuan, mending gue kabur aja dari sini daripada ketangkep," gumam Cassey yang segera melepas satu persatu baju yang dipakainya dan juga semua yang ia pakai untuk menyamar


"Lihat!!!, dia adalah Cassey!, kejaar!!" ucap salah seorang dari mereka


Cassey segera berlari sekencang-kencangnya meninggalkan wartawan dirumahnya.


***Ciiit!!

__ADS_1


"Ayo naik!!" teriak Hermes menghentikan motornya didepan Cassey


Gadis itu segera naik keatas motor dan Hermes melesatkan motornya meninggalkan para awak media yang langsung mengejarnya.


Hermes menghentikan motornya disebuah kedai kopi.


"Biasa pakde nitip!!" ucap Hermes yang segera mengganti sepeda motornya menggunakan motor milik pemilik kedai itu


"Iya, pake saja!!" jawab pemilik kedai


Setelah tiba didepan sekolah, Hermes segera menggandeng lengan Cassey menuju ruang guru.


" Lo kenapa tadi, kok bisa banyak wartawan dirumah kamu?" tanya Hermes


"Iya, mereka mau mengorek informasi dari gue, tentang video mesum itu," ucap Cassey


"Itu beneran kamu atau bukan?" tanya Hermes


"Bukan babe, mana berani gue!" jawab


"Iya, aku percaya sama kamu," jawab Hermes mengusap lembut rambutnya


Bu Kulsum tampak bertolak pinggang menyambut kedatangan Hermes dan Cassey.


"Mentang-mentang sudah lulus kamu mulai berulah lagi Casey!!" hardik Umi Kulsum


"Maaf bu, tapi itu beneran bukan Cassey," jawab Cassey


"Darimana ibu bisa percaya kalau tidak ada buktinya," sahut Umi Kulsum


"Baiklah bu, saya akan segera buktikan kalau divideo itu bukan Aku," jawab Cassey


"Baik ibu tunggu, karena kalau itu benar, ya kami juga tidak bisa memberikan ijazah kamu," ancam Umi Kulsum


"Baik, bu," jawab Cassey berjalan sedih meninggalkan ruangan itu


"Lo gak usah sedih Key, aku bakal bantuin kamu," ucap Hermes


"Terima kasih babe, kamu memang selalu membantuku saat dibutuhkan," sahut Cassey


"Itulah gunanya teman Key, susah senang kita harus saling mendukung," jawab Hermes


Keduanya keluar dari ruang guru menuju ke parkiran.


"Lo mau langsung pulang atau kemana?" tanya Hermes


"Aku mau ketempat Om Rey saja, dirumah kan banyak wartawan, jadi aku gak mau balik ke rumah." jawab Cassey


"Baik yang mulia," ucap Hermes


"Diih, apaan sih kamu babe," jawab Cassey


"Kan kamu calon istri Pangeran jadi harus dipanggil yang mulia," jawab Hermes


"Gak usah gitu," sahut Cassey

__ADS_1


"Baik bosku," Hermes segera melesatkan motornya meninggalkan sekolah


"Itu bukannya Ayah, lagi ngapain dia," gumam Hermes ketika melihat ayahnya bersama orang keraton


__ADS_2