
"Sial sudah jatuh dihajar gajah pula," seru Devin
"Eeh, Kinan maaf ya gue gak sengaja ," ucap Devin yang baru sadar jika ia duduk diatas tubuh Kinan yang tertimpa olehnya.
"Peace!!" ucap Devin ketika melihat wajah sadis Kinan
Kinan tidak menghiraukan ucapan Devin ia langsung bangun dan melesatkan tinjunya, namun lelaki itu terus menghindar hingga terjadi aksi kejar-kejaran antara Devin dan Kinan.
"Jangan lari lo Cumi, berhenti!" teriak Kinan
"Kejar gue kalau lo bisa, dasar piranha!" jawab Devin yang terus berlari menghindari kejaran Kinan
"Dasar bangke, berhenti lo!" Kinan terpaksa berhenti karena sudah kecapean.
Senyumnya mengembang ketika melihat dua orang anak kecil sedang nermain ketapel. Ia kemudian meminjam ketapel dari seorang anak kecil itu dan mengisinya dengan kerikil, Kinan kemudian melesatkan ketapel itu kerah Devin.
*Syuuuuut, Pletaaak!!
"Rasain lo cumi, salah sendiri cari masalah sama gue!!" Kinan tersenyum simpul berharap Devin akan segera menjerit kesakitan ketika terkena kerikil itu
*Aaargghhh!!
Teriak Ryan sambil memegangi kepalanya yang terkena batu kerikil.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Niken khawatir ketika melihat Ryan meringis kesakitan
"Kayaknya ada yang nimpuk gue pakai batu kerikil deh," ucap Ryan sambil mengusap kepalanya
"Ya ampun sayang, ternyata berdarah kepala kamu!" teriak Niken ketika tahu kepala Ryan berdarah
"Anj*r, kalau tahu siapa yang sudah bikin kepalaku bocor aku hajar dia!" seru Ryan
"Om kenapa Tante?" tanya Devin
"Gak tahu Dev, kayaknya ada yang nimpuk pakai kerikil," jawab Niken
"Yaudah kita bawa ke klinik aja tante, takut nanti infeksi," Devin langsung mengajak Ryan menuju ke mobilnya
Sedangkan Kinanthi langsung bersembunyi, ketika tahu ia salah sasaran.
"Ya Allah kenapa jadi Papih yang kena sasarannya bukannya si Cumi, hadeeh kan jadi gak enak kalau papi, bisa-bisa gue dicincang sama Mamih kalau ketahuan gue yang nimpuk Papih," ucap Kinan sedih
Ia kamu dia menengok kearah Ryan berada.
"loh Kok Papih sama Mamih nggak ada, mereka pada kemana ya?" tanya Kinanthi
Ia kemudian berlari untuk mencari kedua orang tuanya tapi sayangnya setelah gadis itu mencari mereka selama setengah jam, Kinan tidak menemukannya juga.
"Halo Mamih, Mamih di mana?" tanya Kinan
"Mamih ada di klinik duta kesehatan, di dekat alun-alun juga di samping kedai soto," jawab Niken
"Ya udah Kinan nyusul ke sana ya Mih,"
"Gak nggak usah sayang, kita udah selesai kok. Kamu tunggu aja di kedai soto, Papih mau ngajak kita makan di situ," jawab Niken
"Ok Mih," Kinan segera menuju ke kedai Soto menunggu kedua orang tuanya
Sepuluh menit kemudian Ryan dan Niken masuk kedalam kedai soto bersama Devin dan Baladewa.
