ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 33. Karya Wisata ke Keraton Cendana Kalingga


__ADS_3

Sementara itu di tempat berbeda, Devin sedang melakukan upacara penobatan putra Mahkota.


"Setelah ini apa yang harus aku lakukan lagi ?' tanya Devin


"tidak ada, pulanglah dan segera istirahat," jawab Baladewa


"Baik paman," jawab Devin


Devin segera meninggalkan Baladewa disana .


"Besok kita ada kunjungan dari sekolah Merah Putih yang akan mengadakan karya wisata, dan ini bisa jadi ajang pengenalan kamu kepada warga Jogjakarta sebagai calon Raja Keraton Cendana Kalingga." Ujar Harsiwi


"Baik Ibu,"


"Ingat, jaga sikapmu karena kamu sekarang adalah seorang pangeran!" seru Harsiwi


"Baik Ibu," Devin segera meninggalkan Harsiwi menuju ke kamarnya.


Ia kemudian membuka ponselnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat berita Kimmy yang dilamar oleh Angga.


Tanpa terasa butiran kristal bening mengalir dari sudut matanya, Devin sangat sedih melihat Kimmy sebentar lagi akan menikah dengan Angga.


"Kenapa kau begitu cepat mencari penggantiku Kim, katanya kau sangat mencintai aku. Tapi kenapa belum lama kita putus kau malam memutuskan untuk menikah dengan Angga!" Devin memukulkan tangannya dengan keras ke dinding kamarnya hingga terluka dan berdarah.


"Aaaarrrghh!!" teriak Devin di kamarnya membuat beberapa orang pengawal istana langsung mengecek keadaannya.


"Ada apa yang mulia?" tanya seorang pengawal istana


"Tidak papa, pergilah," jawab Devin


"Tapi tangan yang mulia terluka, biarkan hamba panggilkan tabib istana untuk mengobati luka anda," jawab pengawal lainnya


"Tidak perlu, aku bisa mengobatinya sendiri," sahut Devin


"Sekarang pergilah," titah Devin dan semua pengawal istana langsung pergi dari kamar itu


"Kamu kenapa Vin?" tanya Baladewa yang tiba-tiba datang ke kamarnya


"Tidak apa-apa paman," sahut Devin


"Jangan bohong, aku tahu kamu pasti sedih karena putri Keraton Arjowinangun itu kan?" tanya Baladewa


"Iya Paman,"


"Kenapa kau tidak kembali saja padanya, bukannya yang mulia permaisuri juga menyetujui hubungan kalian?"


"Itu karena Ibu belum tahu Kalau Kimmy cuma anak angkat Yang Mulia Ratu Cassandra, kalau beliau tahu juga pasti akan melarang hubungan kami,"


"Hmmm, jadi itu masalahnya, kenapa kau memutuskan Kimmy?"


"Iya Paman, aku pikir sebelum aku terlalu dalam mencintainya, makanya lebih baik ku akhiri hubungan kami yang baru seumur jagung kala itu,"


"Keputusan kamu sudah tepat, sekarang mulailah untuk melupakan gadis itu,aku yakin kamu bisa."


"Jangan terlalu larut dalam kesedihan, lakukan kegiatan yang bermanfaat sehingga kau akan bisa melupakannya,"


"Baik Paman,"


************


"Ayah, sebentar Lagi aku akan menikah dengan Kimmy, sedangkan aku sekarang ini menganggur, jadi bolehkan aku bekerja lagi?" tanya Angga


"Kau kan bisa menggantikan posisi ayah di perusahaan keluarga kita, jadi kau bisa mulai bekerja besok,"


"Aku tidak mau bekerja di tempat Ayah, aku mau mandiri, aku ingin kerja dari hasil keringat aku sendiri tanpa memanfaatkan kekayaan Ayah,"


"Tapi siapa yang akan melanjutkan bisnis kita kalau bukan kamu?"


"Gavin, dia yang akan melanjutkan bisnis papah, lagian aku tidak berbakat untuk menjadi bisnis man, aku lebih terpanggil untuk menjadi seorang pendidik,"


"Ya sudah terserah kau sajalah, tapi kalau kau perlu sesuatu segera minta sama ayah,"


"Tentu, jadi boleh kan aku menjadi dosen lagi?"


