
Baby!" seru Cassey sambil mencubit gemas Ahmar
"Kamu kenapa si Baby, kok diem mulu dari tadi, sariawan ya!, bikin sebel aja!" gerutu Cassey yang melepaskan tangannya dari genggaman Ahmar
"Nih sekali lagi lo gak jawab pertanyaan gue, akan aku buka jubah lo!" ancam Cassey yang berjalan mendahului Ahmar
"Benar-benar nyebelin ternyata Cassey, gak ngerti banget apa gue bukan si baby, tapi kalau gue gini terus bahaya, bisa-bisa penyamaran gue terbongkar," gumam Ahmar
Saat Cassey akan membuka jubah Ahmar tiba-tiba seseorang lelaki merangsek maju menyerang keduanya, menggunakan belati dari balik bajunya. Ia berkali-kali mencoba menghunuskan belati kearah Ahmar yang dikira adalah Bagas.
Beruntungnya Ahmar dengan sigap langsung menangkis serangan itu dan menarik Cassey dalam dekapannya.
Ia terus menggerakkan tangan dan kepalanya agar bisa menghindari serangan musuhnya.
Semua yang ada disana terkesima melihatnya Ahmar melawan musuhnya sambil melindungi Cassey dalam pelukannya.
Mereka hanya menganga dan kadang dibuat terpesona bahkan ketakutan dengan aksi-aksinya seperti sedang menonton sebuah atraksi yang mendebarkan.
"Uncchh so sweat banget sih Si Baby, jadi gemes!" ucap Siwi gemas
"Iya nih, tumben banget si Bagas jadi sweat banget!, jadi iri deh kenapa Si Hermes gak kaya si Baby!" gerutu Agni sambil memukuli Siwi
"Apaan si Lo Agni, kesel sama laki lo, gue yang jadi pelampiasannya, sue!" cibir Siwi
"Sorry, Wi," jawab Agni
"Kayaknya dia bukan ka Bagas deh," gumam Nay sambil memperhatikan gerak gerik Ahmar
"Key, dalam bahaya, gue harus bantu dia,"
Nay diam-diam berjalan maju mendekati Ahmar
Ia memasang kuda-kuda, untuk menghajar Ahmar agar melepaskan Cassey dari pelukannya.
"Mamp*s kau penjahat!" teriak Nay yang langsung melesatkan tendangannya hingga Ahmar terhempas, dan tidak melepaskan Cassey dari pelukannya.
Penjahat itu tersenyum senang melihat Ahmar jatuh tidak berdaya, ia segera melompat untuk menghunuskan belatinya kepada Ahmar.
Melihat Cassey dalam bahaya Ahmar segera membalikkan badannya agar Cassey tidak terkena belati itu.
"Arrrggghhh!!!" pekik Ahmar ketika belati itu menancap di punggungnya.
*Buughhh!!
Bayu segera menghempaskan tendangannya membuat lelaki itu langsung terhempas bersimbah darah, Bayu tidak memberikan ampun dan terus menghajar lelaki yang sudah membuat adiknya celaka.
Sedangkan Cassey hanya bisa menangis tidak percaya ketika melihat siapa yang menolongnya, lelaki yang terbaring diatasnya ternyata bukanlah Bagas melainkan Ahmar.
"Kenapa kau melakukan semua ini Ahmar," ucap Cassey
"Apapun akan ku lakukan untuk menyelamatkanmu Key, semoga dikehidupan yang akan datang kita bisa menjadi sepasang kekasih atau sepasang suami istri, kau maukan?" ucap Ahmar mengusap lembut wajah Cassey
"Sampai kapanpun aku tetap sayang sama kamu Key," ucapnya sebelum ia jatuh tidak sadarkan diri diatas pelukan Cassey.
"Maafkan aku Ahmar, aku tidak bisa menerima cinta kamu saat ini. Tapi aku tidak bisa menolak jika dikehidupan yang akan datang kita berjodoh karena semuanya hanya Allah yang tahu, aku cuma bisa berdoa semoga kamu bisa sembuh dan bahagia hidup bersama Siwi," ucap Cassey
Setelah selesai meringkus pria yang sudah mencelakakan Ahmar, Bayu segera membawa Ahmar menuju ke rumah sakit.
