
Semua siswa-siswi kelas dua belas tampak khusu ketika melakukan doa bersama di lapangan sedangkan siswa-siswi kelas sepuluh dan sebelas dipulangkan cepat. Ketika semua siswa dan guru masih larut dalam alunan dzikir yang menyentuh kalbu, bu Kulsum yang memang sedang halangan berinisiatif untuk menyisir setiap kelas untuk memastikan semua siswa kelas sepuluh dan kelas sebelas sudah pulang kerumahnya masing-masing, begitu juga kelas dua belas semuanya berada di lapangan untuk berdoa bersama.
Semua kelas terlihat kosong, namun ia curiga terhadap gudang belakang yang terdengar bunyi suara seperti orang sedang mengorok.
***Krieet!!,
Pelan-pelan Bu Kulsum membuka pintu gudang dan mengedarkan pandangannya kesekitar ruangan itu. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat Agni dan tiga orang temannya sedang tertidur disana dan mengigau tak jelas.
Bu Kulsum berusaha menggoyangkan tubuh Agni agar gadis itu bangun, namun ketika Agni bangun matanya memerah dengan tatapan kosong. Ia yang mulai beringas langsung mendorong tubuh Bu Kulsum hingga wanita tua itu jatuh menghantam tembok.
Gadis itu segera mengeluarkan sumpah serapah dan makian kepada Bu Kulsum, begitu juga dengan ketiga sahabatnya mereka langsung membuka matanya dan mendekati Bu Kulsum.
"Apa mereka kesurupan ya, daripada aku mati konyol disini mending cari bantuan buat menolong mereka," gumam Kulsum yang kemudian bangkit dan berlari meninggalkan gudang itu
"Pak haji!!" teriak Bu Kulsum memanggil Haji Jamaluddin selaku guru Agama yang sedang mengamini setiap doa yang dipanjatkan oleh kepala sekolah.
"Pak Jamal!!" teriakannya lagi membuat pria paruh baya itu segera menoleh kearahnya
"Ada apa ?" tanya Haji Jamal pelan
"Ada siswa yang kesurupan di gudang," bisik Umi Kulsum
Pak Jamal segera mengajak beberapa orang guru untuk menemaninya ke gudang sekolah.
"Inimah bukan kesurupan ibu, tapi mereka sedang sakau setelah mengkonsumsi obat-obatan terlarang," ucap guru olahraga
"Terus gimana pak Sugeng?" tanya Bu Kulsum
"Kita bawa mereka ke UKS dulu, baru kita hubungi orang tua mereka," jawab kepala sekolah
"Dari gejala mereka yang suka ngamuk-ngamuk, bicara gak jelas, jalan sempoyongan kemungkinan mereka mengkonsumsi pil BK, " ucap Sugeng
"Sepertinya kita harus segera memulangkan anak-anak, baru kita mengurusi mereka, agar anak-anak tidak terprovokasi dengan keadaan ini," ucap kepala sekolah
"Baik pak, kalau begitu saya akan umumkan dulu, kepada anak-anak untuk segera belajar dirumahnya masing-masing," jawab Jamaluddin
**********
"Baby kita mampir ke toko buku dulu yuk," ajak Cassey kepada Bagas ketika cowok itu sudah bersiap-siap memakai tas punggungnya.
"Aku tidak boleh kemana-mana hari ini, kata Paman aku harus langsung pulang ketika dia menjemputku, bahaya katanya kalau aku pulang tidak bersama dia!" ucap Bagas
"Santuy baby, kan ada gue!" jawab Cassey
__ADS_1
"Tetep gak boleh Key, apalagi tangan kamu lagi sakit kaya gitu, sudahlah kamu ikut pulang bareng aku saja, nanti aku bilang sama paman agar mengantarmu ke rumahnya," jawab Bagas
"Gak usah baby, biar gue pulang sendiri saja," ucap Cassey
Keduanya kemudian berjalan meninggalkan kelas mereka.
