
Cassey segera menuju ke rumah sakit tempat ibunya dirawat.
"Mamih kenapa masih memaksakan pergi kerja sih kalau lagi sakit, makanya jadi gini kan!" ucap Cassey memarahi ibunya
"Kan mamih harus bekerja untuk bisa menghidupi kamu Key, kamu tahukan kita
sudah kehilangan papih kamu yang menjadi tulang punggung keluarga, jadi terpaksa mamih harus bekerja keras supaya bisa memenuhi kebutuhan keluarga kita," jawab Niken
"Yaudah kalau gitu Key akan bekerja sampingan buat bantu mamih," balas Key
"Gak boleh sayang, tugas kamu hanya belajar supaya kamu jadi orang pintar dan sukses seperti keinginan papih kamu," ucap Niken
"Baiklah mamih, Key janji akan belajar dengan rajin bila perlu nyontek sama si baby supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus biar bisa masuk perguruan tinggi negeri yang terbaik di Jogjakarta," ucap Cassey
"Astaghfirullah Key!, kenapa harus nyontek sih," keluh Niken
"Itu kalau aku sudah tidak bisa berpikir lagi, mamih, udah mentok baru aku nyontek, hihihi...." sahut Niken tertawa kecil
"Dasar bar-bar!, Btw tadi dokter yang merawat mamih mirip banget dengan papih lho," ucap Niken
"Masa??" tanya Cassey
"Iya, nanti kamu lihat aja sendiri," jawab Niken
"Nah itu dia datang!" seru Niken yang melihat dokter Bayu menuju ke ruangannya
"Halo?" sapa dokter Bayu
"Hai dok, bagaimana keadaan ibu saya?" tanya Cassey
Niken langsung melotot kearah Cassey ketika gadis itu menyapa dokter Bayu.
"Kenapa kamu bilang ibu, harusnya kamu panggil mamih kaka, karena mamih bilang janda belum punya anak sama dia," bisik Niken ke telinga Cassey
"Isshh, mamih ini kebiasaan gak bisa lihat yang bening dikit langsung disikat!!" cibir Cassey
"Hihihi, kaya gak tahu mamih kamu aja Key," jawab Niken tertawa kecil
"Ibu kamu hanya kecapean saja, jadi dia hanya butuh istirahat yang cukup, Insya Allah sembuh," jawab dokter Bayu
"Alhamdulillah kalau gitu, abis mamih aku tuh bandel dok, kalau dibilangin aku suka ngeyel, mungkin kalau yang bilangin dokter pasti mamih langsung nurut," sahut Cassey
"Bisa aja kamu," jawab Bayu
"Btw aku boleh nanya gak dokter?" tanya Cassey
"Boleh dong, apa yang mau kamu tanyakan cantik?" tanya Dokter Bayu
"Dokter tahu aja kalau aku cantik, jadi malu aku, " ucap Cassey tersipu-sipu
"Dasar alay, selalu saja begitu, emang dia gak bisa lihat maminya bahagia, selalu saja menggoda setiap lelaki yang mendekati maminya," gerutu Niken lirih membuat Cassey tertawa mendengarnya
"Hmmm, gimana ya, aku takut dokter marah nantinya?" tanya Cassey
"Kenapa marah?" Bayu balik bertanya
__ADS_1
" Ok janji ya gak marah," ucap Cassey
"Tentu saja, " jawab Bayu
"Ok, Aku cuma mau nanya dokter ini masih single apa sudah married?" tanya Cassey membuat Bayu tertawa mendengarnya
"Memangnya kenapa?" tanya Bayu
"Gak papa cuma mau nanya aja?" jawab Cassey
"Aku sudah menikah dan punya anak satu tapi masih kecil," jawab Bayu
"Alhamdulillah dok, saya khawatir dokter masih lajang tadi," jawab Cassey membuat dokter Bayu kebingungan
"Memangnya kenapa kamu khawatir kalau aku masih lajang?" tanya Bayu penasaran
"Takut mamih aku hilaf dokter, secara dokter agak mirip-mirip papih aku , walaupun menurtku tidak begitu mirip-mirip banget," jawab Cassey yang membuat Bayu tertawa mendengarnya
"Sue!" ucap Niken
"Oh itu, kirain apa," jawab Bayu
"Ok, kalau gitu aku tinggal dulu ya, karena harus mengecek pasien yang lain," kata dokter Bayu
"Iya dok, salam ya buat istrinya," ucap Cassey
"Siip!" jawab Bayu
Niken langsung melotot kearah Cassey, sedangkan gadis itu hanya tertawa melihat maminya marah dan bergegas keluar dari ruangan itu untuk menebus obat.
Ryan bersiap-siap menuju ke Bandara untuk menjemput istrinya. Setibanya di Bandara ia segera memarkirkan mobilnya dan melambaikan tangannya kepada Zahra yang baru saja keluar dari Bandara.
