
"Kurang ajar kamu, berani kamu menyentuh keponakan Aku, bukan hanya anakmu yang akan aku bunuh, tapi juga gadis manis disebelah kamu juga akan aku habisi!" ancam Ares
"Hmmm, Apa dia yang membunuh Zahra tempo hari!" batin Ryan sembari mengeratkan jemarinya
"Kita lanjutkan urusan kita didepan, aku tidak mau membuat kegaduhan di sekolahan, karena di sini adalah tempat belajar bukan untuk tempat berkelahi, aku tunggu kamu sekarang!" sahut Ryan
"Cih!, siapa takut!, pecundang sepertimu tidak pantas untuk ditakuti, dasar banci!! beraninya hanya dengan anak kecil saja!" cibir Ares
Ryan mulai tersulut amarahnya ketika mendengar cibiran Ares yang menyebutnya banci, dia sudah mengepalkan tangannya, namun Cassey yang melihat Ryan mulai tersulut emosi segera menariknya menjauh dari Ares.
"Sudahlah Om, jangan terpancing dengan omongannya, ingat ini sekolahan Om , Om jangan membuat keributan disini, sabar!, kita bantai dia kalau dia sudah keluar!, sekarang kita tunggu saja diluar," ucap Cassey menarik Ryan keluar ruangan UKS
"Lo benar Key, thanks sudah mengingatkan Om," ucap Ryan
"Maaf Pak, anda wali muridnya siapa?" tanya Kepala Sekolah mencoba memecah ketegangan antara Ryan dan Ares
"Saya pamannya Agni," jawab Ares singkat
"Oh iya pak, Agni tadi kedapatan sedang mengkonsumsi pil BK dan saat ini dia sedang sakau, jadi silahkan bapak bawa dia pulang untuk melakukan pengobatan, karena kalau tidak segera diobati atau dibawa ke pusat rehabilitasi saya takut dia tidak bisa ikut Ujian Akhir Nasional yang akan dilaksanakan sebulan lagi," ucap Kepala Sekolah
"Coba saja kalau kau berani melarang Agni ikut UN, maka akan ku bakar sekolah ini dan kamu bisa saja aku bunuh!!" ancam Ares membuat Kepala Sekolah ketakutan
**Plakkk!!!
Mendengar ancaman dari Ares membuat Umi Kulsum berang, ia langsung memukul pantat laki-laki itu dengan menggunakan penggaris besi, membuat Ares langsung menjerit kesakitan.
"Kurang ajar!, tidak sopan!, berani sekali kamu melawan dengan guru!!" ucap Umi Kulsum sembari terus memukuli pantat Ares
"Anj*ng, berani sekali kau memukul ketua geng Naga Api!" teriaknya
"Aku tidak takut!!, siapapun kamu dan apa profesimu, kalau kamu berlaku tidak sopan dengan guru maka aku tidak segan untuk menghukummu!!" Kali ini ia berganti memukul kepalanya dengan tangannya dan juga menampar mulutnya
"Punya mulut itu dijaga!!, gunakan untuk berbicara yang baik-baik, jangan suka memakai bahasa binatang!!, punya otak buat mikir!!, bukan cuma untuk berkelahi saja!!, dasar preman kampung!!" cibirnya sambil terus memukuli Ares
"Dasar guru gila!!, cepat bawa Agni ke mobil!!" perintah Ares yang kemudian bergegas meninggalkan ruangan UKS
"Untung kamu seorang ibu-ibu, coba kalau bapak-bapak sudah aku hajar kamu," gerutu Ares
"Bu Kulsum keren euy, bisa mengusir pamannya Agni yang serem itu, " puji Kepala Sekolah memberikan jempolnya pada Umi Kulsum
*************
Ares tampak keluar dari gerbang sekolah dan segera menghampiri Ryan yang menunggunya di depan gerbang sekolah.
"Besar juga nyali kamu banci!, aku tunggu kamu nanti malam ditempat ini!" Ares memberikan secarik kertas kepada Ryan
Ryan sebenarnya ingin sekali menampar mulut Ares yang selalu menyebutnya banci, namun Cassey selalu melarangnya.
__ADS_1
"Sekarang ayo kita pulang Om, " ajak Cassey
Ryan segera masuk kedalam mobilnya dan meluncur menuju ke istana.
"Kok kesini Om, bukannya pulang kerumah?" tanya Cassey
"Om mau ngobrol dulu ya dengan teman-teman Om, kamu main saja dengan Bagas atau Nay dulu ya," ucap Ryan
"Ok Om," jawab Cassey
Gadis itu segera masuk kedalam istana menuju ke kamar Naeswari.
