ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 48 # Penyelidikan di Mulai


__ADS_3

Ngapain lo Nay?" tanya Cassey


"Nelpon paman Tama sama Om Rey, takutnya kita ketangkep," jawab Nay


Cassey hanya menyipitkan matanya dan memberikan kode pada Nay untuk menutup ponselnya, karena Ares sudah berdiri di belakangnya.


"Apa?" tanya Naeswari tidak mengerti dengan kode yang diberikan oleh Cassey


"Berani sekali kalian bocah tengik!!" teriak Ares merebut ponsel Naeswari dan melemparnya


***Braakkk!!


"Oh my God, handphone baruku!!, ibu bisa marah ini," gumam Naeswari


Cassey berniat menarik lengan Naeswari namun Ares lebih dulu menyeret Naeswari kearahnya.


***Buughh!!!


Sebuah tendangan melesat menghantam Ares hingga membuat pria itu terpental dan Pandu segera menarik Nay ketika terlepas dari genggaman tangan Ares.


"Lari!!" Bagas memberi komando ketika melihat puluhan anak buah Ares keluar dari persembunyiannya


Kelima remaja itu langsung berlari dan menaiki motornya, mereka segera melesatkan motornya meninggalkan markas Ares.


"Kejar mereka!!" perintah Ares


Semua anak buahnya langsung mengambil motornya masing-masing dan mengejar kelima remaja itu.


"Kita mau kemana!" teriak Hermes


"Ke istana saja!!" jawab Pandu


"Jangan!, kita bawa saja mereka ketempat kosong!, kita habisi mereka disana!" ucap Cassey


"Yakin kamu!!" tanya Pandu


"Yoi!!" jawab Cassey menghentikan motornya disebuah lapangan yang jauh dari pemukiman penduduk


"Gila lo, mau cari mati!" ucap Pandu


"Sekali-kali kita uji nyali lah, jangan bersembunyi terus dibelakang kekuatan Om Rey atau yang lainnya, kita harus jadi diri kita sendiri, tenang ada duo Angel disini," ucap Cassey penuh percaya


"Yoi!, aku suka gaya lo sis!" jawab Cassey


"Betul aku juga setuju dengan Cassey, kita harus buktikan kalau kita bisa mengalahkan mereka dengan kemampuan kita sendiri," kata Hermes


"Kalian ini benar-benar konyol!, bagaimana kalau jumlah mereka seperti waktu kita perang seminggu yang lalu, bisa mati konyol kita, jadi orang itu harus realistis, berani boleh saja, percaya diri juga tidak masalah asal jangan sombong," ucap Pandu menasihati teman-temannya


"Inggih Om," jawab Cassey


"Am, Om, am, Om, emang aku mirip Om-om," ucap Pandu kesal


"Iya bener tuh kata Cassey, kamu tuh mirip paman Tama suka marah-marah gak jelas sama ngatur-ngatur gitu," jawab Naeswari


"Kok kamu ngomong gitu sih Nay, bukannya belain aku malah mojokkin, hufftt!" keluh Pandu


"Makanya kamu tuh jangan suka marah-marah Pi, nanti cepat tua kaya ayah kamu, tapi tetep kok walaupun aku galak sama kamu, akutuh tetep sayang sama kamu, unnnchh!!, tayang, tayang, tayang!, jangan marah ya," goda Nay

__ADS_1


"Uwuu!" ledek Cassey


"Udah jangan drama, tuh musuh sudah datang!!" ucap Hermes memperingatkan teman-temannya


Mereka segera bersiap-siap untuk menghadapi musuh-musuhnya. Melihat musuhnya membawa senjata tajam, Hermes segera mengeluarkan senjata tajamnya dari dalam bagasi motornya.


"Dasar tukang tawuran bawa aja barang ginian, untung gak kena razia Bu Kulsum, hahaha..." ledek Cassey


"Persiapan Key," jawab Hermes


"Tenang gue juga bawa, senjata peninggalan papih," Cassey mengeluarkan sebuah belati dari balik bajunya.


"Busyeet, lo harus feminim dikit dong baby, jangan main buka rok sembarangan didepan cowok-cowok, bahaya!!" ucap Bagas menutupi Cassey


"Apaan sih baby, orang aku pakai celana juga!" Cassey segera melepaskan roknya dan hanya memakai celana jeansnya


"Anj*r, bener-bener maskulin cewek gue!" ucap Bagas


"Hihihi, tapi suka kan baby?" goda Cassey


"Iyuuh," jawab Bagas mulai mendekatkan bibirnya kearah kening Cassey


"Eheemmm!!" teriak Nay memberikan kode pada Hermes


"Serang!!" teriak Hermes memberi komando


"Sue lo Mes, baru juga mau di Kiss, udah mulai aja perangnya, gagal lagi deh," gerutu Cassey


"Hahaha!!, sorry babe!!" teriak Hermes sembari menghajar lawan-lawannya


***Buuuggghh!!!


"Keren baby!!" puji Cassey sembari mengerlingkan matanya kearah Bagas


Ares mendekati Naeswari yang masih menghadapi dua orang lawannya.


