ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 118 # Kehamilan Cassey


__ADS_3

"Sekarang Opah tanya, apa kamu mau menjadi seorang raja?" tanya Sudiro membuat Hermes tercengang


"Apa Opah ingin aku menikahi Garnetta?" jawab Hermes


"Tanpa menikahi Garnetta kamu juga bisa menjadi seorang raja, karena ayah Garnetta adalah cucu dari seorang selir sama seperti dirimu, hanya bedanya kamu adalah cucu dari selir utama dan posisimu lebih diatas angin darinya," jawab Sudiro


"Aku tidak mau menjadi seorang Raja opah, aku hanya ingin menjadi orang biasa saja," jawab Hermes


"Lalu kenapa kamu ceritakan tentang Garnetta pada Opah, kalau kamu tidak mau menjadi seorang raja," tandas Sudiro


"Aku cuma kasian dengan dia opah, bahkan ayahnya sendiri yang menyuruhnya menjadi seorang selir hanya untuk mempertahankan posisinya sebagai seorang raja," jawab Hermes


"Itulah politik, dan itu belum seberapa karena ada yang lebih kejam daripada ini, itulah kenapa kakek sama seperti dirimu lebih memilih menjadi orang biasa dan keluar dari istana," jawab Sudiro


"Dimana Garnetta sekarang?" tanyanya lagi


"Ada di paviliun Ibu Suri," jawab Hermes


"Pastikan dia jangan sampai ke istana, aku takut sesuatu akan terjadi, karena gadis itu sangat cerdik, seperti ayahnya, kalau bisa bawa dia kemari," ujar Sudiro


"Tapi sepertinya dia tidak berminat tinggal bersama kita," jawab Hermes


"Tentu saja, mana mungkin seekor kucing akan tinggal dikandang anj*ng, cari mati saja," sahut Sudiro


Hermes sebenarnya belum terlalu paham dengan apa yang diucapkan oleh Opahnya tapi dia tidak mau ambil pusing.


***********


Pagi harinya seperti biasa Cassey berangkat ke kampus ditemani oleh Danar Gumilang.


"Kamu kenapa Key, tumben hari ini diem gak petakilan seperti biasanya?" tanya Danar


"Aku pusing kakek, sepertinya aku kurang enak badan," jawab Cassey yang langsung turun dari mobilnya dan menuju ke kelas


Ia merebahkan kepalanya di bangkunya tapi ia segera mengurungkan niatnya, ia teringat waktu ia tertidur dan jatuh dari bangku tempat duduknya dan ditertawakan satu kelas.


"Mending gue tidur di ruang Kesehatan saja,"


Gadis itu berjalan meninggalkan kelasnya.


Ia segera masuk dan tidur di brankar yang kosong.


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore Danar mencari Cassey di kelasnya namun tidak ada dan ia hanya menemukan tasnya saja yang tergeletak di tempat duduknya. Berkali-kali ia menelponnya, tapi tidak diangkat. Tentu saja hal ini membuat Danar kebingungan, ia bahkan menelpon ke istana namun Cassey belum pulang.


Hedeeh merepotkan saja, dimana si kamu Cassey, apa jangan-jangan dia kabur dari kampus, huh dasar bar-bar!!


Danar Gumilang segera pergi dari kampus untuk mencari Cassey.

__ADS_1


Sementara itu Cassey mulai mengerjapkan matanya dan melirik jam dinding di ruangan itu.


"Astaghfirullah sudah jam lima, kakek pasti mencariku," gadis itu segera bangun dan melangkah keluar dari ruang kesehatan.


Tiba-tiba saja kepalanya terasa sangat pening dan ia jatuh tidak sadarkan diri di depan ruang kesehatan.


"Bangun, woii!!!" Ahmar berusaha membangunkan Cassey namun gadis itu belum juga sadar


Ia kemudian membawanya kembali ke ruang kesehatan, tidak lupa ia menghubungi petugas kesehatan yang piket hari itu.


