ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 74 # Berkumpul di Alun-alun


__ADS_3

"Om kenapa murung?" tanya Cassey


"Gak papa Key, cuma lagi gak mood aja Key," jawab Gaga


"Bagaimana kalau Om ikut aku jalan-jalan saja, daripada gabut disini?" ajak Cassey


"Nanti Om ganggu deh acara kalian berdua," sahut Gaga


"Santuy papih, kita cuma mau makan terus muter-muter aja kok di alun-alun, jadi gak masalah kalau papih mau ikut," jawab Bagas


"Baiklah kalau gitu, sekali-kali jadi orang ketiga gak masalah kan?" ucap Gaga tertawa kecil


"Kita juga ikut!!" teriak Pandu dan Naeswari


"Ok, siapa lagi yang mau ikut!!" teriak Cassey


"Gue!!" teriak Ferdan dan Noval


"Ayok Om, semakin banyak orang makin ramai," kata Cassey


"Kalau gitu aku ajak Papih Rey sama mamih aku juga ya baby biar ramai gitu," pinta Cassey sembari mengerlingkan matanya


"Iya sayang, apa sih yang gak buat kamu baby," jawab Bagas


"Makasih baby," Cassey langsung mencium pipi Bagas


"Biasa pengantin baru, lagi hot-hotnya," ledek Ferdan


"Yuhuu," jawab Cassey mengundang kekehan dari yang lainnya


"Papah sama mamah mau ikut juga?" tanya Bagas ketika melihat Lulu dan Damar keluar dari kamarnya


"Yoi, kita juga mau ikutan grecokin pengantin baru," jawab Lulu


"Diih mamah bisa aja, pasti ngiri ya karena dulu langsung dipisahin sama Oma, beda dong kalau kita direstuin sama Omah makanya dibolehin tidur berdua," goda Cassey


"Sue!, tahu darimana lo!" cibir Lulu


"Dari papah mertua dong, mana berani Key nanya Omah Welas, " jawab Cassey mengernyitkan alisnya


"Beneran sayang, kamu bocorin rahasia kita?" tanya Lulu manja


"Iya sayang, tapi gak banyak cuma dikit doang kok," jawab Damar membela diri


"Sudah daripada berantem mending kita jalan, lagian Rey sama Niken udah datang tuh," Noval menyela pembicaraan pembicaraan Lulu dan Damar


Akhirnya mereka semua berangkat menuju ke alun-alun kota Jogjakarta.


"Akhirnya bisa kesini lagi, kayaknya sudah lama banget kita gak kesini ya," ucap Damar


"Iya sayang, apalagi kamu kan lama juga dirawat di rumah sakit, jadi sekali-kali butuh udara segar agar pikiran kita bisa rileks," jawab Lulu menggandeng lengan suaminya

__ADS_1


"Sepertinya aku kenal sama tiga orang yang duduk di kedai soto itu," ucap Ferdan


"Bukannya itu ayah, sama ibu dan tante Messy," jawab Pandu


"Kalian diem disini, ada yang mau aku tanyakan sama Tama," Ryan segera masuk kedalam kedai soto seorang diri


"Halo Tam-tam, gila lo makan cuma bertiga aja, Pandu gak diajak?" tanya Ryan


"Hai Rey, Pandu gak pernah mau ikut kalau aku ajak, lagian aku tuh curiga kalau ada kamu, pasti mau ngerjain aku bukan?" tanya Tama curiga


"Suudzon aja lo Tam-tam, tapi bener juga sih, hehehe, yaudah mending gue cabut dari sini, daripada dicurigai sama lo," cibir Ryan meninggalkan mereka


" Lo ngapain Rey?" tanya Ferdan


"Lo liat aja tar lagi heboh," ucap Ryan menengok kearah Tama


"Kita gak jadi makan nih Rey, udah laper nih," ucap Niken


"Sabar bentar sayang, kita lihat pertunjukan dulu bentar," jawab Ryan


Semua orang yang melewati Tama tampak menepuk pundaknya, membuat Tama dan istrinya merasa risih.


"Cepet sembuh ya," ucap salah seorang pengunjung kedai sembari menepuk pundaknya


Tama langsung menarik lengan pemuda yang menepuk pundaknya itu.


