
Nilam tiba-tiba menghentikan langkahnya, gadis itu menoleh kebelakang memastikan siapa yang mengikutinya.
Sial tidak ada siapa-siapa, tapi aku yakin ada seseorang yang sedang mengikuti ku, jangan-jangan orang-orang suruhan Harsiwi!!
Gadis itu mempercepat langkahnya untuk menghindari kejaran seseorang yang sedang menguntitnya.
*Greepp!!!
"Mmmm," Gadis itu meronta-ronta ketika seseorang menyergapnya dan membawanya ke sebuah gang kecil yang sepi.
Nilam membelalakkan matanya ketika seseorang lelaki membuka penutup kepalanya.
"Jonas!!" teriak Nilam
"Kenapa kau kaget dengan kedatanganku?" tanya lelaki itu sembari menyalakan rokoknya
"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Nilam
"Tentu saja untuk menemui mu sayang, aku sangat merindukanmu honey. Btw menurut kabar yang berhembus, gue dengar jika lo sekarang sedang mengandung anak gue, apakah itu benar?" tanya Jonas mendekati Nilam yang langsung menjauh darinya
"Ciih, siapa yang sudi mengandung anak bajing*n seperti dirimu, denger ya Jonas, gue udah gak ada hubungan lagi sama lo dan gue udah gak butuh lo lagi. Jangan pernah datang atau menemuiku lagi, aku jijik sama lo!!" hardik Nilam, gadis itu kemudian pergi meninggalkan Jonas yang masih menatapnya dari kejauhan
Siapa yang menyampaikan kabar kehamilan gue pada Jonas, apa Revan?, tapi tidak mungkin aku sangat percaya dengan Revan Selama ini ia selalu mendukungku dan tidak pernah berkhianat.
Nilam segera menyetop sebuah taksi yang melintas di depannya.
" Sahid hotel ya pak," kata Nilam kepada sopir taksi
"Baik non," lelaki itu segera melesatkan mobilnya menuju ke Hotel Sahid jaya Surakarta
"Halo, ada apa ayah?" sapa Nilam mengangkat teleponnya yang sedari tadi berdiri
"Kamu di mana?" tanya Bambang
"Aku sedang aku OTW menuju ke Sahid Jaya hotel, mungkin 20 menit lagi aku baru sampai di sana,"
"Oke, pastikan tidak ada yang mengikuti mu,"
"Tentu ayah,"
Dua puluh menit kemudian taksi itu berhenti di depan hotel Sahid Jaya Surakarta, dalam segera turun dan menuju ke lobby hotel.
Bambang sudah menunggu putrinya di lobi dan mengajaknya menuju ke sebuah coffee shop.
Disana beberapa beberapa orang sesepuh istana dan juga dus orang penasehat sudah menunggunya.
Sementara itu dari kejauhan tampak Baladewa masih mengintai kegiatan Nilam dan juga ayahnya.
"Tidak sia-sia aku mengikuti Gadis itu, ternyata benar dugaanku mereka sudah menyiapkan sebuah rencana untuk melakukan kudeta," gumam Baladewa
Pria menghentikan seorang pelayan yang hendak mengantarkan minuman ke meja Nilam dan ayahnya.
"Boleh minta tolong sebentar?" tanya Baladewa
"Tentu saja, apa yang harus aku lakukan?" jawab pelayan itu
"Bisakah kau berdiri di sana sebentar?" tanya baladewa sembari menyisipkan sebuah pulpen ke seragam baju gadis itu.
"Kira-kira sampai berapa lama tuan,"
"Sepuluh menit," anak itu memberikan beberapa lembar uang seratus ribu rupiah kepada wanita itu
"Baik tuan," wanita itu berjalan menuju ke meja Nilam dan juga Bambang, untuk mengantarkan pesanan mereka, ia menuangkan minuman mereka sembari merekam apa yang dibicarakan bicarakan hingga waktu yang ditentukan. Setelah selesai Ia buru-buru menemui Baladewa. Tidak lupa gadis itu kemudian memberikan pulpen berisi rekaman pembicaraan Bambang fan para sekutunya.
"Terima kasih," pria itu kemudian pergi menuju ke mobilnya, ia menyalakan pulpen yang berfungsi sebagai perekam suara dan mendengarkan pembicaraan Bambang dan semua oposisi yang hadir disana.
"Barang bukti ini tidak boleh hilang," gumam Baladewa meningalkan hotel itu.
Sementara ditempat yang berbeda Jonas mantan kekasih Nilam sedang menginterogasi Revan untukengorek informasi mengenai isu kehamilan Nilam.
