ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 #Episode 73. Perpisahan


__ADS_3

Devin masih terlihat bimbang di ruangannya, karena memikirkan kata-kata ibunya.


"Kenapa muka lo kusut banget cumi, kamu pasti lagi banyak masalah ya, ngaku lo?" tanya Kinan


"Hmmm, kau benar sayang," jawab Devin menyandarkan kepalanya di bahu Kinan.


"Katakan saja, Kinan always listening and understanding,"


"Thanks honey,"


"Kuy cerita, daripada dipendam jadi jerawat mendingan dikeluarkan,"


"Tapi aku gak mau buat kamu sedih, aku takut menyakiti kamu Kin,"


"Don't worry honey, aku bukan tipe orang yang baperan. Kalau menurutku lebih baik jujur daripada dipendam. Memang jujur itu terkadang menyakitkan tapi juga melegakan,"


Devin tersenyum kecut mendengar ucapan Kinan, ia menatap lekat kekasihnya itu seakan tidak tega mengatakannya.


"Aku tahu kamu pasti sedih karena pasti sekarang ibumu tidak merestui hubungan kita bukan, kau pasti tidak tega mengatakannya padaku kau takut aku sakit hati dan frustasi seperti Kimmy," ucap Kinan membuat Devin kaget


"Bagaimana kau tahu?" tanya Devin


"Aku sudah mengenalmu Dev, kau tidak bisa berbohong padaku, matamu terlalu jujur ketika mulutmu berkata dusta," jawab Kinan


"Kau tidak perlu sedih atau khawatir terhadapku, kalaupun hubungan kita tidak direstui oleh orang tuamu aku bisa mengerti. Toh Kalau memang jodoh kita pasti akan bertemu kok, walaupun keluargamu berusaha memisahkan kita. Jadi kamu tidak usah sedih Dev, mati satu tumbuh seribu. Walaupun aku tidak bisa memungkiri kalau aku juga kecewa dan sedih harus kehilangan kamu setidaknya aku akan lebih baik karena kau sudah berani jujur padaku," jawab Kinan membuat Devin tidak dapat membendung kesedihannya.


Ia kemudian memeluk erat gadis disampingnya, untuk menguatkan hatinya yang mulai rapuh.


"Maafkan aku Kin, aku sudah membuat kamu bersedih," Devin mengusap lembut air matanya


"Aku baik-baik saja Dev, kau tidak usah terlalu khawatir. Satu pesanku untukmu kamu jangan pernah membantah perintah Ibumu, karena surga ada di telapak kakinya. Jangan hanya karena aku kau sampai mengacuhkan ibumu apalagi meninggalkannya." Sekarang gantian Kinan menyeka air mata Devin


"Cup, cup, tayang, tayang," goda Kinan membuat Devin tersenyum padanya


"Tuh kan kalau senyum tambah ganteng, sekarang bagaimana kalau kita jalan-jalan untuk menghilangkan penat?" ajak Kinan


"Kuy," Devin menggandeng Kinan menuju ke mobilnya


*POV Kinan


Seorang dayang menyambangi kamarnya dan mengajaknya mengunjungi suatu tempat.


Awalnya Kinan kaget ketika dayang istana itu mengajaknya ke penjara, ia dipertemukan dengan Harsiwi ibunda Devin.


"Maaf membuatmu terkejut," ucap Harsiwi santai


"Tidak juga, mungkin aku tidak begitu terkejut melainkan senang akhirnya bisa mengunjungi calon mertua di penjara," jawab Kinan sedikit gugup, ia melihat begitu banyak pengawal yang begitu banyak menjaga Harsiwi.


"Duduklah, kau pasti tegang karena begitu banyak perajurit di sini," Harsiwi kemudian memerintahkan kepada semua prajurit untuk keluar dari ruangan itu.


"Sekarang apa kau sudah tidak tegang?" tanya Harsiwi


"Ya,"

__ADS_1


"Sebenarnya aku mengundangmu ke sini karena ada hal yang ingin aku sampaikan kepada mu. Aku minta maaf sebelumnya jika nanti akan membuatmu sedih dan kecewa." Harsiwi kemudian duduk bersimpuh dibawah kaki Kinan membuat gadis itu langsung mengangkat wanita itu.


"Kenapa Yang Mulia seperti ini, sebenarnya ada apa, katakan saja jangan sungkan." jawab Kinan


"Aku tahu kamu adalah gadis yang baik dan pengertian tapi aku minta tolong padamu sebagai seorang ibu. Kau adalah seorang wanita yang juga nantinya akan menjadi seorang ibu pasti kau akan mengerti apa yang akan aku lakukan. Jadi aku minta tolong padamu untuk meninggalkan Devin. Aku tahu mungkin ini berat bagi kamu Kinan, tapi perlu kamu tahu jika Devin menikahi kamu maka dia akan mengalami penurunan pendukung dan itu berarti ia tidak akan menjadi Raja Cendana Kalingga.


