
Cassey terlihat pucat ketika beberapa orang polisi mendatangi SMA Budi Waluyo.
"Kamu kenapa Key?" tanya Bagas
"Gawat!!, kayaknya polisi akan menangkap kita gara-gara masalah kemarin deh, " ucap Cassey
"Masa sih?" tanya Bagas penasaran
"Beneran Bi, mereka ada diruang guru sekarang," jawab Cassey
"Kita tunggu aja, bentar lagi kita pasti dipanggil oleh bu Melati," ucap Cassey
"Cassandra!!" teriak bu Melati
"Tuh kan gue bilang juga apa?, tapi lo gak usah khawatir gue gak bakal bawa-bawa nama kamu swear!" gadis itu berlari mengejar bu Melati
"Semuanya sudah berkumpul pak," ucap Bu Melati
"Baiklah aku akan memberikan penyuluhan kepada mereka sekarang," sahut seorang opsir polisi
Ia kemudian membawa para pentolan setiap jurusan ke Aula.
"Jadi semuanya sudah jelaskan bahwa , tawuran sangat berbahaya dan bisa merenggut nyawa kalian, jadi bapak minta sekali lagi pada kalian untuk tidak mengikuti tawuran antar pelajar atau pertikaian antar geng disekolah, dan bapak minta hari ini setelah pulang sekolah kalian langsung pulang kerumah masing-masing, karena ada himbauan untuk semua pelajar SMA ATAU SMK untuk tidak ikut turun kejalan besok, karena dikhawatirkan akan direkrut untuk ikut dalam demo besar-besaran yang akan diplopori oleh mahasiswa untuk menurunkan rezim pemerintahan yang dianggap korup," ucap opsir polisi
"Baik pak!!" jawab semuanya serentak
"Baiklah sekarang kalian boleh kembali ke kelas masing-masing," perintah sang opsir yang kemudian meninggalkan mereka
"Alhamdulillah, ternyata cuma penyuluhan saja, aku kira akan dibawa ke kantor polisi," ucap Cassey mengelus dadanya
"Hey!, jadi dia anak baru yang berhasil menghajar Hermes?" tanya seorang gadis berbadan gempal
Ia mendekati Cassey, menarik kerah bajunya.
"Aku tantang kamu sepulang sekolah!, jangan coba-coba kabur dariku!" ucap Agni
Cassey hanya tersenyum menanggapi ancamannya.
Ia keluar dari aula dan kembali ke kelasnya.
Langkahnya terhenti ketika melihat Hermes yang sedang dikeroyok oleh Agni dan kawan-kawannya.
Seseorang menariknya ketika Cassey hendak menolong Hermes.
"Jangan berurusan dengan dia, Agni adalah putri dari Jaka Samudra. Mafia paling ditakuti di Jogjakarta, dan dia juga murid paling ditakuti disini karena dia adalah ketua pentolan disekolah ini," ucap anak laki-laki itu
"Tapi gue gak bisa membiarkan seorang anak dibully didepanku tanpa berbuat apa-apa," jawab Cassey
"Terserah kau saja, bahkan guru-guru disini tidak ada yang berani menghukum Agni," siswa itu pergi meninggalkan Cassey
"Tapi kalau aku melawan dia terus ketahuan bu Melati pasti gue dikeluarkan dari sekolah, terus gimana gue harus nolongin dia, ya walaupun dia juga jahat tapi kenapa gue kasihan sama dia, apalagi sepertinya dia kurang sehat," gumam Cassey
"Ahaa!!, gue ada ide!!" mengambil jaket dikelasnya dan kembali ke lorong sekolah
"Kalau berani jangan main keroyokan!!" tantang Cassey dengan kostum ninjanya
"Hahaha!!!, rupanya ada yang sok jagoan disini," ucap Agni
"Biar aku yang akan melawan kura-kura ninja ini!" ujar Agni menyeringai
Ia melayangkan pukulannya kearah Cassey.
**Wuusshhh!!
__ADS_1
Beruntung dia bisa menghindari pukulan maut Agni, sehingga membuat gadis itu berang.
**Buuughhh!!!
"Awww!!" Cassey berhasil melayangkan pukulannya keperut Agni tetapi gadis itu bukannya kesakitan malah menyeringai senang, sedangkan Cassey malah meringis karena kesakitan setelah menghajar Cassey
"Busyeet itu perut atau karung beras!!" cibir Cassey
"Pukulah sepuasmu jika kau suka, hahaha!!" teriak Agni tertawa bahagia melihat Cassey mengibas-ngibaskan tangannya
"Ok baby!!, rasakan tendangan mautku!!!"
***Braakkk!!!
Seketika tubuh gembul Agni terpental kebelakang hingga menghantam gudang.
Semua siswa yang ada disana langsung bergerak menyerang Cassey.
Cassey dan Hermes saling membelakangi dan bersiap menghadapi mereka.
***Buugghh!!
Pertikaian sengit terjadi di gudang belakang sekolah, namun tak satupun guru yang berani melerai mereka.
