
"Sugeng Rawuh, Yang Mulia Putri Cassandra," sapanya ramah sembari mengayunkan tongkat kayunya, membuat Cassey bergidik melihatnya.
Sepertinya dia guru killer yang diceritakan oleh mamah Lulu,
"Sekarang masuklah," perintah Tama
Cassey mencium punggung tangan Bu Retno dan segera masuk mengikuti beliau.
"Sekarang aku ingin melihatmu jalan!" petintah Retno dingin
"Ok, mau jalannya preman atau mode?" tantang Cassey
"Terserah kamu saja yang Mulia, aku cuma menila saja!" sahut Retno ketus
Segera Cassey menaruh tasnya dan berjalan layaknya seorang model.
"Gimana ibu?" tanya Cassey sombong
"Ok, sekarang kita ke meja makan," ajak Retno
"Ok,"
Di sana sudah terhidang sebuah menu diatas meja, membuat Cassey langsung menelan ludahnya.
"Hmmm, yummy!!!" ucap Cassey sambil lidahnya menyapu bibirnya
**Plaak!!!
"Awww!!" teriak Cassey meringis kesakitan ketika tongkat kayu Retno mendarat di pantatnya
"Dasar tidak sopan!!" hardik Retno
"Sekarang duduk yang betul dan segera makan!" perintah Retno lantang, membuat Cassey langsung duduk
"Duduk yang benar!" teriak Retno sambil memukulkan tongkatnya ke paha Cassey
"Stop!, kalau aku terus di pukuli gini kapan pinternya?, yang ada ketakutan iya!" jawab Cassey
**Plaakkk!!!
"Makanya kalau lagi belajar itu fokus, jangan mikirin yang lain dan jangan suudzon pada gurunya!" teriak Retno menampar mulut Cassey
"Bagaimana mau pinter kalau kamu itu sombong, merasa paling jago!, mulut kamu ini sesekali harus makan bangku sekolahan, bila perlu sampai genting-gentingnya sekalian. Agar kami terbiasa bicara santun dan menghargai orang lain," jawab Retno membuat Cassey hanya tertunduk
"Ajineng rogo soko busono ajineng diri soko ing Lathi , Apa kamu paham makna pribahasa jawa itu?" tanya Retno
Cassey hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
"Jangan cuma mengangguk tapi katakan apa maknanya!" tanya Retno dengan suara soprannya
"Martabat raga kita ada pada busana yang kita pakai, jadi cara berpakaian seseorang akan mencerminkan kepribadiannya, begitu juga, martabat jiwa kita ada pada lidah kita, menjaga ucapan kita untuk menjaga martabat jiwa kita, perkataan yang santun dan halus akan mencerminkan jiwa kita yang santun dan budi pekerti luhur, sedangkan perkataan kotor akan mengotori jiwa kita," jawab Cassey
"Kau ini lebih cerdas daripada ibu mertuamu, hanya saja kau terlalu congkak yang mulia,"
jawab Retno
"Hargailah orang lain terutama gurumu, karena tidak seorangpun guru di dunia ini yang ingin menjerumuskan muridnya ke hal yang tidak baik, dengan cara apapun mereka menyampaikan ilmunya itu hanyalah teknis saja, ada yang lemah lembut dalam mentransfer ilmunya, ada yang galak dan killer saat menyampaikan ilmunya, itu cuma teknik saja tujuannya sama," ucap Retno
"Baik bu, maafkan Cassey, karena sudah lancang menyela ibu," jawab Cassey
"Sekarang makanlah!" perintah Retno
Gadis itu segera megambil pisau dan juga garpu untuk memakan steak yang ada dihadapannya.
Ini pisaunya yang tumpul, atau dagingnya keras karena teknik memasaknya salah,
Berkali-kali Cassey berusaha memotong daging itu dengan pisaunya namun selalu gagal, sampai beberapa kali ia ganti pisau. Keringat mulai membasahi wajahnya yang serasa tegang ketika Retno ada di sampingnya.
"Apa dagingnya keras?" tanya Retno
"Iya Bu, apa boleh ganti daging atau pisau?" tanya Cassey
Retno segera memberikan seporsi steak yang baru lengkap dengan perlengkapan makannya.
"Yes!!" teriaknya ketika ia berhasil memotong daging itu
Retno hanya tersenyum melihat kelakuan konyol Cassey, saat berhasil memotong daging itu, sampai-sampai ia harus membalikkan badannya hanya sekedar untuk tertawa.
"Tunggu sebentar yang mulia jangan dihabiskan dulu, aku akan mengambil ponselku untuk mengambil gambar anda dan mengirimkan kepada yang mulia ibu suri," ucap Retno
"Glek!!, uhuukk!!" gadis itu tersedak karena kaget, buru-buru ia berusaha mengeluarkan daging yang tersangkut di kerongkongannya
Tangannya melambai-lambai meminta bantuan Tama, pria itu langsung menghampirinya.
