ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 63 # Cassey feat Arkadewi


__ADS_3

"Omah serius mau membelikan aku senjata?" tanya Cassey penasaran


"Seorang Kesatria harus memiliki senjata untuk membantunya menghadapi musuh-musuhnya, Bahkan seorang panglima perang seperti Danar Gumilang juga memiliki senjata untuk melindungi dirinya, begitu juga kamu, kamu tidak akan bisa terus menerus menghadapi musuh-musuh kamu dengan tangan kosong, kamu perlu senjata yang bisa membantu kamu, apalagi mafia itu memiliki banyak senjata yang mematikan untuk menumpas lawan-lawan mereka," jawab Arkadewi


"Silahkan yang mulia bisa memilih, senjata mana yang sesuai dengan keinginan anda," Barata menyodorkan sebuah katalog kepada Arkadewi


"Aku mau yang ini, tapi kalau bisa beri efek mematikan di ujungnya," ucap Arkadewi


"Pilihan yang mulia memang tidak pernah mengecewakan, tapi pedang ini saya buat hanya dua buah saja karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi saat membuatnya, khususnya saat menempanya, dan satu dari pedang ini sudah dimiliki oleh Ares keponakan Jaka Samudera, dan yang satunya masih dalam proses pembuatan," jawab Barata


"Baiklah buatkan itu untukku, dan kapan aku bisa mengambilnya," ucap Arkadewi


"Besok pasti sudah selesai, dan yang mulia bisa langsung memakainya," jawab Barata


" Baiklah Empu, seperti biasa jangan sampai ada yang tahu itu adalah pesananku, oh iya apakan pedang yang Ares pakai itu beracun?" tanya Arkadewi


"Tidak, cuma diujungnya aku beri gerigi sehingga para korbannya pasti akan mati dengan mengenaskan karena ujung pedang itu pasti akan mengoyak hati atau jantung korbanya," jawab Empu Barata


"Hmmm, aku mau pedangku diberi racun mematikan diujungnya," kata Arkadewi


"Baik yang mulia," sahut Barata


Arkadewi kemudian meninggalkan galeri itu setelah menyelesaikan pembayarannya.


Wanita itu segera melesatkan mobilnya menuju kesebuah bangunan megah yang berada di pusat kota.


"Halo yang Mulia, apa kabarmu?" tanya seorang pria ceking berambut panjang menyambut Arkadewi


"Hmmm, aku baik Jaka, kenapa dengan tanganmu," Arkadewi menatap Jaka Samudera yang sudah tidak memiliki lengan


"Sudahlah kau tidak perlu tahu yang mulia, ngomong-ngomong ada perlu apa yang mulia menemuiku?" tanya Jaka Samudera


"Aku hanya ingin memperingatkan kamu jangan coba-coba untuk mengusik keluargaku, dan asal kau tahu adikmu Ares sudah mencelakakan putraku, dan aku tidak bisa terima ini, aku akan membuat perhitungan dengannya," ancam Arkadewi


"Maaf yang mulia, memang sudah tiga bulan ini aku sudah fakum dari dunia mafia, aku sudah mengundurkan diri dari ketua Naga Api, karena kondisiku yang sudah tidak bisa berkelahi lagi, semuanya sudah aku serahkan sama Ares dan Felix," jawab Jaka Samudera


"Baiklah kalau begitu aku akan membuat perhitungan dengan keponakanmu itu," ancam Arkadewi


"Jangan yang mulia, tolong maafkan mereka, aku janji akan segera memberitahu mereka untuk segera meminta maaf padamu dan menghentikan rencana mereka," Pinta Jaka Samudera memohon


"Baiklah aku tunggu, tapi jika tidak ada itikad baik dari ponakan kamu itu, maka jangan salahkan aku jika akan membuat Naga Api menghilang dari muka bumi ini," ancam Arkadewi


"Baik yang mulia," Jaka Samudera mengantar Arkadewi meninggalkan istananya


********

__ADS_1


"Berhentilah menjadi seorang gengster ka, aku tidak mau melihat kaka celaka lagi, coba bayangkan jika tadi aku tidak datang menyelamatkan kaka, kamu pasti sudah mati ditangan gadis itu," gerutu Tanaya


"Aku tidak bisa keluar dari dunia yang sudah membesarkan aku Naya, apa lagi aku sudah mencoba keluar dari sana dan menjadi seorang dosen, tapi takdir membawaku kembali ke dunia hitam itu, mungkin aku sudah ditakdirkan harus menghabiskan hidupku sebagai seorang mafia," jawab Felix


