ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 103 #Ancaman dan Hukuman


__ADS_3

**Braakkk!!!


Welas Asih langsung mengebrak meja saat Cassey dan Bagas sedang bercengkrama melepas rindu di ruang keluarga, tentu saja hal itu membuat keduanya langsung kaget.


"Apa ini kelakuan calon ratu Keraton Arjowinangun, sungguh memalukan!!" bentak Welas Asih


"Ingat Key, kamu bukan hanya merusak nama baik keluarga kerajaan tapi juga kepercayaan masyarakat Jogja terhadap keluarga kerajaan, kamu benar-benar liar!, mana ada seorang menantu raja ikut balapan liar apalagi sampai terlibat baku hantam dengan preman, dimana wibawa ayahmu Damar Langit, bahkan sekarang rakyat Jogja mengira kalau Kasepuhan Arjowinangun sudah tidak memiliki kekuatan lagi, karena tidak bisa memberikan perlindungan dan pengawalan terhadap menantunya, mau ditaruh dimana harga diri yang mulia Raja Cassey!!" ucap Welas Asih penuh Emosi


"Maafkan Key Omah, aku tidak bermaksud membuat malu keluarga kerajaan, aku melakukan balapan itu awalnya karena ingin menyelamatkan seseorang yang dibully di lingkungan kampus, aku tidak menyangka kekalahan mereka di adu balap yang pertama akan membuat mereka penasaran dan menantangku untuk balapan kembali. Sedangkan perkelahian dengan preman itu murni karena Key hanya membela diri, tidak ada maksud lain Omah," jawab Cassey


"Danar!!" teriak Welas Asih


"Aku mau mulai sekarang Tama harus mengawasi Cassey, biarkan Damar sendiri aku yakin dia bisa bekerja sendirian, aku juga akan memasukan Cassey ke dalam sekolah kepribadian seperti yang dulu di jalani oleh Lulu," perintah Welas Asih


"Baik ibu," jawab Danar Gumilang


"Satu lagi mulai malam ini dan seterusnya aku izinkan Bagas kembali bersama Cassey, tapi ingat kalian harus pakai pengamanan, karena aku tidak mau Cassey hamil diusia yang sangat muda, dan kalian akan segera kembali ke istana," ucap Welas Asih


"Sekarang urus berita itu, jangan sampai menyebar, cari reporternya dan seperti biasa selesaikan dengan cantik," titah Welas Asih


"Baik ibu," jawab Danar


"Sekarang bereskan baju-baju kamu, kita pulang ke Istana sekarang!" perintah Danar Gumilang dengan suara lantang


Bagas membantu istrinya berkemas dan segera mengikuti Danar Gumilang menuju ke mobilnya.


"Ingat Key, mulai saat ini semua gerak-gerik kamu diawasi, bukan hanya oleh Paman Tama Wijaya tapi juga oleh aku, jadi jangan macam-macam!" ancam Danar Gumilang


"Yoi Kakek," jawab Cassey santai


"Fiuuh!!, ribet banget sih baby jadi istri kamu," keluh Cassey


"Tidak juga sayang, asalkan kamu tidak nakal dan tidak macam-macam, bahkan papah itu memberikan banyak kebebasan pada kamu kan, cuma kamunya aja yang bar-bar makanya jadi gini kan," jawab Bagas


"Btw cowok yang sama kamu itu siapa?" tanya Bagas


"Itu kakak senior yang nolongin aku kabur dari kejaran wartawan, kenapa?, jangan bilang kamu jelous sama dia?" jawab Cassey


"Siapa yang gak jelous sayang kalau lihat istrinya sama laki-laki lain, tapi aku percaya kamu kok sayang, aku yakin kamu gak macam-macam, dan setia sama aku," jawab Bagas sambil memeluk istrinya

__ADS_1


"Makasih ya baby udah percaya sama aku, tapu swear aku gak ada apa-apa sama ka Ahmar, kita cuma temenan aja, aku janji baby akan selalu jaga hati aku buat kamu, trust me Eugene Flynn," ucap Cassey


"Kok Eugene Flynn bukannya Baby Bagas," keluhnya manja


"Kan gue Rapunzel makanya lo jadi Eugene Flynn, masa kamu lupa sih," cibir Cassey


