ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 #Episode 34. Diseruduk Matador


__ADS_3

"Hadeeh, ngomongnya gimana ini," batin Kinan saat akan meminta maaf kepada Devin, terlalu banyak pengawal istana yang menjaganya sehingga ia sungkan untuk mendekati pemuda itu.


"Sebenarnya wajahnya itu familiar, kayak pernah lihat dimana gitu?" ucap Kinan pelan


"Huft, mungkin nanti sajalah minta maafnya. daripada gue ngikutin dia mulu mendingan gue selfi-selfi dulu. sayangkan banyak spot-spot bagus kalau dilewatkan," Gadis itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan melakukan selfi dengan berbagai gaya hingga lupa mengawasi muridnya.


Sementara itu Rendra bersama Jemmy, Adrian, Maya dan Alina berjalan bersamaan mengerjakan tugas sambil mengawasi teman-temannya.


"Ah ribet banget deh, harus ngerjain tugas terus jadi tim medis juga ngawasin anak-anak juga iya, dasar pak Lisven emang gak ada akhlak!" gerutu Jemmy


"Sudahlah bro mengeluh juga gak guna, mending kita jalani aja dengan ikhlas biar berkah," ucap Rendra


"Tumben lo bener Ren, kesambet setan apa lo!" ledek Jemmy


"Kesambet mak lo!" sahut Rendra


"Mak gue yang mana, kan mak gue udah mati," jawab Jemmy


"Mak Lampir," jawab Rendra sambil terkekeh


"Bangs*t lo!" sahut Jemmy


"Ad, kalau kamu kesulitan mengerjakan tugas biar aku aja yang ngerjain tugasnya jadi kamu bisa fokus jadi tim medis," ucap Alina menawarkan diri


"Beneran Al?" Adrian memastikan


"Betul dong Ad, masa bohong sih," jawab Alina


"Thanks ya Al," Adrian segera memberikan buku LKSnya kepada Alina


"Cie, cie, ehem!!" ledek Jemmy


"Gue juga mau dong Al, masa punya Adrian lo kerjain punya kakak lo gak kamu kerjakan?" sahut Rendra


"Gak mau, kakak' kerjain aja sendiri, kalau gak minta aja Maya yang ngerjain tugas Kaka!" cibir Alina


"Pelit lo Al, giliran sama orang lain aja lo baik, tapi sama kakak sendiri pelit!" gerutu Rendra


"Yaudah tugas Rendra biar Aku yang kerjakan," ucap Maya


"Makasih May, lo emang terbaik," jawab Rendra


"Sama-sama," sahut Maya


"Cie, cie...." ledek Alina


"Berisik lo!" hardik Rendra


"Terus yang ngerjain tugas gue siapa?" ucap Jemmy bersedih


"Al kerjain punya gue dong?" pinta Jemmy


"Diih ogah, kerjakan sendiri sana," jawab Alina

__ADS_1


"Yaudah sini biar Maya aja yang ngerjain," jawab Maya


"Thanks Maya, memang cuma kamu yang paling baik May," sahut Jemmy


"Sama-sama,"


"Jangan dong May, kasian kamunya nanti," jawab Rendra


"Yaelah lebay amat lo Mas!" goda Jemmy


"Mas Jemmy biar Riri aja yang ngerjain tihasnya, " ucap seorang gadis gendut yang berdiri di belakangnya


"Dih najis!!, mending gak usah dikerjain kalau lo yang ngerjain Ri," Sahut Jemmy berlalu meninggalkan Riri


"Lo gak boleh terlalu sebel sama riri, karena sebel itu cuma beda tips sama cinta, karena sebel itu kan kepanjangan dari sayang betul!" ledek Rendra.


"Berisik lo!" hardik Jemmy


Pemuda itu langsung pergi meninggalkan teman-temannya.


"Ambekan banget si Jemmy," ucap Rendra


"Betul, makanya jangan pada godain babang Jemmy dong," jawab Riri yang langsung mengejar Jemmy.


"Kejar sana si Jemmy, jangan kasih kendor!!" celetuk Rendra


"Kita harus kejar Si Jemmy ka!" seru Alina


"Kenapa, lo merasa kehilangan gitu?" tanya Rendra


"Lah iya, mana obat-obatan dibawa semua sama si Jemmy lagi, yaudah cus kejar dia!" jawab Rendra


mereka berempat kemudian berlari mengejar Jemmy.


