
"Apa yang kita lakukan ini tidak berlebihan ibu?" tanya Danar Gumilang
"Tentu tidak Danar, bahkan aku berencana mengambil Rendra jika Bagas akan pergi meninggalkan Istana. Aku ingin memberikan shock terapi pada Cassey agar gadis itu bisa merubah sikap bar-bar Cassey. Aku benar-benar tidak habis pikir sama anak itu padahal habis melahirkan jahitannya masih basah, sempat-sempatnya dia berkelahi. Entahlah aku bingung gimana lagi caranya merubah dia. Bahkan Bu Retno guru yang paling killer saja sudah angkat tangan untuk mendidiknya," tutur Welas Asih
"Aku punya ide ibu," ucap Panji Aryo Winangun.
"Katakan saja apa idenya,"
Panji Aryo Winangun segera membisikkan sesuatu ke telinga Welas Asih.
"Hmmm, aku setuju. Sekarang kalian atur saja bagaimana baiknya. Karena sebenarnya aku banyak berharap pada Cassey. Aku ingin melihat dia berubah. Ada aura kepemimpinan yang kuat dalam dirinya, aku ingin Key menjadi Ratu yang tangguh seperti almarhumah Ratu Kirana Kusumaningrum ibu mertuaku. Aku berharap dia bisa melahirkan putra mahkota yang tangguh sehingga bisa membawa kejayaan Arjowinangun seperti masa pemerintahan Prabu Kanaka Rangkuti."
"Aamiin, semoga mimpi ibu terlaksana, jadi sekarang kita jalankan rencana pertama," tegas Danar Gumilang
"Aku minta Tama dan Damar harus berakting sebagus mungkin, jangan sampai mereka tahu ini adalah rekayasa, meskipun itu Lulu," tutur Danar Gumilang
"Baik Paman,"
"Baik Ayah,"
Mereka kemudian membubarkan diri setelah Welas Asih mengakhiri pertemuan itu.
********
Selama beberapa hari hidup terpisah dengan Cassey rupanya membuat Bagas begitu merindukan istri dan anaknya itu. Dihari ke tiga Bagas sepertinya tidak kuat lagi menahan kerinduan yang begitu menyiksanya. Mungkin inilah alasannya mengapa Dylan bilang jangan rindu, karena rindu itu memang benar-benar berat dan tidak semua orang bisa menahannya.
Tepat dihari ke tiga Bagas sudah tidak tahan lagi dengan semuanya, ia memasukkan baju-bajunya kedalam tas ranselnya dan kemudian pergi diam-diam meningalkan istana di malam hari.
Damar yang mengetahui kepergian putranya segera melaporkan kejadian itu kepada sang Panglima Danar Gumilang.
"Rencana berjalan dengan baik, sekarang masuk ke rencana berikutnya," ujar Danar Gumilang
"Baik paman," jawab Damar
Bagas melajukan mobilnya menembus gelapnya kota Jogjakarta yang diguyur hujan deras.
*Dreet...dreet...dreet.
"Halo Baby, ada apa?" tanya Cassey dengan suara serak
"Bukain pintu dong aku didepan nih," jawab Bagas
"Ini beneran Bagas atau dedemit ya?" tanya Cassey penasaran
__ADS_1
"Ini aku Bagas suami kamu tercinta, ya kali demit bisa telponan," jawab Bagas tertawa kecil
"Kan sekarang sudah canggih Baby, bukan hanya manusia yang bisa pakai handphone, setan, jin, demit, bahkan juga lelembut aja pakai handphone sekarang," jawab Cassey sambil terkekeh
"Hmmm, kuy buruan bukain pintunya. Ngeri juga diluar lama-lama. Lo sih pakai cerita demit segala," keluh Bagas
"Iya-iya, tunggu bentar," Cassey segera berjalan keluar membukakan pintu untuknya
"Sayang aku kangen banget sama kamu," ucap Bagas yang langsung memeluk Cassey.
"Kok, kamu bisa kabur dari istana?" tanya Cassey
"Aku rela mengorbankan semuanya demi kamu sayang, aku gak bisa hidup jauh dari kamu lagi." Bagas langsung mencium bibir Cassey untuk melepaskan rasa rindunya.
"Hmmm, kalau mau mesra-mesraan jangan disini, masuk kamar sana. Bikin iri saja!!" celetuk Niken yang tiba-tiba keluar dari kamarnya
"Kamu sih Baby main nyosor aja, jadi ketahuan Mamih deh," gerutu Cassey
"Habis aku sudah gak tahan sayang, kamu juga buka pintunya lama banget, aku udah ketok pintu sampe jariku lecet, gak ada yang pada bukain, dasar kebluk!" gerutu Bagas
"Hehehe, maaf ya Baby," jawab Cassey sambil terkekeh.
Bagas yang sudah tidak kuat menahan hasratnya segera menarik Cassey ke dalam kamarnya dan menumpahkan semua kerinduannya.
