
"Sepertinya ada yang ingin menghabisi nyawa kita," ucap Siwi pelan
"Kita lawan mereka Key, tapi kita kekurangan personil," sahut Agni
"Benar, mereka sangat banyak ada empat mobil, kita cuma bertiga. Bagaimana kalau kita cari bala bantuan apalagi kondisiku belum fit banget untuk bertarung." balas Cassey
"Baiklah, aku akan manggil Babang Ahmar dan juga si Baby, dan Pandu. Agni juga harus memanggil suami kamu untuk membantu kita," celetuk Siwi
"Iya beres, yang penting lo ulur waktu dulu sambil menunggu kedatangan mereka," ujar Agni
Tapi gue gak bisa ngebut nih, maklum orang cantik biasa bawa mobil dengan cantik." jawab Siwi sambil terkekeh
"Sue Lo, berikan sini sama gue!" tutur Cassey yang langsung menarik Siwi agar keluar dari kursi sopir
*Dug!
"Awww, dasar bar-bar, bisa pelan dikit apa, kepala gue benjol nih gara-gara kejedot dash board!" cibir Siwi
Cassey segera melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Siwi dan Agni menjerit ketakutan.
"Setan lo Key, mau bunuh kita!" seru Siwi
"Jangan banyak bacot, diem lo!" celetuk Cassey
"Pegangan yang kenceng!" seru Cassey yang menambah kecepatan mobilnya dan menikung tajam hingga kedua temannya menjerit ketakutan lagi.
"Untung gue gak punya penyakit jantung, bisa mati gue, kalau kaya gini terus!" keluh Agni
"Anj*r!, lo mau bunuh kita Key!" seru Siwi
"Diem!, jangan ganggu konsentrasi gue kalau gak kita bisa ketangkep duluan!" sahut Cassey
**Ciiit!!!, Braakkk!!!
Tiba-tiba saja muncul dua mobil dari arah depan hingga membuat Cassey harus mengerem mendadak mobilnya. Akan tetapi dari samping juga muncul mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak mobilnya.
"Aaaaww!!" teriak ketiga gadis itu
"Turun!!" ancam seorang pria kekar yang langsung menggedor-gedor kaca mobil Cassey
"Sial!, kena kan. Sekarang kita turun!" ajak Cassey
"Kita cuma bertiga nih?" tanya Siwi
"Gak usah takut lo, ada gue disini. Paling mereka akan kabur begitu tahu siapa gue!" ucap Agni menyombongkan diri
"Ok!"
Ketiganya langsung turun dan segera disambut senyum sinis lawan-lawannya.
__ADS_1
"Wow, ternyata cuma tiga remaja ABG labil!" cibir merek sambil terkekeh
"Sudah sikat saja!!" tambah yang lainya
Mereka langsung maju menyerang Cassey dan teman-temannya.
"Key kenapa gue tiba-tiba enek banget ya, mual," ucap Siwi yang memegangi perutnya
"Hamil kali lo!" jawab Cassey sambil memasang kuda-kuda
"Hamil sama siapa?" tanya Siwi
"Ahmar lah, masa sama demit," sahut Cassey
"Ya kali, kita mah pacarannya pacaran sehat," jawab Siwi
"Pacaran sehat kaya gimana Wi?" tanya Agni sambil menghajar musuh-musuhnya
"Kalau gak mau sariawan rajin-rajinlah c*pokan dan takbiran, berikan pelukan setiap bertemu dengan pasangan supaya tidak masuk angin, gitu doang sih, yang lain-lainya belum masih otw," jawab Siwi sambil mengelak serangan musuh-musuhnya
"Sue," sahut Cassey
"Paling lo mabok gara-gara Cassey ngebut tadi," sahut Agni
"Udah jangan banyak bacot, musuh sudah datang, sikaat!" perintah Cassey langsung melesatkan pukulannya kepada kearah preman itu
Sedangkan Siwi hanya bisa terus menghindar dan mengelak semua serangan musuhnya, karena tangannya masih memegangi perut dan juga mulutnya yang mau muntah.
Bukannya minggir preman-preman itu justru menghadangnya hingga membuat Siwi tidak tahan lagi dan langsung menyemburkan muntahannya kepada preman-preman itu.
"Hueek!!!"
"Anj*r, dia muntah ke baju kita," ucap si preman kaget
Preman-preman itu langsung berlarian untuk membersihkan kotoran yang dimuntahkan oleh Siwi.