"Kenapa ada dia lagi sih, nyebelin banget deh lama-lama gue stres kalau tiap hari ketemu tuh pangeran kodok. Ngapain tuh cumi ikut makan di sini juga ," batin Kinan
"Eeh ada Kinan," goda Devin membuat gadis itu semakin dongkol
"Jangan sok akrab deh," cibir Kinan
"Papih gak papa kan?" tanya Kinan mendekati ayahnya
"Gak papa kok, cuma lima jahitan masih belum sebanding dengan sabetan samurai saat tawuran," jawab Ryan
"Makanya papih hati-hati lain kali, jangan petakilan," ucap Kinan
"Papih lagi diem sayang, cuma ada orang usil yang coba main-main dengan Papih, awas aja kalau ketahuan bakal Papih cincang tuh orang," gertak Ryan membuat Kinan ketakutan
"Papih gak usah cari dia biar Kinan aja yang nyari siapa yang sudah berani bikin papih aku terluka dan Aku juga yang akan memberikan pelajaran sama dia," ujar Kinan
"Ok sayang, Papih percaya sama kamu,"
"Thanks Papih,"
"Btw emangnya urusan Devin belum selesai di Jogja?" tanya Ryan
"Belum Om, rencananya masih dua hari lagi baru selesai,"
"Terus kamu tinggal dimana?" tanya Ryan
"Di hotel Om,"
"Lah sayang banget, mending kamu tinggal di rumah Om saja, jadi uang yang buat nginep di hotel bisa buat uang jajan kamu," sahut Ryan
__ADS_1
"Jangan Pih, ngapain coba si Cumi tinggal di rumah kita, udah mendingan dia tinggal di hotel saja lebih nyaman dan aman," jawab Kinan
"Jangan gitu dong sayang, kan kasian Devin kalau harus mengeluarkan uang banyak hanya untuk biaya Hotel, mending duitnya ditabung bakal dia nikah nanti atau buat uang jajan dia. Lagian dia bisa tidur di kamar Cassey kan, gak papa ya sayang?" ujar Ryan
"Diih Papih belum tahu aja siapa dia, jadi dia itu...." Devin segera menutup mulut Kinan saat gadis itu hendak memberi tahukan siapa Devin sebenarnya.
"Please jangan kasih tahu siapa gie yang sebenarnya," bisik Devin
"Kalau gue gak mau gimana?" ancam Kinan
"Gue bakal berikan apa saja yang lo mau," sahut Devin
"Beneran?"
"Tentu, seorang Devin pantang berkata bohong," jawab Devin
"Ok deal,"
"Deal,"
"Devin kenapa Kinan?" tanya Ryan
"Jadi Dev itu adalah seorang berandalan yang kerjanya balapan liar Pih," jawab Kinan
"Bagus dong, dulu Papih juga berandalan yang suka tawuran tapi sekarang jadi pengusaha sukses, sekarang Devin juga sedang berproses aku doain kamu bisa menjadi orang yang sukses Dev,"
"Thanks Om, tapi kayaknya aku gak bisa nginep di rumah Om deh, soalnya kan aku berdua sama paman aku jadi kami gak mau merepotkan Om dan Tante," jawab Devin
"Gak papa kok Dev, kita gak merasa direpotkan, lagian tante tuh seneng kalau rumah tante rame, apalagi Om Rey kan sering ke luar Kota, jadi kadang Aku cuma berdua sama Kinan saja," jawab Niken
"Sebentar saya tanya pamanku dulu tante, takutnya saya gak boleh lagi," jawab Devin
"Aish so sweat banget sih kamu Dev, " sahut Niken
"Lebay," cibir Kinan
"Giman ni Paman?" tanya Devin
"Yaudah kamu saja yang menginap di rumah Om Ryan, biar Paman tinggal di hotel saja," jawab Baladewa
"Baiklah, kalau paman setuju," jawab Devin
"Gimana, bolehkan?" tanya Niken
"Iya Tante,"
"Alhamdulillah, yaudah yuk kita pulang?" ajak Niken sambil menggandeng lengan Devin
"Ganjen apanya si Kinan, suudzon aja deh sama Mamih,"
"Terus apa maksud mamih gandeng-ga dengan si Cumi, bukannya Papih yang di gandeng malah berondong yang di tarik dasar cari-cari kesempatan!" seru Kinan
"Eeh salah ya Kirain tangan papih yang aku tarik taunya salah sasaran, maaf ya Dev," ujar Niken salah tingkah
"Maaf ya Pih, Mamih gak sengaja, biasa kalau lihat cowok bening dikit, jiwa genit mamih langsung meronta-ronta," tutur Niken sambil terkekeh
