
"Laper gue Dan, gila juga tuh si Elsa Frozen kuat banget ngejar-ngejar kita sampe kemari," tutur Ryan sambil meneguk sebotol air mineral.
"Niken kemana Rey, kok gak kelihatan?" tanya Ferdan
"Dia lagi beli daleman sama Cassey," jawab Ryan
"Oh pantesan ngilang, aku makan duluan ya bro,"
"Silahkan Dan, gue tahu lo pasti kelaparan karena di rumah gak makan, pasti lo nungguin traktiran gue kan?" tanya Ryan sambil terkekeh
"Tau aja lo bro,"
"Taulah, Rey gitu loh, hahaha,"
**Plook!!
Niken segera menutup mulut Ryan dengan roti yang dibawanya.
"Busyeet, sadis bener lo Ken!" ucap Ferdan tertawa kecil
"Biarin aja Dan, dia emang harus dikasih pelajaran karena udah membuang barang berharga milik gue," tandas Niken kesal
"Yaelah, masa cuma gara-gara dia buang bra doang, lo marah sampai segitunya sama Rey," sahut Ferdan
"Bener tuh," tambah Ryan
"Denger ya kalian berdua, itu bukan sembarangan bra, itu bra mahal limited edition, hanya orang-orang terpilih saja yang punya," jawab Niken menyungutkan wajahnya
"Paling juga harganya sepuluh ribu tiga, lo belinya di pasar Beringharjo kan?, ngaku lo," sahut Ferdan
"Sue, darimana lo tahu!" hardik Niken
"Kan dulu Al ngajak gue pas mau beli seserahan buat pernikahan lo, jadi gue tahu lah," jawab Ferdan
"Sue, katanya beli di luar tahunya di pasar Beringharjo," keluh Niken
"Lah emang bener itu beli di luar Niken,"
"Luar negeri, apa luar pulau?"
"Luar pasar, hahaha," jawab Ferdan sambil terkekeh
"Sue!"
"Eh tapi lo gak usah khawatir, walaupun itu produk lokal tapi sudah go internasional loh, gue inget kata pedagangnya, Kendall Janner dan Kylie Janner juga pake bra itu, swear," jawab Ferdan
"Ya kali gue percaya sama lo, mana ada bintang besar belanja di pasar," cibir Niken
"Iyeh juga sih," sahut Ferdan
"Sudah dong honey jangan marah-marah mulu, ni aku kasih kartu kredit no limit sebagai permintaan maaf gue ke lo, jangan ngambek lagi ya," ucap Ryan memberikan Kredit Card kepada Niken
"Uuunch, tahu aja kamu sayang apa yang aku mau, makasih ya," ucap Niken sambil mencium pipi Ryan
__ADS_1
"Diih najong, emang dasar semua cewek tuh sama ya, asal dikasih duit aja langsung ijo deh matanya, masalah kelar kalau ada uang," ujar Ferdan
"Gue gak Om, jangan samain dong gak semua cewek gitu tahu," sahut Cassey yang menghampiri mereka
"Iyeh kecuali lo, kalau rata-rata cewek itu materialistis dan masuk kategori Betha, kalau lo mah beda lo cewek alpha yang idealis dan cenderung brutal, hahaha," jawab Ferdan
"Yoi Om," jawab Cassey
Ketika semuanya sedang asyik menikmati makan siangnya, Ryan melihat Siwi yang sedang bersama seorang pria sedang bermesraan.
"Bukannya itu Siwi Dan?, kok dia lagi peluk-pelukan sama cowok," tunjuk Ryan
"Iyeh bener, lah katanya dia pacaran sama Ahmar lah kok sekarang udah ganti cowok lagi, cepet banget dia ganti pacarnya, kita samperin nyok," Ferdan menarik Ryan menghampiri Siwi
Tanpa basa-basi Ferdan langsung menghajar pria yang berusaha mencium putrinya itu.
