
Keduanya kemudian keluar dari mobil bersiap menghadapi musuh-musuhnya.
"Are you ready guys, let's Rock!!" seru Kinan
Kinan langsung melompat dan melesatkan tendangannya kerah para penjahat itu.
*Bugghhh!!
*Wuuushh!!
"Aaarrgghh!!" sebuah belati berhasil menyayat lengan Kinan hingga terluka.
Namun gadis itu tetap menghajar musuh-musuhnya tanpa memperdulikan lukanya.
"Rasakan ini!!" Kinan menggunakan martilnya untuk menghabisi musuh-musuhnya.
"Anj*r, tenyata Mamih benar, palu ini benar-benar ampuh untuk menghajar penjahat, sekali getok langsung koit!!" ucapnya sambil terkekeh
Angga langsung menghampiri Kinan yang masih menghadapi musuh-musuhnya.
"Kau tidak apa-apa Kin?" tanya Angga
"Aku baik-baik saja, santuy!!" Gadis itu masih sempat melesatkan pukulannya meski pandangannya sudah mulai kabur.
*Buugghhh!!
Ia jatuh tak sadarkan diri setelah melesatkan pukulannya.
*Grepp!!
Genta berhasil menangkap tubuh Kinan dan segera membawanya kedalam mobil.
"Terima kasih yang mulia," ucap Kinan samar-samar membuka matanya
"Kamu banyak kehilangan darah, tenanglah aku akan menghentikannya," Genta segera merobek kemejanya dan mengikat lengan Kinan yang terluka.
Bawa Kinan pergi ke rumah sakit, biar aku yang akan membantu Angga," ujar Baladewa
"Baik Paman!" Genta segera melarikan Kinan ke rumah sakit
Tidak lama kemudian Angga dan Baladewa sudah menyusul Genta di rumah sakit.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Angga
"Dia masih belum sadar," jawab Genta
"Kami minta tolong padamu Angga untuk memberitahukan kepada keluarga Kinan, kalau untuk sementara Kinan akan tinggal di Istana. Karena kami harus menyelamatkan nyawanya. Sekarang para oposisi Raja sedang mengejarnya karena ia adalah orang terdekat dengan Pangeran Devin. Untuk itulah aku berusaha untuk melindunginya." ucap Baladewa
"Tapi bukannya Kinan dan Devin sudah putus?" tanya Angga
"Benar, tapi mereka belum tahu kalau keduanya sudah putus." jawab Baladewa
"Tapi Kinan akan aman bersama keluarganya. Sebagai ayahnya aku lebih bisa menjaganya dari pada kalian orang-orang yang baru dikenalnya," sahut Ryan
"Mereka adalah tentara bayaran yang jumlahnya begitu banyak. Aku takut Kinan tidak aman bila dia berada di rumah. Sebaliknya dia akan aman jika berada di Istana, karena ada ribuan perajurit yang akan menjaga dan melindunginya dari orang-orang jahat," ujar Baladewa
"Ribuan perajurit tidak akan mampu melindungi Kinan dari gigitan nyamuk bukan?, jangan terlalu sombong yang mulia, Istana adalah sarangnya para penjahat, sekarang apa kau bisa menjamin Kinan selamat??" tanya Ryan
__ADS_1
Baladewa hanya diam, ia tahu pasti yang dirasakan oleh Ryan.
"Kalau kau tidak bisa menjawab, aku tidak akan mengizinkan putriku ikut bersama kalian. Karena aku akan melindunginya sampai titik darah penghabisan. Dia putriku, separuh dari jiwaku ada padanya, maka jika Kinan terluka aku juga akan merasakan sakitnya," tambah Ryan
"Aku akan menjamin keselamatannya, aku janji padamu Om akan membawanya kembali padamu dengan selamat," ucap Genta
"Baiklah, aku akan pegang kata-katamu. Tapi jika nanti aku dengar Kinan terluka maka kau yang akan ku habisi!" jawab Ryan
"Tentu Om, kau boleh membunuhku, jika Kinan terluka selama berada di Istana," sahut Genta
"Papih," ucap Kinan lirih, gadis itu mulai membuka matanya setelah mendengar keributan di ruang perawatannya.
"Iya sayang," Ryan segera mendekati Kinan
"Izinkan aku ikut bersama Pangeran Genta ke Istana, aku bermimpi kalau Devin sedang membutuhkan bantuanmu, aku harus membantunya Pih. Dev sedang terluka dia sedang menungguku, dia terus memanggil-manggil namaku Pih," ucap Kinan sambil terisak
"Kamu hanya mimpi buruk sayang, Devin baik-baik saja. Kau tidak usah khawatir, ayah akan mengijinkan kamu ke istana, kau tidak usah sedih lagi," Ryan memeluk putrinya erat.
***********
"Kamu tidak akan bergerak, mendengar ada yang sedang mengincar keselamatan putrimu!" ucap Niken kesal
"Tentu saja aku ingin membantu Kinan, tapi bagaimana caranya, istana bukan rumah pribadi yang bisa masuk seenaknya sendiri. Tentu saja aku membuat perencanaan matang agar bisa masuk ke dalam Istana agar bisa menjaga Kinan. Aku juga takut terjadi sesuatu dengan anak kita, dan sekarang aku sedang berpikir bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam Istana Cendana Kalingga," jawab Ryan.
"Kau tenang saja, aku akan menemui Cassey untuk membahas masalah ini," Ryan kemudian pergi meninggalkan rumahnya.
*************
Sementara itu, Baladewa bersama beberapa orang pengawalnya tengah mengintai kediaman pribadi Sekertaris Go, ia berusaha mencari tahu dimana Sekertaris Go menyembunyikan Devin.