***Buuughhh!!!
"Aaarrrggghh!!" Hermes mengerang keras ketika Agni menendang bekas lukanya
Gadis itu juga memelintir Cassey hingga gadis itu mengerang kesakitan.
"Busyeeet deh, kuat banget nih karung beras!!, bisa patah tangan gue lama!" teriak Cassey
"Curang banget lo beraninya menyerang tangan gue yang terluka!" cibir Cassey yang berhasil melepaskan tangannya dari cengkeraman Agni
"Tunjukan kekuatan mu gadis bodoh!!" tantang Agni
Cassey segera melayangkan tendangannya bertubi-tubi kearah Agni, dan tanpa ampun ia juga menghujaninya dengan pukulan mautnya.
"Mamp*s lo karung beras!!, makanya jangan sok jagoan didepan gue, cih!" Cassey segera meninggalkan Agni yang terkapar di lantai
"Dasar Anj*ng !!, tunggu pembalasanku!!!" jerit Agni
********
"Hey tunggu!!" Hermes berlari mengejar Cassey
"Siapa kamu, kenapa menolongku?" tanya Hermes menghentikan langkah Cassey
Cassey segera membuka jaketnya yang dipakainya untuk menutupi wajahnya.
"Kamu!!" ucap Hermes tak percaya
"Kenapa lo, takut, sedih, terharu atau terpesona sama gue?" tanya Cassey
"Kenapa lo nolongin aku, bukankah aku pernah menindasmu?" tanya Hermes
"Lo denger yeh, gue tuh paling gak bisa lihat orang dianiaya didepan gue, gak peduli siapapun itu, gue pasti menolongnya," ucap Cassey
"Maafkan aku karena kemarin aku sudah mencoba menindasmu, dan terima kasih kau sudah menolongku kali ini," ucap Hermes mengulurkan tangannya
"Santuy aja, gue bukan orang yang pendendam kok, lagian lo juga kalah kan kemarin dari gue, so no problem, " jawab Cassey
"Aku Hermes, lo siapa?" tanya Hermes
__ADS_1
"Cassey si cantik yang baik hati, rajin menabung, tidak sombong dan jago berkelahi," jawab Cassey yang membuat Hermes tertawa mendengarnya
"Ok Cassey, sekali lagi thanks ya," ucap Hermes
" Btw lo jangan bongkar identitas gue yeh, gue takut dikeluarkan lagi dari sekolah ini, gara-gara suka berantem," bisik Cassey
"Santuy Cassey, gue juga bukan tipe orang yang suka mengadu kok," jawab Hermes dengan senyum manisnya
"Ok bro, bye!" Casey berjalan meninggalkan Hermes yang masih menatapnya
"Benar-benar cewek yang menarik," batin Hermes
Hermes segera mengambil tasnya dikelas dan bergegas meninggalkan sekolah.
Saat melewati halte bus ia melihat Nay yang sedang menunggu bus disana.
**Ciiit!!
Ia menghentikan motornya dan mendekati Nay.
"Kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Nay
"Ahh tidak papa, aku cuma ingin menawari kamu tumpangan saja, itupun kalau kamu mau?" jawab Hermes
"Ok, siapa takut!" jawab Naeswari
"Apa kamu gak takut denganku?" tanya Hermes
"Ngapain aku takut sama kamu," ucap Nay
"Oh iya aku lupa, kalau kamu itu selain cantik juga jago berkelahi," goda Hermes
Naeswari segera membungkam mulut Hermes.
"Sssttt!!, jangan kasih tahu tentang ini sama siapapun, ingat! cuma kamu yang tahu kalau aku bisa berkelahi dan juga wajah asliku," ucap Nay
"Kenapa kau menyembunyikan wajah cantik mu itu, bukankah semua wanita sangat ingin mengeskpos kecantikannya, tapi kenapa kamu malah sebaliknya, " Ucap Hermes
"Ceritanya panjang, sudah sekarang antar aku ketempat latihan," ajak Nay
"Seberapa panjang sih, aku siap kok dengernya," goda Hermes
"Kurang lebih tujuh hari, tujuh malam baru kelar, kaya prosesi royal wedding," sahut Naeswari
"Busyeet!!, panjang amat!" jawab Hermes
"Makannya ayo jalan!!" teriak Nay yang sudah duduk dibelakangnya
***Ceklik, ceklik, ceklik!!
Hermes segera melajukan motornya, meninggalkan halte bus sekolah.
Sementara seseorang tampak sumringah setelah berhasil mengambil gambar keduanya.
,
,
,
,
,
__ADS_1
Hallo guys, Penasaran ga siapa sih orangnya yang mengambil foto Nay dan Hermes, O oleh karena itu aku ingin up satu chapter lagi, tapi aku minta vote dari kalian ya...supaya rangking novel ini bisa naik...ok gengs itu aja pengunumannya....thanks sudah mau baca novel aq.
Jangan lupa kasih like, komen, love dan vote ya... muaaaach 😘😘😘😘😘