"Dia sakit apa dok?" tanya Ahmar khawatir


"Dia tidak sakit, itu biasa terjadi pada wanita yang hamil muda," jawab sang dokter


"Dia hamil dok?" tanya Ahmar kaget


"Iya, dan kondisinya sangat ringkih, dia harus banyak istirahat agar ibu dan bayinya sehat," jawab sang dokter sambil memberikan sebuah resep obat kepada Ahmar


"Baik dok, terima kasih," Ahmar menatap sendu gadis yang masih terbaring di brankar


"Aku dimana?" Cassey mulai membuka matanya


"Di ruang kesehatan Key, kamu tadi pingsan," jawab Ahmar sambil memberikan segelas teh hangat untuknya


"Minumlah," Ahmar membantu Cassey meneguk teh hangat itu


"Kalau kamu masih pusing istirahat dulu saja, kau bisakan menelpon orang istana mengabari kondisimu atau meminta mereka menjemputmu disini," balas Ahmar


"Hpku mati, aku tidak bisa menelpon mereka," jawab Cassey lemah


"Pakailah handphoneku," Ahmar menyodorkan ponselnya namun Cassey menolaknya


"Tidak usah terima kasih, aku tidak mau semua orang berpikir negatif dan mengira aku ada hubungan dengan kamu," ia berjalan keluar menuju ke kelasnya


"Kamu lebih mementingkan gunjingan orang daripada kesehatan janin kamu!" teriak Ahmar yang sedikit kesal terhadap Cassey yang menolak bantuannya


"Apa kau bilang, janin?, janin siapa?" tanya Cassey penasaran


"Janin yang ada diperut kamulah, memangnya janin aku, kau pikir aku wanita apa, dasar dong-dong," jawab Ahmar


"Jadi aku hamil??, terus anak siapa?" tanya Cassey membuat Ahmar terkekeh mendengarnya


"Anak aku, puas?" jawab Ahmar yang langsung dibalas pukulan Cassey yang langsung mendarat diwajahnya


**Buuughh!!


"Arrghhh, kenapa kau memukulku!" tanya Ahmar kesal

__ADS_1


"Itu baru hukuman kecil karena sudah membuat aku hamil," jawab Cassey polos


"Hahaha, kamu ini bodoh atau pura-pura tol*l, denger ya, yang mulia putri Cassandra, kapan aku menidurimu hingga aku bisa menghamili kamu, makanya jadi orang itu jangan hanya mengandalkan otot saja, tapi otak juga harus dipakai, seorang pria bisa menghamili seorang wanita jika mereka sudah melakukan hubungan badan, nah siapa yang sudah melakukan itu sama kamu?" tanya Ahmar bak seorang ayah bertanya pada putrinya


''Si baby," jawab Cassey dengan polosnya


"Berarti itu anak aku gitu?" goda Ahmar


"I, iya ...itu anak si Baby," jawab Cassey tersipu


"Sekarang gimana kamu mau tetap pulang?" tanya Ahmar


"Iya, makasih ya udah nolongin aku," ucap Cassey


"Kembali kasih, kamu juga udah sering kok nolongin aku, jadi tidak usah merasa sungkan," jawab Ahmar


"Kamu punya nomor telpon Hermes?" tanya Cassey,


"Tidak,"


"Yaudah, bisa tolong pesankan ojek online buat aku," jawab Cassey


"Aku tidak punya aplikasi itu, bagaimana kalau aku antar kamu pulang saja," sahut Ahmar


"Tidak usah, aku tidak mau menambah masalah lagi, hukuman atas berita hoax tempo hari saja belum selesai, apalagi kalau mereka tahu kamu nganter aku pulang, bisa kacau, yaudah aku pulang naik bus aja," Cassey segera berjalan keluar dari kampus


Ahmar segera berlari mengejar Cassey.


"Key, tunggu!!"


Cassey segera berhenti dan menoleh kearahnya.


"Apa lagi?" tanya Cassey parau


"Tunggu lima menit lagi driver ojolnya sedang menuju kemari," jawab Ahmar


"Katanya tidak punya aplikasinya, kok bisa pesen ojol?" tanya Cassey


"Bisa dong, kan aku download dulu tadi," jawab Ahmar


"Thanks ya kaka, semoga kebaikanmu Allah yang balas ya," jawab Cassey


"Hmmm, hati-hati ya Key, kamu harus banyak istirahat, dan ini resep obat dari dokter, maaf aku belum sempat menebusnya," kata Ahmar sembari memberikam secarik kertas berisi resep obat dari dokter


"Its Ok, sekali lagi terima kasih," Cassey segera masuk kedalam mobil ojol yang sudah menjemputnya


Ahmar yang khawatir dengan kondisi Cassey langsung melesatkan mobilnya mengikuti mobil ojol yang mengantar Cassey pulang.

__ADS_1


__ADS_2