ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 23# Rebutan Duren


__ADS_3

"Om jangan menatapku seperti itu aku bisa diabetes lama-lama," sahut Cassey


"Kok bisa?" tanya Damar penasaran


"Itu karena Om manis ," jawab Cassey tersipu-sipu membuat Damar terkekeh mendengar jawaban darinya


"Dasar alay, " cibir Bagas


"Cie... cie, kamu jelous ya baby?" goda Cassey mencubit pipi chubby Bagas


"Diih, siapa juga yang jelous," sahut Bagas menyungutkan wajahnya


"Duh lutunya kalau lagi marah!!, uunncchh jadi gemes, gemes...." Cassey kembali mencubit pipinya dengan gemasnya


"Isshh sakit tau!" sahut Bagas


Semuanya tertawa melihat kelakuan Bagas dan Cassey.


"Kalau lihat kalian berdua aku jadi inget sama Alfian dan Niken," ujar Damar


"Itu sih bokap sama nyokap Key Om," sahut Cassey


"Jadi kamu anaknya Al?" tanya Damar tercengang


"Iya Om, tapi papih sudah meninggal," jawab Cassey


Damar segera memeluk erat gadis didepannya.


"Maaf ya Key, Om gak tahu kalau Al sudah meninggal," bisik Damar


"It's ok Om, santuy...." sahut Cassey


"Baby kamu gak mau peluk aku juga?" tanya Cassey


"Ogah!" jawab Bagas ketus


"Yaudah kalau Bagas gak mau biar aku saja yang peluk kamu babe," ucap Hermes memeluk Cassey


"Memang cuma kamu yang ngertiin aku, babe," bisik Cassey


"Sudah-sudah jangan drama, mending kita pulang sekarang," Bagas segera menarik dari pelukan Hermes


********


**Ciiit!!!


Sebuah mobil berhenti di depan Niken yang terlihat sedang menunggu bus di halte.


"Ayo naik!" ucap seseorang sambil membuka kaca mobilnya


Niken menghampiri laki-laki itu.


"Maaf Mas, saya gak bisa bareng karena harus menjemput anak saya dulu," tolak Niken


"Sudah jangan jual mahal!, cepat naik atau aku paksa!!' sahut laki-laki itu kesal


"Sekali maaf," Niken bergegas meninggalkan mobil itu dan segera naik ke sebuah bus yang berhenti disana


Rupanya penolakan Niken membuat lelaki itu marah, ia segera turun dan menarik rambut Niken dan memaksanya agar masuk kedalam mobilnya.


"Lepaskan Roy!!" teriak Niken meringis kesakitan


"Lepasin dia!!" ucap Ganendra


"Hmmm, mau jadi jagoan kamu?" tanya Roy

__ADS_1


"Tidak juga, cuma aku tidak suka melihat seorang laki-laki menyakiti seorang wanita," jawab Gaga


"Apa urusanmu, dia ini istriku jadi apa salah aku menghukumnya karena ia berselingkuh dariku," ucap laki-laki itu


"Bohong!!, aku bukan istrinya!" teriak Niken


"Dasar jal*ng!, beraninya kamu tidak mengakui suamimu sendiri!" sahut lelaki itu


Gaga segera menghajar lelaki itu hingga ia melepaskan tangannya dari rambut Niken. Wanita itu segera berlari dan bersembunyi dibelakang Ganendra.


Laki-laki itu segera melesatkan pukulannya kearah Ganendra, namun Gaga berhasil menepisnya dan ia kembali melesatkan tendangannya hingga membuat lelaki itu terpental menghantam mobilnya.


Ia segera bangkit dan masuk kedalam mobilnya.


"Terima kasih sudah menolong saya," ucap Niken


"Sama-sama Niken, kamu mau kemana?" tanya Ganendra


"Aku mau jemput anaku di Istana," sahut Niken


"Kalau begitu kamu bareng aku saja, kebetulan aku juga akan pulang," jawab Ganendra


Niken kemudian masuk kedalam mobil Gaga, meluncur menuju ke Istana Arjowinangun.


Suasana bahagia tampak menyelimuti kediaman Lulu yang sedang merayakan ulang tahun Damar Langit yang ke tiga puluh lima, semua anggota keluarga berkumpul dan memberikan selamat kepada Raja Keraton Arjowinangun.


Semua mata tertuju pada Ganendra dan Niken yang baru saja tiba diacara tersebut.


"Cie... cie, pantesan telat datang ke ultah adiknya ternyata abis jemput Niken dulu ya?" goda Ryan


"Bisa aja lo Rey, " jawab Gaga


"Belum juga aku comblangin kalian udah jalan bareng aja," keluh Ryan


"Siapa yang jalan bareng sih, orang kita ketemu dijalan kok, " sahut Niken


"Jangan asal ngomong kamu Rey," celetuk Niken yang kemudian meninggalkan Ryan dan Gaga


Gaga hanya menggelengkan kepalanya mendegar ucapan Ryan.


Setelah acara selesai Niken segera mengajak Cassey untuk pulang.