"Bertahanlah Ahmar, kau harus kuat. Jangan tinggalkan aku, karena aku sudah kehilangan semuanya dan tinggal kau yang aku miliki sekarang. Bangunlah dek, Mas yakin kamu kuat!" ucap Bayu dengan linangangan air mata.
Ketika Siwi mengetahui bahwa lelaki yang bersama Key adalah Ahmar, ia menjadi geram dan kesal pada Cassey. Menurutnya Cassey lah yang sudah membuat Ahmar celaka.
**Plaaakk!!
Siwi menampar wajah Cassey dengan keras untuk melampiaskan kekesalannya.
"Dasar j*lang, beraninya kau menikung kekasih adik iparmu sendiri. Ingat Key kau sudah punya Bagas kenapa kau ingin merebut Ahmar juga dariku. Apa kau tidak puas dengan satu lelaki makannya kau berbuat seperti ini padaku. Tapi kenapa harus Ahmar Key, kenapa bukan yang lain!!" teriak Siwi membuat semua orang memusatkan perhatiannya kepada dua wanita yang tengah berseteru itu.
"Kau salah paham Wi, bukan aku yang menyebabkan Ahmar celaka, dan tidak terbersit sedikitpun dalam hatiku untuk merebut Ahmar darimu, karena aku juga tidak bisa mencintai lelaki lain selain suamiku Bagas. Dan asal kau tahu, aku juga tidak akan mengganggu hubunganmu walaupun misalnya aku masih sendiri atau sudah berpisah dengan Bagas, karena pantang bagiku merebut milik orang lain, apalagi dia adalah kekasih sahabat terbaikku," ucap Cassey
__ADS_1
"Tutup mulutmu itu Key, jangan sok suci karena aku tidak akan pernah percaya lagi padamu," ucap Siwi hendak menamparnya lagi dan segera ditahan oleh Danar Gumilang
"Kau harus percaya dengan Cassey, karena ahmar melakukan itu semua atas perintah ku," ucap Danar Gumilang
"Kalian memang sama saja, bersekongkol untuk memisahkan aku dengan Ahmar!" seru Siwi meningalkan Cassey
"Sabar Key, kau harus bisa mengambil hikmah dari kejadian ini," ucap Danar Gumilang
Danar Gumilang segera mengajak Cassey untuk pergi meninggalkan tempat itu, tidak lupa ia membawa belati yang sudah membuat Ahmar tidak sadarkan diri.
****""""
"Belati ini!!!" kata Arkadewi sambil melotot memperhatikan sebuah belati yang diperlihatkan oleh Danar Gumilang dihadapannya.
"Kenapa benar-benar mirip dengan belati yang ku pesan untuk Cassey dulu, racun dan juga tanda dibelainya sama seperti yang aku disain, kali ini aku berhadapan dengan seorang yang sangat berbahaya, aku harus lebih waspada. Tapi apa Danar tahu siapa yang terlibat, karena hanya aku satu-satunya orang tahu siapa yang memesan belati inj, " batin Arkadewi
Arkadewi segera membalikan badannya, belum sempat ia melangkahkan kakinya, keluar dari ruang kerja Panji Arjowinangun.
Tiba-tiba seorang lelaki menariknya kedalam pelukannya.
"Mau kemana sayang?" tanya Panji
"Aku mau menemui orang yang sudah membunuh Ahmar dan mengacaukan acara penobatan putra mahkota, " jawab Arkadewi
"Bahaya kalau kau pergi menemuinya sekarang," cegah Panji Arjowinangun
" Jangan pergi dulu sayang, kau bisa menemuinya besok pagi bukan," ucap Panji Arjowinangun menahan Arkadewi pergi
"Maaf Yang Mulia, aku harus menyelesaikan masalah ini, aku sudah tidak sabar untuk menghabisi nyawa orang yang sudah membuat hidup cucu kesayanganku tidak nyaman" jawab Arkadewi
Arkadewi kemudian pergi meninggalkan Panji Arjowinangun di ruang kerjanya, sementara Panji langsung menghubungi Danar Gumilang jika Arkadewi tahu siapa dalang dari semua kerusuhan pagi hari ini.
Danar Gumilang segera berlari membuntuti kemana Arkadewi pergi.