"Iya, sakarepmu lah," jawab Russel


"Yes," Angga tersenyum bahagia karena ia bisa bertemu dengan Kimmy setiap hari di kampus nantinya.


**********


Pagi Hari Kinan sudah mempersiapkan semua murid-murid kelas sebelas untuk melakukan kunjungan wisata ke Keraton Cendana Kalingga.


"Ingat, kalian dilarang meninggalkan berbagai bentuk coretan di keraton itu, jaga kebersihan, jangan berisik dan juga jaga bicara kalian. Bicaralah dengan santun, pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar atau bahasa kromo inggil, jangan pakai bahasa gaul, ingat itu!" ucap Kinan


"Bagi yang ketahuan melanggar, maka siap-siaplah untuk menerima kasih sayang dari Miss!" ancamnya membuat semua siswa langsung meringis


"Sekarang semuanya sudah siap, tolong cek teman kalian satu-satu, dan khusus ketua kelas harus melaporkan siapa yang tidak ikut dalam kegiatan hari ini," tambah Kinanthi


Kinanti kemudian berkeliling untuk mengecek setiap siswa yang masih dikumpulkan di aula sekolah.


*Braakkkk!!


"Bangun!!, kalau mau tidur jangan disini!" seru Kinan membuat Adrian yang sedang tertidur di meja langsung terbangun.


"Orang sedang diberikan pengarahan malah tidur, emang menurut kamu aku sedang menyanyikan lagu nina bobo hah!!" ucapnya dengan nada tinggi


"Sekarang berdiri di depan!" titah Kinan

__ADS_1


Adrian segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke depan.


"Ini juga bukannya dengerin pengarahan malah baca komik!" seru Kinan menarik komik Rendra


"Astaghfirullah, Rendra!!!" Kinan merasa tercengang ketika tahu yang dibaca Rendra adalah komik 21+


Rendra segera menutup wajahnya karena malu, sedangkan Kinan hanya menggelengkan kepalanya melihat ulah keponakannya itu.


"Benar-benar kurang ajar!!" keluh Kinan sembari memukul Rendra dengan buku komik nya.


"Sekarang berdiri di depan!" perintah Kinan


Rendra kemudian berjalan ke depan dan berdiri di samping Adrian.


kenal kembali melanjutkan sidang dan kali ini ia langsung menjambak rambut Jemmi yang tertidur pulas di meja paling belakang.


"Ini lagi, padahal aku sudah teriak-teriak dari tadi masih aja tertidur pulas disini, bangun!" Hardi Kimi membuat cemilan langsung membuka matanya dan tersentak kaget saat Kinan menjambak rambutnya


"Ampun Miss, ampun!!" teriak Jemmy


"berdiri di depan cepat!" perintah Kimi sambil menendang pantat Jemmy


"Astagfirullah, lagi-lagi trio kulkas yang membuat masalah di sekolah kita ini, apa kalian baru sadar jika setiap hari harus diberi hukuman," seru Lisven yang baru memasuki Aula


"Mau di beri hukuman apa Pak mereka?" tanya Kinanti


"Kita jadikan mereka dokter kecil saja, dan merekalah yang akan mengurus siswa-siswa yang teler alias mabuk saat perjalanan menuju ke Keraton Cendana Kalingga, lumayan kan tugas kita sedikit berkurang dengan adanya mereka," jawab Lisven


"Tidak mau!" jawab ketiganya kompak


"Kenapa?" tanya Lisven


"Kita ini sudah terlalu besar Pak, untuk dijadikan sebagai dokter kecil. Lagian kita ini kan jijik kalau melihat orang yang mabuk kendaraan, masa kita disuruh nolongin merek. Bukannya kita akan membantu kerjaan Bapak dan Miss malah kita akan merepotkan kalian karena kita akan ikut-ikutan mabuk juga," jawab Jemmy


"Betul itu, aku juga langsung muntah kalau lihat orang muntah," tambah Adrian


"Apalagi saya pak," jawab Rendra


"Tidak ada alasan, aku sudah memutuskan bahwa kalian yang akan menjadi tim medis atau dokter kecil selama kegiatan karya wisata ini, jadi tidak ada bantahan atau hukumannya akan saya tambah lagi yang lebih menegangkan," jawab Lisven