"Baby!!" teriak Ayu yang langsung bergelayut manja dilengan Bagas
"Sekarang kamu benar-benar berubah ya beb, badan kamu keren hampir sama kaya Pandu, terus kamu juga terlihat lebih tampan sekarang," ucap Ayu merayu Bagas
"Aku tetap Bagas yang dulu kok Yu, Bagas yang jelek menurut kamu, cuma berat badanku saja yang mulai berkurang," jawab Bagas
"Kamu jangan baperan gitu dong baby, kemarin kan aku sedang emosi, sekarang kita balik bareng yuk," ajak Ayu
"Aku menolakpun, kamu bakalan maksa Paman Tama supaya diijinkan ikut pulang bareng," jawab Bagas ketus
"Tuh kamu tahu baby," sahut Ayu bahagia
"Dasar munafik!!, kemarin aja menghina si baby, sekarang aja mendekat!" cibir Cassey
"Orang cantik mah bebas weh, dan tidak ada yang berani nolak!" sahut Ayu menimpali cibiran Cassey
"Dasar muka tembok!!, udah ditolak gitu masih gak ngerasa lagi!" jawab Cassey
Cassey menghentikan langkahnya ketika mendengar kegaduhan di ruang UKS, ia mulai menyibak tirai ruangan itu dan mengintip apa yang terjadi didalamnya.
"Si Gembul lagi diapain tuh!" ucap Cassey
"Woii!!, ngapain ngintip-ngintip di sini!!" seru Ryan yang mengagetkan Cassey
"Iisshh, Om ngagetin aja, kenapa Om kesini?" tanya Cassey
"Om kelamaan nunggu lo pulang, makanya tadi gue nanyain lo sama Bagas, terus dia bilang lo masih didalam, makanya Om susulin aja biar cepet," jawab
"Om tumben jemput Key, emangnya dalam rangka apa?" tanya Cassey
"Gue khawatir sama lo, gue takut lo kaya kemarin dikeroyok orang-orang jahat, lagian kata Niken, lo gak bawa motor yaudah sekalian Om jemput," jawab Ryan
"Key seneng banget deh sama Om yang selalu perhatikan sama Key dan mamih, coba papih masih hidup dia juga kaya Om, selalu perhatian, makanya Key suka inget papih kalau sama Om, " ucap Cassey
"Kan Om udah bilang sama lo, Key boleh kok menganggap Om sebagai papih kamu," jawab Ryan
"Tapi Key maunya papah beneran Om, boleh ga?" tanya Cassey memeluk Ryan
__ADS_1
"Tapikan mamih kamu gak suka Om, dia sukanya sama Om Gaga," jawab Ryan
"Itusih gampil Om, yang penting Omnya mau ga sama mamih Key yang super duper centil?" tanya Cassey
"Hmmm, gimana yah!" jawab Ryan
"Kelamaan mikir tar gak laku loh om!!" cibir Cassey
"Suee!!" jawab Ryan
"Aarrghhhh!!, ******** kalian semua!!" teriak Agni membuat suasana ruang UKS menjadi semakin gaduh.
Ryan dan Cassey mendadak diam ketika, terdengar kegaduhan di ruang UKS.
"Ada apa sih didalam?" tanya Ryan penasaran
"Sepertinya kita harus masuk deh Om, supaya Om bisa tahu apa yang sedang terjadi, " Cassey menarik lengan Ryan menuju ke dalam UKS
Ryan hanya tersenyum kecut mendegar Haji Jamal sedang membaca Ayat Kursi didepan Agni.
"Itu sih bukan kesurupan pak guru, tapi lagi sakau!" ucap Ryan mendekati Agni yang terus mengamuk meski sudah dipegangi oleh beberapa orang guru.
***Plaaakkk!!!
**Bruuughhh!!
Seketika Agni langsung jatuh pingsan setelah terkena tamparan dari Ryan.
"Waduh pak, bisa ngamuk lagi nanti bapaknya si Agni," ucap Kepala Sekolah ketakutan
"Tenang saja pak, aku tanggung jawab kok, karena cuma itu caranya supaya dia bisa diem," jawab Ryan
Ryan juga melakukan hal yang sama kepada tiga sahabat Agni.
"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap keponakanku Rey!" ucap Ares yang memasuki ruang UKS
"Siapa laki-laki ini, kenapa dia mengenalku," batin Ryan
"Aku tampar dia, karena dia sedang sakau dan mengamuk disini," jawab Ryan
"Kurang ajar kamu, berani kamu menyentuh keponakan Aku, bukan hanya anakmu yang akan aku bunuh, tapi juga gadis manis disebelah kamu juga akan aku habisi!" ancam Ares
"Hmmm, Apa dia yang membunuh Zahra tempo hari!" batin Ryan sembari mengeratkan jemarinya
__ADS_1