ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 #Episode 9. Pertemuan


__ADS_3

"Bruughh!!


Maya hanya meringis menahan sakit ketika sepedanya jatuh tersenggol motor dibelakangnya.


"Minggir lo, jangan menghalang-halangi jalan!" hardik seorang siswa dari atas motor sportnya


Maya segera menarik sepedanya yang tergeletak di tangah jalan untuk menepi.


"Maaf, gak sengaja!" ucap Maya saat sepedanya menyenggol lengan Rendra


"Gak masalah, kamu yang harus hati-hati!" jawab Rendra dingin


Baru saja Maya selesai memarkirkan sepedanya tiba-tiba seorang pemuda dengan sengaja melemparkan sebuah bola kearahnya hingga kacamatanya pecah.


"Ya Allah, kenapa mereka selalu jahat sama aku sih, padahal aku gak pernah ganggu mereka," ucap Maya sembari mengusap air matanya


"Dasar cupu mata udah empat masih saja gak bisa lihat bola, sini balikin bolanya!" hardik seorang pria didepannya


Rendra yang geram melihat tingkah para siswa senior itu langsung merebut bola dari Maya dan menendangnya dengan keras hingga mengenai kepala salah seorang senior yang sedang bermain bola.


*Buugghh!


"Woii, siapa lo berani-beraninya lo nendang bola kearah bos kami, cari mati lo!" ancam salah seorang dari mereka menarik kerah baju Rendra


Rendra segera mengibaskan lengan pemuda itu dan merapikan penampilannya.


"Sial, nantangin dia guys!" seru yang lainnya


"Hajar aja dia!" perintah salah seorang dari mereka


Mereka segera menyeret Rendra menuju ke toilet pria dan berusaha untuk menghajarnya.


Rendra hanya menghindar tanpa mengeluarkan kemampuannya untuk menghajar lawan-lawannya.


"Gila, siapa sih dia!, masa kita berenam kalah melawan seorang cecunguk seperti dia!"


"Serang!!" mereka maju bersamaan menyerang Rendra, Rendra hanya melesatkan tendangan beruntun kearah mereka hingga semuanya berjatuhan satu persatu.


"Bila kalian lelaki sejati maka jangan suka menganggu wanita yang lemah, karena itu sama saja kalian seperti banci yang beraninya dengan wanita, tapi saat berhadapan dengan laki-laki kalian lemah!" cibir Rendra


Ia merapikan pakaiannya dan menyisir rambutnya sebelum ia keluar meninggalkan toilet.


Sementara itu Maya tampak telaten mengisolasi kacamatanya yang retak agar bisa dipakai lagi.


"Hmmm, padahal baru beli kemarin tapi kenapa sudah pecah lagi, huft!" keluhnya sembari mencoba kacamatanya


"Sepertinya ini sudah tidak layak pakai dan harus beli baru lagi, berarti harus nabung dulu. Untuk sementara waktu tidak pakai kacamata dulu aja," ucap Maya lirih


Gadis itu kemudian berjalan menuju ke kelasnya karena bel istirahat telah usai.


**Buughhh!


"Awww, untung cuma nabrak pohon kecil, harus hati-hati gue," gumam Maya yang berjalan pelan karena penglihatannya yang kabur.


*Duuaar!!


Kali ini gadis itu menabrak pintu kelasnya sehingga teman-temannya menertawakan kekonyolannya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Rendra


"Gak papa, cuma benjol doang!" jawab Maya


"Kamu gak usah masuk kelas, karena percuma saja. Kamu juga tidak bisa belajar karena tidak bisa melihat tulisan di papan tulis, lebih baik kamu ikut aku saja," ajak Rendra


"Kemana?" tanya Maya


"Udah ikut aja nggak usah kepo!" sahut Rendra


"Tapi ini kan kan masih jam belajar nanti kalau bu Nila nyariin aku bagaimana?" tanya Maya


"Tenanglah, aku yang tanggung jawab. Aaku sudah minta izin guru BK agar mengijinkan kamu pulang," ucap Rendra

__ADS_1


"Oh, yaudah aku akan ambil tas aku dulu,"


"Tidak usah tas kamu udah aku bawa,"


"Baik,"


Rendra kemudian menggandeng Maya keluar menuju ke parkiran.