"Kemana lagi tuh anak, sudah dicari muter-muter tapi gak ketemu juga," keluh Rendra


"Kita mencar saja nyarinya gimana?" tanya Adrian


"Ok, gue sama Maya mencari kearah utara, lo sama Al cari ke arah selatan ya," jawab Rendra


Rendra segera menarik Maya menuju kearah pendopo utama sedangkan Adrian dan Alina menuju ke kaputren.


Satu jam kemudian setelah betputar mengelilingi Pendopo utama keraton.


"Kita istirahat dulu aja May," ucap Rendra yang sudah lelah mencari Jemmy tapi tak kunjung ketemu juga


"Mending kita temuin saja pak Lisvem dan katakan yang sebenarnya kalau kita terpisah dengan Jemmy dan kehilangan jejaknya," ujar Maya


"Terus nanti kalau pak Lisven marah sama gie terus menambah hukuman yang lebih berat gimana?" tanya Rendra


"Gak akan, pak Lisven bukan tipe orang yang diktator kok, asal kita memberikan penjelasan yang logis dan masuk akal aku yakin dia akan menerima alasan kita," jawab Maya


"Yaudah aku percaya sama kamu May," jawan Rendra mengerlingkan matanya kepada Maya

__ADS_1


"Jangan genit deh," ucap Maya


"May, seandainya nanti Pak Levin itu tetap menghukum gue, dan dia menjatuhkan hukuman gantung padaku, aku ingin kamu yang mengeksekusinya, dan satu lagi kamu gak mau mataku ditutup," ujar Rendra membuat Maya terkekeh


"Udah jangan gombalin aku, gak akan mempan tahu," jawab Maya


"Aku gak gombal May, kamu mau tahu gak alasan aku tidak mau ditutup matanya saat dihukum gantung?" tanya Rendra


"Gak mau tahu," jawab Maya


"Itu karena aku mau kamu menjadi wanita terakhir yang aku ingin lihat sebelum aku mati," jawab Rendra


"Eeeaaaa, pepet terus!!" goda Jemmy yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka


"Sialan lo!" cibir Rendra


"Btw lo udah ketemu pak lisven belum?" tanya Rendra


" sudah dong," jawab Jemmy


"Kok kamu nggak kasih tahu aku kalau sudah bertemu Pak Lisven," gerutu Rendra


"Sengaja biar kalian pada nyariin gue," jawab Jemmy


"Jahat lo!"


"Bodo, yang jelas gue seneng banget hari ini bisa lihat lo dan Adrian kecapean nyariin gue!" seru Jemmy Sambil tertawa


"Dasar brengs*k, sejak kapan lo belajar jadi tabib disekolah!" seru Rendra


"Sejak hari ini karena gue sudah mendapatkan asisten yang sangat cekatan, pintar dan cerdas," jawab J mmh


"Pasti Riri ya" celetuk Rendra


"Kok tau sih," sahut Jemmy


"Ya iyalah karena kalian berdua selalu pura-pura malu bila didepanku, tapi dibelakangku kalian gak tahu malu, mana pakai acara kejar-kejaran segala kaya film India," jawab Rendra


"Mana ada, gue ketemu dia aja musibah, bagaimana mau kejar-kejaran yang ada bisa celaka gue!" Jawab Jemmy membuat Rendra tertawa


"Masih ngelak lagi," sahut Rendra terpingkal-pingkal ketika melihat Riri yang hampir mendekati Jemmy


"Siapa yang kejar-kejaran,?" tanya Jemmy


"Sekarang lo lihat dibelakang kamu!" seru Rendra menunjukkan Riri yang berlari mengejar Jemmy


"Astaghfirullah nih anak gak ada capeknya ya ngejar-ngejar gue Mulu, pakai apa sih baterainya, tahan lama dan tahan banting bro!" ujar Jemmy


Ia kemudian berlari menghindari Riri, tapi sayang gadis itu jauh lebih cepat darinya. Sehingga gadis yang berlari seperti matador di kejar banteng itu tidak dapat mengerem kakinya.


"Minggir semuanya!!" teriak Riri yang langsung menyeruduk Jemmy yang berada didepannya hingga terpental dan menabrak Kinan yang sedang berselfie di depan sendang kaputren.


"Buugghh!!

__ADS_1


**Byuuurr!!!


Semuanya tertawa melihat Jemmy dan Kinan yang tercebur disendang.


__ADS_2