
"Yang penting sekarang kamu harus cepat pulih agar kamu bisa mendoakan bayi kamu, karena doa seorang ibu itu diijabah sama Allah, doakan dia mendapatkan tempat terbaik sehingga ia bahagia dimanapun ia berada," jawab Bagas seakan tahu yang dirasakan adiknya
Kenapa ka Bagas ngomong seperti itu, apa dia tahu anakku masih hidup?
Ku lihat Ka Bagas menatapku iba, ia kemudian pergi meninggalkan aku dan Pandu.
"Kamu sudah pulang baby, bukannya minggu depan?" tanya Cassey
"Nay melahirkan jadi Pandu harus pulang untuk menemaninya," jawab Bagas
"What!, Nay lahiran?, bukannya harusnya masih dua bulan lagi?" tanya Cassey penasaran
"Nay melahirkan prematur dan bayinya meninggal," jawab Bagas
"Astaghfirullah, kasihan banget Nay, sekarang dia sama siapa?" tanya Cassey
"Semuanya berkumpul di rumah sakit menemaninya," jawab Bagas
"Aku juga mau jenguk dia baby?" rengek Cassey
"Tidak boleh Key, ini sudah malam, lagian kalau kau pergi kesana, siapa yang akan menjaga Rendra dan Kimmy?" tanya Bagas
"Kan ada dayang-dayang yang akan menjaganya," jawab Cassey enteng
"Memangnya kamu mau kalau nanti anak kamu memanggil para dayang-dayang itu dengan sebutan ibu dan memanggilmu tante, karena tidak pernah menemani ataupun merawat mereka?" tanya Bagas kesal
"Iya baby, aku gak mau," sahut Cassey yang langsung duduk disamping suaminya
"Makanya rawatlah anakmu sendiri dengan penuh kasih sayang, jangan pernah mengandalkan orang lain sekalipun itu adalah orang tua kita," tutur Bagas
"Iya baby," jawab Cassey
************
Welas Asih menatap ragu sesosok bayi yang sudah terbungkus kain kafan.
"Apa kau yakin dia putri Nay?" tanya Welas Asih ragu
"Iya ibu, dia bayi yang baru saja dilahirkan oleh Nay beberapa jam lalu," jawab Arkadewi
lantang
"Bukannya bayinya Nay itu prematur, harusnya bayinya itu kecil bukan, tapi kenapa bayi ini lumayan besar untuk ukuran bayi prematur," tandas Welas Asih sontak membuat Arkadewi panas dingin
"Tidak semua bayi prematur itu kecil Yang Mulia, ada beberapa orang yang melahirkan bayi prematur dengan berat normal seperti bayi pada umumnya, itu semua tergantung kondisi si ibu saat mengandung anaknya, jika ia memberikan nutrisi yang cukup pada bayinya, maka bayinya akan terlahir sehat dengan berat badan yang normal," jawab dokter yang menangani operasi Caesar Cassey.
Alhamdulillah, akhirnya dokter Fabian datang juga, terima kasih dok sudah membantuku menghandel ibu suri.
Arkadewi tersenyum simpul dan menundukkan kepalanya pada dokter Fabian.
__ADS_1
"Terima kasih dok," ucap Arkadewi ramah
"Sama-sama yang Mulia," jawab Fabian mengantarkan keluarga kerajaan keluar dari kamar jenazah
************
"Selamat pagi?" sapa seorang wanita cantik mengagetkan Lulu
"Ayu!!" teriaknya sambil memeluk wanita itu erat.
"Kapan kamu sampai?" tanya Lulu
"Semalam mbak, sama ibu juga, dan sepertinya aku memutuskan untuk menetap di Jogja karena Ka Ferdan juga kan sekarang kerja di perusahaan Ka Rey disini, jadi mau tidak mau aku harus mengikutinya, aku takut Ferdan melirik wanita lain makannya aku ikutin," jawab Ayu sambil terkekeh
"Dasar bucin, dari dulu sampai sekarang gak berubah-ubah ya, masih saja jadi bucinnya si Ferdan," sahut Lulu
"Ya iya dong mbak Lulu sayang, masa sih gue harus beralih jadi bucinnya Mas Damar, nanti lo labrak lagi," jawab Ayu
"Bukan cuma gue labrak tapi gue mutilasi!" balas Lulu terkekeh
"Suee, sadis banget lo mbak!!" seru Ayu
"Btw lo ke Rumah Sakit sendirian?" tanya Cassey
"Sama Siwi, ibu gak bisa ikut karena masih kecapean, sedangkan ka Ferdan paling sore baru bisa kesini sama Rey sama Opang," jawab Ayu
"Mana Siwinya?" tanya Lulu
"Ok, penasaran aku sama ponakannku itu, kaya apa wajahnya sekarang," tutur Lulu
********
"Ingat Mar, tahun ini kamu harus lulus, buat Ibu dan Bapak bangga," ucap Bayu
"Iya Mas, makanya aku mau mengadakan penelitian disini, aku mau Mas membantu penyusunan skripsiku," ujar Ahmar
"Iya nanti aku bantu, sekarang kita temui dulu pimpinan rumah sakit ini," Bayu mengajak Ahmar menemui Ganendra
Mereka berjalan beriringan menuju ke ruangan Ganendra yang berada lantai basement.
