ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Rencana Bagas


__ADS_3

*Tap.. tap..tap!


Seorang perawat memasuki ruang perawatan Cassey, gadis itu tampak terlelap setelah meminum obat.


Ferdan hanya melongok sesaat, namun saat ia melihat cuma seorang suster yang datang, diapun kembali mengobrol dengan Rey di depan selasar.


Perawat itu menghampiri Cassey, dan tersenyum simpul manakala melihat gadis itu masih terlelap.


Sekaranglah saatnya kau harus membayar kematian Marcel dan Shima.


Perawatan itu langsung mengeluarkan jarum suntik yang sudah ia siapkan dari saku bajunya.


"Hey, siapa kamu!, jangan asal suntik pasien sembarangan!" seru perawatan lain yang juga memasuki bangsal perawatan Cassey


Sial, kenapa harus ada pengganggu sih,


Lelaki itu langsung menghampiri perawat itu dan membekap mulutnya.


"Jangan banyak bacot kamu!" hardiknya, sedangkan perawat satunya lagi berteriak meminta tolong.


"Tolong!!!"


Ryan yang mendengar teriakan itu langsung masuk ke kamar, ia segera menarik perawatan gadungan itu dan menghajarnya hingga laki-laki itu terhempas ke brankar membuat Cassey segera terbangun dan memasang kuda-kuda.


Merasa jiwanya terancam, pria itu kembali mengeluarkan jarum suntiknya dari saku bajunya dan berusaha menancapkannya ke tubuh Cassey.


"Jangan mendekat!, atau akan ku bunuh wanita ini!" ancamnya


**Buugghh!!!


Bagas segera melesatkan tendangan hingga lelaki itu jatuh tersungkur, Ryan segera menarik laki-laki itu dan kembali menghempaskan pukulannya ke perut pria itu.


*Duug!!


Perawatan gadungan itu tidak tinggal diam ia berusaha melawan Rey dengan melepaskan tendangannnya kearah Ryan, bukan Rey ia juga menyerang Bagas dengan sikutan kerasnya.


Mengetahui lawannya lengah ia segera melarikan diri dengan cara melompat dari jendela. Menyadari ada yang janggal Ferdan segera berlari masuk menyusul Rey, ia segera mengejar pria yang keluar kamar melalui jendela.


"Gak usah dikejar Dan, percuma!" seru Ryan


"Kenapa Rey?"


"Aku yakin dia akan datang lagi, nanti."


"Kapan?" tanya Ferdan penasaran


"Kapan aja boleh," jawab Ryan sambil terkekeh


"Dasar dodol, diajak ngomong serius malah bercanda, sue lo!" cibir Ferdan


"Aku punya ide Om," seru Bagas


"Apa ide lo, tong?" tanya Ferdan


"Gimana kalau kita pancing merek keluar?" jawab Bagas


"Caranya?" tanya Rey penasaran

__ADS_1


"Kita biarkan Key, pulang sendiri bersama pengawal kerajaan, nanti kita bisa memasang kamera pengintai di mobilnya dan mengawasinya dari jarak jauh," tambah Bagas


"Cakep!, bolehlah kita coba nanti. Btw Cassey kapan pulangnya ya?" tanya Ferdan


"Nanti Bagas tanyakan sama dokter Om," jawab Bagas


"Ok baby, sekarang lo jagain dulu ya bini lo, kita mau dinner dulu," ucap Ryan


"Baik Om,"


Kedua lelaki itu kemudian pergi meninggalkan Bagas dan Cassey.


**********


"Mamih kenapa sih tadi nyiram Siwi sama Ahmar?" tanya Siwi kesal


"Makanya kalau pacaran itu yang sehat, jangan main nyosor aja. Apalagi kalian ciuman didepan rumah. Hadeh!! apa kata Omah Welas kalau dia lihat, bisa dikutuk tambah cantik kamu sama dia!" jawab Ayu


"Maulah kalau dikutuknya jadi cantik, jarang-jarang kan dikutuk jadi cantik." jawab Siwi terkekeh


"Iya jadi cantik, cantiknya kaya kuntilanak mau?" tanya Ayu sambil terkekeh


"Diih ogah, tapi tetep aja Mih, Siwi jadi gak enak sama Ahmar. Secara dia udah nganterin aku pulang, eh bukannya ngucapin terima kasih malah disiram, parah!" gerutu Siwi


"Makanya kalau mau takbiran jangan di tempat terbuka, pinter dikit apa jadi orang. Jangan dodol kaya bokap lo!" sahut Ayu


"Iiisshh, Mamih parah nih ngatain Papih dodol, nanti Siwi bilangin Papih ah biar Mamih dihukum," goda Siwi


"Terserah lo aja deh, Mamih sih gak takut!" jawab Ayu memasuki kamarnya.