"Kau jangan bohong Van, isu itu sudah tersebar di kampus. Bahkan semua mahasiswa menuduh akulah yang menghamili Nilam, padahal kau tahu kan kalau Nilam itu player yang suka gonta-ganti pacar dan teman tidur!!" ujar Jonas membuat Revan meradang
**Buuuggghhh!!
Sebuah tinju mendarat di wajah Jonas, Revan yang kesal dengan lelaki itu menatapnya nyalang penuh kebencian.
"Dasar brengs*k, beraninya kau berkata seperti itu setelah berhasil menidurinya, asal lo tahu, walaupun Nilam suka gonta-ganti pacar tapi dia cuma tidur dengan lo. Dan lo bisa merasakan sendiri setelah kau menidurinya!" jawab Revan
Good, ternyata trikku berhasil dan gue tahu sekarang kalau bayi yang dikandung Nilam adalah anakku,
Jonas tersenyum sinis dan kemudian meninggalkan Revan sendiri disana.
Bodoh kenapa gue bisa terpancing perkataan si Jonas, pasti sebentar lagi Nilam bakal memaki-maki gue karena kesalahan ini,
__ADS_1
Revan hanya bisa mengacak-acak rambutnya, ketika menyadari kecerobohannya memberitahu rahasia terbesar Nilam kepada mantan rivalnya itu.
**********
*Tak, tak, tak!!
Seseorang terlihat berjalan sangat cepat mengejar Devin yang mulai sadar jika ia sedang dibuntuti olehnya.
Lelaki itu akhirnya berhasil menarik kerah baju Devin, dan menghujamkan tinju kerahnya. Karena mendapatkan serangan yang begitu cepat tentu saja Devin tidak dapat menghindar hingga ia harus merelakan beberapa kali terkena tendangan dan dengkulan dari lelaki bertopeng itu.
"Sudah ku bilang jangan pernah meremehkan ancaman ku, tapi kau sepertinya tidak menggubris semua peringatan dariku, untuk itulah sekarang saatnya yang tepat untuk menghabisimu!" Lelaki itu menyeret tubuh Devin dan membawanya menuju ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari hotel mewah itu.
"Dia sudah bersamaku sekarang," ucap lelaki itu menjawab pertanyaan seseorang yang menelponnya
"Baik bos, aku akan menghabisinya dan aku janji padamu tidak akan meninggalkan jejak," sahut laki-laki itu mengakhiri obrolannya.
Ia kemudian mendorong tubuh Devin agar masuk kedalam mobil dan meluncur meninggalkan hotel itu.
Lelaki itu berhenti sejenak di sebuah SPBU untuk mengisi tanki mobilnya yang mulai menipis.
Lelaki itu memandang sinis kearah Devin yang belum sadarkan diri, sebelum akhirnya ia turun dari mobilnya.
Devin yang hanya pura-pura pingsan memanfaatkan kelengahan lelaki itu untuk kabur. Ia langsung membuka pintu mobil yang tidak terkunci dan lari meninggalkan tempat itu.
"Kurang ajar, kemana dia!!" gerutu lelaki itu ketika menyadari Devin sudah tidak ada lagi di mobilnya.
Ia segera melesatkan mobilnya untuk mencari keberadaan Devin.
Dengan langkah tertatih sembari memegangi perutnya Devin berhenti sejenak karena tidak mungkin melanjutkan pelariannya dengan kondisinya yang buruk.
Ia berpikir untuk bersembunyi di suatu tempat agar lelaki itu tidak menemukannya. Baru saja ia akan memasuki sebuah pusat perbelanjaan, seorang langsung menariknya dan menyeretnya keluar.
"Jangan harap kau bisa lari dariku yang mulia!!"
"Lepaskan dia!!" seru Kinan yang berdiri didepan mereka
"Kinan!!" seru Devin bahagia
"Cih, hanya seorang gadis kecil, makan dulu yang banyak baru kau bisa menjadi seorang jagoan!" ucap lelaki itu menepuk pipi kinan
Kinan menatap nyalang lelaki itu, membuatnya semakin tertawa geli melihat wajah marah Kinan.
"Lepaskan dia atau kau akan mati!!" ancam Kinan membuat lelaki itu semakin terkekeh mendengar ancaman darinya
"Kau mau aku melepaskan dia bukan, baiklah akan ku kabulkan!!" seru laki-laki itu.
"Ups, sorry!!" ucapnya sembari meledek ke arah Kinan yang sudah mengepalkan tangannya.