"Halo Nay," sapa Cassey ketika melihat Naeswari sedang duduk dikamarnya sambil memainkan ponselnya
"Hai, tumben kamu kesini, biasanya ke kamar ka Bagas," jawab Naeswari
"Lagi bt sama dia, " jawab Cassey merebahkan tubuhnya di atas kasur Nay
"Kamu kok cantik banget Nay, beda dari biasanya, lo ngobatin jerawat pake apaan kok bisa cepet hilang, dan gak ada noda hitam bekas jerawatnya ?" tanya Cassey memandangi wajah Nay yang terlihat beda ketika ia dirumah dan di sekolah
"Diih kepo, mau tau banget ya?" tanya Naeswari
"Yuhuu," jawab Cassey
Nay kemudian segera memoleskan make up diwajahnya dan membuat titik-titik hitam menyerupai jerawat
Nay kemudian menghapus make upnya menggunakan face toner didepan Cassey.
"Ini namanya the power of make up Key, makanya seseorang bisa tampil cantik dan jelek karena make up, kaya aku, sengaja membuat wajahku terlihat jelek jika aku berada diluar istana, agar mereka tidak mengira kalau aku ini putri seorang raja, dan aku ingin mereka menganggap aku ini rakyat biasa, dan juga untuk mencari pangeran kodok aku yang mau menerimaku apa adanya," Naeswari menjelaskan semuanya dengan lugas
"Keren euy, aku mau dong dimake up sama kamu, tapi dibikin cantik ya, jangan jelek karena secara kan aku sudah jelek, sedangkan kamu tuh cantik jadi mau dibikin jelek kaya apapun ya tetap cantik, lah kalau aku tambah demek, hahaha," sahut Cassey membuat Nay ikut tertawa
"Ok sister," jawab Naeswari yang langsung memoles wajah Cassey dengan make upnya
********
"Gimana menurut kalian?" tanya Ryan
"Kalau aku sih Yes, gimana kalau sama lo Pang?" tanya Ferdan
"Gue juga Yes, nah sudah tiga yes nih lo gimana yang mulia?" tanya Noval
"Yes dong, masa No sih," jawab Lulu
"Berarti tinggal Damar, Gaga sama Tam-tam,yang belum?" tanya Ryan
"Yoi," jawab Ferdan
__ADS_1
"Biar gue telpon aja dia," ucap Lulu yang kemudian menelpon suaminya
"Halo sayang, kamu dimana?" tanya Lulu
"Masih rapat babe, ada apa?" tanya Damar
"Yaudah kalau gitu kasih telponnya sama Tam-tam saja, kamu lanjutkan saja rapatnya," ucap Lulu
"Ok," Damar segera menyerahkan ponselnya kepada Tama
"Iya ada apa Lu?" tanya Tama
"Rey ditantang sama Ares ketua geng Naga Api nanti malam, lo ikut ga?" tanya Lulu
"Tentu dong," jawab Tama
"Ok kalau gitu, gue tunggu kedatangan lo sama Damar nanti malam," jawab Lulu
"Siap, laksanakan!" jawab Tama menutup telponnya
"Sekarang tinggal Gaga si duren sawit yang belum kasih vote, " ucap Lulu
"Kok duren sawit Lu, apa lagi itu?" tanya Ferdan
"Duda keren sarang duit, hihihi," ucap Lulu tertawa kecil
"Bisa ae lo, ratu alay!" cibir Ferdan membuat Rey dan Noval tertawa mendengar cibirannya
"Rey, lo mending ajak Niken sama anak lo kesini aja, takut dia kenapa-napa lagi kaya kemarin di rumah sakit," ucap Noval
"Iyeh, bener tuh kata Opang, jangan sampai lo nyesel untuk yang kedua kalinya," sahut Ferdan
"Nyesel apa lagi?" tanya Ryan
"Nyesel karena harus kehilangan Niken sebelum menikahinya, eaaa...." goda Ferdan
"Sue!!, orang gue mau jodohin Niken sama Gaga kok, masa gue jadi pagar makan tanaman sih," sahut Rey
"Gak papa sekali-kali jadi tukang tikung gak masalah," ucap Noval
"Betul, lagian kalau yang ditikung Gaga sih no problemo, secara dia kan duren sawit jadi gampang buat cari cewek lagi, lah kalau lo Rey duco speda, susah dapet ceweknya," tambah Ferdan
"Iyeh bener juga lo Dan, tapi btw duco speda itu apaan sih baru denger gue?" tanya Ryan
"Duco Speda itu kepanjangan dari Duda Macho spesialis penakluk janda, hahahaha...." jawab Ferdan membuat semuanya terbahak-bahak mendengarnya
"Suee lo!!" cibir Ryan
__ADS_1