
Setelah kejadian Itu Cassey dan keempat geng gesreknya mendapatkan penghargaan dari pihak kepolisian karena telah menangkap sindikat perdagangan wanita yang meresahkan warga Jogjakarta.
Tentu saja kabar bahagia ini terdengar ditelinga Welas Asih, diam-diam wanita itu bangga terhadap Cassey saat gadis itu memberikan penyuluhan kepada para mahasiswa dan juga wanita karier di sebuah stasiun televisi.
Cassey tampak anggun menjelaskan pentingnya seorang wanita memiliki kemampuan beladiri untuk melindungi dirinya dari orang-orang jahat.
Sebagai Brand ambassador suatu produk kecantikan tentu saja sekarang penampilan Cassey berbeda dengan Cassey yang dulu. Dia selalu tampil cantik, anggun dan modis.
Tapi disela-sela kesibukannya Cassey tidak lupa dengan tugasnya sebagai seorang Ibu menjaga Kimmy dan juga Rendra. Bahkan Cassey masih mengantar jemput Kimmy kesekolah.
*********
"Sepertinya usaha Ibu berhasil, Key sekarang sudah berubah ternyata tiga bulan ia jauh dari Bagas bisa merubah kepribadiannya," ucap Danar Gumilang
"Lalu bagaimana dengan Bagas?" tanya Welas Asih
"Alhamdulillah, dia juga sekarang sudah menjadi pribadi yang tangguh, dan bertanggung jawab."
"Alhamdulillah, kalau gitu besok undangan Cassey ke Istana, aku mau membuat kejutan untuknya,"
"Baik Ibu," Danar Gumilang segera menemui CEO Jasmine Corporation, untuk mengundang Cassey ke Istana.
*Di Kantor Jasmine Corporation.
"Baik Yang Mulia, aku akan memerintahkan Cassey untuk memberikan penyuluhan di Istana Arjowinangun," ucap Mahendra
"Baik, aku tunggu besok kedatangan jam sepuluh pagi," jawab Danar Gumilang
"Sendiko Yang Mulia, akan Hamba laksanakan titah Yang Mulia," jawab Mahendra memberi hormat pada Danar Gumilang
Setelah Danar Gumilang pergi, ia segera menghubungi gadis itu untuk memberitahukan tentang jadwalnya besok pagi.
"Baik Pak, saya akan datang esok pagi on time," tutur Cassey
"Baik, jangan lupa promosikan produk kita kepada pihak istana,"
"Siap,"
Cassey segera pulang ke rumahnya setelah, menerima sedikit pengarahan untuk acara di Istana.
Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba juga, Cassey bersama tim dari Jasmine Corporation mengunjungi Istana untuk melakukan penyuluhan kepada keluarga kerajaan dan juga Abdi dalem Keraton.
__ADS_1
Karena sudah terbiasa berbicara didepan umum, Cassey terlihat tidak canggung lagi saat melakukan penyuluhan di tempat yang menjadi kenangan untuknya itu.
Ya Allah aku pengin sekali ketemu Si Baby, aku kangen banget sudah hampir tiga bulan kami tidak bertemu lagi.
Cassey hanya bisa berdoa semoga dia bisa bertemu dengan Bagas suaminya yang begitu ai rindukan.
"Maaf Nona, yang mulia ingin bertemu dengan anda," sapa seorang dayang istana
Cassey mengangguk, segera mengikuti dayang tersebut.
"Silahkan masuk Nona, Yang Mulia ada di dalam," Dayang itu mempersilakan Cassey masuk
Wanita itu segera masuk ke ruangan itu, ia mengamati ruangan itu sambil deg-degan menunggu siapa yang ingin bertemu dengannya.
*Papah, kakek atau Omah yang mau ketemu gue, jangan-jangan mereka ingin bertemu dengan gue karena ingin mengambil Rendra dan tangan gue, duh jangan sampai deh, bisa mati kalau gue harus pisah sama Rendra.
*Krieet*!!!
Terdengar suara pintu terbuka membuat Cassey semakin deg-degan.
"Selamat siang Key?" sapa lelaki itu
"Siang Pah, eeh yang mulia Raja," jawab Cassey gugup
"Gak kok Pah,"
"Tapi kok pucet?"
"Cassey hanya takut saja Pah, kalau Paapah mau ambil Rendra dari aku,"
"Astaghfirullah Key, sejahat itu kah aku Key?, kenapa kau berpikir seperti itu, tapi kalaupun itu benar harusnya kamu tidak boleh ke keberatan dong, karena Rendra juga cucu kami, dan kami juga berhak merawatnya," jawaban Damar sontak langsung membuat Cassey menangis dan bersimpuh di kaki Damar.
"Jangan ambil Rendra Pah, please aku mohon. Bukankah sudah cukup kalian memisahkan aku dengan baby, jika papah akan membawa Rendra juga, maka aku gak tahu akan seperti apa nanti. Mungkin aku akan jadi mayat hidup atau mati perlahan-lahan karena harus kehilangan orang-orang yang aku cintai," jawab Cassey tersedu-sedu
"Baik, aku tidak akan mengambil Rendra dengan satu syarat?"
