
Aku tidak mau pergi," tolak Genta melepaskan tangan Kinan
"Kamu harus ikut aku atau mati konyol disini!" hardik Kinan
"Lebih baik aku mati daripada melibatkan kamu dalam masalahku,"
"Aissh, dasar bodoh, sudah ikut saja!!" jawab Kinan menarik lengan lelaki itu.
Ia harus menghentikan langkahnya ketika sebuah pistol ditodongkan ke kepalanya.
Saat keadaan darurat serang bagian vital musuh agar kau bisa bertahan hidup.
Kata-kata Ryan saat latihan masih terngiang di telinga Kinan membuat gadis itu semakin yakin dengan langkah yang akan diambilnya.
Sepertinya apa yang diucapkan Papih benar, aku harus menyerang alat vitalnya.
*Buuughhh!!
Kinan langsung mendengkul alat vital lelaki yang menodongkan pistolnya adanya, ia segera melepaskan tendangannnya kearah wajah lelaki itu sehingga pistolnya terlepas dari tangannya.
Gadis itu segera melompat untuk menangkap pistol yang melayang di udara.
"Makanya tumbuh itu keatas bukannya kesamping," ledek Genta yang berhasil menangkap pistolnya. Kinan tidak menghiraukan ucapan Genta.
Ia langsung mengajar musuh-musuh didepannya hingga berjatuhan.
"Sebaiknya kita harus pergi dari sini," Kinan menarik lengan Genta dan menyuruhnya masuk kedalam mobilnya.
*Ceklik, ceklik, ceklik!!
Seseorang dari kejauhan mengabadikan kebersamaan Kinan dengan Genta Bhumi dan tersenyum sinis padanya.
"Aku yakin suatu hari foto-foto ini akan berguna,"
Kinan langsung melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan alun-alun.
"Semoga mereka tidak mengejar kita!!" ucap Kinan menghela nafas
"Jangan kejar mereka, aku sudah cukup mendapatkan apa yang aku inginkan," seseorang menahan para penjahat itu untuk mengejar Kinan dan Genta.
Kinan melirik kearah Genta yang memegangi lengannya.
"Tanganmu terluka?" tanya Kinan
__ADS_1
"Tidak," jawab Genta, namun gadis itu tidak percaya dan langsung menghentikan mobilnya. Ia kemudian memeriksa lengan Genta membuat pemuda itu hanya menganga melihat sikap Kinan.
"Cuma luka kecil, dikasih obat merah juga sembuh," Kinan segera mengambil obat merah dari kotak P3K dan kemudian mengobati luka Genta.
"Aaarrrggghh, perih!!" teriak Genta saat Kinan mengolesi lukanya dengan obat merah.
"Berisik, jangan manja!" cibir Kinan, Gadis itu kemudian menutup lukanya dengan kasa steril agar tidak infeksi.
Ia kemudian melesatkan mobilnya kembali menuju ke istana. dalam perjalanan pulang mereka hanya diam tanpa ada pembicaraan.
Genta sesekali mencuri pandang gadis disebelahnya itu, sementara Kinan tetap fokus mengemudi.
Setibanya di Istana Kinan langsung membangunkan Genta yang tertidur pulas disebelahnya.
"Bangun, sudah sampai woii!!" teriak Kinan membuat Genta kaget dan langsung membuka matanya.
"Aishh, kau ini benar-benar bar-bar, gak ada sopan santunnya sama sekali sama Pangeran," gerutu Genta, ia kemudian membuka pintu mobilnya dan berjalan sempoyongan menuju ke kamarnya.
"Diih, katanya pangeran tapi sama saja gak ada ahlak, gak ada ucapan terima kasih gitu padahal udah aku tolong. Makan tuh sopan santun!!" cibir Kinan
Ia kemudian berjalan masuk menuju kamar Devin.
"Kok lama banget sih sayang?" tanya Devin
"Ya memang benar disana selalu ngantri, tapi Kalau kau bilang kekasihku mereka pasti akan melayani mu terlebih dahulu, karena keluargaku adalah pelanggan tetap disana," sahut Devin
"Gak boleh gitu, tetap saja kamu harus ngantri kalau kesana, kasian orang-orang yang sudah mengantri lama, harus kecewa karena kalian apapun alasannya," jawab Kinan membuat lelaki itu salut padanya.
Devin kemudian merebahkan tubuhnya di pangkuan Kinan.
"Sementara biarkan kita seperti ini," ucapnya berusaha memejamkan matanya di pangkuan Kinan.
Aku tahu sebentar lagi sulit untukku bisa bersamamu lagi Kinan.