"Apakah Rahardian belum kapok juga setelah di tahan di penjara kerajaan, apa dia benar-benar dendam karena dulu jabatannya di copot oleh Danar Gumilang," ucap Arkadewi dalam hati
"Tidak usah Arkadewi, sekarang kamu mending balik ke paviliunmu, aku khawatir kau malah akan menjadi sasaran Rahardian selanjutnya," ujar Danar Gumilang
"Kau juga sudah tahu pelakunya adalah Rahardian, tapi kenapa kau tidak berbuat sesuatu, atau menambah hukuman kepada lelaki laknat itu," jawab Arkadewi
Danar Gumilang segera mengambil ponselnya dan menghubungi Tama Wijaya untuk segera membawa Rahardian menemuinya.
"Masuklah!" kata Danar Gumilang yang tengah berdiskusi dengan Arkadewi di ruang kerjanya.
Beberapa menit kemudian dua anak buah Rahardian yang tertangkap masuk kedalam ruangan kerja Danar Gumilang membuat Rahardian tercengang setengah mati.
"Darimana kamu yakin kalau aku pelakunya?" tanya Rahardian dengan senyum sinisnya
"Aku sudah menyelidikinya dan menemukan bukti-bukti kalau kang Mas pelakunya, jadi aku sangat yakin kalau kau dalang dari semuai kekacauan ini, apalagi dua orang kepercayaan kamu sudah mengakuinya" jawab Danar sembari menunjukkan bukti-bukti kejahatan Rahardian termasuk
"Sebenarnya apa motif Kang mas melakukan semua ini" tanya Danar Gumilang
"Kau sudah tahu jawabannya Dimas, selain aku ingin membalas dendam karena Key telah mempermalukan aku dengan mengungkapkan identitas cucu Albino ku, aku juga ingin merebut kursi putra mahkota untuk anakku Lingga, karena hanya dialah yang pantas menjadi Raja Keraton Arjowinangun, daripada Bagas yang lemah," jawab Rahardian
"Baiklah sekarang aku akan memberikan hukuman sesuai dengan perbuatanmu ini Kang Mas, jadi 22wMaafkan aku jika kali ini aku akan memberikan hukuman seumur hidup padamu," ucap Danar Gumk" jawab keduanya
***********
Arkadewi segera menghentikan mobilnya didepan halaman paviliunnya, ia kemudian masuk dan merebahkan tubuhnya di kamarnya, ia masih memikirkan tentang Rahardian yang akan dihuyjum seumur hidup.
"Bunda !" teriak Naya ketika melihat Arkadewi terlentang diatas kasurknya
"Kenapa Kau berteriak Naya" tanya Arkadewi
Arkadewi berjalan mendekati Naya
"Apa kau sakit Nay?" tanya Arkadewi sambil mengusap lembut wajah menantunya.
"Tidak Bunda, aku hanya khawatir dengan bunda," jawab Naya
__ADS_1
"Kau tidak perlu khawatir denganku sekarang pergilah tidur aku tidak apa-apa," jawab Arkadewi
**********
Sementara itu di rumah sakit Ahmar belum sadarkan diri setelah mendapatkan perawatan di ruang UGD, tentu saja hal ini membuat Siwi merasa sedih dan takut jika Ahmar meninggalkannya untuk selama-lamanya.