"Kamu tunggu disini, aku akan mengambil motorku dulu," Rendra meningalkan Maya di pos satpam untuk menunggunya.


"Kuy naik!" titah Rendra


Maya segera naik dan duduk di belakang Rendra, pria itu langsung melesatkan motornya menuju kesebuah optik yang tidak jauh dari sekolah mereka.


Rendra menggandeng Maya memasuki optik itu.


"Gak usah gandeng gak papa kok, aku masih bisa lihat walaupun sedikit kabur," ucap Maya


Rendra segera melepaskan tangannya dan berjalan mendahului Maya.


*Duaarr!!


Semua pengunjung tertawa melihat Maya menabrak kaca optik.


"Astaghfirullah," keluh Rendra


Ia langsung menghampiri Mata dan menariknya masuk kedalam optik.


"A...." belum sempat Maya melanjutkan kata-katanya Rendra langsung membungkamnya.


"Diam, dan jadilah penurut, aku tidak suka dengan cewek pembangkang, mengerti!" ucap Rendra


Maya hanya mengangguk.


Seorang pelayan menghampiri mereka.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu ramah


"Baik, mari silahkan ikut saya," Wanita itu mengajak Maya menuju ke ruang pemeriksaan, sementara itu Rendra menunggunya di ruang tunggu.


Sepuluh menit kemudian.


"Oh iya, untuk framenya mau pilih yang mana?" tanya wanita itu


"Pilihkan saja yang paling bagus dan cocok dengan dia!" sahut Rendra datar


"Baik," wanita itu kemudian mencoba beberapa frame kepada Maya.


"Baik, semuanya sudah ok. Tinggal menunggu pemasangan lensa ke frame paling kita memerlukan waktu sekitar satu jam. Mau ditunggu atau ditinggal?" tanyanya ramah


"Aku tinggal makan siang dulu, aku minta ketika kami kembali, kacamatanya harus sudah ready!" tutur Rendra


"Baik kaka," sahut wanita itu


Rendra kemudian mengajak Maya untuk makan siang.


***********


Sementara itu Cassey dan Kimmy sudah sampai di Restoran tempat ia akan menemui seorang lelaki yang akan dijodohkan dengan Kimmy.


"Bun, beneran Kimmy akan dijodohkan dengan lelaki itu?" bisik Kimmy yang terlihat ketakutan melihat lelaki berwajah sangar didepannya


"Iya, emangnya kenapa?" tanya Casse


"Serem amat Bun, kayak rampok, nanti kalau Kimmy jalan sama dia dikira bukan lagi pacaran tapi lagi disandera dong,"


"Aish, ngomong apaan sih, kalau maslah penampilan kan bisa dirubah. Yang penting itu hatinya, ingat jangan lihat sesuatu dari covernya karena bisa menipu,"


"Iya Bun,"


"Halo Key, kenalin dia Arkan putraku," ucap Winda

__ADS_1


"Sayang kenalan dulu sama Kimmy," titah Wida


"Aku tidak mau dijodohkan dengan anak kecil Mamih, aku ini sudah dewasa sedangkan Kimmy sepertinya masih ABG, jadi gak maaf aku tidak bisa menerima perjodohan ini!" jawab Arkan yang langsung pergi meninggalkan mereka


"Aduuh, maaf ya Key, anak saya kurang sopan, mohon maaf sekali lagi, saya harus ngejar dia dulu, kita ketemu lagi lain kali ya Key, maafin ya Key!" ucap Winda yang langsung meninggalkan Kimmy dan Cassey


"Yes, akhirnya dia kabur, syukurlah kalau dia gak mau sama aku, lagian aku juga gak banget kalau harus jadi istrinya cowok menyeramkan seperti dia," cibir Kimmy


"Ya Allah kenapa susah banget sih nyari jodoh buat kamu Kim, sekali dapat lelaki baik-baik kamunya gak mau. Pas kamu mau vowoknya gak mau!" keluh Cassey


"Sudahlah Bun, gak usah sedih jodoh itu ditangan Tuhan bukan ditangan Bunda jadi walaupun Bunda sudah berkali-kali mengenalkan aku dengan ratusan cowok tajir atapun mapan tapi kalau bukan jodohnya ya pasti gagal lah!" sahut Kimmy


"Udah kita mendingan pulang aja Bun," ajak Kimmy


Keduanya terhenti ketika melihat kerumunan orang didepan restoran.