"Sukirin lo, makanya jangan menghalang-halangi orang mau muntah, kualat lo!!!" seru Siwi sambil terkekeh
Cassey dan Agni masih melancarkan serangannya menghadapi preman itu yang membuatnya kewalahan.
Cassey mulai mengalami sakit di perutnya karena terlalu banyak berkontraksi hingga membuat konsentrasi bertarungnya buyar. Seseorang berbadan kekar datang menghampirinya dan segera melepaskan pukulannya kearah perutnya. Beruntungnya ada tangan lain yang langsung menepis pukulan itu untuk melindunginya.
"Baby," seru Cassey
"Iya sayang, prince charming datang untuk menyelamatkan putri bar-bar," ucap Bagas sambil terkekeh
"Cie, cie, so sweet!" teriak Siwi
"Kamu istirahat saja, biar biar aku yang menghadapi mereka," ujar Bagas
__ADS_1
"Baik Sayang, hati-hati ya baby," jawab Cassey
Kini pertempuran diambil alih oleh para cowok-cowok dengan dibantu Agni dan Siwi. Sedangkan Cassey kembali ke mobil untuk beristirahat karena nyeri di perutnya.
Pertarungan berjalan seru dan sengit hingga membuat Agni semakin gencar melancarkan serangannya untuk membantu mereka agar pertarungan bisa berakhir dengan cepat.
"Siwi cepat hajar mereka, jangan cuma menghindar!" cibir Agni
"Dari tadi perutku mules sekarang rasanya pengen kentut gue," teriak Agni
"Kentut sana di tengah-tengah, biar bubar tuh preman-preman!" celetuk Cassey
"Go!" teriak Agni yang langsung menendang pantat Siwi hingga gadis itu terhempas ke tengah-tengah arena pertarungan.
*Duuuut!!
"Bunyi apa ini," teriak mereka berhenti sejenak
"Ada bom kayaknya," celetuk Ahmar
"Busyet siapa yang kentut, bau bangke!!" teriak yang lainnya langsung meninggalkan area pertarungan dan muntah-muntah
"Keren lo Wi, bisa mengalahkan mereka dengan kekuatan tenaga dalam kamu!" celetuk Agni sambil terkekeh
"Iya nih, gara-gara Cassey, yang ngebut tadi, gue jadi mual, eneg, dan masuk angin," jawab Siwi
"Lo mah parah, dimana-mana orang mabok mah cuma muntah aja, nah lo muntah atas bawah!" sahut Cassey
"Iya nih, kayaknya perut gue error," sahut Siwi
"Sekarang kita harus kembali ke istana untuk menghadiri konferensi pers untuk mengumumkan penerimaan Alina sebagai keluarga kerajaan, kuy!" perintah Cassey
Semuanya segera bergegas naik kedalam mobil dan melesat menuju ke Istana.
*********
Sementara itu di Istana Arjowinangun, Rahardian merasa senang karena acara konferensi pers yang akan digelar nyaris batal karena para reporter marah sudah menunggu hampir satu jam namun Cassey belum juga kelihatan batang hidungnya.
"Sudah bubar saja, lagian Key mungkin sibuk dengan pekerjaannya makannya dia sampai lupa dengan janjinya, maklum anak muda suka ingkar janji," celetuk Rahardian
Para pencari berita yang sudah kecewa dan kesal karena merasa tidak dihargai pun mulai membereskan peralatannya dan bersiap-siap pergi dari ruangan konfrensi pers itu.
Namun Danar Gumilang segera memberikan penjelasan kepada mereka hingga mau menunggu beberapa menit lagi.
"Beri kami waktu sepuluh menit lagi, jika Key tidak muncul juga, kalian boleh pergi," Sela Danar Gumilang sembari melirik Rahardian yang mencoba menghasut para awak media
"Baik, yang mulia?" jawab para awak media yang kembali duduk di tempatnya.
Namun hingga waktu yang di janjikan tiba, Cassey belum juga datang, membuat Rahardian tertawa senang. Sedangkan Danar Gumilang hanya pasrah tidak bisa menahan kepergian para pencari berita itu.
__ADS_1
"Tunggu!, jangan pergi dulu gue sudah datang!" seru Cassey yang tiba di aula kerajaan, membuat Danar tersenyum senang.