"Bentar mamih Key mau pamit sama my baby dulu," kata Cassey ketikan Niken mengajaknya pulang


Niken cuma mengangguk mengiyakan ucapan Cassey. Sementara Cassandra yang melihat Bagas sedang asyik berbincang dengan Ayu, mengurungkan niatnya karena tidak mau mengganggu Bagas dan Ayu.


"Sepertinya kamu bahagia banget baby ketika bersama Ayu," ucap Cassey lirih


Ryan segera merangkul gadis itu.


"Santuy Key, sebelum janur kuning melengkung kamu masih punya kesempatan untuk mendapatkan cinta Bagas," bisik Ryan


"Tapi Bagas cuma menganggapku teman saja Om tidak lebih, karena dia cuma mencintai Ayu, bahkan dia sampai rela diet dan menyiksa dirinya agar bisa memiliki tubuh atletis seperti keinginan Ayu," jawab Cassey sedih


"Kamu jangan patah semangat gitu dong?, mana Cassey yang selalu ceria dan penuh semangat!, percaya sama Om, kamu pasti akan mendapatkan cinta Bagas," ucap Ryan


"Iya Om," jawab Cassey


"Semangat!!" ujar Ryan


"Semangat!!" sahut Cassey


Niken tersenyum melihat kedekatan Cassey dengan Ryan.


"Thanks Rey, kamu sudah sangat perhatian dan peduli sama Cassey," ucap Niken

__ADS_1


"Sama-sama Niken, lagian aku sudah menganggap Cassey seperti anaku sendiri," sahut Ryan


"Btw kata Gaga kamu tadi habis digangguin oleh orang jahat, apa kamu tidak takut jika hanya pulang berdua dengan Key?" tanya Ryan


"Tenang saja Rey, Key bisa melindungi aku," sahut Niken


"Tapi tangannya kan sedang terluka, aku khawatir kalian kenapa-napa," ucap Ryan


"Terus kamu mau mengantar kami gitu," goda Niken


"Bukan aku Niken, tentu saja Pangeran Ganendra yang akan mengantarmu," sahut Ryan


"Sue!, ku kira kamu ternyata malah nyuruh orang lain," cibir Niken


"Kan kalau aku yang mengantarkan kamu apa kata orang nanti, tapi kalau Gaga yang nganterin kan gak masalah karena kalian sama-sama single," sahut Ryan


"Yang bener Rey, Gaga single?, terus Gendis kemana?" tanya Niken penasaran


"Tuh kan!!, jiwa genitnya mulai kelihatan," ledek Ryan


"Diih apaan sih Rey, orang nanya doang gak boleh!" gerutu Niken


"Boleh kok, Gendis sudah meninggal Niken, jadi status Gaga sekarang duren," bisik Ryan


"Jadi gimana?, mau dianterin apa pulang sama Cassey?" tanya Ryan


"Kalau dianterin sama duren boleh deh," sahut Niken


"Diih dasar, tadi pura-pura gak mau, giliran tahu duren langsung mupeng!" cibir Ryan


Niken hanya terkekeh mendengar cibiran Ryan. Pria itu segera meninggalkannya dan mendekati Ganendra yang sedang memainkan ponselnya.


"Gaga, gue boleh minta tolong ga?" tanya Ryan


"Apa?" jawab Ganendra


"Gue mau nganter Niken pulang tapi lengan gue lagi cedera, lo bisakan tolongin gue buat nganter Niken kerumahnya, gue khawatir terjadi sesuatu terhadap mereka," pinta Rey


"Baiklah," jawab Gaga


"Yes!!" batin Ryan bahagia


Gaga segera menghampiri Niken dan Cassey yang sudah menunggunya didepan.


"Thanks Rey!" teriak Niken sembari mengerlingkan matanya kearah Ryan


"Ayo kita pulang?" ajak Ganendra


"Om mau nganterin kita pulang?" tanya Cassey


Ganendra hanya mengangguk sembari tersenyum dan segera masuk kedalam mobilnya. Sementara Cassey dan Niken langsung berebut untuk duduk disamping Ganendra.


"Iiih mamih, harus ngalah dong sama anak sendiri," ucap Cassey


"Key, harusnya kamu tuh yang ngalah, memberikan kesempatan kepada mamih supaya bisa mendapatkan papih baru buat kamu," sahut Niken tidak mau kalah


Melihat tingkah keduanya membuat Ryan hanya menggelengkan kepalanya.


"Dasar anak dan ibu sama saja, suka hilaf kalau lihat cowok ganteng," gerutu Ryan


"Sudah biar adil kalian berdua duduk dibelakang saja, biar Om yang didepan, aku kasian sama Gaga bisa habis nanti dia diperebutkan sama kalian!" ucap Ryan


" Om Rey!!" teriak Cassey


"Rey!" teriak Niken bersamaan dengan Cassey

__ADS_1


Melihat keduanya mendekat kearahnya Ryan langsung kabur menghindari mereka.


" Bahanya nih duo macan mulai beringas, mending gue kabuur!!!" teriak Ryan membuat Gaga tertawa melihatnya


__ADS_2