
Sidney, 23 Agustus 2020.
*Tok, tok, tok!!
Gaga mengetuk pintu rumah keluarga Claudia Romani. Seorang wanita paruh baya keluar membukakan pintu untuknya.
"What do you come here?" tanya Claudia
(Untuk apa kam6j datang kesini?)
"I come here to take my wife," jawab Gaga
"Naya is not your wife anymore, because you can't give her children, go away!" hardik wanita itu
(Naya bukan istri kamu lagi, karena kamu tidak bisa memberikan keturunan untuknya, pergi!)
"Give me the opportunity to be able to explain everything first," ucap Gaga
"Beri saya kesempatan untuk menjelaskan semuanya)
"Everything is clear, we don't need you anymore, leave here because Naya also doesn't need you. Divorce her because she will soon marry her boyfriend, Mark." jawab Claudia
(Tidak perlu, semuanya sudah jelas, kita sudah tidak butuh kamu lagi, pergilah karena Naya sudah tidak butuh kamu lagi. Ceraikan dia karena Naya akan segera menikah dengan kekasihnya, Mark).
*Braakk!!
Wanita itu langsung menutup pintu rumahnya tanpa mendengarkan penjelasan Gaga.
"Who's coming mom?" tanya Naya
(Siapa yang datang Ibu)
"Ganendra,"
"Did you say everything I asked you?" tanya Naya
(Apa kau sudah menyampaikan semuanya yang aku katakan padamu)
"Sure, but you should be honest with Gaga, he's a very good boy, I'm sure he will accept you as you are. You are sick and also need his love before you go leave him, don't let you regret Naya," ujar Claudia
(Tentu, tapi sebaiknya kau jujur saja dengan Gaga, dia lelaki yang sangat naik, aku yakin dia akan menerima kamu dengan baik. Kamu sedang sakit dan butuh kasih sayang darinya sebelum kamu meninggalkan dia, jangan sampai kamu menyesal Naya," ujar Claudia
"Yes mom, but I don't want to leave Gaga with sadness, I don't want to be sad because I see my current state mom, that's why I came here. I want Ganendra to hate me, so he will easily replace me later. I want him to be happy mom. I want to see Ganendra remarry. Please, keep this secret mom, lest anyone find out that i am seriously ill." Naya segera menatap foto pernikahannya dengan Ganendra, hingga air matanya mengalir dari sudut matanya.
(Iya Ibu, tetapi aku tidak ingin meninggalkan Gaga kesedihan, Aku tidak mau dia bersedih karena melihat keadaanku sekarang Ibu, itulah alasannya kenapa aku datang kemari. Aku ingin Ganendra membenciku, sehingga dia akan dengan mudah mencari pengganti ku nanti. Aku ingin melihat dia bahagia Ibu. Aku mau melihat dia menikah lagi. Tilong jaga rahasia ini Ibu, Jangan sampai ada yang tahu kalau aku sedang sakit parah)
"Maafkan aku Ga, aku tidak bisa memberikan kebahagiaan untukmu, bahkan di akhir hidupku aku belum bisa memberikan keturunan untukmu!" batin Naya sembari terisak
"Get ready, we have to go to the hospital immediately to do chemotherapy!" seru Claudia
(Segeralah bersiap-siap, kita harus pergi ke rumah sakit sekarang untuk kemoterapi)
"Ok, mom," Naya segera merapikan penampilannya dan memakai penutup kepala untuk menutupi kepalanya yang sudah botak.
"Are you ready?" tanya Claudia
(Kamu sudah siap)
"Yes," jawab Naya
Claudia segera menggandeng Naya keluar dari rumahnya.
Wanita itu kemudian melesatkan mobilnya menuju ke rumah sakit untuk melakukan kemoterapi.
Ganendra yang sejak tadi memata-matai rumah itu, segera melesatkan mobilnya mengejar mobil Claudia. Tampaknya Ganendra sangat hati-hati dalam melakukan pengejaran sehingga ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sehingga Claudia tidak curiga kalau mereka sedang di ikuti oleh Gaga.
