
**Dreet, dreet, dreet!!
"Halo," sapa Cassey
"Halo, saya Bianca Sekretaris Jasmine Cosmetics, hari ini anda kami undang untuk menandatangani kontrak kerja sebagai brand ambassador produk kami, saya harap anda bisa datang on time ke kantor kami,"
"Jam berapa?" tanya Cassey
"Jam 10 Pagi,"
"Baik, saya akan datang tepat waktu. Thanks atas informasinya," Cassey segera menutup telponnya.
"Ada apa Key, kok kamu seneng banget kayaknya?" tanya Niken
"Aku mau tanda tangan kontrak kerja Mih, nitip Rendra sama Kimmy dulu ya,"
"Diih gak pengertian banget kamu Key, kan Mamih mau pergi bulan madu sama Papih Rey, masa suruh momong cucu,"
"Terus, kalau gak sama Mamih sama siapa dong?"
"Titipin Lulu saja, atau gak Ayu," jawab Niken
"Nanti kalau nitip sama Mamah, bisa-bisa Rendra diambil sama Omah Welas, gak mau ah,"
"Yaudah kalau gitu ajak aja mereka, sekalian nitip Kinan,"
"Anj*r!!, ni aku mau tanda tangan kontrak apa mau jadi nanny sih," cibir Cassey
"Sekali-kali Key biarkan Mamih kamu senang-senang sama Papih Rey,"
"Iyuuh,"
"Kamu ajak aja tuh Siwi, atau Agni sama Nay, atau Marsha buat bantuin jaga tuh krucil-krucil,"
"Ok, Mamih. Aku telpon mereka dulu deh."
"Siip,"
Setelah menelpon satu persatu teman-temannya, Cassey segera bersiap-siap pergi.
Sepuluh menit kemudian empat gadis bohay sudah menunggu Cassey di depan rumahnya.
"Mih, Key jalan dulu ya,"
"Iya, hati-hati ya Key. Pulangnya jangan buru-buru ya, bila perlu jangan pulang sekalian. Biar Mamih gak ada yang gangguin, wkwkwk," ucap Niken sambil terkekeh
"Diih, najong," jawab Cassey yang langsung disambut gelak tawa teman-temannya.
"Selamat senang-senang tante, semoga cepat dapat momongan!" teriak Siwi
"Makasih Wi, udah jalan sono jangan lama-lama disini!" sahut Niken
"Anjay kita diusir guys!" cibir Agni
"Kuy jalan!" perintah Nay
Siwi langsung melesatkan mobilnya menuju ke Jasmine Corporation.
Setibanya disana Cassey hanya ditemani Siwi menemui CEO Jasmine Cosmetics, sedangkan yang lainnya mengajak Kinan, Kimmy dan Rendra ke taman kota.
Kedua gadis cantik itu disambut oleh seorang sekretaris cantik yang membawanya menemui Mahendra Pradipta CEO Jasmine Cosmetics.
"Silahkan masuk," ucap sang sekretaris ramah
Disana Mahendra sudah menunggunya bersama Tania sang brand ambassador lama yang akan digantikan oleh Cassey.
"Selamat siang, saya Mahendra Pradipta, silahkan duduk," sapanya ramah
Cassey dan Siwi langsung duduk disamping Tania.
__ADS_1
"Baik, sekarang kamu baca dulu tugas dan kewajiban sebagai seorang brand ambassador produk kami, dan tanda tangani kontrak kerja itu," perintah Mahendra
Cassey langsung membaca dokumen-dokumen itu dan kemudian menandatangani surat perjanjian kontrak kerjanya.
Selesai menandatangani surat kontrak itu, Tania segera memberikan selempang brand ambassador Jasmine Cosmetics kepada Siwi.
"Selamat ya Key, semoga kamu bisa menggantikan tugas-tugas aku dengan baik," ucap Tania
"Insya Allah," jawab Siwi
Kemudian mereka bertiga keluar dari ruangan kerja Mahendra, lelaki itu mengantar Cassey dan Siwi hingga ke depan lobby.
Cassey sangat kaget ketika melihat Bagas menjemput Tania di sana, bersama dengan Welas Asih.
"Sabar Key, anggap saja ini ujian," bisik Siwi sambil mengusap punggung Cassey
"Gue tahu Wi, tapi tetap saja gue gak rela jika Tania dekat dengan Bagas!" jawab Cassey
"Iyeh, sekarang lo tinggal tunjukkan sama nenek sihir itu, kalau lo lebih baik dari Si Tania itu!"
"Iya Wi, bantuin gue ya!"
"Ahsiap!"
Keduanya segera melipir meninggalkan Tania dan Bagas.
*********
"Neng cantik, ikut abang dangdutan nyok?" goda seorang preman pada Marsha yang sedang menemani Kimmy
"Iish, apaan sih pakai pegang-pegang segala," Marsha langsung menepis tangan pemuda itu ketika langsung merangkulnya
"Jangan jual mahal gitu dong cantik, daripada kita pakai kekerasan mending kamu nurut aja deh," bisik lelaki itu sambil menyelipkan belati ke perut Marsha.
Gadis itu langsung ketakutan karena lelaki itu mengancamnya dengan belati, membuat dia diam saja saat preman-preman itu mulai meraba-raba tubuhnya.
Naeswari yang tidak sengaja melihat Marsha di bawa oleh preman-preman itu segera menghadangnya.