Kinan yang sudah geram dengan lelaki itu yang seakan merendahkannya segera melesatkan tinju mautnya kepipi lelaki itu hingga air liurnya menyembur keluar dari mulutnya.
"Wow, ternyata kau mempunyai pukulan yang lumayan juga gadis kecil," ucap lelaki itu sembari memegangi pipinya yang terasa nyeri.
Ia kemudian melesatkan tinjunya untuk membalas serangan Kinan namun gadis itu berhasil menahan tinjunya, dengan seringai di wajahnya Kinan kembali melesat upper cut ke dagu lelaki itu hingga membuat darah segar mengalir di ujung bibirnya.
"Biar pipi kiri tidak iri, gue kasih bonus satu lagi!" Kinan kembali melesatkan pukulannya ke pipi kiri lelaki itu hingga membuat beberapa giginya tanggal.
"Oh, gigiku!!" seru lelaki itu sedih
"Makanya jangan suka meremehkan orang lain, dan jangan pernah memandang orang hanya dari covernya saja. Karena kita tidak akan tahu seberapa kuat orang itu!!" ucap Kinan meninggalkan orang itu.
Ia langsung memapah Devin, menuju ke motornya.
"Kamu kenapa sih honey kok bisa babak belur kaya gini?" tanya Kinan sambil mengusap lembut pipinya
"Sakit!" keluh Devin
"Unch, maaf ya honey, tapi kalau di kasih kiss sakit gak?" goda Kinan
"Gaklah, malah cepat sembuh!" jawab Devin sambil terkekeh
"Dasar omes, kuy kita ke klinik sekarang!" ajak Kinan
"Diih, kirain mau kasih kiss eh malah ngajak ke klinik!!"
"Terus kamu maunya kemana?" tanya Kinan
"Kepelaminan,"
"Mau," jawan Kinan tersipu-sipu
"Tuh mupeng kan, wkwkwk!!" goda Devin membuat Kinan memerah
"Kuy naik jangan bercanda lagi!" ajak Kinan
__ADS_1
"Biar aku aja yang bonceng kamu Kin, kamu di belakang saja," Devin segera menggeser posisi duduk Kinan agar duduk dibelakangnya
Devin segera melesatkan motornya menuju ke klinik terdekat.
Tidak berapa lama Baladewa segera menyusul ke Klinik untuk mengecek, kondisi terbaru Devin.
"Kau tidak apa-apa yang mulia?" tanya Baladewa
" Aku baik-baik saja, beruntugnya ada Kinan yang menolongku, jadi nyawaku masih bisa selamat,"
"Maafkan aku yang mulia karena tidak bisa menemanimu akhir-akhir ini." ucap Baladewa penuh sesal
"Tidak mengapa paman, aku tahu ada tugas yang begitu besar yang sedang paman jalankan sekarang. Tidak usah khawatir kan aku," balas Devin
Pria itu kemudian membuka ponselnya yang terus bergetar.
"Kau boleh bahagia, karena hari ini masih bisa lolos dari maut, tapi tidak dengan nanti malam, besok ataupun lusa!!"
"I Will Kill you, my Majesty!!"
( Saya akan membunuhmu yang Mulia)
"KILL YOU (membunuhmu!!"
Ia kemudian mematikan ponselnya setelah membaca beberapa pesan berisi ancaman.
"Apa kau sering mendapatkan teror seperti itu?" tanya Baladewa
"Sudah dua hari ini paman, lebih tepatnya sehari sebelum Rapat dengan para sesepuh dan penasihat istana, dan setelah itu ancaman dan teror ini semakin sering. Bahkan selalu saja ada seseorang yang mengikuti aku, seperti yang terjadi hari ini," jawab Devin
"Sepertinya kau membutuhkan seorang bodyguard sekarang, karena aku tidak bisa menjagamu untuk beberapa waktu ini. aku masih fokus untuk mencari bukti-bukti kudeta yang dilakukan oleh perdana menteri, jadi bagaimana apa kau setuju dengan usulanku ini?" tanya Baladewa
"Baiklah aku setuju, tapi siapa bodyguard itu?" Devin balik bertanya
"Kenapa tidak Kinan saja yang jadi bodyguardmu," ucap Baladewa membuat Kinan dan Devin terkejut dan membulatkan matanya
"Gue!!, jangan bercanda paman. Apa gak salah paman milih gue, bukannya di istana banyak orang-orang yang memiliki kemampuan beladiri lebih tinggi dari aku?" tanya Kinan
"Tentu saja tidak, kamu memiliki kemampuan beladiri diatas rata-rata, bahkan jika kau menambah berat badanmu sedikit maka kekuatanmu tidak bisa diragukan lagi!" jawab Baladewa
"Hehehehe, paman terlalu berlebihan," sahut Kinan tertawa kecil
"Bagaimana Sayang, kamu mau tidak?" tanya Devin
"Mau sih, tapi aku kan harus mengajar juga, jadi gimana dong," jawab Kinan
"Kamu berhenti ngajar saja, bukannya menjaga calon suami itu nomor satu. Aku juga akan memberikan gaji sepuluh kali lipat dari gajimu sebelumnya?" ucap Baladewa membuat Kinan langsung melotot kearahnya
Kalau gajiku disekolah saja dua juta rupiah, berati gajiku nanti menjadi dua puluh juta rupiah!, wow amazing!!!
