
**Ciit!!!
"Naik!!" Angga segera turun dan menarik Kimmy masuk ke dalam mobilnya.
"Kenapa sih selalu maksa!!" cibir Kimmy
"Daerah sini rawan, asal lo tahu itu!" sahut Angga yang langsung melesatkan mobilnya belum lama Angga melajukan mobilnya tiba-tiba beberapa orang preman menghadang mobilnya.
"Tuh aku bilang apa, kena kan kita!" keluh Angga
"Kita dibegal??" tanya Kimmy
"Iya!!" sahut Angga
"Turun, atau mobil kalian akan aku hancurkan!!" teriak seorang begal dengan kapak ditangannya
"Gimana nih pak?" tanya Kimmy ketakutan melihat banyaknya begal yang membawa senjata tajam bahkan senjata api.
"Tenang lo disini saja jangan keluar, biar aku yang keluar!" pesan Angga
"Baik Pak, hati-hati!" jawab Kimmy
Angga mengangguk dan kemudian keluar menemui sang begal.
"Serahkan semua barang-barang berharga milik kamu!" hardik seorang begal
Angga segera mengeluarkan dompet, handphone dan juga jam tangannya.
"Cuma segini, mana yang lainnya!" hardiknya lagi
"Itu sudah semuanya!" jawab Angga
"Yang dimobil??"
"Aku tidak pernah menyimpan barang berharga milik saya di dalam mobil!"
"Jangan bohong!!"
"Tidak pernah aku bohong hanya untuk meminta belas kasihan orang lain!" sahut Angga
"Bagaimana dengan wanita itu!" tunjuk sang begal
"Dia cuma mahasiswa jadi tidak mungkin punya barang-barang berharga!"
"Jangan dengarkan dia, geledah mobilnya dan bawa gadis itu kemari!" perintah seorang ketua begal
"Jangan kau sentuh dia, atau kau akan menyesal!" ancam Angga
"Ciih, beraninya pria lemah seperti kamu mengancam kami!!" hardik yang lainnya sembari melesatkan tendangannnya hingga Angga jatuh tersungkur ke tanah
"Mamp*s lo, dasar lemah!!" seru sang begal
Ia berjalan menuju ke mobil dan menarik Paksa Kimmy, sembari menodongkan pistol kepadanya, membuat Kimmy tidak bisa berkutik apalagi melawannya.
"Sial kenapa dia bawa senjata api, kan aku jadi gak bisa menghajar dia!!" batin Kimmy
"Di mobil tidak ada barang-barang berharga!!" seru begal lain yang memeriksa mobil Angga
"Ini bos ceweknya!!" pria itu mendorong tubuh Kimmy kearah bos begal
"Cantik!" seru lelaki itu berdecak kagum
"Kau akan menjadi wanitaku malam ini!" serunya sembari mengusap lembut wajah Kimmy
**Plaaakk!!
Kimmy langsung menepis tangan Pria itu dan menamparnya.
__ADS_1
"Aku suka cewek pemberani sepertimu, menarik dan sangat menggoda!!"
"Jadilah wanitaku yang penurut baby!!" lelaki itu segera menggendong Kimmy dan membawanya pergi dari sana membuat Kimmy meronta-ronta.
Angga yang melihat semua itu menjadi geram dan langsung mengeratkan tangannya.
"Kalian sudah berani membangunkan singa yang tertidur, maka jangan salahkan aku!!" ucap Angga yang langsung berjalan menghampiri begal-begal itu dan menghajarnya datu persatu.
Angga seperti seorang monster yang siap membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya. Bahkan senjata tajam dan api yang dibawa oleh para begal itu tidak di hiraukannya.
Seorang begal berusaha menembaknya tapi Angga dengan sigap langsung melompat dan menghantam pria bersenjata itu hingga jatuh dan senjatanya melayangkan ke udara.
*Greep!!!
Angga berhasil mengambil pistolnya dan menembaki begal-begal itu satu persatu hingga tewas.
" Lepaskan dia!!" hardik Angga
"Besar juga nyali mu, hingga bisa mengalahkan anak buahku!!" jawab begal itu sembari menurunkan Kimmy
Pria itu langsung melesatkan tendangannnya ke arah Angga hingga pemuda itu terhempas menjauh darinya.
"Jangan harap kau bisa menang melawan Jaler Sakti!!" sesumbarnya sembari terus melancarkan serangannya kearah Angga.
Tentu saja Angga tidak tinggal diam, ia segera membalas serangan sang begal dengan pukulan mautnya yang dilancarkan bertubi-tubi.
Karena kewalahan menghadapi Angga, sang begal kemudian mengeluarkan sebuah celurit dan menyandera Kimmy.
Namun Kimmy itu tidak tidak tinggal diam dan melawan begal itu, akan tetapi sang begal berhasil melukai Kimmy dengan celuritnya.