"Ada apa Key?" tanya Tama
Cassey hanya menunjukkan tangannya yang menepuk-nepuk lehernya.
Tama segera memukul tengkuk leher gadis itu hingga Cassey berhasil mengeluarkan daging dari tenggorokannya. Daging itu langsung melesat dan tepat mengenai Bu Retno yang baru saja tiba didepannya.
**Plukk!!
Cassey hanya membulatkan matanya dan langsung berlari untuk membersikan wajah gurunya itu.
"Maafkan saya ibu, saya tidak sengaja sungguh," ucapnya penuh penyesalan
__ADS_1
"Hmmm, makannya lain kali kalau motong daging jangan terlalu besar, makannya jadi keselek kan!!" jawabnya dengan nada berat Sambil menahan amarah
"Iya Bu, sekali lagi maaf, saya janji tidak akan mengulanginya lagi, " jawab Cassey
Wanita itu langsung merebut tisu dari tangan Cassey dan meninggalkan gadis itu, sementara Tama hanya terkekeh melihat kejadian itu.
"Kenapa paman ketawa?" tanya Cassey
"Makanya Key, kalau mau makan buru-buru itu ada tekniknya bukan dengan memotong daging besar-besar agar cepat makannya, lagian mau apa sih kamu buru-buru pulang?" tanya Tama
"Aku takut lama-lama disini, nanti pasti aku kena pukul terus, kaya cerita mamah Lulu," jawab Cassey membuat Tama semakin terkekeh
"Ternyata Cassey si singa betina punya rasa takut juga?" goda Tama
"Iya manusiawi lah paman, kaya Paman tidak saja," cibir Cassey
"Ehemm!!" teriak Retno mengagetkan keduanya
"Aku anggap teknik makan steak sudah berhasil, sekarang kita akan belajar makan sup dan juga minum yang cantik," kata Retno sambil meletakan semangkuk sup dan segelas jus alpukat kedepan Cassey
Oh My Gosh, ini makanan kesukaan Key semua, jangan sampai hilaf ya Allah, Sup Ayam ditambah jus Alpukat, mana aku masih lapar lagi gara-gara cuma makan steak setengah doang, kenapa gak ada nasi sih coba ada kan pasti lebih ngenah,
Ia berusaha menahan diri agar tidak kena pukul lagi, sesekali ia hanya menelan ludah tanpa sepengetahuan Retno.
"Sulahkan yang mulia," ucap Retno sambil memberikan sendok dan garpu padanya.
"Makanlah dengan anggun dan elegan, karena aku akan merekamnya dan mengirimkannya untuk yang mulia ibu suri," kata Retno sambil menyalakan kameranya
"Makan dengan anggun dan elegan itu gimana?, setahuku makan ya dengan mulut, apa maksudnya mungkin makan cantik kaya artis-artis di you tube itu ya, agar lipsticknya tidak terkena makanan, ok....aku kan tidak pakai lipstik jadi lebih mudah, tinggal sruput aja!!, hihihihi...." gumannya dengan seringai diwajahnya
Ia kemudian memasukan sesendok sup kemulutnya dengan hati-hati agar sendoknya tidak mengenai bibir ataupun giginya, ia bahkan harus membuka mulutnya ekstra lebar persis seperti yang dilakukan oleh artis dalam video parodi you tube agar bisa memuluskan aksinya.
"Alamak!!, susah juga , mana sakit lagi mulut aku, nah mumpung dia lagi lengah mending aku uyup saja supnya biar cepat habis," batin Cassey sambil melirik Retno yang sedang mengecek ponselnya
*Sluuurrppp!!, Glek!!
Gadis itu langsung menenggak habis sup ayam yang ada didepannya, tanpa sepengetahuan Retno.
Retno yang baru saja selesai membalas pesan singkat dari Welas Asih terkejut melihat Sup yang ada dimeja sudah habis. dan jusnya juga tinggal sedikit.
"Hmmm, ini yang mulia emang sengaja makannya cepet karena takut ketahuan aku atau lagi kelaparan?" tanya Retno
"Dua-duanya ibu," jawab Cassey yang langsung bersendawa setelah itu membuat Tama terkekeh melihatnya
Retno yang penasaran segera melngambil kameranya dan mereplay ulang video makan Cassey.
Wanita itu membalikkan badannya dan terkekeh melihat Cassey yang celingukan sambil menenggak semangkuk sup dan segelas jus.
__ADS_1
"Dasar bar-bar, menantu dan mertua sama saja," gumamnya