Selain itu nyawanya juga mungkin akan terancam, karena sebagai putra dari seorang penghianat sepertiku tentu saja raja yang berkuasa akan menjatuhkan hukuman padanya sama sepertiku. Tapi mungkin Raka tidak akan di hukum seumur hidup, bisa jadi dia di buang atau diasingkan. Tapi yang namanya politik itu terlalu kejam bisa saja raja berubah pikiran dan membunuhnya, karena takut tahtanya akan diambil oleh Devin suatu saat nanti.


Aku sudah menjelaskan semuanya kepada Devin tapi dia tidak mau mendengarkan aku, bahkan dia bersikeras untuk menikahi kamu dan meninggalkan istana hidup sebagai rakyat jelata. Jadi aku minta tolong padamu, bujuklah dia agar mau menerima perjodohan dengan Ratri, karena hanya dia yang bisa membantu Devin menjadi Raja Cendana Kalingga. Aku yakin dia akan mendengarkan kamu.


Jika kau sayang dengan Devin, kau pasti akan membiarkan dia menikah dengan Ratri untuk menyelamatkan nyawanya, daripada kau menikah dengannya kau juga akan kehilangan dia untuk selamanya. Tapi semuanya terserah padamu Kinan, aku tidak akan memaksakan kehendak ku padamu.


Kalau aku jadi kamu aku juga akan bingung untuk mengambil keputusan, tapi cuma satu yang selalu menjadi prinsip ku dalam urusan percintaan. Jodoh ada di tangan Tuhan, apapun yang yang kita lakukan kalau bukan jodoh kita mustahil rasanya untuk bersatu tapi memang jika dia jodoh kita walaupun kita sudah berusaha menjauh darinya kita akan tetap bertemu di pelaminan apapun caranya itu adalah rahasia Tuhan." papar Harsiwi


Cukup lama Kinan terdiam menenangkan suasana hatinya yang tidak menentu, disisi lain ia tidak mau berpisah dengan Devin tapi ia juga tidak mau egois. Karena jika memaksa tetap bersama Devin maka Devin dan Ibunya bisa celaka karenanya.


Aku tidak boleh egois, kalau aku putus dari Devin hanya aku yang akan patah hati dan itu tidak akan lama, aku yakin bisa menyembuhkan luka hatiku dengan cepat, tapi kalau aku tetap bersama Devin akan banyak orang yang tersakiti dan menderita.


"Baiklah Tante, aku akan bicara dengan Devin semoga dia akan mendengarkan semua ucapanku," ucap Kinan


"Terima kasih Kinan, aku tahu kau akan berkata seperti ini, semoga kau akan mendapatkan jodoh terbaik bahkan lebih baik dari Devin," ucap Harsiwi memeluk erat Kinanthi


"Aamiin, thanks Tante," Kinan kemudian pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah gontai.


**************


Setibanya di alun-alun Devin langsung mengajak Kinan menuju kedai sate buntel. Setelah puas menikmati makanan favoritnya itu Devin mengajak Kinan menuju ke sebuah Mall disana keduanya menghabiskan waktu di wahana permainan Time Zone.


Devin bisa melihat kebahagiaan Kinan saat mencoba beberapa permainan bersamanya. Keduanya terlihat sangat bahagia dan sejenak melupakan masalah mereka. Devin memang sudah berencana untuk menghabiskan waktu bersama Kinan sebelum keduanya berpisah.


Setelah puas berswafoto, Devin mengajak gadis itu menuju ke alun-alun untuk menikmati indahnya malam bertabur bintang. Ia menggenggam erat jemari Kinan dan terus menatapnya.


Semoga kita berjodoh Kinan, aku selalu berdoa agar kita bisa selalu bersama sampai akhir usia seperti Romeo dan Juliet. Aku ingin cuma kamu yang akan menjadi Ratuku dan juga ratu di hatiku. Semoga hari ini tidak cepat berlalu karena aku tidak mau berpisah denganmu, aku ingin selalu berada disampingmu melihat senyummu dan tingkah konyol mu.


"Terima kasih untuk hari ini Dev, sepertinya kita harus pulang sekarang. Apalagi malam sudah semakin larut. Yuk kita pulang?" ajak Kinan


"Tidak bisakah kita disini lebih lama lagi, aku masih ingin bersamamu," Kinan menyandarkan kepalanya di bahu Kinan


"Iya, sekarang tidurlah aku akan menjagamu disini," Devin kemudian merebahkan tubuhnya di pangkuan Kinan, gadis itu kemudian mengusap kepalanya sampai Devin tertidur di pangkuannya Hingga sinar matahari pagi membangunkan keduanya.