Claudia menghentikan mobilnya disebuah rumah sakit dan mengajak Tanaya menuju ke menemui seorang doktor spesialis kanker.
"Mau ngapain tante Claudia ke rumah sakit, ke bagian kanker lagi, siapa yang sakit?" batin Ganendra.
__ADS_1
Cukup lama Ganendra menunggu kedua wanita dan mereka tak kunjung keluar. Ia terkejut ketika melihat seorang pasien yang keluar dari ruangan itu dan segera dilarikan ke ruang ICU.
Ganendra terkejut melihat Claudia terisak sambil mengikuti perawat yang membawa pasien ke ruang ICU.
"Who wad sick mom? " tanya Ganendra
Claudia tidak menjawab pertanyaan Gaga, dia hanya menangis sambil memeluk lelaki itu.
"Tell me mom, who is she!" tanya Ganendra
Karena Claudia tidak kunjung menjawab pertanyaannya, Ganendra yang penasaran langsung memasuki ruang ICU untuk memastikan siapa yang sakit.
Ia sangat terkejut ketika melihat siapa yang terbaring di brankar itu.
"Naya!!" serunya sambil mendekati istrinya itu
Gaga hampir saja tidak percaya melihat kondisi Naya yang sudah tidak berdaya, air matanya menetes tanpa henti melihat keadaan istrinya.
Seorang dokter memintanya keluar karena Naya akan diambil tindakan, dan Gaga pun meninggalkan Naya dengan kesedihan yang mendalam.
"Kenapa kau menutupi penyakitmu dariku Nay, kenapa kau pendam kesedihanmu seorang diri, apa salahku sehingga kau menjauh dariku saat kau sedang sakit parah. Padahal aku akan selalu ada disampingmu apapun kondisimu Nay, aku akan selalu bersamamu dalam suka dan duka. Aku akan merawat mu dengan ikhlas." Ganendra memukulkan tangannya ke tembok rumah sakit karena menyadari kesalahannya yang tidak peka terhadap kondisi istrinya.
"Maafkan aku Nay, yang tidak peka dengan keadaan kamu, maafkan aku yang terlalu sibuk mengobati orang lain daripada istri sendiri," ucapnya sembari terisak
Claudia segera menenangkan Ganendra yang sedang sedih melihat keadaan Naya.
"Kamu tidak salah Nak, Naya terlalu pandai berakting sehingga siapapun tidak tahu Kalau dia sedang mengidap kanker getah bening stadium akhir. Aku saja yang sudah hidup bersamanya selama dua puluh tahun baru tahu kalau dia sakit, setelah kondisinya drop. Makanya kita bantu dia dengan doa dan support dia agar dia bisa bertahan dengan keadaannya sekarang. Aku sedang mencari donor sumsum tulang belakang, tapi sampai saat ini momy belum mendapatkan donor yang cocok, bahkan Eros juga tidak bisa menjadi pendonor bagi Naya," ujar Claudia
"Aku akan mencoba mendaftar sebagai pendonor untuk Naya mom, siapa tahu sumsum tulang belakang kami cocok, dan Naya bisa sembuh lagi," tambah Gaga
"Iya sayang, momy akan dukung kamu. Kalau begitu kita harus menemui dokter Nick Jonas, supaya kau segera melakukan pemeriksaan," Claudia membawa Gaga menemui dokter Nick diruangannya.
Dokter Nick menyetujui permintaan Ganendra untuk menjadi pendonor bagi Naya.
Dia kemudian membawa Ganendra menuju ke ruang perawatan khusus untuk melakukan yes kecocokan dengan sum-sum tulang belakang Naya.
Setelah melakukan pemeriksaan selama satu jam akhirnya selesai juga, Gaga tersenyum bahagia ketika mengetahui hasil tesnya.