"Jangan!" jawab ketiganya serentak


"Yasudah laksanakan!" seru Lisven


"Siap Laksanakan!!" jawab ketiganya serentak


"Duh, pak Lisven benar-benar keren euy, dia sungguh berkharisma. Pantas saja anak-anak pada patuh dan tidak ada yang berani membantahnya. Kenapa hatiku jadi berdebar-debar gini ya kalau dekat sama dia," batin Kinan


"Kalau semuanya sudah siap, kita langsung suruh mereka untuk masuk kedalam bus masing-masing saja Miss," ucap Lisven


"Oh iya, baik pak," jawab Kinan gugup


Dan betapa senangnya ketika ia berada satu bus bersama Lisven


"Eeh, ternyata kita satu bus ya pak," ucap Kinan salah tingkah


"Iya Miss, silahkan duduk," Lisven mempersilahkan Kinan untuk duduk disebelahnya


"Ya Allah kenapa gue tambah deg-degan gini ya, bisa-bisa badan gue kram semua ini karena tegang duduk disamping cowok keceh kaya Pak Lisven," batin Kinan


Selama perjalanan menuju ke Keraton Cendana Kalingga keduanya hanya terdiam, Lisven lebih asyik membaca buku sedangkan Kinan yang biasanya cerewet mendadak diam seribu bahasa karena tegang dan grogi duduk disampingnya.


"Hadeeh, kalau diem-dieman seperti ini terus bahaya ini!" keluh Kinan


Suasana sejuk Bus yang ber-AC ditambah suara alunan musik membuat kantuk akhirnya menyerang Kinan.


"Ya Allah jangan tidur, jangan, jangan sampai ketiduran Kianan. Ingat Kinan kamu harus jaga image di depan Lisven, jadilah cewek Anggun yang manis serta berkharisma, jangan sampai memperlihatkan jiwa bar-bar kamu," batinnya sambil meremas-remas jemarinya untuk menahan kantuknya yang semakin lama tidak bisa ia tahan lagi.


Setengah jam kemudian Kinan akhirnya terlelap. Dengkurannya yang keras mulai terdengar, dan Lisven tertawa ketika melihat ekspresi mangap Kinan saat sedang tidur.


"Lucu juga kalau lagi tidur si Kinan, cuma sayang cantik-cantik kok ngorok," batin Lisven


**Dug!


Kepala Kinan membentur kaca bus hingga membuat Lisven langsung memindahkannya agar bersandar di bahunya.


Setelah dua jam lebih perjalanan menuju ke Keraton cendana Kalingga, Lisven membangunkan Kinan ketika sudah tiba di depan halaman Keraton itu.


"Miss, bangun Miss!" ucap Lisven lirih


"Emmm, berisik!!" jawab Kinan sambil menampar wajah Lisven.


*Plaaakk!!!


"Anj*r!!, ternyata dia bar-bar banget aslinya!" seru Lisven membuat Kinan terbangun


"Eeh, ada apa Pak?" tanya Kinan yang baru saja membuka matanya


"Tidak apa-apa kok Miss, cuma mau bilang kalau kita sudah sampai di Keraton cendana Kalingga," ujar Lisven


"Oh Maaf ya aku ketiduran, BTW gue bikin kegaduhan nggak selama tidur?" bisik Kimmy


"Gak Kok, cuma ada suara-suara aneh aja yang baru saja aku dengar," jawab Lisven tertawa kecil


"Oh gitu, yaudah ayo kita turun," Ajak Kinanthi


"Tas kamu mau ditinggal?" tanya Lisven

__ADS_1


"Oh iya lupa Pak," jawab Niken tersipu, ia segera membalikkan badannya untuk mengambil tas selempang miliknya,


"Ayo jalan Pak," ajak Niken


Keduanya berhenti ketika didepan pintu keluar Bus.


"Silahkan bapak duluan," ucap Kinan


"Ladies first Miss," jawab Levin


"Thanks Pak Levin!" jawab Kinan sembari tersenyum simpul dan menatap pemuda itu


"Hati-hati Miss, lihat kedepan, awas terperosok!" seru Lisven karena Kinan terus menatapnya


"Kyaaa!!" karena terus menatap kearah listen dan tidak melihat jalan, Kinanti jatuh terperosok saat turun dari bus, beruntungnya ada Devin yang segera menangkap tubuhnya hingga ia tidak jatuh tersungkur ke tanah.


"Wow!!" seru Kinan membulaykan matanya


Lisven segera berlari menghampiri Kinan yang masih dalam pelukan Devin.