"Ada apa sih kok ramai sekali!" seru Cassey penasaran


"Ada yang mau bunuh diri tuh diatas," jawab salah seorang dari mereka


"Kimmy kita harus mengagalkan usaha bunuh diri lelaki itu!" seru Cassey


"Bunda aja, Kimmy takut ketinggian," jawab Kimmy


"Iishh, justru Bunda minta tolong kamu, karena aku juga phobia ketinggian!" sahut Cassey


"Aku gak mau Bunda, biarkan saja orang lain yang menolongnya, lagian disini banyak orang kenapa harus Kimmy yang menolongnya," balas Kimmy


"Semuanya tidak ada yang peduli Kimmy, masa kami gak kasian melihat orang itu akan mengakhiri hidupnya!, cepat naik dan tolong dia!" titah Cassey


"Iya Bunda," Kimmy segera menuju ke lift agar bisa naik keatas roof top untuk menyelamatkan pemuda itu.


"Dasar lemah, merepotkan saja!" Kimmy terlihat terengah-engah setelah menaiki tangga darurat untuk menujul ke atas roof top.


"Woii, jangan nekat!, jangan karena kesedihan sesaat kamu akan menghabisi hidupmu, ingat jadi cowok jangan cengeng!" seru Kimmy mencoba mendekati lelaki itu


"Stop!, jangan mendekat atau gue lompat!" ancam lelaki itu


"Ciih, jadi cowok kok lemah, cuma gara-gara masalah sepele lo mau bunuh diri, dasar lemah!" cibir Kimmy


Lelaki itu terus beringsut mundur ketika Kimmy terus mendekatinya.


"Tenang, tenang!" ucap Kimmy mencoba menenangkan pemuda itu


"Kyaaa, toloong!!" teriak lelaki itu yang bergelantungan diatas sambil tangannya menahan agar tidak jatuh kebawah


"Pegang tanganku dan jangan lihat ke bawah!" seru Kimmy


Pemuda itu segera meraih tangan Kimmy dan Kimmy berusaha sekuat tenaga menariknya ke atas tapi karena lelaki itu sudah kelelahan ia akhirnya jatuh kebawah dan Kimmypun tertarik bersamanya.


"Aaarrrggghh!!!" teriak keduanya


"Kimmy!!" seru Cassey ketakutan


Beberapa orang pemadam yang bersiap disana segera memasang matras untuk menyelamatkan tubuh keduanya agar tidak terbentur ke lantai.


**Buugghhh!!!


"Cut!, gagal deh adegan bunuh dirinya," ucap seorang sutradara


"Ini semua gara-gara lo, lo udah gagalin adegan terbaik gue!" cibir lelaki itu pada Kimmy


"Jangan nyalahin gue dong, aku kan berniat baik cuma ingin menolong kamu, gue gak tahu kalau lo lagi syuting!" jawab Kimmy


"Gara-gara lo, gue gagal dapat honor, sekarang lo harus tanggung jawab!" ancam lelaki itu


"Diih, bukannya kebalik. Lo yang harusnya tanggung jawab karena udah bikin gue hampir mati, dasar cowok lemah !" ucap Kimmy sembari melesatkan tendangannya hingga lelaki itu terpental masuk kedalam selokan yang tidak jauh dari tempat itu.


"Sukurin lo, makannya jangan berurusan dengan Kimmy, jadi gininkan akibatnya!" seru Kimmy sambil berlari meninggalkan pemuda itu


"Woi tunggu, jangan lari cewek bar-bar!" seru lelaki itu

__ADS_1


__ADS_2