Kinan hanya tersenyum-senyum sendiri membayangkan gaji yang akan diterimanya jika menjadi bodyguard Devin.
"Eeh, tapi gak bisa kayaknya paman. Soalnya walaupun mengajar itu gajinya kecil, kata Papih yang penting adalah sebuah pengabdian, mentransfer ilmu yang bermanfaat untuk generasi penerus bangsa. Walaupun gaji kecil tapi Allah akan menggantikannya dengan Syurga sebagai balasan atas pengorbanannya yang mulia," jawab Kinan
"Jadi kayaknya gak bisa deh, paman. Maaf ya sayang. Tapi aku akan selalu menjamu dari jauh. Sebut namaku jika kau membutuhkan bantuanku atau sedang dalam bahaya, aku pasti akan datang," tambah Kinan
"Mana bisa, emangnya kau punya telepati, atau bisa datang secepat kilat menolongku seperti Gundala!" sahut Devin
"Kan kita punya handphone sayang, itu jauh lebih cepat daripada berita gosip ibu-ibu komplek!" jawab Kinan
"Kalau keadaan genting mana sempat nelpon honey,"
"Don't worry, kita ini sudah memiliki ikatan batin yang kuat honey. Jadi aku bisa tahu kalau kamu sedang dalam bahaya, itulah yang dinamakan kekuatan cinta sayang atau the power of love," tambah Kinan membuat Devin dan Baladewa tertawa mendengarnya
"Dasar Bucin, kebanyakan makan mi in lo. Sudahlah jangan kebanyakan bercanda, ini serius honey!" seru Devin
"Baiklah Kinan, kami memberikan kamu waktu dekapan jam untuk memikirkan kembali tawaran kami, jika kau berubah pikiran dan bersedia menjadi bodyguard Devin maka segera telepon aku atau Devin," ucap Baladewa meninggalkan klinik bersama Devin.
"Apa! jadi bodyguard gajinya dua puluh juta!!" teriak Niken, tiba-tiba matanya berubah menjadi angka-angka yang terus berjalan dan berhenti di angka dua puluh juta.
"Ting!!!"
"Iya, biasa aja keles, gak usah kaget dan melotot kaya gitu," jawab Kinan
"Terus lo terima?" tanya Niken penasaran
"Gue tolak,"
"Lah, kok gitu,"
"Kan kata Papih kalau mau bekerja jangan hanya melihat dari gajinya, tapi dari manfaat dan pahalanya, kaya pekerjaan guru walaupun gajinya dikit tapi insya Allah hidupnya berkah dan di jamin masuk Syurga,"
"Eleh, mau aja dibohongi papih lo, hidup itu harus realistis dong Kinan. Memang mudah apa masuk Surga, ya kalau lo jadi guru yang amanah dan mengajar dengan benar tanpa korupsi waktu mengajar. Ingat banyakan guru menunda waktu mengajar hanya untuk sekedar ngopi, benerin make up, sarapan, atau ke toilet dulu tanpa izin duku kepada para siswa. Tanpa mereka sadari sebenarnya mereka itu sedang mengkorupsi waktu belajar siswa, hak siswa yang nanti akan ditanyakan di akhirat. Sudahlah gak usah dibahas yang jelas jadi bodyguard juga banyak manfaatnya kau akan mendapatkan pahala yang besar dengan menyelamatkan seseorang apalagi orang itu adalah pemimpin yang amanah, orang alim atau janda-janda tua yang memiliki banyak anak , eeh maaf jadi gak nyambung." sahut Niken bak mamah Dedy
__ADS_1
"Jadi Terima pekerjaan itu," tambah Nike
"Diih, baru juga sebentar jadi Mamah Dedy kok sudah berubah jadi mamih matre lagi!" jawab Kinan sambil terkekeh