ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Penyergapan


__ADS_3

Cassey, berpamitan pada Ryan dan Niken setelah Arkadewi menelponnya.


"Lo gak mau Papih anterin pulang Key?" tanya Ryan


"Gak usah Pih, Key mau cepet-cepet pulang soalnya tadi Omah telpon kalau Rendra demam, Key buru-buru Papihn lanjut aja makannya, Key gak papa kok pulang sendirian," Gadis itu segera mencium tangan Ryan dan Niken kemudian pergi meninggalkan food court.


"Tunggu Key!" teriak Ferdan menyusul Cassey


"Kenapa Om?"


" Biar Om yang nganter kamu, perasaan gue gak enak soalnya," Ferdan kemudian menggendong Kimmy menuju ke parkiran


Ia kemudian melesatkan mobilnya meningalkan mall menuju ke Istana.


Sepanjang perjalanan Kimmy seperti memiliki firasat akan terjadi sesuatu dengan ibunya, sehingga gadis kecil itu terus merengek dan meminta perhatian Cassey.


"Kamu kenapa sih Kimmy, dari tadi nangis mulu, Om bisa lebih cepat lagi gak, kasian nih Kimmy, mungkin dia kangen kali sama Rendra,"


"Iya Key," Ferdan menambah kecepatan mobilnya


Sementara Kimmy tertidur setelah menghabiskan susunya, ketika Cassey merasakan kantuk yang mulai menderanya tiba-tiba sebuah minibus menyerempet mobilnya, hingga guncangannya membuat Kimmy terbangun.


**Braak, braak!!!


Bukan hanya sekali mobil itu menyerempet mobilnya, tetapi sepertinya pemudi itu memang sengaja menabrak mobil Cassey.


"Bangs*t!, mau cari gara-gara nih orang!" gerutu Ferdan menambah kecepatan mobilnya untuk menghindari mobil itu


***Wuuushh!!!


***Ciiiit!!!


Dari arah yang berlawanan muncul sebuah minibus lain yang langsung mencium bemper mobil Cassey, begitu juga dari samping kanan dan kiri dua mobil sudah mengapitnya.


***Braakkk!!!


"Anj*ng!!, mau cari gara-gara rupanya," gerutu Ferdan


"Ada apa Om?" tanya Cassey


"Sepertinya ada yang sengaja ingin menyerang kita Key, kamu pergi saja sama Kimmy, biar Om yang akan membereskan mereka," ucap Ferdan segera turun dari mobil.


"Akhirnya keluar juga sang bodyguard permaisuri Pangeran," ucap seorang pria bertopeng

__ADS_1


"Apa maksud kalian menghadang mobil kami!" tanya Ferdan


"Sorry Om, sebenarnya kita gak ada urusan sama Om, kita cuma mau kasih perhitungan sama permaisuri bar-bar itu saja kok, jadi Om mending pulang cuci kaki terus bobo!" ejek yang lainnya


"Hahaha!!" terdengar tawa mereka ketika mendengar ucapan itu


"Bangs*t!, berani sekali kalian menghardikku!!" teriak Ferdan


"Sudah lah jangan banyak bacot!, hajar dia!" perintah salah seorang dari mereka


Puluhan pemuda segera menyerang Ferdan dengan membabi-buta, membuat Cassey mengurungkan niatnya untuk meninggalkan mereka.


Gue harus tolong Om Ferdan, sepertinya mereka bukan orang-orang sembarangan,


Cassey segera turun dan membantu Ferdan melawan pemuda bertopeng itu.


"Kau pergi saja saja dari sini, ingat kau ini belum empat puluh hari jadi lukamu belum sembuh benar, pergi dari sini cepat!' hardik Ferdan


Bukannya pergi, Key malahyn melesatkan pukulannya hingga membuat satu persatu musuhnya berjatuhan.


Sebuag tendangab melesat menghujam tubuh Cassey, hingga membuat wanita itu jatuh tersungkur sambil memegangi perutnya yang kini mengeluarkan banyak darah.


***Wuushhh!!! bruuughhh!!


Sejenak ia melupakan rasa sakitnya ketika melihat para penjahat itu mulai menghajar Ferdan hingga kewalahan.


Sebuah pukulan disusul sikutan dan hingga tendangan mautnya segera dilancarkan oleh Cassey untuk menolong Ferdan.


"Kau akan menyesal karena sudah membuat gue marah!" ucap Cassey dengan tatapan penuh amarah.


