ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 8 #Reuni


__ADS_3

"Halo semua!!" sapa Lulu ketika menemui sahabat-sahabatnya


"Hai!!" jawab semuanya kompak


Setelah melepaskan kangen Lulu mengajak kawan-kawannya untuk beristirahat melepaskan penat sembari ngobrol bersama mereka di taman.


"Yang bener Lu, Al udah meninggal?" tanya Rey sedih


"Iya beneran Rey, gue aja gak percaya," jawab Lulu


"Kasian Al, meninggal diusia muda," ucap Ferdan


"Makanya Rey stop merokok agar tidak seperti Al, kamu juga Pang, contoh Ferdan, dia gak ngerokok dari dulu," ucap Lulu


"Babang Ferdan gitu loh, " jawab Ferdan sombong


"Hey lihat siapa yang datang!!" teriak Rey ketika melihat Tama mendekati mereka


"Cie..pengawalnya Lulu datang," goda Ferdan


"Berisik lo," jawab Lulu


"Diantara kita berlima cuma Tama yang terlihat tua, kenapa sih Tam-tam coba cerita, apa Lulu sudah berlaku tidak adil terhadapmu, atau atau dia tidak memberi kamu upah yang layak?" tanya Rey


"Coba lihat babang Ferdan, walaupun sudah memasuki usia tiga puluh enam tahun tapi muka masih dua puluh tahun," sela Ferdan sombong


"Mungkin hidup lo terlalu serius Tam-tam, coba sekali-kali nakal dikit gak papalah, biar tetap muda kaya kita," sahut Noval


"Hmmm," jawab Tama dingin


"Tuh liat aja, jawabnya cuma Hmmm, Hmmm kaya singa aja," ledek Ryan


"Hahaha!"


"Ayolah Tam-tam selow, santuy, jangan serius," tantang Ferdan


"Hmmm," jawab Tama


"Berisik kalian semua, gak tahu apa kalau Tam-tam itu pakai topeng makanya terlihat tua, coba sekarang buka tope kamu Tam-tam," ucap Lulu


Tama segera bergeser dan Damar masuk nimbrung bersama mereka.


"Taraaa!!, jadi ganteng kan?" ucap Lulu


"Halo semua!" sapa Damar duduk disamping Lulu


"Itumah laki lo," cibir Ferdan


"Sue!" jawab Ryan


"Halo!!, rame banget disini!, boleh gabung ga?" tanya Gaga


"Boleh dong, btw makin ganteng aja dokter kita," goda Ryan


"Masa sih," sahut Gaga


"Gendis mana?" tanya Noval


"Sssttt!!" Lulu segera memberikan kode pada Noval untuk meralat ucapannya


"Why?" tanya Noval


"Gendis udah meninggal," bisik Lulu


"Ohh..maaf!" jawab Noval


"Sorry bro, kita gak tahu kalau bini lo udah tiada, lo sabar aja ya, orang ganteng kaya lo mah gampang buat cari cewek lagi, memangnya Rey yang selalu ditolak cewek-cewek untung ada Miss yang mau menerimanya walaupun sedikit terpaksa, betul ga? ledek Ferdan


"Betul!" sahut Noval


"Sue lo!!" cibir Ryan


"Hahahaha!" mereka menertawakan Rey yang terlihat kesal


"Iya gpp, yaudah lanjut lagi ngobrolnya, aku ganti baju dulu, nanti balik kok," ucap Gaga


"Gue juga ikut!" ucap Damar


"Kamu gak ikut juga Tam-tam?" tanya Ryan


"Baiklah, kalau kalian mengusirku," jawab Tama

__ADS_1


"Diih!, gitu aja baper," ledek Ferdan


"Sudah biasakan aku dibully kalian," jawab Tama sedih


"Cup-cup, tayang-tayang!, jangan marah ya sayang just joke," goda Ryan


"Hmmm," jawab Tama yang disambut gelak tawa mereka


"Gimana kalau kita reuninya di rumah Niken aja sekalian kita ziarah ke makam Al," ucap Ferdan


"Iya bener, tuh!" sahut Noval


"Tapi apa gak ngerepotin Niken?" tanya Lulu


"Tenang ada chef Tama yang akan memasak makanan untuk kita," jawab Rey


"Sue lo!" cibir Tama


"Kalau makanan selow aja, kan ada yang mulia Ratu," ucap Ryan


"Ok," sahut Lulu


"Gue kok ada ide brilian ya," celetuk Ryan


"Apa??" tanya yang lain kompak


"Pada kepo ya, hihihi..." ucap Ryan


"Buruan kasih tahu!" seru Lulu


"Gini loh, gue ada rencana buat jodohin Gaga sama Niken, gimana menurut kalian?" tanya Ryan


"Mana mau ka Gaga, lo tahukan dia itu gak suka cewek agresif, dia sukanya sama yang lemah lembut, Niken kan agresif, " jawab Lulu


"Selow aja Lu, Gaga sama Al itu gak jauh beda kalau urusan cewek, " sahut Ryan


"Maksudnya gimana?" tanya Lulu


"Selow aja biar gue yang urus, kalian terima beres aja," ucap Rey


"Siip!!," jawab yang lain


Minggu pagi Rey keluar untuk lari pagi, ia melihat seseorang anak cowok sedang lari pagi.