"Apa?" tanya Cassey penasaran
"Kau dan Bagas harus bercerai, karena Omah sudah memilihkan jodoh terbaik buat Bagas,"
Cassey hanya diam mendengar tawaran Damar, mulutnya seakan terkunci dan tidak bisa berkata apa-apa selain hany menangis dan menahan kepiluan di hatinya.
__ADS_1
Badannya tiba-tiba saja lemas dan terduduk di lantai.
"Kenapa syaratnya begitu berat Pah, Cassey gak bisa," jawabnya sambil terisak
"Bukankah selama tiga bulan ini kau sudah bisa hidup tanpa Bagas, dan aku lihat kau bahagia dan tidak ada kesedihan disudut matamu, malah kayaknya kamu enjoy dengan keadaan itu,"
"Papah tidak tahu isi hati Key, Papah cuma bisa melihat Key dari luarnya saja, tentu saja aku harus kelihatan kuat dan baik-baik saja didepan anak-anak aku, karena aku tidak mau mereka mengetahui kesedihan aku yang bisa mempengaruhi kejiwaan mereka. Biarlah hanya aku yang tahu betapa beratnya mejalani hidup tiga bulan ini, bagiku waktu satu jam itu bagaikan satu hari jika tidak anak-anak didekatku, karena aku akan teringat pada suamiku saat itu. Semuanya akan berubah jika aku bersama Rendra dan Kimmy, mereka bisa membuat aku melupakan sejenak kesedihan aku, dan membuat aku semangat lagi untuk menjalani hidup ini. Aku tahu setiap manusia diberikan kekurangan dan kelebihan, mungkin Kalian tidak suka dengan pribadi aku yang cuek dan bar-bar, tapi itulah aku. Mau tidak mau aku juga harus mau menerima kekurangan aku karena itu juga bisa menjadi kelebihan aku. Aku tidak bisa merubahnya langsung seperti yang kalian inginkan, karena perubahan itu butuh proses, dan aku hanya bisa mengikuti proses itu dengan tidak terburu-buru. Karena setiap perubahan yang terjadi dalam hidupku adalah pelajaran dan guru terbaik bagi aku. Aku bisa berubah Pah, tapi butuh proses. Beri aku kesempatan agar aku bisa membuktikan jika aku bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku," jawab Cassey berusaha tegar
Bagas yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka tidak kuasa menahan kesedihannya, ia langsung melangkah masuk dan memeluk istrinya dengan erat.
"Pah, bukankah aku sudah melakukan semua perintah Omah, dan dia juga sudah janji tidak akan memisahkan Cassey dari Rendra jika aku mau melakukan semua perintah kalian, tapi kenapa sekarang Papah akan mengambil Rendra, pokoknya aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Aku akan memperjuangkan bagaimana caranya Cassey bisa tetap bersama Rendra apapun resikonya, walaupun aku harus diusir dari Istana, atau aku harus mengorbankan nyawa aku sekalipun aku rela, asal bisa melihat istriku bahagia itu sudah cukup bagiku," ucap Bagas sambil mencium pucuk kepala istrinya
"Ya sudah kalau itu mau kamu, karena kami akan menjodohkan kamu dengan Tania, dan kau harus menerima itu sebagai hukumannya karena kau kekeh membiarkan Rendra bersama, Cassey."
"Tidak adakah hukuman yang lebih berat dari itu, karena aku tidak mau menikah dengan Tania, lebih baik aku dihukum mati atau diasingkan ke desa terpencil, itu jauh lebih baik daripada aku harus menikahi orang yang tidak aku sayangi,"
"Ok, kalau itu mau kamu, sekarang bersiaplah untuk menerima hukuman mu," jawab Damar Langit
"Apa hukumanku Pah?" tanya Bagas
"Kembalilah pada Istrimu, dan jadilah ayah yang baik bagi anak-anak kalian," ucap Damar membuat Cassey langsung melepaskan pelukannya.
"Papah serius?" tanya Cassey penasaran
"Iya sayang, sudah cukup papah memberikan hukuman pada kalian, dan sekarang sudah saatnya kalian bahagia, maafkan ayah yang sudah memisahkan kalian," ucap Damar Langit memeluk keduanya
"Makasih papah, terima kasih." ucap Bagas sambil memeluk ayahnya
"Sudah jangan lama-lama pelukan sama papah, aku tahu kamu pasti kangen kan sama Key, jadi papah akan berikan kesempatan kalian buat melepaskan kerinduan kalian, tapu awas jangan berisik!" goda Damar meningalkan keduanya.
Seperginya Damar dari sana, Bagas kembali memeluk istrinya erat, dia menciuminya dari kening, hidup, pipi dan berakhir dengan ciuman bibir yang panas untuk menyalurkan hasrat keduanya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Menjawab rasa penasaran para Readers semuanya, sekarang Cassey dan Bagas sudah bersatu lagi karena Omah sudah melihat perubahan Key dan Bagas, mungkin Chapter-chapter berikutnya tinggal happy-happy saja. Mohon maaf bila alurnya tidak sesuai dengan harapan kalian semua.