"Anj*r, dapat satu lagi mangsa!" ujar Preman yang lain berdatangan
"Jangan galak-galak kali manis, nanti cantiknya luntur loh!" goda yang lainnya
**Buugghh!!
Naeswari langsung memelintir tangan pemuda yang berusaha menyentuhnya.
"Jangan Macem-macem sama gue, atau kalian aku habisi semua!" hardik Naeswari
"Anj*y galak benar Si Cantik, kalau lo berani ngelawan, maka temen lo ini bakal gue habisi duluan," jawab lelaki itu mengalungkan belatinya ke leher Marsha
"Dasar bajing*n, beraninya mengancam wanita lemah!" seru Agni yang langsung melesatkan tendangannnya kepada laki-laki yang menyandera Marsha
Kini Ia dan Naya bersama para preman lainnya, melompat memperebutkan belati yang melayang tinggi diangkasa.
*Dug!!
Kepala mereka saling beradu, namun tidak satupun yang berhasil mendapatkan belati itu.
"Aaarrrggghh!!!" teriak Marsha saat belati itu jatuh di pangkuannya
"Dasar lemah gitu doang nangis, sini biar gue yang pegang belatinya, lo jagain tuh trio krucil!" hardik Agni
"Baik, Ka!" jawab Marsha
Ia berlari mengajak anak-anak itu ke tempat yang lebih aman, sedangkan Nay dan Agni menghajar para preman-preman itu.
"Mamp*s lo pada!, makanya jangan berani-beraninya melawan kita!" cibir Agni
"Yoi, ini baru dua belum kalau ada Key sama Siwi bisa abis lo pada!" tambah Nay
__ADS_1
"Jangan bergerak!, taruh tangan kalian diatas kepala kalau mau selamat," ancam seorang laki-laki yang menodongkan pistolnya kepada Nay dan Agni.
Anj*r, bisa mati kalau gue nekat melawan mereka, Si Cassey kemana sih lama banget, gak datang-datang!.
Agni dan Naeswari terpaksa mengangkat tangannya diatas kepala, menuruti perintah sang preman yang membawa menjauh dari Marsha.
"Key, kayaknya Nay sama Agni lagi di sandera preman-preman deh, lihat saja mereka di todong pistol gitu!" ucap Siwi
Cassey hanya diam mencari cara, untuk bisa melepaskan Nay dan Agni dari preman-preman itu.
"Kalau gue nendang mereka takutnya jahitan gue lepas lagi, gue harus manfaatin Siwi nih." batin Cassey
"Wi, btw berat badan lo berapa?" tanya Cassey
"Berat badan 45 kg, tinggi 170 cm," jawab Siwi
"Berat euy, kirain dua puluh kilo!" sahut Cassey
"Anjr*t, emang kucing apa dua puluh kilo, yang benar saja Key!" sahut Siwi
"Udah diem lo, jangan banyak bacot!"
Cassey segera memasang kuda-kuda, dan melesatkan tendangan mautnya hingga kedua preman itu langsung tersungkur.
*Greep!!!
"Yeay, aku yang dapat pistolnya!" teriak Siwi bahagia
"Kenapa Key?" tanya Siwi saat melihat Key terlihat meringis menahan sakit
"Biasa encok, maklum udah tua!" jawab Cassey
Agni terkekeh mendengar jawaban Cassey!!
"Aarrgghh!!, woii bantuin gue, masa gue yang berantem sendirian!!" teriak Nay
"Ok, sorry Nay!" Agni langsung menghajar satu persatu musuh-musuhnya hingga mereka berjatuhan.
"Kelar deh!" seru Agni
"Satu lagi nih Agni, Buto Ijo ini kuat banget!!" teriak Nay yang berkali-kali menendang dan memukuli lelaki itu namun pria itu malah tertawa, tanpa kesakitan sedikitpun
"Siwi!, pakai pistol lo!" teriak Cassey
"Ok, siap!" Siwi berjalan mengendap-endap menuju lelaki berbadan subur itu dan langsung menodongkan dua pistolnya di kepala lelaki itu.
Lelaki itu menyeringai menatap Siwi, membuat Siwi sedikit ketakutan.
"Mingkem lo, serem tahu kalau lo senyum!" cibir Siwi
"Jangan main-main denganku nona, atau aku akan menghabisi kamu!" gertaknya dengan tatapan sangarnya
"Gue gak main-main, kalau lo macam-macam gue dor, mati lo!" hardik Siwi yang kemudian berinisiatif menarik pelatuk pistolnya, namun betapa terkejutnya ia ketika yang ditangannya bukan pistol namun sebuah hair dryer
"Anj*r siapa yang nyolong pistol gue dan ganti pakai hair dryer!" serunya kaget
*Kreek!!
Cassey segera memelintir kepala lelaki bertubuh gemuk itu hingga pingsan.
"Thanks Key," jawan Siwi
"Oh tidak, pistolnya dipegang Kimmy!" teriak Agni yang melihat Kimmy menodongkan pistolnya pada Rendra yang ada gendongan Marsha.
"Marsha ambil pistolnya!" teriak Naeswari
Marsha segera merebut pistol itu dan segera melemparnya kearah Cassey, namun sayangnya karena lemparannya kurang kenceng pistol itu malah mengenai kepala Siwi.
*Pletak!!
__ADS_1
"Aaaaarrrrgghhh, Marsha!!" teriak Siwi yang ditertawakan oleh ketiga sahabatnya