"Halo bro, lo pasti Bagas kan?" tanya Rey


"Kok om tahu?" tanya Bagas


"Muka lo itu sama kaya nyokap lo Lulu, cuma sayang lo terlalu lembut buat jadi anaknya si bar-bar Lulu," sahut Rey


"Kenapa larinya udahan?" tanya Rey


"Cape om, gak kuat," jawab Bagas


"Memangnya kamu gak mau apa ngurusin badan, biar keliatan macho kaya om?" tanya Ryan


"Mau om, ini juga lagi latihan buat ngurangin berat badan," jawab Bagas


"Lo mau om bantuin?" tanya Ryan


"Mau om," sahut Bagas


"Ok, mulai hari ini lo resmi om angkat sebagai muridku, sekarang Om akan latih kamu biar punya badan ok kaya om, " ucap Ryan


"Siaap Om, makasih," jawab Bagas


"Ngapain lo Rey?" tanya Lulu


"Gue mau merubah anak lo biar macho kaya gue," jawab Ryan


"Emang bisa lo, Tam-tam aja nyerah, apalagi lo," cibir Lulu


"Jangan remehin gue Lu, lo liat aja hasilnya nanti," sahut Ryan


"Ok, aku tunggu hasilnya Ferguso," jawab Lulu


"Baiklah sekarang kita siap-siap yuk main ke rumah Niken, sekalian bikin surprise buat dia dan anaknya, " ucap Ryan


"Siap jendral !!" jawab Lulu


Mereka kemudian bersiap-siap untuk pergi ke rumah Niken.

__ADS_1


Cassey tampak masih bermalas-malasan di kamarnya, sedangkan Niken sedang membersihkan rumahnya.


**tok...tok...tok!!


"Cassey tolong bukain pintunya!" teriak Niken


Cassey segera melompat dari kasurnya dan membuka pintu rumahnya.


"Assalamualaikum!!" sapa Ryan yang sampai lebih dulu


"Waalaikum salam," jawab Cassey


Ryan terus memandangi gadis belia dihadapannya, tak terasa matanya mulai berembun ketika memandangi wajah Cassey yang begitu mirip dengan Alfian. Ia langsung memeluk gadis itu, Namun Cassey segera menendang perutnya hingga ia meringis kesakitan.


**Buuughhh!!


"Aargghh!!, benar-benar liar seperti Al," ucap Ryan meringis memegangi perutnya


"Makanya jangan peluk-peluk sembarangan, dasar mesum!!" hardik Cassey


Niken yang mendengar keributan segera keluar untuk memeriksanya.


"Siapa yang datang nak?" tanya Niken


"Gak tahu tuh, om-om mesum!" cibir Cassey


"Rey??" sapa Niken


"Hai!" Ryan melambaikan tangannya kepada Niken


"Mamih kenal dia?" tanya Cassey


"Dia teman papih kamu, om Rey, cepat kasih salam!" perintah Niken


Cassey segera mencium tangan Ryan dan meminta maaf.


"Maaf om, Cassey gak tahu kalau om temennya papih, abis om juga sih pakai peluk-peluk segala, makanya gue kira om orang jahat," ucap Cassandra


"Santuy!, gue gapapa kok, btw lumayan juga tendanganmu, belajar darimana?" tanya Ryan


"Al, yang ngajarin dia Rey, makanya dia jadi berandalan di sekolahnya, udah gitu tukang tawuran lagi, makanya aku sampai pusing tiap hari harus datang kesekolah untuk dimaki-maki guru, gara-gara kelakuan Cassey," keluh Niken


"Lo benar-benar kopian Al, Cassey, om suka gaya kamu, " ucap Rey mengerlingkan matanya seraya mengacungkan kedua jempolnya


"Thengkyu om, cuma om loh yang bangga sama aku," ucap Cassey Bangga


Tak berapa lama Lulu dan kawan-kawannya tiba dirumah Niken.


"Halo semuanya!" sapa Lulu


"Tante??" sapa Cassey


"Hey!!, jadi kamu anaknya Al toh," ucap Lulu kaget dan memeluk gadis itu


" Tante pasti tante Lulu yang jago berantem kan?" tanya Cassey


"Papih suka cerita tentang tante sama Key, dan Key benar-benar ngefans loh sama tante, dan pengin banget kaya tante. Cantik, jago berantem terus dapat suami pangeran," ucap Cassey


"Dia itu sangat terobsesi sama kamu Lu, gara-gara Al yang suka cerita tentang kamu je dia," sela Niken


"Ehemmm!!" Ferdan berdehem menggoda Lulu dan Lulu langsung melotot kearahnya membuat Ferdan dan yang lainnya tertawa


"Hahaha!!"


"Kamu bisa kok kaya tante, kamu juga cantik dan jago berantem, bentar lagi pasti ada Pangeran yang akan menyatakan cintanya sama kamu," sahut Lulu


"Mana ada pangeran yang suka sama aku tante, kan aku gak cantik," ucap Cassey


"Kamu cantik kok Key, cuma harus dirubah aja sifat bar-barnya," celetuk Bagas yang masuk kedalam rumah


"Baby!!!" teriak Cassey senang


"Loh kalian saling kenal toh?" tanya Lulu kaget


"Iya tante kita satu kelas dan aku juga duduk disebelah Baby, karena cuma dia yang mau temenan sama aku," sahut Cassey


"Cie...cie..cinta bapaknya gak kesampaian mendapatkan cinta emaknya, kayaknya anaknya Al berhasil melanjutkan percintaan Al yang gak kesampaian," goda Ryan


Mendengar ucapan Ryan membuat Lulu reflek menginjak kaki Ryan.


"Aaarrrggghh!!" teriak Ryan membuat semuanya tertawa

__ADS_1


__ADS_2