"Diantara yang lainnya, kamu yang paling kecil, pasti kamu juga yang paling lemah" gumam Ares


Gadis itu tidak membawa senjata dan hanya melawan musuhnya dengan tangan kosong.


**Buughhh!!!


Tendangan Ares berhasil membuat Nay terpental dan memegangi perutnya.


Melihat adiknya meringis kesakitan Bagas segera melayangkan pukulannya kearah Ares.


***Buuughh,!!!


"Itu hukuman buat lelaki yang beraninya hanya melawan cewek!" ucap Bagas


"Hey kalian ini kakak beradik rupanya, pantas wajah kalian mirip, tapi sepertinya wajah kalian sangat familiar," ia mengingat-ingat seseorang yang terus terngiang-ngiang dalam pikirannya


"Bidadari itu, apa mereka anak-anaknya!" gumam Ares


**Buughhh!!"


Pandu kembali melesatkan tendangan ke arah Ares hingga lelaki itu sempoyongan dan jatuh di dekat Naeswari. Ia menyeringai dan mengeluarkan sebuah pistol dari saku celananya.

__ADS_1


**Dor!!


Ia melesatkan tembakannya keatas untuk menakut-nakuti tiga orang pemuda yang kini mengepungnya.


***Greep!!


Hermes berhasil menarik Naeswari dan menyekapnya.


"Jika kalian ada yang maju maka akan aku tembak dia!" ancam Hermes sembari menodongkan pistolnya ke kepala Naeswari


Ketiga pemuda itu saling berpandangan, sementara Cassey masih menghajar anak buah Ares yang masih tersisa.


"Suee!!, kenapa pada nolongin Nay semua!, gue malah dibiarkan sendirian melawan cecunguk ini!" gerutu Cassey


"Dasar cowok semuanya sama saja!, langsung berpaling kalau ada yang bening-bening," ucap Cassey


Gadis itu mendekati ketiga temannya.


" Wew ternyata ada film action keren!!" ucap Cassey sembari duduk bersila didepan teman-temannya


"Ngapain lo duduk disini baby!!, minggir!!, nanti ketembak loh!" teriak Bagas


"Gak takut baby, aku kan punya seribu nyawa kaya papih jadi santuy," jawab Cassey


"Dasar ngeyel!" sahut Bagas


Ares berjalan mundur sambil membawa Naeswari, pergi meninggalkan tempat itu.


"Jangan ikuti, atau teman kalian mati!!" ancam Ares


Cassey sejenak menoleh ke arah Ares dan ia segera melesatkan tendangannya karah Ares.


** Wuuushh!!


Ketika pistolnya sudah terlepas, Naeswari berusaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman Ares.


"Thanks sis, " ucap Nay


"Yoi, sekarang kita hajar ABG tua ini biar dia kapok berurusan dengan kita!!" ucap Cassey menarik kerah baju Ares


"Sekarang katakan sama gue, lo kan yang membuat nama sekolah kita jelek dan berusaha untuk menutup SMA Budi Waluyo!" teriak Cassey


"Kalau iya kenapa!, apa kamu mau mengancamku anak kecil!!" jawab Ares menyeringai


"Hmmm, kau pikir cuma kamu yang bisa dibilang dewa perang!, gue juga bisa!!" Cassey segera melesatkan pukulannya ke wajah Ares hingga darah segar mengalir dari bibirnya


"Keren juga kamu anak kecil!, andai saja Agni bisa seperti kamu mungkin kami bangga karena ada generasi penerus Naga Api," ucap Ares lirih


***Wuuushh!!!


"Lari!!" teriak Pandu yang melihat sebuah bom molotov meluncur kearah mereka.


**Duaar!!!


Cassey dan yang lainnya segera berlindung dibalik pepohonan yang tidak jauh dari sana.


"Sial!!, siapa lagi yang berani mengacaukan rencana aku!!" gerutu Cassey

__ADS_1


Ares menyunggingkan senyumnya karena berhasil melarikan diri dari cengkeraman Cassey.


"Terima kasih anak muda," ucapnya kepada sekelompok anak-anak berseragam putih abu-abu


__ADS_2