ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 44. Canggung 2


__ADS_3

"Carilah tempat yang santai agar kalian bisa mengerjakan laporan keuangan itu dengan baik," ujar Baladewa


"Baik Paman," jawab Devin menarik lengan Kinanthi


Mr. Nick hanya mengangguk pertanda setuju, ketika Kinan menatapnya.


Devin mengajak Kinan ke sebuah kafe dan ia mengambil posisi didekat taman sehingga lebih santai dan tidak terlalu ramai.


"Kamu mau pesen apa?" tanya Devin


"Cie... manggilnya kamu, kaku amat lo cumi kesambet setan dimana?" goda Kinan mencoba menutupi kecanggungannya


"Eeh, iya tadi ketemu penunggu Gajah Mada makannya langsung salting gini," jawab Devin sambil terkekeh


"Sue, itumah gue. Lo kira gue demit kali!" sahut Kinan


"Bukan gue loh yang ngomong," jawab Devin


"Diih ngeselin," ujar Kinan mencubit Devin


Pemuda itu berusaha mengelak namun Kinan selalu berhasil mencubitnya hingga akhirnya Devin berhasil menangkap kedua tangan Kinan.


"Ampun Kin, ampun!!" teriak Devin yang kegelian, tapi Kinan tidak juga melepaskannya.


"Kena lo, gak bisa nyubit lagi kan!" ucap Devin saat ia berhasil membuat gadis itu tidak berkutik karena ia sudah mengunci lengannya.


Tanpa sadar ternyata Kinan berada diatas tubuh Devin yang terpojok disudut sofa. Keduanya saling bertatapan dengan jarak yang begitu dekat hingga Kinan bisa merasakan deru nafas Devin yang tidak teratur ketika menatapnya. Begitu juga Devin pemuda itu bahkan bisa mencium bau wangi rambut Kinan dan juga parfum yang dipakai gadis itu.


"Astaghfirullah, kenapa jantungku berdegup kencang ketika berdekatan dengan Kinan, rasanya benar-benar tidak karuan. Lama-lama berdekatan dengan dia bisa membuat aku gila," Devin terus menatap bibir mungil Kinan yang begitu menggodanya, menghadirkan fantasi liar dalam imaginasinya.


Kinan yang biasanya ceplas-ceplos mendadak diam dan salah tingkah ketika menyadari posisi mereka yang begitu dekat. Bahkan Devin merasa sesak karena tertindih tubuh Kinan. Gadis itu hanya tersenyum memamerkan gigi putihnya, wajahnya juga memerah menahan malu karena kecerobohannya yang membuat situasi semakin canggung diantara keduanya.


"Sorry Dev, gak sengaja," ucap Kinan langsung bangkit menjauh dari Devin


"Gak papa kok, sengaja juga gak masalah. Gue maklum, pasti lo kangen kan sama gue makannya sampai menerkam aku kaya singa kelaparan," goda Devin membuat Kinan langsung berusaha memukulnya, akan tetapi pemuda itu langsung menghindar hingga Kinan langsung kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. Beruntungnya Devin dengan sigap langsung menarik Kinan kedalam pelukannya.


"Hmmm, yang pengin banget dipeluk, betah banget kayaknya, sampai gak mau lepas!" bisik Devin, membuat wajah Kinan langsung memerah dan melepaskan pelukannya.


"Apaan sih lo," jawab Kinan


"Cie, yang malu-malu, sampai merah wajahnya," lagi-lagi Devin menggoda Kinan hingga gadis itu ngambek dan pergi meninggalkannya


"Diih, sejak kapan sih cewek bar-bar jadi baperan kaya gini?, cup-cup, tayang-tayang, jangan ngambek lagi sayang," goda Devin mencubit pipi Kinan.


"Jangan ngeledek terus dong , lama-lama gue cium juga nih!" cibir Kinan membuat Devin tertawa geli


"Lo bawaannya kalau ketemu gue mesum mulu ya Piranha, yaudah deh aku pasrah aja kalau lo mau cium gue," jawab Devin sambil menyodorkan pipinya


"Habisnya lo ngeselin!" cibir Kinan

__ADS_1


"Ngeselin apa ngangenin," goda Devin


"Ngeselin banget, tapi juga ngangenin, " jawab Kinan manja


"Unchh, tayang," Devin langsung memeluk Kinan membuat gadis itu, gadis itu langsung reflek merebahkan kepalanya di dada Devin dan memeluknya erat


"Udah belum kangen-kangennya," goda devin mendongakkan wajah Kinan


"Belum, masih mau peluk," jawab Kinan manja


"Busyet dah, sejak kapan lo berubah jadi manja gini!" Devin langsung menoyor kepada Kinan membuat gadis itu tertawa terbahak-bahak