"Dasar Mamih ganjen, inget umur Mih!" cibir Kinan
"Iya sayang, Mamih cuma bercanda kok, seriusan banget sih," jawab Niken
"Gak usah baperan gitu dong sayang, biasalah mamih kamu kan emang udah ganjen dari lahir, makanya papih gak kaget lagi sekarang," tambah Ryan
"Yaudah ayo pulang, sudah siang," ajak Niken
"Oh ya sayang, kamu bareng Devin ya, soalnya mamih sama papih mau mampir ke rumah Cassey dulu untuk membantu persiapan acara ngunduh mantu nanti malam," ucap Niken
"Ok Mih, nanti Kinan nyusul deh, mau ikutan bantuin Kakak Cassey juga," jawab Kinan
"Yaudah kalau gitu kita pamait ya sayang,"
"Iya Mih, ati-ati!" jawab Kinan
"Dev, nitip Kinan ya, awas loh jangan sampai lecet!" ujar Ryan
"Siap Om," jawab Devin
"Papih apaan sih, memangnya Kinan barang apa pakai dititipkan segala," jawab Kinan
"Iya dong sayang, karena kamu milik papih yang sangat berharga dan papih gak mau kamu kenapa-napa," ucap Ryan mengusap lembut rambut putrinya
"Iya Pih, papih hati-hati ya, Love you!" seru Kinan
"Love you too my dear," jawab Ryan melambaikan tangannya kepada Kinan
"Beruntung banget kamu Kinan masih punya Papih yang sangat sayang sama kamu, sedangkan ayah aku sudah meninggal," batin Devin
Pemuda itu kemudian menggandeng Kinan, membuat gadis itu kaget dan langsung melepaskan tangan Devin.
"Maksud lo apa gandeng-gandeng tangan gue, mau cari kesempatan lo!" hardik Kinan
__ADS_1
"Diih kepedean, gue mau nganter lo pulang Piranha!" sahut Devin dengan suara lantang
"Ngajak pulang, sih ngajak pulang tapi nggak usah pakai gandengan juga keles, jijik gue kalau di gandeng sama lo!" Kinan langsung berjalan meninggalkan Devin
"Paman aku pamit mengantar Kinan dulu," pamit Devin
"Baik, hati-hati yang mulia," jawab Baladewa
Devin kemudian menyusul Kinan yang sudah berjalan menuju ke parkiran mobil.
"Cie ada cewek cantik nih," goda seorang preman
"Neng sendirian aja, ikut abang dangdutan nyok?" goda preman itu
"Dangdutan pale lo!" Ketus Kinan
"Galak amat jadi cewek neng," jawab Lelaki itu menghampiri Kinan, baru saja ia akan menggandeng lengan Kinan, gadis itu langsung memelintir tangannya hingga lelaki itu meringis kesakitan
"Jangan macem-macem lo sama gue, atau aku bikin lo cacat permanen mau!" ancam Kinan
"Ampun Neng, jangan, nanti bini gue makan apa!" jawab preman itu
"Makanya jangan macam-macam, kalau mau goda orang liat-liat dong, jangan asal embat aja!" hardik Kinan
"Nah ini dia cewek yang semalam menghajar gue sama anak buah gue," ujar Alex menghampiri Kinan
"Kenapa lagi lo bencong, mau nantangin gue lagi!" hardik Kinan
"Bang itu dia cewek yang semalam membuat babak belur anak buah gue dan anak buah abang," bisik Alex kepada Aaron
"Hei, Lo yang kemarin udah berani menyerang gue pakai samurai kan?" tanya Kinan ketika melihat Aaron
"Iya, kirain udah mati lo ternyata masih hidup," jawab Aaron
"Cih, jangan sombong lo, kemarin kamu bisa ngalahin gue karena curang, jadi jangan bangga, kalau lo berani gue tantang lo sekarang pakai tangan kosong!" tantang Kinan
"Anj*r, belom kapok juga lo, atau emang sudah bosan hidup!" jawab Aaron
"Jangan banyak bacot lo, maju sini!" ujar Kinan membuat Aaron langsung melesatkan pukulannya kearah Kinan.
Gadis itu langsung mengelak dan menyikut Aaron hingga mengenai kepala pemuda itu.
Ia kemudian melompat dan melepaskan tendangan memutar kearah wajahnya hingga Aaron terpental.
"Ini balasan karena lo udah berani melukai gie tempo hari, Kinan segera melompat dan melepaskan tendangannya ke perut Aaron membuat pemuda itu langsung muntah darah.