"Kenapa kamu menepuk pundak ku, apa kamu tidak tahu siapa aku!" gertak Tama membuat pemuda itu ketakutan


" Kan saya menepuk pundak Om, sesuai permintaan Om," jawab pemuda itu ketakutan


"Itu Om tempel di belakang kemeja Om," jawab pemuda itu


Tama segera meraba punggungnya dan benar saja ia menemukan tulisan konyol yang dipasang di punggungnya.


"TOLONG TEPUK PUNDAKU!!, AGAR AKU SEGERA SEMBUH DARI PENYAKIT AYANKU YANG SUKA KAMBUH DI TEMPAT UMUM"


"Hmmm, ini pasti ulah Rey, dasar biang kerok!" Tama segera keluar sembari berlari mengejar Ryan yang selalu menjahilinya.


Semuanya terkekeh geli melihat Kekonyolan mereka berdua yang berkejaran seperti Tom and Jerry.


Semuanya kemudian masuk kedalam kedai soto untuk menikmati hidangan soto spesial.


Hanya Gaga yang terlihat tidak berselera dan lebih banyak diam disana, selera makannya seakan menghilang ketika ia mengingat kesedihan Naya.


"Kamu gak makan Ga?" tanya Niken


"Aku baru selesai makan jadi masih kenyang," jawab Gaga


"Kau pikir aku percaya gitu?, aku tahu kamu, tidak biasanya kamu seperti ini pasti ada sesuatu terjadi padamu, coba katakan padaku kali aja aku bisa bantu kamu?" tanya Niken menelisik


"Tidak ada, beneran aku tuh masih kenyang jadi gak selera makan lagi, apa lagi makan malam kan bikin gendut, aku diet," bisik Gaga

__ADS_1


"Lagi diet apa patah hati?" goda Niken


"Dua-duanya," jawab Gaga


"Tuh kan gie bilang juga apa?, pasti lo ditikung lagi ya?, kasihan banget sih kamu?" goda Niken


" Yaudah gue keluar bentar cari angin, disini gerah," Gaga segera bangkit dari kursinya dan melangkah keluar


Ia melihat Naya memarkirkan motor sportnya tidak jauh darinya.


Tumben Eros gak mengawasi Naya, ucap Ganendra dalam hati


Tak berselang lama Eros datang bersama seorang pria menemui Naya.


"Naya kenalin ini Prabu, teman kakak, " Eros sengaja memperkenalkan temannya pada Naya agar adiknya itu tidak bersedih lagi


"Naya,"


"Prabu,"


Setelah keduanya bersalaman, Eros mempersilahkan Naya dan Prabu untuk ngobrol berdua agar keduanya bisa saling mengenal satu sama lainnya.


"Silahkan kalian ngobrol dulu, lagian gue mau ketemu sama temen kakak juga," Eros langsung masuk kedalam kafe sedangkan Prabu mengajak Naya jalan-jalan mengelilingi Alun-alun.


"kita duduk disini saja Nay," ucap Prabu


Naya hanya mengangguk dan duduk di kursi taman, sementara Gaga masih tak berkedip memperhatikan keduanya.


Kenapa hati aku sakit banget, melihat Naya bersama laki-laki lain, apa aku benar-benar jatuh cinta sama dia,


Ganendra berusaha menenangkan hatinya yang mulai berkecamuk tak menentu, netranya membulat ketika menatap lelaki itu hendak mencium bibir Naya.


Ia segera berjalan mendekati mereka dan menarik kerah baju pemuda itu dan menghajarnya.


***Buuughhh!!


"Jangan kurang ajar sama seorang wanita!!" teriak Ganendra sembari memukuli pria itu tanpa ampun


"Stop Ga, stop!" teriak Naya


"Bukannya dia kurang ajar sama kamu, makanya aku datang untuk menolong kamu, apa aku salah?" tanya Ganendra bingung kenapa Naya membela pemuda itu


"Tentu saja kamu salah Ga, bukan gitu caranya menolong orang yang kita sayang, bukan dengan kekerasan, karena kekerasan hanya akan mendatangkan dendam, yang akhirnya terus berkelanjutan tanpa ada ujungnya, dan itu sangat menyakitkan," ucap Tanaya dengan penuh Emosi, membuat Eros yang juga menyaksikan kejadian itu mulai merasakan apa yang dirasakan oleh adiknya itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Halo Guys, jangan lupa baca WONDERFUL DOCTOR ya, novel terbaru aku ...seru loh ceritanya, jangan lupa like, love , vote dan komen ya...😘😘😘


__ADS_2