"Kaya adegan di FTV," batin Lisven


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Devin dan Levin bersamaan


"Gak papa, cuma keseleo aja," jawab Kinan meringis


Devin segera melepaskan pelukannya, dan membantu Kinan berdiri.


"Gimana masih bisa jalan tidak?" tanya Devin lagi


" Iya nanti saya coba, terima kasih atas bantuannya," jawab Kinan, ia mencoba melangkahkan kakinya menuju area pendopo Keraton


"Awww!!" teriak Kinan yang kembali terjatuh


"Sepertinya kakimu harus segera diamputasi!" jawab Devin


"What!!!" teriak Kinan ketakutan


"Eeh maaf salah maksudnya bukan diamputasi tapi diobati," jawab Devin sambil terkekeh


"Diih dasar ngagetin aja!" seru Kinan sambil mendorong Devin hingga jatuh


"Sttttt!" seru Lisven


"Apa?" tanya Kinan


Lisven segera mengurungkan niatnya untuk memberitahukan Kinan bahwa Devin adalah Pangeran Keraton Cendana Kalingga.


"Kamu mau ngapain!" seru Kinan saat Devin langsung memegang kakinya


"Jangan macam-macam atau aku hajar kamu!" ancam Kinan


"Hajar aja kalau berani!" tantang Devin yang langsung mencengkeram kaki Kinan dan menariknya hingga gadis itu menjerit kesakitan


"Aaaargggghhh!!!"


"Sakit tahu!!" teriak Kinan sambil melesatkan tendangannnya kearah Devin


*Buuughhh!!


"Sialan, dasar bar-bar main tendang aja bukannya terima kasih!" gerutu Devin yang langsung meninggalkan gadis itu bersama Lisven


"Dasar sok tahu!, bisa-bisanya main tarik kaki gue, kalau patah gimana," keluh Kinan.


Gadis itu berusaha bangun dibantu oleh Lisven.


"Thank Pak," ucap Kinan


"Sama-sama, sekarang coba jalan, nanti kalau gak bisa jalan biar aku gendong," jawab Lisven


"Uunch, so sweat banget sih Pak Lisven, jadi enak," sahut Kinan tersipu-sipu


Gadis itu kemudian berjalan perlahan.


"Anj*y, kaki gue udah gak sakit lagi. Sudah sembuh pak Lisven!" seru Kinan sambil melompat kegirangan


"Kamu harus berterima kasih kepada Yang mulia Pangeran Devin Rakabuming," jawab Lisven


"Apa bapak bilang, pangeran?" tanya Kimmy penasaran


"Iya,"


"What!!, jadi cowok yang tadi itu Putra mahkota keraton Cendana Kalingga iya!" tanya Kinan sambil melotot


"Hmmm,"


"Ya Ampun bapak, kenapa tidak memberitahu saya sebelumnya, kan jadi saya tidak merasa bersalah seperti ini?" tanya Kinan


"Maaf Miss, tadi sebenarnya saya sudah mau memberitahu Miss. Tapi saya urungkan karena keburu yang mulia Pangeran Devin mengobati kaki Miss. jadi aku batal memberitahukan siapa dia sebenarnya pada kamu," terang Lisven


"Ya sudahlah nasi sudah menjadi bubur, nanti biar saya saja yang minta maaf kepada yang Bunda pangeran," tandas Kinan


Keduanya kemudian bergegas menuju ke pendopo agung dimana Yang Mulia Ratu Harsiwi Kinasih dan para abdi dalem Keraton sudah bersiap menyambut mereka.


Dua orang dayang istana langsung mengalungkan bunga sebagai tanda penyambutan kepada Kinan dan juga guru-guru lainnya.


"selamat datang di Keraton cendana Kalingga semoga bapak ibu guru serta murid-murid SMA merah putih bisa dipelajari dan mengenal sejarah Keraton cendana Kalingga," ujar ratu Harsiwi

__ADS_1


"Sebagai acara pembukaan kami akan menjelaskan semua tentang sejarah dan juga keadaan Keraton cendana Kalingga yang akan disampaikan oleh yang mulia Pangeran Devin Rakabuming, dia juga akan memberikan pendampingan selama kunjungan berlangsung, jadi jika ada pertanyaan silahkan tanyakan saja kepada beliau," ujar Ratu Harsiwi


__ADS_2