Angga langsung menghempaskan tendangannya kearah pemuda itu dan menyikutnya hingga lelaki itu jatuh tidak berdaya, bukan sampai disitu saja Angga juga menusukkan celurit itu ke tubuh lelaki itu hingga tidak bernyawa.
"Kau sudah mengusikku, jadi jangan salahkan aku!!" ucap Angga lirih
Ia kemudian menghampiri Kimmy yang bersimbah darah dan membawa gadis itu menuju klinik atau rumah sakit terdekat.
Setibanya di sebuah klinik, Angga langsung menggendong Kimmy menuju ke ruang UGD.
"Kenapa harus ke UGD sih, emang aku sakit parah?" tanya Kimmy
"Iya, tentu saja supaya kamu mendapatkan perawatan yang terbaik dan segera pulang ke" " rumah," jawab Angga
"Tapi aku tidak di suntikkan?" tanya Kimmy
"tergantung perawatnya Kim,"
"Pak tolong bilangin susternya aku jangan disuntik, aku takut," seru Kimmy
"Iya kalau inget," Angga segera membaringkan Kimmy ke brankar.
Dua orang perawat segera menghampirinya, dan memeriksa Kimmy.
"Lukanya harus segera dijahit untuk menghentikan pendarahannya," ucap sang perawat
"Cepat ambilkan peralatannya!!"
"Baik," perawat yang kedua langsung berlari keluar untuk mengambil peralatan yang dibutuhkan oleh seniornya..
Perawat itu langsung membersihkan luka ditangan Kimmy dan bersiap melakukan tindakan selanjutnya.
Tidak berselang lama perawat lainnya masuk membawa peralatan medis yang diminta.
"Ada yang kurang tidur kak?" tanya perawat itu
"Tidak ada semuanya sudah Ok,"
"Baiklah nona sepertinya luka anda harus segera dijahit supaya tidak mengeluarkan banyak darah dan bisa segera sembuh," ucap perawat itu
__ADS_1
"Tapi tidak disuntik kan sus?" tanya Kimmy
"Ya disuntik dong untuk memasukkan biusnya agar saat di jahit perutnya, tidak sakit," jawab perawat itu
"Kalau gak dibius gak papa kan?" tanya Kimmy
"Gak papa, tapi sakit seperti disayat-sayat, mau?" tanya perawat lagi
"Iiishh ngeri, tapi aku takut disuntik sus,"
"Gak papa kok, disuntik itu gak sakit, cuma seperti digigit semut saja!"
"Masa sih, soalnya seumur hidup Kimmy belum pernah disuntik, saat sekolah saja aku selalu kabur saat ada imunisasi."
"Sekarang hadap kebelakang, karena aku akan menyuntik di bagian punggung," ucap perawat itu
"Pelan-pelan ya Sus," ucap Kimmy bergidik ngeri
Perawat itu segera mengeluarkan jarum suntik dan memasukan cairan anastesi kedalamnya.
Melihat jarum suntik membuat Kimmy ketakutan dan berlari keluar dari ruang UGD, membuat Angga dan suster itu terpaksa berlari mengejarnya.
"Kena kan lo!!" teriak Angga yang berhasil menangkap Kimmy
Ia menyeret gadis itu menuju ke ruang UGD lagi.
"Lepasin Kimmy Pak, aku gak mau disuntik!" teriak Kimmy
"Tahan nafas saat disuntik biar tidak sakit!!" ucap Angga
"Emang iya sus?" tanya Kimmy
"Benar," jawab perawat itu
"Tolong dipegangi saja pak, istrinya biar gak lari lagi!" seru sang perawat
"What istri!!" cibir Kimmy
"Dah iya in aja Kim," jawab Angga
"Baik Sus," Angga segera memegangi Kimmy agar tidak kabur
Angga terkekeh melihat ekspresi wajah Kimmy saat perawatan itu hendak menyuntik dirinya.
*Dreet....dreet...dreet!!
"Balikkan badannya" Seru sang perawat
Angga segera membalikkan tubuhnya untuk menjawab telepon masuk ke ponselnya.
*Jleb!
Seketika wajah Angga langsung meringis menahan sakit karena sesuatu yang menancap di punggungnya.
"Sudah selesai, gak sakit kan!!" tanya perawat itu
"Iya gak berasa," jawab Kimmy
"Kamu kenapa Pak Angga?" tanya Kimmy saat melihat ekspresi wajah Angga
"Jelas aja lo gak sakit Kim, susternya salah suntik," jawab Angga sedih
"Maksudnya??" tanya Kimmy dan suster itu bersamaan
"Jadi yang disuntik itu aku bukan Kimmy," Angga memperlihatkan bekas darah di punggungnya
"Sorry Pak, saya lupa gak pakai kacamata makanya salah suntik," ucap perawat itu berlari meninggalkan Angga dan Kimmy
__ADS_1