Ia segera berlari menyeberang jalan untuk menghampirinya, tiba-tiba sebuah mobil sedan melintas didepanya dan segera melesatkan timah panas kearah Zahra dan putri kecilnya.
***Dor, dor, dor!!!
Seketika keduanya ambruk di lantai dan bersimbah darah, sedangkan mobil sedan itu segera meluncur meninggalkan Bandara setelah berhasil membunuh Zahra dan anaknya.
Ryan berteriak histeris disamping keduanya yang sudah terkulai tak berdaya bersimbah darah.
"Aaaaarrrrgghhh!!!" teriakannya membuat semua yang ada disana ikut merasakan kesedihannya
Ia segera membawa keduanya menuju ke rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari Bandara.
"Kamu harus sabar Rey, ingat ini ujian, aku yakin kamu kuat!" ucap Lulu memeluk sahabatnya itu
"Aku berjanji akan mencari pembunuh istriku dan tidak akan kubiarkan mereka hidup bahagia karena telah memisahkan aku dengan istri dan anaku," ucap Ryan mengeratkan jemarinya
"Sabar Rey, kamu sekarang sedang emosi," ucap Lulu menenangkan Ryan
"Kau tahu aku kan Lu, aku tidak segan-segan menghabisi siapapun yang sudah mengusikku," jawab Ryan
Seorang dokter menghampiri keduanya.
"Anda suami dari pasien bernama Zahra?" tanya dokter itu
__ADS_1
"Iya dok, apa istri saya bisa diselamatkan?" tanya Ryan
"Kami mohon maaf tuan istri anda tidak bisa diselamatkan, tapi putri anda masih bisa kami selamatkan," ucap sang dokter
"Alhamdulillah, setidaknya aku masih bisa melihat putriku, walaupun aku harus kehilangan kamu Ra, " batin Rey sedih
"Apa aku bisa menemuinya sekarang?" tanya Ryan
"Silahkan, tapi dia masih di ruang ICU," jawab dokter itu
Ryan segera menuju ruang ICU untuk melihat kondisi Kinanthi putrinya. Ia mencium kening balita yang masih belum sadarkan diri itu dengan penuh kasih sayang.
"Kamu harus kuat nak, jangan tinggalkan ayah sendirian disini, kamu harus sembuh, ayah sayang sama kamu," ucap Ryan lirih air matanya terus mengalir ketika menatap gadis balita itu
*********
Cassey berjalan keluar menuju ke apotek untuk menebus obat untuk ibunya.
"Bukankah itu Om Rey, ngapain dia dirumah sakit?" gumam Cassey yang menghampiri Ryan yang sedang berjalan gontai diselasar rumah sakit
"Om," sapa Cassey menepuk pundaknya
Ryan segera menoleh kearah Cassey, gadis itu terkejut melihat penampilan Ryan yang terlihat berantakan dan penuh darah yang mengotori kemejanya. Matanya terlihat memerah memancarkan kesedihan yang sedang ia rasakan saat ini.
"Om lagi sedih ya?" tanya Cassey pelan
Ryan hanya mengangguk dan memeluk gadis belia itu.
"Om cerita saja sama Key, siapa tahu aku bisa bantu Om," ucap Cassey
"Tidak perlu Key, kamu kenapa ada dirumah sakit?" tanya Ryan melepaskan pelukannya
"Mamih sakit Om, kata dokter dia kecapean dan butuh istirahat," jawab Cassey
"Kasihan Niken dia pasti kelelahan karena harus bekerja membanting tulang untuk menghidupi keluarganya," ucap Ryan
"Betul Om, mamih tuh selalu ngeyel kalau aku larang kerja saat dia sedang sakit," sahut Cassey
"Iya Key, mudah-mudahan Om bisa bantu perekonomian keluarga kalian nanti, jika Om jadi membuka cabang perusahaan di sini," jawab Ryan
"Halo Rey, sorry aku baru bisa nemuin kamu, aku turut berduka cita atas meninggalnya Zahra istri kamu," ucap Gaga yang menghampirinya
"Makasih Ga, " jawab Ryan
"Istri Om meninggal, kenapa?" tanya Cassey penasaran
"Dia dibunuh orang jahat Key," jawab Ryan
"Pantes Om Rey, terlihat sangat sedih, yang sabar ya Om," ucap Cassey
"Iya Key, oh iya Ga, aku minta tolong sama kamu untuk mengurus Niken, dia sedang dirawat dirumah sakit ini, aku minta berikan pelayanan terbaik untuknya, soal biaya biar saya yang akan menanggungnya, " ucap Ryan
"Tentu Rey, tanpa dimintapun aku akan merawat Niken dengan baik, " jawab Ganendra
"Terima kasih, Om tinggal dulu ya Key, karena aku harus mengurus jenazah istriku dan persiapan pemakamannya," ucap Ryan meninggalkan keduanya
__ADS_1