"Aamiin, aku harap semuanya benar nak," jawab Claudia
"Dokter akan melakukan transplantasi sumsum tulang belakang setelah Naya melewati masa kritisnya," ujar Gaga
"Kita doakan saja Naya segera melewati masa kritisnya," sahut Claudia
"Yaudah Mom, aku pamit sholat dulu, titip Naya," ucap Gaga
"Hmmm, doakan dia sayang," jawab Claudia
"Pasti Mom," Gaga segera berlalu untuk mencari tempat untuk melakukan sholat Ashar.
Ganendra memanfaatkan taman yang ada di dekat rumah sakit untuk melaksanakan sholat Ashar, selesai sholat ashar tidak lupa lelaki itu bermunajat, meminta kesembuhan untuk istrinya yang sedang kritis melawan penyakitnya.
"Allahumma rabban nasi, adzhibil ba'sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa'an la yughadiru saqaman, Ya Allah Tuhanku, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit yang sedang di derita oleh istriku. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau, dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri. Berikanlah kekuatan kepada Naya istriku agar ia bertahan dalam melawan penyakitnya. Ya Allah Tuhan Yang maha pengasih dan maha penyayang, berikanlah kesembuhan kepada Istriku agar kami bisa bersama lagi, Robbana atina fidunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina adzabanar, aamiin, aamiin ya rabbal alamin," .
Selesai berdoa Ganendra segera kembali untuk mengetahui kondisi Tanaya.
*Dreet, dreet, dreet!!
"Hallo Mom, what happen?" tanya Gaga
(Halo Ibu, ada apa?)
" Meet Naya right now, her condition is really dropping now," jawab Claudia
(Segera temui Naya, kondisinya benar-benar drop sekarang).
Ganendra segera berlari menuju ke ruang ICU tanpa menghiraukan sepatunya yang belum ia pakai. Ia langsung menemui Naya yang sedang sekarat di ruangannya.
"Naya bangun Nay, aku datang. Suamimu datang sayang!" seru Ganendra menggenggam erat jemari istrinya
__ADS_1
"Kamu harus kuat Nay, aku yakin kamu bisa melalui semuanya, kami adalah wanita yang kuat dan hebat aku yakin kamu akan sembuh, jadi lawan penyakit itu. Jangan biarkan penyakitmu memisahkan kita. I love you Naya!, I love you more!" ucap Gaga sembari terisak
"Gaga," panggil Naya Lirih
Ganedra tersenyum ketika melihat Naya sudah sadar dan memanggilnya.
"Iya sayang, ada apa?" tanya Gaga lirih
Naya tersenyum melihat lelaki yang sangat dicintainya ada di depannya. Tangan kurusnya mencoba menyeka air mata yang menetes di wajah suaminya.
"Don't be sad dear, I'm fine and I'm strong, because now you are by my side. I'm sure God will bring healing to me, and I'm sure it won't be long soon the pain I feel so far will disappear and change happiness. Thank you for wanting to be someone who really loves me all this time, thank you also for caring about me, until you came here to accompany me. Take me to Jogja, I want to rest quietly there beside my father. I love you dear, don't be sad because i will always be with you, Don't forget me baby, I Love You More Ba...by.", tutur Naya lirih
(Jangan sedih sayang. Aku baik-baik saja dan aku kuat karena kau ada disamping ku saat ini. Aku yakin Tuhan akan memberikan kesembuhan padaku, dan aku yakin itu tidak akan lama lagi, Rasa sakit yang aku rasakan akan segera hilang berganti dengan kebahagiaan. Terima kasih sudah menjadi seseorang yang selalu menyayangi aku selama ini, terima kasih juga karena selalu peduli denganku, sampai kau jauh-jauh datang kesini hanya untuk menemaniku berobat. Bawa aku pulang ke Jogja. Aku ingin beristirahat dengan tenang disamping ayahku. Aku cinta kamu sayang, Jangan bersedih karena aku akan selalu bersamamu. Jangan lupakan aku sayang, karena aku sangat-sangat mencintaimu)
"I love you too Naya, love you more Naya!!" jawab Gaga sambil terisak karena ia tahu Naya sudah pergi menghadap sang pencipta
Claudia menangis sejadi-jadinya ketika tahu Naya menghembuskan nafas terakhirnya dipelukan suaminya.