"Iya sayang, aku emang mendadak amnesia kalau ketemu kamu," jawab Bagas


"Kok bisa?" tanya Cassey sambil memonyongkan bibirnya


"Iyalah karena kamu telah mencuci otakku, sehingga lupa semuanya dan hanya mengingat kamu saja," rayu Bagas


"Eeeaaa...." jawab Cassey sambil terkekeh


"Dasar raja gombal!" cibir Cassey


"Ini beneran sayang, gak bohong," jawab Bagas


"Cius?, mi apa coba?" goda Cassey


"Ciuslah mi kamu mi cinta kita, I love you pull," jawab Bagas yang langsung mencium bibir ranum Istrinya


Sementara itu Naeswari tampak kesal karena lagi-lagi Pandu tidak bisa pulang bersamanya lagi, kali ini ia segera memesan taksi online agar lebih cepat sampai ke istana selain itu untuk menghindar dari Gentala yang selalu berusaha mendekatinya.


Sebuah mobil sedan berhenti didepanya, ia langsung membuka pintu mobil itu, seseorang dengan sigap menariknya.


"Berapa ongkosnya pak?" tanya Genta


"Sudah dibayar Mas," jawab Sopir taksi itu


"Yaudah, anggap aja udah sampe pak, karena Mbaknya gak jadi pulang karena ada jam tambahan," ucap Genta yang kemudian mengajak Nay masuk ke mobilnya


"Kenapa sih lo masih ngikutin gue mulu!" ucap Nay kesal


"Ingat yang mulia, mulai sekarang dan seterusnya aku yang akan mengantarmu pulang, dan anda juga harus bersedia menjadi pacar aku, jika tidak kamu akan tahu akibatnya, kamu tahu kan berita tentang princess Cassandra kemarin, peristiwa serupa bisa terulang padamu jika kamu tidak menurut padaku cepat!!" bentaknya dengan raut wajah yang sangar


"Sial!, lagi- lagi dia ngancam gue, tapi bahaya juga kalau berita itu sampai ke media bisa-bisa Omah menghukum gue, terus gue dilarang nikah sama Pipih lagi," batin Naeswari


Bagai kerbau yang dicocok hidungnya, Nay langsung menurut dan masuk kedalam mobil Genta.

__ADS_1


"Loh ini kan bukan arah ke Istana, lo mau bawa gue kemana?" tanya Nay


"Kita nonton dulu sayang, setelah itu baru pulang," jawab Genta


"Gak bisa, gue udah ada jadwal rutin tiap hari yang harus dipatuhi, jadi gak bisa kamu seenaknya ngajak jalan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu," sahut Naeswari


"Aku tidak peduli, sekarang turun!!" Genta menarik lengan Nay keluar dari dalam mobil


"Lepaskan!!, sakit tahu!!" teriak Nay


"Diam!!, atau aku akan menyebarkan berita itu sekarang!!" bentaknya membuat semua orang melihat kearah mereka


Gadis itu terlihat mengepalkan tangannya.


Andai saja kau tidak memegang berita itu sudah kubunuh kau,


Keduanya kemudian masuk kedalam bioskop, dan disusul Hermes yang mengikuti mereka dari belakang. Ia tidak sengaja melihat keduanya saat ia baru saja keluar dari sebuah food court.


"Aku akan menelpon ibuku dulu, untuk memberitahukan kalau aku pulang terlambat," ucap Nay


"Jangan coba-coba kabur yang mulia," jawab Genta


Kenapa bioskop ini sepi, bukannya seharusnya ramai, lagian kenapa Nay, sepertinya terpaksa mengikuti cowok itu, aku yakin ada yang tidak beres,


Hermes terus mengikuti keduanya hingga masuk kedalam bioskop, benar saja didalam sana hanya ada mereka berdua.


"Sepertinya cowok itu sengaja membooking bioskop ini," gumam Hermes


"Apa yang akan kamu lakukan!" teriak Nay ketika pemuda itu mencoba menciumnya


"Diam!!, atau kau akan menyesal Nay!!" teriak pemuda itu sambil mendorong tubuh Nay hingga jatuh ke lantai


**Buugghh!!!


Hermes langsung menghajar lelaki itu hingga beringsut mundur dari Naeswari.


Tak hanya pukulan kali ini Hermes juga langsung melesatkan tendangannnya hingga Genta jatuh tersungkur di lantai.


"Berani kau menyentuhnya, maka kamu akan mati ditanganku!" ancam Hermes

__ADS_1


__ADS_2