"Dasar Cumi, gak bisa apa romantis bentar sama gue," goda Kinan


"Gak mau ah, takut hilaf gue!" jawab Devin


"Takut hilaf apa takut sama nyokap!" tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulut Kinan membuat Devin langsung berkaca-kaca


"Sorry Dev, bercanda jangan sedih ya," hibur Kinan


"Its ok, gak papa kok Kin. Lo benar gue emang penakut, aku tidak berani melawan nyokap gue untuk memperjuangkan cintaku, hingga membuat aku sendiri tersiksa menahan perasaan gue sendiri. Apa aku salah jika menjauhi orang yang aku sayang karena aku tidak mau di celaka?" tanya Devin


"Tidak salah Dev, hanya saja seorang lelaki itu harus punya prinsip. Jika kau mencintai seseorang dan tidak bisa hidup tanpa orang itu maka jadilah pria gentleman jangan jadi pengecut. Kejarlah dia walaupun apapun rintangannya. Aku yakin sejahat-jahatnya ibu kandung tidak akan membiarkan anaknya menderita, tidak bahagia karena harus berpisah dengan belahan jiwanya," jawab Kinan


"Tapi aku tidak mau mengambil resiko, karena jika aku memaksakan diri bersama wanita itu, maka bukan kebahagiaan yang akan dia dapatkan tapi kematian, makanya lebih baik aku menderita daripada orang yang aku sayang menderita," jawab Devin


"Aku sungguh kagum dengan sikapmu Dev, tapi tidak semudah itu seorang kekasih akan membiarkan orang lain berbuat jahat pada pasangannya. Dia akan mati-matian melindungi gadis yang dicintainya dari siapa saja yang akan menyakitinya termasuk nyokapnya sendiri. Jadi menurut ku kalau kau mau jadi pengecut, alangkah baiknya jika kamu tidak mendekati wanita itu lagi, dan janganlah memberinya harapan lagi jika kau sudah tahu bahwa kalian tidak akan bisa bersatu. Karena itu bisa membuat gadis itu semakin terluka, karena sudah berharap banyak padamu," jawab Kinan sembari menahan air matanya yang sudah siap meluncur membasahi pipinya.


🎵Aku t'lah tau kita


Memang 'tak mungkin


Tapi mengapa kita


Selalu bertemu


Aku t'lah tau hati ini


Harus menghindar


Namun kenyataan


Ku tak bisa


Maafkan aku terlanjur mencinta


Senyuman itu hanyalah menunda


Luka yang tak pernah kuduga

__ADS_1


Dan bila akhirnya


Kau harus dengannya


Mengapa kau dekati aku?


Kau membuat semuanya indah


Seolah takkan terpisah


Aku t'lah tau kita


Memang tak mungkin


Tapi mengapa kita


Selalu bertemu


Aku t'lah tau hati ini


Harus menghindar


Namun kenyataan ku tak bisa


Maafkan aku terlanjur mencinta


Bila memang hatimu untuk aku


Salahkah 'ku berharap


Berharap kau memilih diriku,


Cinta


Tapi mengapa kita selalu bertemu...🎵


"Kau benar Kin, aku memang pengecut, tidak punya prinsip karena tidak berani mengambil resiko. Tapi sekarang aku sadar bahwa aku tidak mau kehilangan kamu lagi Kin, aku gak mau berpisah dengan kamu, karena aku cinta sama kamu Kinan, aku sayang sama kamu. Dan yang terpenting sekarang aku harus mengejarmu Kinan, aku harus mengungkapkan perasaanku padamu," Devin langsung berlari mengejar Kinan yang sudah menjauh darinya.


Lelaki itu langsung memeluk Kinan dari belakang.


"Lepasin, siapa siapa sih lo, main peluk-peluk gue sembarangan, lepasin gak atau gue teriak nih!" ancam wanita itu


"Gue gak bakal lepasin lo lagi Kin, karena gue baru sadar kalau gue cinta, gue sayang sama lo, dan aku janji akan mempertahankan cinta kita walaupun Ibu tidak merestui hubungan kita!" jawab Devin semakin mempererat pelukannya


"Apa kamu sungguh-sungguh Dev," bisik seorang wanita di samping Devin


"Iya," ucap Devin menoleh kesamping


"Kinan!" seru Devin terperanjat

__ADS_1


"Kalau Kinan ada disamping gue, terus yang aku peluk siapa dong," Devin segera melepaskan pelukannya


"Anj*r!!, jadi gue meluk bencong dari tadi!" seru Devin yang langsung menjauh dari waria itu, membuat Kinan terkekeh melihatnya.


__ADS_2