"Terserah kaka saja, yang jelas aku tidak bisa ikut campur lagi bila kaka nanti celaka lagi," ucap Tanaya


"Iya Adikku sayang, kamu jangan ikuti jejak kami, jadilah Naya yang baik hati dan selalu memberikan kebahagiaan kepada orang lain," Felix memeluk adik bungsunya itu


"Tolong kamu jemput Ares, kebetulan hari ini dia sudah boleh pulang," pinta Felix


"Baik ka," Tanaya segera melesatkan motornya menuju rumah sakit


"Hmmm, aku harus mencari kelemahan gadis bar-bar itu, dia memang tidak bisa diremehkan, apa aku harus menculik ibunya, hmmm, baiklah aku akan kerumahnya, " Felix segera melesatkan mobilnya menuju ke rumah Niken


Sesampainya dirumah Niken, Felix langsung bergegas masuk kedalam rumah yang memang tidak terkunci itu.


Ia langsung menyergap Niken yang sedang menyuapi Kinan dan membawanya ke markas Ares.


***Ciiittt!!!


Tananya menghentikan motornya dan segera masuk kedalam rumah sakit.


"Halo sayang, kamu pasti akan menjemput kakakmu ini bukan?" tanya Ares membuka tangannya


"Memangnya kenapa Felix tidak menjemputku?" tanya Ares


"Dia sedang terluka, baru saja seorang gadis belia membantainya, untung saja nyawanya bisa selamat karena aku melintas disana dan berhasil membawanya pergi kalau tidak dia pasti sudah mati," ucap Tanaya


"Dia memang bodoh, melawan anak bau kencur saja kalah, apalagi dia cuma seorang wanita, dasar bangke!!, bisanya cuma mencabuli mahasiswanya saja!!" cibir Ares


"Sudahlah ka, sekarang ayo pulang," ajak Tanaya


Baru saja Ares bangkit dari ranjangnya, tiba-tiba ponselnya berdering.


"Halo, ada apa?" tanya Ares


"......."


"Baiklah aku akan segera meluncur kesana," jawab Ares


"Kamu bawa motor kan Nay?" tanya Ares


"Iya ka, aku gak suka bawa mobil makanya aku lebih nyaman bawa motor," Ares segera berjalan keluar menggandeng lengan Tanaya menuju ke parkiran


Cassey berhenti sejenak di parkiran rumah sakit, memandangi motor sport yang tidak asing baginya.

__ADS_1


"Bukankah ini motor yang membawa kabur Felix dari aku," ucap Cassey


"Ada apa nduk?" tanya Arkadewi


"Omah masuk ke rumah sakit duluan saja, Key mau menunggu pemilik motor ini keluar," jawab Cassey


"Apa kau memiliki dendam pribadi dengan pemilik motor itu?" Arkadewi menyunggingkan senyumnya


"Dia yang tadi menggagalkan usaha Key untuk menghabisi nyawa Felix Omah, jadi aku harus tahu siapa dia dan dimana ia menyembunyikan si Felix itu," sahut Cassey


"Baiklah nduk, aku akan menunggumu di dalam saja, aku akan memastikan Damar mendapatkan pertolongan yang tepat, agar nyawanya bisa diselamatkan," Arkadewi kemudian berjalan pergi meninggalkan Cassey diparkiran


Cassey segera bersembunyi ketika melihat Ares dan seorang wanita berjalan kearahnya.


"Sial!!, ternyata dia seorang wanita, aku akan mengikutinya, dia pasti akan membawa Ares ketempat Felix," gumam Cassey


Cassey segera berjalan mundur untuk mencari motor yang bisa ia pakai untuk mengejar Ares dan adiknya.


Ia segera memakai kunci T untuk membobol sebuah sepeda motor .


"Hmmm, mau jadi maling kamu Key?" tanya Ganendra yang mengagetkan Cassey


"Aku cuma mau pinjem saja Om, nanti aku kembalikan swear!!" jawab Cassey


"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Gaga


"Mau mengejar Ares Om," jawab Cassey menunjuk kearah motor sport orange yang sedang membayar parkiran


"Ikut Om!" Ganendra mengajak Cassey menuju mobilnya, ia kemudian melesatkan mobilnya untuk mengikuti motor yang membawa Ares pergi


.


.


.


.


.


.


.


Halo guys....penasaran kan dengan Chapter selanjutnya, so jangan lupa vote ya...aku mau kaya kemarin....jadi aku akan melanjutkan Chapter berikutnya setelah kalian vote dulu.... semakin banyak yang vote semakin seru dan panjang ceritanya....Ok guys, aku tunggu ya... muaaaach 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2