
Ayu mengobati luka Hermes dengan hati-hati.
"Apa kamu bercita-cita ingin menjadi seorang dokter?" tanya Hermes
"Iya, aku ingin seperti paman Ganendra menjadi seorang dokter," jawab Ayu sumringah
"Tapi kenapa kamu tidak memilih jurusan IPA, malah kamu memilih jurusan IPS, bukankah itu salah jurusan?" tanya Hermes
"Kamu tahukan aku tidak sepintar sepupuku Bagas, makanya aku gagal masuk IPA tapi malah masuk IPS, ya tapi setidaknya aku aktif dalam Ekskul PMR dan sering terlibat dalam kegiatan kemanusiaan yang diadakan oleh PMI, itu saja sudah membuatku senang, karena aku bisa merasakan menjadi seorang dokter," jawab Ayu
"Pantes aku lihat kamu selalu aktif di kantor PMI dekat sekolah kita," sahut Hermes
"Btw lo kok bisa sih deket sama Cassey anak baru yang bar-bar itu?, apa kamu tidak takut sama dia, aku lihat dia sama liarnya dengan Agni, dan aku juga heran kenapa Bagas juga mau berteman dengan dia, padahal aku gak suka sama sikap kasar dia," ucap Ayu
"Itu karena kamu belum mengenal dia, dia itu baik kok, cuma memang agak kasar bahasanya, tapi hatinya sangat lembut, anyway kalau Nay itu orangnya gimana?" tanya Hermes
"Kamu suka Nay?" tanya Ayu
"Iya tapi sepertinya Nay lebih suka Pandu," jawab Hermes
"Kamu gak usah pesimis gitu dong, aku yakin kamu bisa mendapatkan Nay, asal kamu mau berusaha, aku akan lagian kamu juga keren kok, semangat!!" teriak Ayu menyemangati Hermes
"Bagaimana kalau kita kerja sama untuk memisahkan Pandu dan Naeswari, jadi nanti kamu bisa bersama Nay, dan aku bersama Pandu?" tanya Ayu
"Thanks Ayu, tapi maaf aku tidak bisa, karena aku bukan tipe orang yang suka menyakiti orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan ku sendiri," jawab Hermes meninggalkan Ayu
"Ciih, sekarang kamu bisa bilang seperti itu, tapi nanti kamu akan meminta tolong padaku untuk memisahkan Nay dengan Pandu," gumam Ayu
**************
"Pandu!" teriak Ayu
Pandu segera menghentikan langkahnya ketika Ayu berlari kearahnya.
"Ada apa?" tanya Pandu
"Apa kamu bisa mengantarku pulang?" tanya Ayu
"tapi aku harus mengantar Nay pulang, jadi aku gak bisa," jawab Pandu
"Nay kan bisa pulang bareng Bagas, dijemput paman Tama, jadi kamu bisa mengantarku, ayolah!, kali ini saja, yah...yah...," Ayu memohon pada Pandu
__ADS_1
"Tapi aku harus bilang sama Nay dulu," sahut Pandu
"Biar aku saja yang bilang sama Nay," ucap Ayu
"Terserah kamu sajalah," jawab Pandu
Ayu segera menemui Naeswari dikelasnya.
"Nay, bolehkan kalau kali ini Pandu mengantar aku pulang?" tanya Ayu
"Bukannya kamu dijemput sama sopir kamu?, kenapa harus pandu?" tanya Nay
"Aku lagi males pulang bareng Bisma, lagian aku mau mampir ke butik langganan aku dulu, boleh ya Nay, please?" bujuk Ayu
"Aku tahu kamu pasti mau mendekati Pandu, aku tahu kok ka, kamu suka sama Pandu, " gumam Naeswari
"Tidak boleh, minta saja diantar sama Bisma atau yang lainnya, pokoknya gak boleh sama Pandu," jawab Nay ketus
"Kenapa sih lo pelit banget Nay, tenang saja aku gak bakalan kok naksir sama Pandu, lagian Pandu kan seumuran sama Bisma dan lebih cocok jadi adik aku daripada jadi pacarku, jadi kamu gak perlu jelous gitu Nay!" cibir Ayu
"Syukurlah kalau kaka nyadar, lagian kakak kan cantik dan sangat populer disekolah, pasti banyaklah yang naksir sama kaka, jadi tolong jangan Pandu dariku," ucap Nay
Naeswari memang tidak begitu senang dengan Ayu yang sangat sombong disekolah, karena merasa menjadi primadona Ayu terkesan sombong dan selalu menganggap dirinya bisa menaklukkan semua cowok keren disekolah.