"Siapa sih yang bertamu pagi-pagi, mana ketuk pintu gak sopan lagi!" gerutu Niken sambil membawa pukulan kasur
Baru saja Niken akan menghajar tamu yang sudah tidak sopan mengetuk rumahnya, ia langsung mengurungkan niatnya ketika melihat siapa yang datang ke timahnya hari itu.
"Eeh paman ada apa?" tanya Niken sambil menurunkan pukulan kasurnya
"Dimana Rendra?" tanya Danar Gumilang dengan wajah garang
"Masih tidur Paman, memangnya ada apa?"
Danar segera menyuruh pengawal kerajaan untuk segera masuk ke kamar Cassey.
Cassey yang baru saja membuka matanya tercengang dengan kedatangan Danar Gumilang dan juga pengawal kerajaan yang langsung mengambil Rendra untuk dibawa ke istana.
"Ada apa ini, kenapa Kakek ingin membawa Rendra pergi, dia anakku kakek, jangan pisahkan kami. Lagian kalau dia tinggal di istana lalu siapa yang akan menyusuinya!" seru Cassey yang mencoba merebut Rendra dari tangan Danar Gumilang
"Rendra adalah calon putra mahkota, tentu saja dia harus tinggal di Istana agar mendapatkan semua yang ia butuhkan, dan kau tidak usah khawatir dengan dia, karena di era modern seperti ini banyak susu formula yang dikhususkan untuk bayi seperti Rendra, jadi walaupun tidak tinggal bersama kamu, Rendra masih bisa menyusu meskipun itu cuma susu sapi," jawab Danar Gumilang membuat Cassey sedih
"Kau sudah membuat kesalahan besar Key, maka kau harus menerima hukumannya, dan juga kau baby. Kalau kau benar-benar lelaki sejati datanglah ke istana untuk menyelesaikan masalah ini secara jantan, bukan dengan kabur seperti ini!" bentak Danar Gumilang
__ADS_1
"Kakek jangan bawa Rendra kakek!, kembalikan Rendra padaku kakek kembalikan!!" Cassey berusaha menarik lengan Danar agar lelaki itu melepaskan putranya
"Menyingkir Key!!" gertak Danar ketika melihat Cassey berusaha menghalang-halangi didepan pintu.
"Aku tidak akan membiarkan Kakek membawa pergi putraku!, kau harus langkahi dulu mayatku sebelum membawa pergi Rendra!" tantang Cassey
"Dasar keras kepala, masih berani melawan kau!, jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar padamu!" hardik Danar Gumilang
"Aku tidak peduli Kakek, aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan anakku kembali, karena kalian tidak berhak membawanya pergi!" Cassey mulai memasang kuda-kuda untuk menghadapi Danar Gumilang
"Benar-benar lancang kamu Key, beraninya kau menantang Kakekmu sendiri!" Danar Gumilang sangat berang dengan tingkah arogan Cassey dan langsung melesatkan pukulannya ke arah Cassey namun berhasil ditepis oleh Ryan.
"Aku sangat menghormati dirimu Paman, tapi aku tidak akan membiarkan kau menyakiti putriku," ucap Ryan
"Minggir Rey, aku tidak ada urusan denganmu, lagian kau juga tidak tahu masalahnya jadi jangan ikut campur!" hardik Danar Gumilang
"Tentu saja aku harus ikut campur kalau itu menyangkut Cassey," jawab Ryan
Danar segera memberikan Rendra pada Tama untuk menghadapi Ryan.
Sial, kenapa gue harus melawan Jendral Mentari, bisa kalah kalau harus melawan Rey.
Danar Gumilang mengajak Rey untuk berduel di luar. Sedangkan Niken mengendap-endap agar bisa merebut Rendra dari Tama Wijaya.
"Kebakaran!!" teriak Niken berusaha mencari kelengahan Tama
Semua yang ada didalam rumah tiba-tiba panik begitu juga Tama, melihat usahanya berhasil Niken segera merebut Rendra dari tangan Tama dan berlari keluar untuk memberikannya pada Ryan.
"Tangkep Rey," ucap Niken yang langsung memberikan Rendra pada saat laki-laki itu bersiap melesatkan tendangannnya kearah Danar Gumilang.
"Kyaaaa!!" Ryan berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar ia tetap bisa melindungi Rendra dan tidak jatuh.
"Tenang Rey, biar aku yang bawa Rendra, gue ada di pihak lo," ucap Gaga yang langsung mengambil alih Rendra dari gendongan Ryan
"Thank Bro," jawab Ryan
"Balikin Rendra Ga!, kamu jangan ikut-ikutan seperti Tam-tam yang mau menculik Rendra dari Cassey!, ingat ya tampang lo itu gak pantes buat meranin antagonis tahu!" teriak Niken menghampiri Ganendra dan langsung menarik celana Ganendra agar pria itu memberikan Rendra padanya
"Syukurin lo!" teriak Niken yang berhasil merebut Rendra dari tangan Gaga
"Astaghfirullah, Niken gue ada di pihak lo, tapi kenapa lo giniin gue!" ucap Gaga mengernyitkan dahinya
"Eeeh salah ya," ucap Niken membuat Tama dan yang lainnya tertawa...
__ADS_1