*POV Devin
"Kamu harus menikah dengan Kinan minggu ini juga, supaya posisi Raja tidak jatuh kepada Genta. Ingat Genta yang sekarang bukanlah Genta yang dulu. Dia sekarang sudah berubah menjadi kejam karena dipengaruhi oleh Sekertaris Gotawa, mereka sengaja memprovokasinya untuk melawan Kita. Sekertaris adalah pejabat terkorup di Kerajaan Cendana Kalingga dan semua orang tahu itu. Mungkin ia sadar dengan kondisinya makanya dia mendekati Genta agar bisa mempertahankan posisinya di Istana.
Setelah kau menikahi Kinan dan menjadi Raja kau juga harus menikahi Ratri putri Kepala Deputi Kehakiman untuk memperkuat posisi kita. Kau harus menjadikan Ratri sebagai Ratu dan Kinan sebagai selir. Kau harus melakukan semua itu untuk melindungi Kinan, dan juga agar kau bisa sering bersamanya. Kau tidak usah khawatir pernikahan di Istana tidak seperti pernikahan pada umumnya, kau dan Ratri akan tinggal terpisah sebagaimana Ratu dan Raja sebelumnya. Mereka hanya akan bertemu untuk sesekali saja itupun dengan tujuan tertentu. Raja-raja lebih banyak menghabiskan waktunya bersama selir-selirnya. Karena mereka menikah dengan Ratu bukan karena cinta tapi mereka menikah hanya untuk tujuan politik saja sehingga membuat hubungan keduanya juga tidak harmonis," papar Harsiwi
"Apa ibu merasakan hal itu juga?" tanya Devin membuat Harsiwi bersedih
"Tidak nak, ayahmu adalah orang yang setia. Walaupun ia menikahi ibumu untuk tujuan politik tapi dia tidak pernah memiliki seorang selir sampai akhir usianya. Walaupun dia tidak mencintai ibu tapi dia memperlakukan Ibu dengan lembut," tutur Harsiwi menyembunyikan kesedihannya.
__ADS_1
Selama menjadi Ratu Cendana Kalingga almarhum Raja memang tidak memiliki selir, dan juga memperlakukannya dengan lembut. Namun mereka tinggal terpisah sama seperti raja-raja terdahulu. Padahal sebelumnya Raja dan almarhum Ratu selalu tinggal bersama, itulah yang membuat Harsiwi bersedih. Raja bahkan jarang sekali berkunjung dengan alasan sibuk.
Aku tahu ibu juga merasakan hal yang sama, walaupun ayah adalah orang yang setia dan tidak memiliki selir tapi dia tidak mencintai ibu. Makanya ayah jarang mengunjungi ibu dan memilih tinggal sendiri .
Devin kemudian memeluk erat ibunya.
"Itulah alasannya kenapa aku tidak mau menjadi Raja Ibu. Lebih baik aku menjadi rakyat biasa yang bisa menikmati hidupnya, daripada menjadi raja tapi hidup terbelenggu dengan protokoler dan aturan yang membuat hidup tidak bahagia. Aku lebih memilih tidak menikahi Ratri karena aku tidak bisa menyakiti hati Kinan. Biarkan aku hidup bahagia bersama Kinan sebagai Rakyat biasa Ibu," ucap Devin bersimpuh di kaki ibunya
"Tapi kalau kamu tidak mau menjadi Raja dan memilih hidup bersama dengan Kinan maka kau akan melihat ibumu mati dihukum oleh kakakmu. Apa kau akan menjadi anak durhaka gara-gara seorang wanita. Apa kau lebih memilih dia daripada ibumu sendiri yang melahirkan kamu. Ingat Raka Surga ada di telapak kaki ibu, bahkan setelah kau menikah pun kau masih bertanggung jawab untuk mengurusi ibu Devin, bagaimana kau bisa pergi meninggalkan Ibu!!" seru Harsiwi dengan penuh emosi
"Aku yakin Kakak tidak akan sejahat itu pada ibu. Dia bukan orang jahat yang tega membunuh keluarganya sendiri Ibu," jawab Devin
"Jangan salah Dev, Genta yang sekarang bukan Genta yang dulu. Tentu saja dia akan melakukan apa saja terhadap orang yang sudah membuat hidupnya menderita. Lagipula ibu hanyalah ibu tirinya, yang tidak punya hubungan darah dengannya oleh karena itu ibu yakin dia akan menghukum mati ibu karena sudah berusaha membunuhnya juga."