"Bagaimana Yu?, apa kamu sudah berhasil mengajak jalan Pandu?" tanya Rechesya
"Belum sih, tapi gue yakin besok atau lusa aku bisa ajak jalan dia, bahkan jadian sama dia," jawab Ayu
"Inget Yu, waktu kamu tinggal seminggu lagi untuk bisa memenangkan challenge ini, tapi kalau kamu tidak bisa menaklukkan Pandu berarti gelar cewek populer untuk kamu akan dicabut dan diberikan kepada Echa," ucap Januba
"Tidak ada dalam sejarah cowok menolak Ayu, dan tidak ada cewek populer disekolah ini selain aku, jadi jangan harap Echa bisa menang dari aku!" ujar Ayu penuh percaya diri
"Ok Jen, kita lihat saja siapa pemenangnya minggu depan," sahut Rechesya
Ketiga gadis itu kemudian meninggalkan ruang kelasnya.
**********
Bagas terlihat sangat menikmati latihannya kali ini, ia terlihat sangat bersemangat hari ini hingga membuat Ryan dan juga Danar Gumilang merasa bangga dengannya.
"Kalau begini terus, kamu bisa cepat kurus nak," ucap Danar Gumilang
__ADS_1
"Betul yang paman katakan Bagas, makanya jangan patah semangat, terus semangat!" kata Ryan menyemangati Bagas
"Baby!!, cemungud!!, aku selalu mendukungmu dari belakang!!" teriak Cassey
"Gimana kamu mendukungku kalau kamu selalu mengiming-imingi aku dengan berbagai makanan lezat saat aku latihan?" sahut Bagas
"Sorry baby, abis gue lapar, terus ketemu tukang bakso yaudah hilaf deh," jawab Cassey
"Lagian ini baksonya enak banget baby, sedaap!, maknyus!!" Cassey sengaja memamerkan makanan itu didepan Bagas, agar pria itu tergiur dan menggagalkan program dietnya.
Sementara Bagas yang belum makan siang hanya bisa menelan ludahnya karena ia tidak boleh makan bakso, dan hanya boleh memakan sayuran dan buah saja.
"Lap tuh ilernya baby, jangan malu2 dech!" cibir Cassey
Bagas hanya memonyongkan bibirnya ketika mendengarkan apa yang diucapkan oleh Cassey. Tiba-tiba Ayu melintas ketempat latihan Bagas, hingga membuat Bagas segera berlari mendekatinya.
"Kok tumben kamu kesini Yu?" tanya Bagas
"Aku lagi cari jalan alternatif saja, supaya bisa sampai rumah dengan cepat," sahut Ayu cuek.
"Kalau begitu bagaimana kalau aku antar kamu pulang?" ucap Bagas sumringah
"Lagian sekarang badanku sudah mulai kurus loh, sudah turun delapan kilo, semuanya aku lakukan untuk kamu Yu, " ucap Bagas bangga
"Maaf ya Bagas, sekali lagi aku bilang sama kamu kalau aku tuh gak mau diantar pulang oleh cowok gendut dan jelek kaya kamu, apa kata teman-temanku nanti jika melihat Ayu cewek tercantik dan terpopuler disekolah jalan sama cowok gendut seperti mu, lagian aku juga udah bilang sama kamu kalau aku mau jalan sama kamu kalau kamu sudah memiliki body sixpack kaya Pandu!" cibir Ayu
Tentu saja perkataan Ayu yang menghina Bagas ini membuat Cassey marah dan tidak terima dengan semua yang diucapkan oleh Ayu.
"Denger ya cewek so cantik!, lo pasti bakal nyesel karena udah menghina my baby Bagas, dan gue janji lo bakalan berlutut dikaki Bagas dan memintanya untuk menerima cinta kamu, dan saat itu gantian Bagas yang akan menghempasmu," ucap Lulu
"Hey cewek bar-bar!, jaga mulut kamu!, tidak ada sejarahnya Ayu mengemis cinta kepada seorang lelaki, apalagi dia jelek dan gemuk kaya Bagas, maaf ya gue gak level sama dia!" cibir Ayu dengan angkuhnya
Cassey segera menjambak rambut Ayu dan menyeretnya.
"Dasar sombong!!, rasakan ini!" ucap Cassey menarik rambut Ayu
"Aaww!!, lepasin jelek!" cibir Ayu
"Sudahlah Key, lepasin dia, aku gak papa kok," jawab Bagas
Ayu segera memanfaatkan kelengahan Cassey yang sedang berbincang dengan Bagas, Ia mendorongnya hingga Cassey tersungkur di lantai dan membentur sebuah tiang listrik.
__ADS_1
Bagas segera berlari untuk menolong Cassey yang tidak sadarkan diri.