**Buuughhh!!!
"Papih!, apa-apaan sih, main pukul-pukul orang sembarangan," hardik Siwi kesal
"Papih gak rela kamu dicium cowok hidung belang itu," jawab Ferdan
"Iissh Papih ini apa gak lihat apa, dia bukan benaran mau cium Siwi Pih, tapi cuma akting doang, Siwi tuh lagi syuting Pih, masa sih Papih gak menyadari banyak kamera disini," tutur Siwi
"Papih gak lihat Siwi, makanya Papih hilaf deh," jawabnya sambil terkekeh
"Yaudah paptih sekarang minta maaf sama Kai," ucap Siwi
"Ok,"
"Halo bro, saya Ferdan Papihnya Siwi, maaf ya tadi saya sudah mukul kamu, saya kira kamu cowok brengs*k yang mau memanfaatkan kepolosan Siwi saja, makanya aku langsung emosi deh ketika lihat kamu main nyosor aja sama Siwi, gak taunya malah lagi syuting, maaf ya Bang," ucap Ferdan
"Iya gak papa ko Om, Kai paham kok," jawab Kai santun
"Makasih bang udah maafin gue," sahut Ferdan sumringah
"Iya Om sama-sama, panggil aku Kai saja," tuturnya lembut
"Siap Bang Kai!" jawan Ferdan yang langsung disambut gelak tawa semua crew yang ada disana
"Gak pakai bang juga kali Om, cukup Kai saja," jawabnya ketus
"Eeh iya, maaf ya Kai," jawab Ferdan yang kemudian meninggalkan tempat itu
"Lo ketempat ini sendirian?" tanya Ferdan
"Iya Pih,"
"Memangnya Ahmar gak nganterin kamu, bukannya dia itu pacar sekaligus bodyguard kamu ya," tambah Ferdan
"Bukan Pih, itu semua cuma boongan, aku yang maksa dia jadi bodyguard sekaligus pacar Siwi kalau Ahmar sih sebenarnya bgak mau cuma karena aku ancam ya dia terpaksa mau. Lagian kasian juga aku sama dia, Ahmar sedang mengadakan penelitian di rumah sakit Om Gaga untuk menyelesaikan skripsinya, jadi aku gak mau menganggu dia Pih. Aku tahu dia gak bisa menemani aku syuting hari ini makanya aku jalan sendiri," jawab Siwi
"Gak bisa gitu Wi, bahaya kalau lo kemana-mana sendiri, papih khawatir. Pokoknya papih bakal nyari bodyguard buat kamu, dan kamu gak boleh nolak," jawab Ferdan
__ADS_1
"Gak mau ah Pih, kalau bodyguardnya yang milihin Papih aku gak mau," tolak Siwi
"Harus maulah, kalau gak mau mendingan Papih berhenti kerja dan jadi bodyguard kamu," tantang Ferdan
"Yaudahlah mendingan diawasi orang lain, daripada diawasin Papih sendiri, bisa kacau nanti urusannya," cibir Siwi
"Yaudah lo tunggu sini, gue telpon dulu temen Papih," Ferdan segera mengambil ponselnya dan menjauh dari Siwi
📞"Gak bisa gitu juga kali Bro, semua ada prosedurnya," ucap Bayu
📞"Gampang semua bisa diatur, nanti gue yang akan ngomong sama Gaga, biar si Ahmar di permudah saat penelitian disana dan dibantu sama Gaga, gimana lo setuju gak sama rencana gue?" tanya Ferdan
📞"Gue sih Yes Dan, tapi terserah si Ahmar ajalah m, gue gak mau maksa orangnya, karena dipaksa itu gak enak, sakit Dan," jawab Bayu sambil terkekeh
📞"Sue lo," jawab Ferdan ketus
📞"Iyeh-iyeh nanti aku suruh Ahmar berangkat sekarang, lo gak usah baper deh, santuy lagian gue seneng kok kalau nanti adik gue bisa deket sama anak lo, jadi kita besanan," jawab Bayu menutup obrolannya
"Mana sih bodyguardnya Pih, lama banget!" ucap Siwi tidak sabaran
"Sabar dong Wi, gak sabaran banget si lo kaya Mamih kamu banget," gerutu Ferdan
"Halo Om, maaf lama nunggunya ya, sorry tadi aku pulang ke rumah dulu jadi telat deh," ucap Ahmar menghampiri Ferdan
"Iya gak papa, Bayu udah bilang semuanya kan?" tanya Ferdan
"Udah Om,"
"Good, jadi mulai hari ini dan seterusnya Om minta tolong sama kamu untuk menjaga dan melindungi Siwi, karena Om percaya sama kamu."
"Baik Om,"
"Ok, sekarang kamu temui Siwi," ucap Ferdan yang kemudian meninggalkan Ahmar
Ahmar segera berjalan menghampiri Siwi yang masih memainkan ponselnya.
"Kita mau kemana hari ini?" tanya Ahmar
"Gak usah nanya-nanya, lo tinggal ikutin gue aja dan jangan banyak bacot, ngerti lo!" gertak Siwi
"Dan satu lagi lo gak boleh tampil sok keren didepan gue, yang boleh tampil modis dan keren cuma gue karena gue ini artisnya, sedangkan lo cuma bodyguard gue jadi plis deh jangan coba-coba menyaingi gue," hardik Siwi sambil melepaskan kacamata hitam dan topi Ahmar
Dasar Alien!, sombong banget lo!, baru jadi model aja sudah sok-sokan,
"Mesum!!, ya Allah gue gak nyangka ternyata kamu bodyguard gue, kenapa lo diem aja dari tadi," ucap Siwi berteriak histeris saat tahu bahwa cowok didepannya adalah Ahmar
"Hmmm," sahut Ahmar dingin
"Maaf ya honey, bunny sweety, kalau gue udah marahin lo, menghina lo, anggap aja itu suara angin ribut yang gak perlu di dengarkan, pokoknya gue seneng banget bisa ketemu kamu lagi" ucap Siwi yang langsung membuka tangannya dan berusaha memeluk Ahmar
Tetapi Ahmar langsung menghindar hingga Siwi memeluk dan mencium orang lain.
"Kok kamu jadi kurusan Sih Mar, mana badanmu tulang semua lagi gak ada dagingnya," ucap Siwi yang langsung histeris ketika membuka matanya
__ADS_1
"Aaaaarrrrgghhh!!!" ia berteriak histeris ketika mengetahui yang dipeluknya adalah seorang kakek tua renta yang sudah tidak memiliki gigi.