"Bangun sayang jangan tinggalkan aku, aku tidak akan kuat jika kau pergi meninggalkan aku sendiri," ucap Siwi sedih
"Bangun Ahmar, bangun!" teriak Siwi sembari terisak
"Kau tidak usah khawatir Siwi, Ahmar sebentar lagi siuman jadi jangan sedih ya. Alhamdulillah Bayu berhasil menolongnya tepat Waktu hingga nyawanya masih bisa diselamatkan," ucap Gaga menenangkan Siwi
"Terima kasih Om, kau sudah menyelamatkan Ahmar," tukas Siwi bahagia
"Kau harusnya berterima kasih kepada Cassey, karena dia yang telah mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan Ahmar semalam," jawab Gaga
"Benarkah Key yang menyelamatkannya, tapi untuk apa, apa ia sengaja membuat Ahmar sembuh agar dia bisa selingkuh dengan Ahmar lagi," batin Siwi
"Kau Jangan berpikir macam-macam tentang hubungan Key dengan Ahmar. Aku percaya seratus persen Jika mereka sama sekali tidak ada hubungan. Dan kau bisa percaya ucapannya, karena Key adalah orang yang setia dan tidak pernah berpaling dengan lelaki lain. Bukankah kau tahu selama ia dipisahkan dengan Bagas tiga bulan lalu, ia tidak memiliki kekasih lagi. Walaupun banyak lelaki yang mencintai dia, tapi Key sama sekali tidak ada niat menerima cinta mereka. Bahkan jika ia mau, saat itu ia bisa saja berhubungan dengan Ahmar tetapi ia tidak melakukannya karena ia sangat menyayangimu dan tidak mau merusak hubunganmu dengan Ahmar. Walaupun ia tahu selama ini Ahmar belum bisa menerima cinta kamu seratus persen tapi ia selalu menyemangati Ahmar agar ia membuka hatinya untuk kamu, makanya ahmar kemudian memberanikan diri untuk melamar kamu agar dia bisa move on dari Key, untuk itu kau juga harus membantu Ahmar agar bisa selalu menyayangi dan mencintai kamu Siwi, karena aku juga yakin kalian akan menjadi pasangan yang berbahagia nantinya!" sahut Bayu
"Iya Om, maafkan Siwi," ucap gadis itu
"Sekarang kau harus minta maaf sama Key, karena sudah menamparnya dan menyakiti hatinya. Jadilah Siwi yang ceria dan penyayang bukan Siwi yang bar-bar," tambah Bayu
"Iya Ka, sekarang juga aku akan pergi menemui Key, aku pamit ya," ucap Siwi berjalan meninggalkan ruangan itu
*******
"Assalamualaikum," sapa Siwi ketika tiba di paviliun Cassey
"Waalaikum salam, masuk Wi," jawab Cassey
Siwi langsung berjalan memasuki ruangan itu dan mendekati Cassey.
"Ada apa?" tanya Cassey ketika melihat Siwi menatapnya sambil menangis
"Maafkan aku Key," ucap Siwi sambil terisak dan memeluknya erat
"Iya aku maafin, tapi maaf untuk apa?" tanya Cassey
"Maafkan aku karena telah menuduhmu berselingkuh dengan ahmar, dan aku juga sudah menamparmu, maafkan aku Key," ucap Siwi sambil terisak
"Iya Wi, aku paham kok, jika aku jadi kamu mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama. Ingat tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, jadi mari kita saling memaafkan dan membuka lembaran baru, semoga kehidupan kita akan bahagia hingga akhir hayat kita nanti." jawab Cassey sambil mengusap lembut punggung Siwi
"Makasih ya Key, udah maafin aku, doakan Ahmar cepat sembuh supaya kami bisa cepat meresmikan hubungan kami di pelaminan," sahut Siwi
"Aamiin, semoga Ahmar cepat sembuh dan aku doakan kalian segera menikah dan menjadi keluarga yang bahagia dan harmonis," jawab Cassey
"Thanks Key, yaudah aku pamit ya," ucap Siwi berpamitan.
Key mengantar Siwi hingga ke depan pintu rumahnya dengan tatapan lega karena kini Siwi sudah tidak marah lagi dengannya.
Seminggu kemudian acara penobatan Putra Mahkota akhirnya berjalan dengan lancar.
Ahmar akhirnya siuman dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi.
Ahmar dan Siwi kemudian menikah setelah kontrak kerja Siwi berakhir. Gadis itu memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan meninggalkan kariernya setelah menikah dengan Ahmar yang berprofesi sebagai dokter seperti Bayu.
******End****
Sebelumnya saya sebagai Author mengucapkan terima kasih kepada semua pembaca Setia Istri Tomboy Sang Pangeran 2 yang telah setia membaca novel ini hingga akhir. Mohon maaf jika ending dari novel ini tidak sesuai dengan harapan para pembaca semuanya, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyuguhkan cerita yang menarik dan menghibur bagi para pembaca semuanya.
Jika ada yang penasaran dengan kisah Alina dan Rendra dan menginginkan kisah mereka, insya Allah author akan membuat Season tiga novel ini tapi kemungkinan dengan judul yang berbeda, supaya kalian tidak bosan ya.
Semoga bis terus mengikuti karya saya yang lainnya. Terus dukung karya saya dengan cara kasih Like, komen jadikan Favorite dan kasih Rate bintang lima. Dan jangan lupa Vote juga ya.
Terima kasih semua...happy reading...
Tunggu pengumuman berikutnya besok pagi.
__ADS_1