ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 36 # The Last War


__ADS_3

Bayu kini sudah berhadapan dengan Ares, keduanya terlihat memainkan samurainya, beberapa tendangan mulai melesat menandai pertempuran telah dimulai.


**Prang!, prang!!, Wusshhh!!, buuughh,!!


Sementara itu, Ryan dan kawan-kawannya berhasil menjatuhkan semua anak buah Ares.


"Alhamdulillah akhirnya kita menang juga walaupun babak belur," ucap Ryan yang langsung berbaring diatas tanah untuk melepaskan lelah


"Iya Om, keren!!!, baru pertama kali Key ikut perang antar geng ternyata lebih seru dari tawuran!!," sahut Cassey berbaring di samping Ryan


"Btw itu siapa Key yang lagi duduk dengan Nay?" tanya Ferdan


"Itu Hermes, temen Key tawuran," jawab Cassey


"Terus, kalau yang memakai jaket hitam itu siapa ya?" tanya Ferdan menghampiri mereka


"Itu Pandu," jawab Cassey


"Kalau yang disamping kamu siapa?" tanya Ferdan lagi


"Om Reylah," jawab Cassey


"Yakin??" tanya Ferdan


"Iyuhh, memangnya siapa lagi, kalau bukan Om Rey?" Cassey balik bertanya


"Dia bukan Rey tapi....gak jadilah takut Rey marah," ucap Ferdan melirik kearah Rey


"Emangnya kenapa kok Om Rey marah?" tanya Cassey lagi


" Calon papih baru kamu itu Key, hihihihi," bisik Ferdan


"Om tahu aja," jawab Cassey


"Ngomong-ngomong kita gak bantu papih Om?" tanya Cassey


"Gak usah dia udah kuat," jawab Rey


" Ini ngapain sih pada tiduran disini bukannya bantuin Bayu!!"l, malah ngerumpi disini!" ucap Lulu


"Ehemm!!, yang lagi seneng karena bisa ketemu lagi!, sama...." ledek Ferdan


"Apaan sih lo, orang mau minta tolong malah ngomongnya gitu!, yaudah kalau gada yang mau bantu biar gue aja" jawab Lulu kesal


"Cie baperan!!," goda Ferdan


Lulu langsung berjalan mendekati Bayu yang sudah bersimbah darah karena sabetan samurai Ares.


"Lo gak papa Al, eh Bayu?" tanya Lulu


"Gak papa kok," jawab Bayu


Lulu segera melepaskan tinju mautnya, namun Ares berhasil menepisnya.


"Cantik?, aku tidak bisa melawanmu, karena kau terlalu manis untuk aku sakiti, " ucap Ares


Lulu tidak menghiraukan ucapan Ares ia kemudian kembali melesatkan tendangan mautnya kearah Ares.


***Bughhh!!!


"Keren juga tendangan kamu sayang, baiklah kalau kamu bersikeras ingin melawanku maka siap-siaplah menerima balasan dariku," Ares segera menarik lengan Lulu dan memeluknya. Keduanya saling bertatapan membuat Lulu langsung menampar wajah Ares ketika pria itu hendak menciumnya.


"Tutup mata kamu Key, ini adegan 21+, bahaya kalau anak dibawah umur menontonnya," ucap Ferdan langsung menutup mata Cassey dan mulutnya yang menganga

__ADS_1


"Iihhh apaan sih Om, orang lagi seru juga," cibir Cassey


"Bujug!!, bentar lagi bakal terjadi asmara jajar genjang ini!" seru Ryan langsung duduk untuk memastikan Adegan selanjutnya


"Masa sih Rey?, emangnya siapa saja kok jadi jajar genjang?" tanya Noval penasaran


"Tuh lihat Jendral Al kw sudah bangkit, membawa samurainya untuk melindungi Ratu alay, sedangkan Yang mulia Raja juga sudah bersiap menyelamatkan permaisurinya, yang terakhir Dewa Perang ingin merebut Permaisuri dari tangan Raja," jawab Ryan


"Bener juga kamu Rey," sahut Noval


"Sepertinya seru sekali kalau menonton adegan percintaan Lulu, dari SMA sampai sekarang kenapa cowok-cowok pada nempel sama dia, heran deh kenapa bisa gitu ya?" tanya Ferdan berdecak kagum


"Lo tanya diri lo aja Dan, bukannya lo juga salah satu mantannya Lulu?" tanya Ryan


"Wuiihh!!, ternyata tante Lulu banyak penggemarnya yah, gak salah kalau papih juga menginginkan aku bisa kaya dia," jawab Cassey


"Lo salah Key, papih lo nyuruh lo jadi kaya dia, karena dia juga mantannya Lulu juga!!" sahut Ferdan


"Whaat!" ucap Cassey tidak percaya


"Udah sesama mantan gak boleh gitu Dan, sekarang kita lanjutkan menonton dramanya," ucap Ryan


"Lepaskan dia!!" teriak Bayu dan Damar bersamaan


"Ck, ck, ternyata ada pahlawan kesiangan yang akan menyelamatkan kamu sayang," ucap Ares menyeringai dan dia segera melepas Lulu


"Ayo maju kalian berdua!!, aku tidak akan gentar melawan kalian berdua!" ucap Ares yang langsung menghajar Damar dan Bayu bersamaan


***Buughhh!!!, buughhh


"Gila!!, si Ares keren banget!!, sekali pukul dua orang langsung terhempas!!" teriak Ferdan


Melihat papihnya jatuh tersungkur Naeswari segera berlari menghampiri Ares dan melayangkan tinjunya ke wajah laki-laki itu.