"Astaga apa benar kita tidur disini semalaman?" tanya Devin


"That's right baby. Sebenarnya aku mau bangunin kamu tapi gak tega lihat kamu tidur pulas seperti bayi itu cute banget, gemes banget rasanya mau cium tapi bau iler!!" goda Kinan membuat Devin tertawa


"Kamu ini, mungkin ini yang membuat aku susah melupakan kamu nanti. Selain bar-bar kamu juga konyol," jawab Devin sambil mencubit gemas hidung Kinan.


"Aiish, lama-lama hidung gue jadi mancung gara-gara sering kau cubit,"


"Sekarang ayo pulang!" ajak Devin memberikan tangannya dan Kinan langsung menggandengnya.


Setibanya di Istana Adi Candra sudah menunggu Devin di depan kamarnya. Keduanya langsung melepaskan tangannya karena lelaki tua itu terus menatap kearahnya.


"Aku permisi dulu Dev," pamit Kinan

__ADS_1


"Darimana saja kau?" tanya Adi Candra


"Menginap di hotel," jawab Devin santai


"Sekarang bersiap-siaplah, kita akan menemui Kepala Deputi Kehakiman,"


"Baik kakek," jawab Devin, ia kemudian masuk ke kamarnya.


Selesai berkemas Kinan kemudian menemui Devin untuk berpamitan karena hari itu Kinan akan pergi meninggalkan Devin.


Gadis itu harus kecewa ketika melihat Devin tidak ada di kamarnya. Ia kemudian menulis sesuatu di kertas den meletakkannya di kamar Devin.


Selamat tinggal Dev, semoga kita bisa berjumpa lagi kelak. Maaf aku tidak sempat berpamitan denganmu karena aku tidak tahu kamu ada dimana, semoga kamu selalu bahagia. I Love You Cumi.


Gadis itu melangkah keluar dari kamar Devin dan menutup pintunya. Genta terus memperhatikan Kinan dari kejauhan. setelah memastikan gadis itu keluar dari kamar Devin ia segera masuk ke kamar adiknya itu untuk memastikan apa yang terjadi.


Ia membaca secarik kertas yang ditinggalkan Kinan diatas meja kerja Devin.


"Aiish, pasti wanita jahat itu yang menyuruhnya pergi meninggalkan Devin, kenapa kau begitu jahat Ibu. Apa kau berpikir aku akan membunuh adikku sendiri dan juga dirimu setelah aku menjadi raja sehingga kau memisahkan Dev dengan kekasihnya hanya untuk mendapatkan tahta. Kau benar-benar jahat Harsiwi!!" Genta langsung berlari mengejar Kinan dan menariknya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Kinan penasaran


"Diam dan ikutlah denganku," jawab Genta


Kinan bingung dengan sikap Genta yang membawanya pergi kesebuah Balairung yang sangat mewah.


"Temui Devin disana, jangan kau buat dia sedih karena tidak bisa melihat kepergian mu untuk terakhir kalinya!!" Genta mendorong Kinan hingga gadis itu terhempas masuk kedalam Balairung.


Beruntung Devin segera menangkapnya hingga ia tidak jatuh kelantai.


"Kenapa kau datang kesini?" tanya Devin penasaran


"Eh, oh, aku mau pamitan, sepertinya aku harus berhenti jadi pengawal pribadimu, karena kau sudah aman dan tidak perlu dilindungi lagi. Semoga kau selalu bahagia dan bisa mendapatkan apa yang kau inginkan. Jangan sedih, ingat mati satu tumbuh seribu." ucap Kinan gugup


"Iya, kau hati-hati di jalan, jangan konyol dan jadilah gadis yang anggun agar kau cepat dapat pasangan," jawab Devin membuat Kinan tersenyum kecut kearahnya


"Hehehe iya, Btw aku juga datang kesini sekalian mau minta uang gajiku," sahut Kinan membuat Devin terkekeh


"Aiishh, aku kira kamu datang kesini mau mesra-mesraan karena ini pertemuan kita yang terakhir tapi malah meminta gaji, berikan nomor rekening mu!!" jawab Devin ketus


Kinan langsung mengirimkan nomor rekeningnya pada Devin.


"Udah,"


"Kau tenang saja Kinan sebelum kau sampai rumah uang gajimu sudah masuk ke rekening mu, jadi pergilah," ucap Devin ketus


"Kau tidak mau memelukku?" tanya Kinan


"Tidak, pergilah!!" jawab Devin kemudian membalikkan badannya


Kinan yang sudah tidak kuat menahan kesedihannya langsung membalikkan badannya, ia menyeka air matanya dan berjalan meninggalkan ruangan itu.


Kenapa aku bisa sekejam ini pada Kinan, bahkan aku tidak memberikan pelukan perpisahan untuknya.

__ADS_1


Devin berbalik dan berlari mengejar Kinan, ia menghentikan langkahnya ketika melihat Genta mengulurkan tangannya dan menggandeng Kinan menuju ke mobilnya.


"Kakak!!" seru Devin tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


__ADS_2