Beberapa orang anak buahnya disebar agar dapat menyusup ke rumah itu dengan aman.
Baladewa menyerang penjaga rumah itu dan kemudian menyekapnya. Ia sengaja melucuti pakaiannya dan kemudian memakainya untuk menyamar agar bisa masuk ke rumah itu dengan mudah.
Ia berhasil menyusup kedalam dan segera mencari Devin ke setiap ruangan bangunan itu. Bahkan ia menemukan penjara bawah tanah milik Sekertaris Go.
Dia bahkan memiliki penjara bawah tanah untuk menyekap para lawan-lawan politiknya. Benar-benar jahat,
Baladewa memeriksa satu persatu setiap dl sel tahanan yang ada, namun ia tidak menemukan Devin.
"Yang mulia, aku menemukan pakaian pangeran Devin," bisik anak buah Baladewa
"Ajak semuanya keluar dari tempat ini," seru Baladewa
"Baik yang mulia,"
Semuanya langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Seorang pengawal memberikan sepasang pakaian Pangeran Devin yang berlumuran darah.
"Apa dia sudah meninggal?" tanya Genta yang tiba-tiba memasuki tempat kerja Baladewa
"Itu belum pasti yang mulia, sebelum kita menemukan jasadnya aku belum yakin kalau mereka membunuhnya," jawab Baladewa
"Tapi sampai saat ini para penjahat itu belum memberi kabar,"
"Kita tunggu saja yang mulia, tetap berdoa untuk keselamatan pangeran Devin,"
__ADS_1
"Tentu,"
Genta berjalan keluar kamarnya, dan kemudian ia berhenti didepan kamar Devin untuk mengecek keadaan Kinan. Ia ragu-ragu ketika ingin memasuki kamar itu.
"Dev, jangan pergi Dev, kamu harus kuat, jangan tinggalkan aku Dev, Deviiin!!!" Kinan berteriak-teriak memanggil nama Devin
Genta yang mendengar teriakannya segera masuk kedalam kamar dan menghampiri Kinan yang terengah-engah setelah mimpi buruk.
"Kau mimpi buruk?" tanya Genta
"Iya, aku melihat Devin terluka parah dan sekarat, dia terus memanggil namaku dan kemudian mati di pelukanku," ucap Kinan menangis tersedu-sedu
"Tenanglah kau hanya mimpi buruk, Devin baik-baik saja. Kau tidak perlu cemas, tidurlah aku akan menjagamu," Devin menidurkan gadis itu dan menyelimutinya
"Jangan khawatir Devin baik-baik saja," Ia mengusap lembut rambutnya
"Bagaimana aku bisa tidur pulas, kalau diluar sana Devin sedang terluka dan menungguku," sahut Kinan
"Percayalah padaku Devin baik-baik saja, kau harus menjaga kesehatanmu dan harus segera pulih jika ingin melihat Devin bahagia," tukas Genta
"Kau suka suara biola kan?" tanya Genta
Kinan langsung mengangguk.
"Aku akan memainkan biola untukmu, agar kau bisa tidur dengan pulas malam ini," seorang dayang istana mengantarkan biola milik Genta dan lelaki itu segera memainkannya di samping Kinan.
Gadis itu sedikit tenang setelah mendengar alunan merdu biola yang dimainkan oleh Pangeran Genta untuknya.
Mendengar alunan merdu biola membuat Kinan akhirnya mengantuk dan memejamkan matanya.
Genta menghentikan permainan biolanya setelah melihat Kinan tertidur pulas. ia mengusap lembut wajahnya dan meninggalkan tempat itu.
"Selamat tidur Kinan semoga mimpi indah,"
***********
Pagi hari di Balairung Raja.
Suasana ruangan itu tiba-tiba menjadi riuh setelah beberapa orang penjabat mengadakan rapat dadakan untuk meminta klarifikasi Raja tentang scandal hubungannya dengan kekasih adiknya yang menyebabkan kematian Pangeran Devin yang bunuh diri karena merasa dikhianati oleh kakak kandungnya sendiri.
"Yang mulia Raja, tolong berikan klarifikasi atas rumor yang beredar pagi ini," ujar salah seorang pejabat istana
"Benar yang mulia, hari ini semua media massa baik cetak, elektronik maupun online menyajikan berita kematian Pangeran Devin yang bunuh diri setelah mengetahui scandal hubungan anda dengan kekasihnya," seorang pejabat memberikan koran pagi dan situs berita online kepada Genta.
"Yang mulia, hari ini beberapa wartawan sudah meminta izin untuk melakukan wawancara kepada anda," ucap sekertaris kerajaan
"Cancel dulu, aku belum mau menemui para wartawan sebelum mengecek kebenaran rumor Devin mati bunuh diri,"
"Diam semuanya!!" teriak Genta ketika semua pejabat mendadak riuh ketika membuka berita online di ponselnya masing-masing.
"Jangan percaya gosip , jika belum bisa dibuktikan kebenarannya, kalau benar Devin mati bunuh diri terus dimana jasadnya!!" seru Genta Bhumi
"Mohon maaf yang mulia, ada seseorang yang mengirim peti mati di depan gerbang istana," ujar seorang pengawal istana
Genta segera berlari meninggalkan Balairung Raja uy mengecek kebenaran laporan pengawal istana tersebut.
Ia segera membuka peti jenazah dihadapannya, matanya langsung membelalak dan air matanya langsung jatuh membasahi pipinya ketika melihat jenazah laki-laki didepannya yang menggenggam foto dirinya bersama Kinan.
__ADS_1
"Aaarrgghh!!" teriaknya sembari mengepalkan tangannya