**Buggghh!!, buggghhh!!


"Beraninya anak kecil sepertimu melawanku!!" gumam Ares


Ia menarik bahu Naeswari dan menghajarnya hingga tubuhnya terhempas menjauh darinya.


***Buuughhh!!


**Greep!!!


Beruntung Pandu segera menangkapnya hingga tubuh Naeswari tidak membentur dinding.


"Kau disini saja Nay, biar aku yang akan menghadapi preman itu," ucap Pandu


Pemuda itu segera menghampiri Ares dan mengambil samurai Bayu yang tergeletak di sampingnya.


"Wow, Pandu keren banget!!" teriak Cassey


"Inget Key, dia pacar Nay, jangan suka nikung gak bagus!" celetuk Ryan


"Siapa sih yang nikung Om, orang cuma kagum doang!" cibir Cassey


Ares tidak memberikan kesempatan lagi kepada Pandu ia segera memainkan samurainya dan terus memojokkan Pandu.


Sementara itu diam-diam Tama berusaha membaca gerak-gerik Ares, dan juga mengukur kemampuan bertarung lelaki yang mempunyai julukan Dewa Perang pencabut Nyawa itu.


"Hmmm, sepertinya aku bisa memakai jurus pangeran kembar untuk menghadapi Ares," ucap Tama


"Kamu benar Tama, cepatlah bantu Pandu, jangan biarkan anakmu itu menjadi korban pembantaian Ares," sahut Danar Gumilang

__ADS_1


"Baik ayah," jawab Tama


Danar melemparkan sebuah belati kearahnya dan Tama langsung menangkapnya.


"Pakai itu!" seru Danar Gumilang


Tama hanya mengangguk dan segera melompat menghampiri Ares dan Pandu.


"Wuiih makin seru nih kayaknya, apalagi ada duo Kulkas yang akan melawan dewa perang!" ucap Ryan


Tama langsung memberikan kode kepada putranya untuk mengeluarkan jurus andalan keduanya.


Ares hanya menyeringai ketika melihat jurus yang dipakai oleh Tama dan juga Pandu. im Serangan demi serangan dilancarkan oleh Ares namun Pandu dan Tama berhasil mengelak dan membalikkan serangannya.


"Yeaay!! keren!!" ucap Cassey membuat semua mata menatap padanya


"Why?, ada yang salah ya?" tanyanya bingung


Mereka tetap menatapnya dengan ekspresi datar.


"Peace!!, peace!!" ucap Cassey menyipitkan matanya.


"Hahahaha!!" semuanya tertawa melihat ekspresi bersalah Cassey


"Suee!" cibirnya


Ia kemudian menghampiri Nay yang masih membersihkan darah di bibirnya.


"Sepertinya duo Angel juga harus beraksi Nay," ucap Cassey


"Yoi sister, kuy!!" Nay mengulurkan tangannya dan Cassey langsung menyambutnya


"Duo Angel beraksi!!" teriak keduanya bersamaan


"Hadeeh, siap-siap geng gesrek akan mendapat saingan baru," keluh Ryan menepuk jidatnya


Kedua gadis Remaja itu bersamaan melesatkan tendangannya hingga membuat Ares langsung jatuh tersungkur.


"Keren!!!, Mantul!!!, lanjutkan nak!!" teriak Lulu bersorak-sorai menyemangati keduanya


"Gue gak boleh kalah sama geng baru ini, gue juga mau bikin geng baru lagi, " ucap Ryan


"Kamu tega Ferguso!, berani-beraninya menduakan geng gesrek!" ucap Ferdan menirukan adegan telenovela


"Tentu saja Maria, itu karena kamu sudah berselingkuh dariku, jadi jangan salahkan aku," jawab Ryan yang kemudian menarik lengan Bayu


"Sepertinya kita harus membantu mereka Jendral," ajak Ryan


"Baiklah, Ferguso," jawab Bayu


Kedua Lelaki itu berjalan kearah Ares yang berhasil menjatuhkan duo Kulkas dan duo Angel.


Keduanya saling mengangguk dan Bayu segera melompati Ryan dan melepaskan tendangannya, sementara Ryan langsung menghujani Ares dengan pukulannya hingga membuat sang Dewa Perang langsung jatuh terkapar di tanah.


Tak puas melihat Ares terkapar Bayu segera mengambil samurainya dari Pandu dan menebaskannya ke tangan Ares hingga leleki itu harus kehilangan tangannya.


Darah mengalir dari tangan Ares, lelaki itu mengerang kesakitan hingga teriakannya memecah kesunyian malam.


"Aaaaarrrrgghhh!!!"


Ryan juga tidak tinggal diam ia langsung memutar tendangannnya kearah perut Ares, membuat lelaki itu langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Itu untuk Zahra istriku!!" teriaknya lantang

__ADS_1


"Cepat kabur dari sini!! polisi sudah mendekat!!" teriak anak buah Ares


Tentu saja semuanya langsung bubar dan berlarian meninggalkan tempat itu.


__ADS_2