"Hadeeh, lupa lagi dimana ruangan Nay dirawat," gadis itu menghentikan langkahnya untuk mengambil ponselnya dan menghubungi ibunya.
"Halo mih, kamar kaka Nay dimana?"tanya Siwi
"Lantai dua kamar Cempaka 225," jawab Ayu
"Iya Mih, aku akan segera meluncur," jawabnya langsung berlari tanpa melihat ke arah depannya.
**Buuughhh!!"
__ADS_1
"Awww!!, hati-hati dong kalau jalan, jangan main nabrak aja!" hardik Siwi
"Kamu tuh jangan meleng, jalan itu pakai mata, bukan lihatin handphone terus!!" jawab Ahmar tak kalah galak
"Berani lo, gertak gue!, udah tahu salah malah nyolot!!" jawab Siwi sambil melesatkan tamparannya ke wajah Ahmar
**Plaaakk!!
"Sial, dasar cewek gila, udah salah malah main tampar aja, kalau saja lo bukan cewek udah ku bejek-bejek kamu!" gerutu Ahmar sambil mengusap pipinya yang masih terasa sakit
"Emangnya kenapa kalau gue cewek, lo mau hajar gue, lo mau pukul gue, ayo siapa takut!!" tantang Siwi
Bayu segera menarik Ahmar yang sudah terpancing emosi dan sudah bersiap melepaskan pukulannya.
"Sudahlah Mar, jangan dilayani, namanya juga cewek, biasalah begitu, udah sabar!" tutur Bayu
**Buuughhh!!
Sebuah pukulan kini mengenai wajah Bayu.
"Sue, kenapa gue juga kena pukul!, apa salah gue?" umpat Bayu
"Makanya Om, jangan ikut campur dan jangan jadi provokator!" ujar Siwi kesal
"Siapa yang jadi provokator girl, gue justru mau menjadi penengah kalian, eeh malah kena pukul juga, nasib-nasib!" keluh Bayu
"Ini gak bisa dibiarkan Mas, cewek gila itu harus dikasih pelajaran!" ucap Ahmar yang langsung menghampiri Siwi
Ia menatap kesal dan penuh amarah gadis berbaju seksi itu.
"Apa lo liat-liat, awas aja lo sampai jatuh cinta sama gue, gak bakalan gue terima cinta lo!!" kata Siwi lantang
"Diih najong, siapa juga yang suka sama cewek gila kaya lo, mana pakai baju kurang bahan, dandanan menor kaya sinden, dasar cewek alien," cibir Ahmar
"Sue, cewek cantik dan seksi kaya gue dibilang alien, dasar cowok gay!!, minggir lo!!" hardik Siwi yang mendorong tubuh Ahmar
Tiba-tiba Gadis itu terpeleset karena lantai licin, membuat gadis itu hilang keseimbangan dan hampir saja jatuh kelantai, beruntungnya Ahmar segera menariknya hingga gadis itu tidak jadi terjatuh.
"Arrghhh!!" Ahmar mengerang kesakitan ketika Siwi mencolok matanya
"Rasakan tuh, dasar cowok mesum, beraninya mengambil kesempatan dalam kesempitan." tutur Siwi yang bangkit dan merapikan pakaiannya.
Ahmar yang tidak terima dengan perlakuan Siwi langsung menarik baju gadis itu agar tidak kabur.
**Bruuughhh
Dari arah berlawanan beberapa orang perawat menabrak Siwi karena sedang terburu-buru membawa pasien, membuat gadis itu terdorong mundur hingga jatuh dan menimpa Ahmar.
"Oh My God, kenapa harus duduk di wajah gue, bangun!!" teriak Ahmar dengan suara yang tidak terdengar jelas
__ADS_1
"Kayaknya ada ada yang nyuruh gue bangun deh, tapi kok ga ada orangnya, terus apa lagi yang bergerak-gerak dibawah gue, bikin geli aja!!" tutur Siwi sambil menunduk ke bawah
"Aaaaa!!" ia berteriak histeris ketika tahu bahwa dirinya duduk diatas wajah Ahmar, sementara Bayu hanya terkekeh melihat keduanya.