**********


"Iya gak papa, aku ngerti kok. Maklum pengantin baru, pasti sibuk lembur." jawab Cassey


"Bisa aja lo," sahut Agni


"Btw kapan lo pulang?" tanya Hermes


"Katanya sih hari ini, tapi nunggu dokter dulu. Kalau dokternya setuju ya aku pulang sekarang, lagian sudah gak betah disini. Kangen juga sama Rendra dan Kimmy," jawab Cassey.


"Iya, nih biar lo gak BT gue bawain buah kesukaan lo," Hermes mengeluarkan kotak nasi yang berisi irisan buah pepaya.


"Wah enak nih, kok gak bagi-bagi." kata Ferdan


"Nih udah aku siapin buat Om," Agni memberikan sekotak buah pepaya potong.


"Thanks Agni,"


"sama-sama Om,"


Ferdan dan Ryan langsung memakan potongan buah itu dengan nikmatnya.


"Gila, manis banget cuy pepayanya. Btw gimana sih caranya bedain buah pepaya yang manis apa enggak?" tanya Ryan menelisik


"Gampang kok Om, hitung aja bijinya. Kalau bijinya ganjil berarti manis, tapi kalau genap berarti ya gak manis, Agni udah buktiin kok Om." jawab Agni


"Busyet, bagaimana ngitungnya Agni. Hanya orang gila yang mau menghitung biji pepaya," cibir Ferdan

__ADS_1


"Om gak percaya?" tanya Agni


"Percaya sih, tapi males buktiinya, Om terima nasib sajalah. Kan katanya semua tergantung amal perbuatan, jadi karena Om baik, gue sih selalu yakin akan selalu mendapat yang terbaik," imbuh Ferdan


"Jangan kegeeran lo bro, ingat biji lo itu cuma dua, so sadar diri dong kalau lo itu gak manis," sahut Ruan yang langsung membuat semuanya tertawa


"Sue lo!"


"Husst, jangan berisik dokternya datang," ucap Cassey


"Selamat pagi semuanya," sapa dokter itu


"Pagi dok,"


"Gimana kabarnya yang mulia," ucap sang dokter sambil memeriksa tensi Cassey


"Alhamdulillah baik dok," jawab Cassey


"Apa masih sakit?" tanya dokter


"Lumayan sudah berkurang sedikit," jawab Cassey


"Coba jalan yuk, aku mau tahu apa masih sakit atau tidak?" dokter itu membantu Cassey turun dari brankar


"Gimana?" tanyanya lagi


"Masih nyeri dikit dok," jawab Cassey


"Baik, mungkin beberapa hari kedepan akan segera pulih lagi, jangan lupa obatnya harus diminum rutin ya," ucap sang dokter


"Baik dok, btw kapan saya boleh pulang?" tanya Cassey


"Sekarang sudah boleh pulang, tapi jangan lupa datang lagi setelah tujuh hari dari sini ya." ucap sang dokter


"Terima kasih dok," jawab Cassey bahagia


"Sama-sama yang mulia," dokter itu pergi meninggalkan ruangan perawatan itu.


"Alhamdulillah akhirnya pulang juga, kuy beres-beres!" perintah Ryan


"Lho pada mau kemana, kok sudah beres-beres saja!" ucap Noval kebingungan


"Pulanglah, masa mau nginep lagi!" jawab Ferdan


"Masa gue baru datang, udah mau pulang aja. Gak asik banget sih," tandas Noval


"Lo tuh yang gak asik, mentang-mentang ada bini lo disini, lo gak pernah keluar kamar. Kaya pengantin baru saja, hati-hati nanti keluar Opang junior lagi. iIgat anak sudah empat jangan bikin malu pemerintah, karena gagal mempromosikan program dua anak cukup." jawab Ryan


"Iya, iya mangap eh maaf," Noval segera membantu Ryan membereskan peralatan Cassey


"Udah beres semuanya, sekarang tinggal kita jalanin rencana si baby, mumpung ada Opang dia aja yang jadi supir Key, kita mengawasinya dari belakang," tambah Ryan


"Siap Jendral!" jawab mereka serentak


Noval segera meninggalkan rumah sakit berdua dengan Cassey, sedangkan yang lain mengikutinya dari kejauhan.


Rencanapun berjalan mulus, ketika mobil Noval sudah berada dijalan yang sepi tiba-tiba beberapa mobil mencegatnya.

__ADS_1


**Ciii!!!


"Kampret satu lapor ke kampret dua. Rencana berhasil, gue sudah di kepung oleh dedemit di jalan Gajah Mada, segera kirim bala bantuan segera!" ucap Noval


__ADS_2