"Itu karena Ibu jahat, ibu tega melakukan itu semua kepada Kakak padahal selama ini kakak selalu baik dengan ibu dan juga aku. Jika kakak jahat mungkin dia akan membunuhku atau menyiksaku ketika aku kecil. Tapi dia tidak melakukan itu ibu, kakak selalu baik padaku bahkan juga ibu. Bahkan dia adalah orang pertama yang selalu mengingatkan aku hari ulang tahun ibu. Tapi kenapa ibu jahat padanya. semuanya salah ibu, ibu yang jahat, ibu jahat!!!" seru Devin tersedu-sedu
"Kau bilang ibu jahat, fiuuh!!, padahal ibu melakukan semua itu untuk kamu. Kau tahu aku melakukan semuanya untuk kamu, supaya kau bisa hidup bahagia menjadi seorang Raja, tapi apa balasan mu, kau malah ingin pergi dengan Kinan dan meninggalkan aku. Kau malah lebih menyayangi dia daripada ibumu sendiri. Kau lebih berat meninggalkan wanita yang baru kau kenal beberapa bulan daripada Ibu mu yang sudah mengandung mu selama sembilan bulan. Kau benar-benar anak yang tidak tahu diri Devin!!" teriak Harsiwi
"Aku tidak akan meninggalkan mu Ibu, hiduplah bersama ku menjadi orang biasa. Aku yakin kakak akan memaafkan ibu dan membebaskan Ibu dari hukuman seumur hidup jika aku bicara padanya dan aku akan memohon agar dia membebaskan ibu, aku yakin dia pasti akan memaafkan dan membiarkan kita pergi dari istana,"
"Kau pikir semudah itu Dev, kau terlalu naif. Politik itu kejam Dev mereka tidak pandang bulu, tidak peduli sahabat ataupun keluarga semuanya akan disikat jika itu bisa membahayakan posisinya," jawab Harsiwi
Lebih baik aku tidak menikahi Kinan daripada harus menyakiti hatinya.
***********
Kinan mengusap lembut wajah Devin yang terlelap di pangkuannya dan iapun beranjak dan menidurkan pemuda itu di sofa.
"Kapan kamu pulang sayang, Papih kangen," Kinan membuka pesan singkat dari ayahnya itu.
"Kinan juga kangen Pih, tapi sekarang sudah malam mungkin besok Kinan baru bisa pulang," jawab gadis itu.
Ia kemudian keluar dari kamar Devin untuk mencari udara segar. Ia melihat Genta sedang memandangi rembulan sembari memainkan biolanya.
Kinan langsung bertepuk tangan setelah lelaki itu selesai memainkan biolanya.
"Ternyata kau jago juga bermain biola?" tanya Kinan
"Tidak juga, sebenarnya Devin yang pandai memainkan biola, tapi ia langsung berhenti bermain biola ketika ia menemukan hobi barunya. Dia lebih memilih menjadi seorang pembalap dari pada menjadi seorang violist," jawab Genta
"Kau pasti wanita spesial Devin, karena tidak mungkin ia akan mengajak makan bersama seorang pengawal biasa, apa itu benar?" tanya Genta
"Cie kepo, kalau mau tahu kau tanyakan saja pada adikmu. Lagian sudah lama kan kalian tidak ngobrol bareng. Katanya kalian dulu sangat dekat tapi kenapa kalian sekarang musuhan. Asal kau tahu aku dulu sangat ingin punya kakak karena aku bosan hidup sendiri, akhirnya Papih mengabulkan permohonan ku ia menikah lagi dengan tante Niken setelah mamih meninggal. Dan aku jadi memiliki seorang kakak bernama Cassey. Usia kami terpaut lima belas tahun tapi dia sangat menyayangiku walaupun kami bukan saudara Kandung. Dia selalu menyayangi aku seperti adik kandungnya sendiri. Aku harap kau bisa menjadi kakak yang baik buat Dev, aku tahu dihati kalian masih saling sayang walaupun lisan kalian bilang bermusuhan. Aku bisa melihat kesedihan di matamu, kau begitu kesepian semenjak hubunganmu renggang dengan Devin. Jadi saran ku bicaralah dari hati kehati. Aku yakin kalian bisa baikan lagi seperti dulu, asalkan ada salah satu dari kalian yang mengalah. Jalinlah komunikasi dengannya agar kalian tidak saling curiga, karena kunci keharmonisan suatu hubungan adalah komunikasi selain juga pengertian. Hargai dan terima keputusan orang yang kita sayang maka tidak akan ada kebencian," ucap Kinan membuat Genta terpukau
__ADS_1
"Aku siap membantu kalian jika kalian ingin memperbaiki hubungan kalian, jadi jangan sungkan," ucap Kinan menepuk pundak Genta