"Naya!!" teriaknya sambil terisak
Gaga langsung membaringkan tubuh istrinya dan menutupnya dengan selimut.
"She was passed away, don't be sad mom, we will just give her bast praying to get the best place in the paradise, and I will take his body corpse to Jogja as her mandated," Ganendra mencoba menenangkan Claudia yang masih shock menerima semua itu.
(Dia sudah meninggal, jangan sedih Ibu. Kita doakan saja dia semoga mendapatkan tempat terbaik di Syurga, dan aku akan membawa jenazahnya ke Jogja sesuai pesan darinya)
"I will also come to take her to her resting place, I want to be by her side when the eater later, " jawab Claudia
(Aku akan datang ke pemakamannya, aku ingin ada disisinya di akhir hidupnya).
"Baik Ibu, aku akan segera mengurus administrasi rumah sakit, dan setelah itu aku langsung akan menuju ke kedutaan untuk mengurus izin kepulangan janazah Naya, jadi aku minta ibu mengurus jenazah Naya dulu," pinta Ganendra
"Tentu sayang, pergilah. Karena semakin cepat semakin baik," jawab Claudia
Ganendra langsung bergegas pergi menuju ke bagian administrasi rumah sakit.
Setelah selesai mengurus semua administrasi rumah sakit ia langsung menuju ke mobilnya dan melesat menuju kantor kedutaan besar republik Indonesia yang ada di Sidney.
Setibanya di Konsulat Jenderal Republika Indonesia untuk New South Wales, Queensland dan South Australia yang berada di Sidney, Ganendra baru menyadari kalau dia tidak memakai alas kaki karena setiap orang yang berpapasan dengannya selalu memperhatikan kakinya dan tersenyum padanya.
"Astaghfirullah, kenapa aku sampai lupa memakai sepatu, aku yakin sepatuku tertinggal di taman saat aku sholat ashar," gumam Ganendra
Ia segera berlari menuju ke mobilnya untuk mengambil sepatu cadangan yang ada disana.
"Astaghfirullah, ternyata aku lupa tidak membawa sepatu cadangan, bagaimana ini," ucapnya sedih
"Gaga!!" teriak seorang pemuda mengagetkannya
"Bambang?" tanya Ganendra memastikan
"That's right bro, masih inget sama aku kamu," jawab lelaki itu
"Tentu siapa yang tidak ingat dengan lelaki terkuat di sekolah kerajaan," sahut Ganendra
"Btw makin ganteng aja kamu," ucap Bambang berdecak kagum
"Namanya juga cowok ya sudah pasti ganteng, mana ada cowok cantik bukan, kecuali di Korea!" sahut Gaga
"Yoi, buah duren buah rambutan, lo keren dan selalu jadi rebutan," jawab Bambang
"Bisa aja kamu, btw kamu ngapain disini?" tanya Gaga
"Aku kerja disini Ga, kami sendiri kenapa ada di sini mana nyeker men lagi!" jawabnya sambil terkekeh
"Aku mau mengurus surat-surat untuk pemulangan jenazah ke Indonesia, Istri gue baru saja meninggal dan rencananya aku akan membawanya pulang ke Jogja," jawab Gaga mencoba tegar
"Inna Lillahi wa inna Ilaihi Raji'un, aku turut berduka Ga, pantas saja kau sampai lupa memakai sepatu. Yasudah kamu tunggu dis? ruangan ku saja, berikan berkas-berkasnya padaku, biar aku yang akan mengurusnya," ucap Bambang
"Thanks Bro!"
__ADS_1
"Sama-sama!"
Gaga segera mengikuti Bambang menuju ke ruang kerjanya.