Ia tidak menghiraukan rasa sakitnya, wanita itu terus melancarkan serangannya tanpa memberikan ampun pada lawan-lawannya.


"Gila nih cewek!, bener-bener tangguh!" ucap penjahat itu kesal


"Pakai senjata kalian, bunuh saja dia!" perintah sang pemimpin gangster.


"Key!!" teriak Ahmar yang segera membantu Cassey yang sudah kewalahan


"Dasar anj*ng!!, beraninya kalian menyakiti wanitaku!!" teriak Ahmar memeluk Cassey yang tidak sadarkan diri bersimbah darah


Siwi menatap heran kearah Ahmar yang begitu marah dan peduli pada Cassey. Ada rasa iri dan cemburu yang mulai menyerang hatinya yang tidak rela jika Ahmar memperhatikan wanita lain.


"Papih tidak apa-apa?" tanya Siwi memapah Ferdan

__ADS_1


"Gue gak papa, selamatkan Cassey, bawa dia pergi dari sini!" perintah Ferdan


"Tapi Papih juga terluka, aku tidak bisa meninggalkan Papih," jawab Siwi


"Tenang saja seorang Jenderal tidak akan mati hanya karena melawan, bajing*n tengik seperti mereka, pergilah, biar Ahmar yang akan membantu Papih!! Ferdan langsung bangkit dan kembali menghajar musuh-musuhnya dengan garang


Sementara Siwi segera memapah Cassey menuju ke mobilnya, tidak lupa ia menggendong Kimmy meninggalkan tempat itu.


"Siapa kau!" hardik Ahmar berusaha membuka topeng lelaki yang sudah membuat Cassey terluka.


"Gue baru tahu ternyata Ahmar sang leader Cobra hitam ternyata diam-diam mencintai istri orang, benar-benar pecundang, dasar bajing*n!, sampai matipun lo gak bakal tahu siapa gue!!" jawabnya sembari mencolok mata Ahmar dan ia langsung melarikan diri ketika pemuda itu lengah.


"Dasar anj*ng!, awas saja kau, sebentar lagi aku akan segera tahu siapa kau sebenarnya, dan saat itu juga, kau akan bersujud dikakiku untuk meminta belas kasihku!" ucapnya lirih


Ia segera menghampiri Ferdan yang masih terlentang diatas aspal.


"Om gak papa?" pria itu mengulurkan tangannya untuk membantu Ferdan bangkit


"Gue baik-baik saja bro, cuma gue khawatir dengan keadaan Cassey, semoga saja tidak terjadi sesuatu yang fatal dengannya," Ferdan segera menuju ke mobilnya.


"Sekarang gue mau menjenguk Cassey di rumah sakit, lo mau ikut ga?" tanya Ferdan


Ahmar segera mengangguk dan masuk kedalam mobil.


.


.


.


.


.


Halo para readers semua, maaf banget ya jika akhir-akhir ini Chapternya agak kurang nyambung dengan ceritanya atau alurnya berantakan. Mungkin itu karena aku sebagai penulis baru, memiliki kekurangan dan sedang jenuh. Sehingga aku berpikir menambah part komedi agar para readers semua tidak boring dalam membaca novel ini.


Saya tahu pasti banyak yang kecewa dan protes kenapa jalan ceritanya tidak sesuai dengan ekspektasi para readers semua. Sekali lagi saya hanya bisa bilang, saya cuma manusia biasa yang punya banyak kekurangan, dan belum bisa menulis novel yang bagus seperti author senior ataupun author famous lainnya.


Saya hanya berusaha menyajikan yang terbaik, tapi kalau hasilnya belum baik ya mungkin itulah kekurangan saya.


Silahkan yang masih suka dan setia dengan karya saya, tetap dukung dengan cara kasih like, komen dan jadikan favorite ya. Semuanya gratis kok, jadi jangan pelit like dan susah pencet tombol love. Bagi yang mau melihat novel ini ada di rangking sepuluh besar (ngarep banget ya...😅😅) jangan lupa kasih vote sebanyak-banyaknya, boleh poin ataupun koin.


Bagi yang belum tahu caranya vote silahkan komen dibawah ya...nanti aku kasih tahu caranya sampai bisa dan bonus aku follow, keren kan 😅😅😅. Selamat membaca dan terimakasih sudah mendengarkan keluhan saya. love you all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2