"Dan ini buat lo bencong!" Kinan melepaskan pukulannya kearah Alex dan pemuda itu berhasil mengelaknya.
"Good, ternyata lo bisa beladiri juga ya, tapi kenapa lo berpura-pura lemah, keluarkan semua kekuatanmu dan hadapi aku!" tantang Kinan
" Maaf, tapi aku tidak pernah mau melawan perempuan, karena aku sangat menghargai mereka karena dengan jasa-jasanyalah aku bisa terlahir kedunia ini," jawab Alex
"Jangan muna deh lo, kamu gak mau melawan gue tapi nyuruh orang buat membunuh gue, ya sama saja. Jadi jangan sok suci kamu karena gue gak suka cowok munafik kaya lo!" sahut Kinan
"Baiklah kalau lo maksa, jangan salahkan aku jika nanti kau terluka atau cacat!"
"Yaelah kebanyakan iklan lo!" Kinan langsung melompat dan menyerang Alex dengan pukulan mautnya, tapi anehnya Pria itu selalu bisa membaca arah serangan Kinan dan bisa menepisnya.
"Ternyata cuma segitu saja kemampuanmu gadis bar-bar!" seru Alex
"Bangs*t, ternyata dia bukan orang sembarangan, gue harus ekstra hati-hati, supaya tidak terluka, setidaknya gue juga harus bisa membaca gerakannya," batin Kinan.
Ia langsung melesatkan tendangannnya kearah Alex, namun pria itu langsung menghindar dan melepaskan tendangan balasan hingga menghantam tubuh Kinan yang langsung jatuh tersungkur ke tanah.
"Makanya jangan sombong gadis bar-bar!" seru Alex yang kembali melepaskan pukulannya kearah Kinan, akan tetapi Devin langsung menepis serangan Alex hingga membuat lelaki itu kesal terhadap Devin yang dianggapnya sok jagoan dan suka mengadu.
"Hentikan Alex, Kinan bukan lawanmu, karena lawanmu sesungguhnya adalah aku!" seru Devin langsung melompat keatas dan melepaskan tendangannya kearah Alex hingga pria itu kembali tersungkur ke tanah.
"Rupanya lo sudah berubah sekarang Dev, kau memakai jas, dan mobil. Bahkan cewek- cewek yang bersamamu sudah ganti lagi," apa kau sekarang sudah jadi gigol*?" ledek Alex membuat Devin marah dan kembali melepaskan pukulannya dan alex langsung menangkisnya.
"Dasar Bajing*n, mati kau!" Kinan langsung menyikut dan mendengkul Alex hingga pemuda terjatuh ke tanah tak berdaya.
Kinan tersenyum ketika melihat Alex dan Aaron berlari tunggang langgang meninggalkan tempat itu, ,
"Dasar bencong, cuma segitu saja kemampuan beladiri lo!" ledek Kinan
"Sudahlah jangan lebay, sekarang ayo kita pulang atau kau mau dieksekusi paksa," ujar Devin sambil terkekeh
" Diih najong, itu mah maunya lo, udah jalan duluan sana jangan dibelakang gue, kerena gie takut dibilang kereta lewat," jawab Kinan
Devin segera berjalan menuju ke parkiran mobil, sedangkan Kinan malah mampir ke toko aksesoris.
Setelah menunggu beberapa menit, namun Kinan tak kunjung datang juga Devin segera keluar dari mobilnya dan menyusul Kinan ketempat semula.
"Dimana dia, kenapa tidak ada. Apa dia sengaja meninggalkan gue, awas aja kalau ketemu gue pasti akan kasih pelajaran sama kamu Piranha!" gumam Devin
Pria itu segera kembali lagi menuju parkiran dan ia tersenyum sinis ketika melihat Kinanthi sedang asyik mencoba aksesoris.
"Dasar bar-bar, beraninya kamu mengacuhkan perintahku," Devin langsung masuk kedalam toko dan menggendong paksa Kinan menuju ke mobil.
__ADS_1
"Lepasin gue, aku bisa jalan sendiri!, jangan suka memaksa gue deh!" teriak Kinan sembari meronta agar segera dilepaskan oleh Devin, akan tetapi pemuda itu terap tidak bergeming dan langsung menurunkannya di dalam mobil.